Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

34 hasil
Penulis: SUSANTI
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BREAK EVEN POINT DAN NILAI TAMBAH PRODUKSI KRIPIK PISANG DI KOTA TARAKAN (STUDI KASUS UKM QOBIDH KELURAHAN KAMPUNG 4)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Susi Susanti. 15.201020.033. 2019. Analisis Break Even Point dan Nilai Tambah Produksi Kripik Pisang di UKM Qobidh di Kota Tarakan (Studi kasus UKM Qobidh Kampung Empat). Dibimbing oleh ibu Nurlela M,SP., M.Si. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa keuntungan dan kerugian yang di terima UKM Qobidh dengan menggunakan analisis break event point dan berapa besar biaya per satu kali produksi, penerimaan dan pendapatan persatu kali produksi, serta nilai tambah dari usaha pengolahan pisang menjadi kripik pisang. Penelitian ini di lakukan di Kota Tarakan kelurahan kampung 4. Pengambilan data di mulai pada bulan april sampai bulan oktober 2019. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer. Data primer di peroleh melalui wawancara dengan pihak yang bersangkutan berdasarkan daftar pertanyaan yang telah di siapkan, serta pengamatan langsung di lapangan. Data yang di kumpulkan menyangkut: biaya variabel atau biaya yang jumlah nilai di pengaruhi oleh jumlah produksi kripik pisang adalah biaya bahan baku (pisang) dan biaya tetap terdiri dari: biaya penyusutan peralatan dan biaya lainnya di luar biaya variabel. Biaya penyusutan adalah biaya yang di susutkan perbulan. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: (1) menghitung break even pont produksi (2) menghitung break even point harga (3) menghitung break even point penerimaan dan dapat di lihat pada titik untung atau tidak untung. (4) menghitung nilai tambah dari usaha pengolahan pisang menjadi kripik pisang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) BEP produksi kripik pisang sebesar 6,48 kg dimana produksi lebih kecil dari produksi kripik di UKM Qobidh yaitu sebesar 14,08 kg (2) BEP harga sebesar Rp. 97.873 per Kg dimana BEP harga lebih kecil dari harga kripik pisang di UKM Qobidh yaitu Rp.100.000 per Kg (3) BEP penerimaan sebesar Rp. 1.364.834 per bulan lebih kecil dari penerimaan di UKM Qobidh yaitu Rp. 1.400.000 per bulan, dari nilai BEP keseluruhan dapat di katakan UKM Qobidh berada pada titik untung (4) besarnya nilai tambah dari usaha pengolahan pisang menjadi kripik pisang di UKM Qobidh yaitu Rp. 46.038 per Kg, artinya untuk setiap per satu kilo kripik pisang dapat memberikan pertambahan nilai sebesar Rp. 46.038

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERAN GANDA WANITA, STRES KERJA TERHADAP KINERJA ASN MELALUI KEPUASAN KERJA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TARAKAN

2026•Koleksi Perpustakaan

Peran ganda yang dijalankan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) wanita berpotensi menimbulkan tekanan psikologis yang dapat memengaruhi stres kerja dan kinerja. Kondisi ini menjadi perhatian penting dalam manajemen sumber daya manusia di sektor publik. Penelitian ini, yang dilakukan di Pemerintah Kota Tarakan, bertujuan untuk menguji pengaruh konflik peran ganda dan stres kerja terhadap kinerja ASN, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 468 ASN wanita yang telah menikah sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran ganda dan stres kerja masing-masing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sementara kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Adapun stres kerja tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kinerja. Namun, kepuasan kerja terbukti memediasi hubungan antara konflik peran ganda dan stres kerja dengan kinerja ASN. Temuan ini menegaskan peran kepuasan kerja sebagai mekanisme psikologis dalam menjelaskan hubungan antara tuntutan peran dan kinerja ASN wanita.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERAN GANDA WANITA, STRES KERJA TERHADAP KINERJA ASN MELALUI KEPUASAN KERJA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TARAKAN

2026•

Peran ganda yang dijalankan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) wanita berpotensi menimbulkan tekanan psikologis yang dapat memengaruhi stres kerja dan kinerja. Kondisi ini menjadi perhatian penting dalam manajemen sumber daya manusia di sektor publik. Penelitian ini, yang dilakukan di Pemerintah Kota Tarakan, bertujuan untuk menguji pengaruh konflik peran ganda dan stres kerja terhadap kinerja ASN, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 468 ASN wanita yang telah menikah sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran ganda dan stres kerja masing-masing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sementara kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Adapun stres kerja tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kinerja. Namun, kepuasan kerja terbukti memediasi hubungan antara konflik peran ganda dan stres kerja dengan kinerja ASN. Temuan ini menegaskan peran kepuasan kerja sebagai mekanisme psikologis dalam menjelaskan hubungan antara tuntutan peran dan kinerja ASN wanita.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ASPEK HUKUM PENEGAKAN DISIPLIN GURU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN

2026•

ABSTRAK ASPEK HUKUM PENEGAKAN DISIPLIN GURU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN Maini Susanti Penelitian ini membahas aspek hukum dalam penegakan disiplin guru sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Guru merupakan ujung tombak penyelenggaraan pendidikan yang tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan moral dan profesional bagi peserta didik. Oleh karena itu, disiplin guru tidak dapat dipandang sekadar sebagai persoalan administratif, melainkan juga bagian dari sistem hukum pendidikan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, serta bahan hukum sekunder berupa literatur dan jurnal terkait hukum pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan disiplin guru memiliki landasan hukum yang kuat dalam sistem hukum administrasi negara. Penegakan disiplin dilaksanakan melalui mekanisme administratif, etis, dan dalam kondisi tertentu, pidana. Pelanggaran disiplin tidak hanya melanggar norma moral, tetapi juga merupakan pelanggaran hukum yang berimplikasi pada menurunnya kualitas pendidikan. Selain itu, masih ditemukan tantangan dalam implementasinya, seperti lemahnya pengawasan, budaya permisif, serta rendahnya kesadaran hukum di kalangan guru. Konsep ideal penegakan disiplin guru harus berlandaskan pada prinsip kepastian hukum, keadilan, proporsionalitas, akuntabilitas, dan pembinaan. Penegakan disiplin yang efektif harus bersifat integratif dan transformatif, menggabungkan pendekatan hukum, etika profesi, dan manajemen pendidikan. Dengan penerapan sistem disiplin yang adil dan humanistik, diharapkan terwujud guru yang profesional, berintegritas, serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASPEK HUKUM PENEGAKAN DISIPLIN GURU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ASPEK HUKUM PENEGAKAN DISIPLIN GURU DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN Maini Susanti Penelitian ini membahas aspek hukum dalam penegakan disiplin guru sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Guru merupakan ujung tombak penyelenggaraan pendidikan yang tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan moral dan profesional bagi peserta didik. Oleh karena itu, disiplin guru tidak dapat dipandang sekadar sebagai persoalan administratif, melainkan juga bagian dari sistem hukum pendidikan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, serta bahan hukum sekunder berupa literatur dan jurnal terkait hukum pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan disiplin guru memiliki landasan hukum yang kuat dalam sistem hukum administrasi negara. Penegakan disiplin dilaksanakan melalui mekanisme administratif, etis, dan dalam kondisi tertentu, pidana. Pelanggaran disiplin tidak hanya melanggar norma moral, tetapi juga merupakan pelanggaran hukum yang berimplikasi pada menurunnya kualitas pendidikan. Selain itu, masih ditemukan tantangan dalam implementasinya, seperti lemahnya pengawasan, budaya permisif, serta rendahnya kesadaran hukum di kalangan guru. Konsep ideal penegakan disiplin guru harus berlandaskan pada prinsip kepastian hukum, keadilan, proporsionalitas, akuntabilitas, dan pembinaan. Penegakan disiplin yang efektif harus bersifat integratif dan transformatif, menggabungkan pendekatan hukum, etika profesi, dan manajemen pendidikan. Dengan penerapan sistem disiplin yang adil dan humanistik, diharapkan terwujud guru yang profesional, berintegritas, serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DOMCERMA (LUDO SISTEM PENCERNAAN MANUSIA) DI KELAS V-A SDN 015 TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran DOMCERMA (Ludo Sistem Pencernaan Manusia) Di Kelas V-A SDN 015 Tarakan. Berdasarkan observasi awal, ditemukan masalah pada kegiatan pembelajaran yaitu siswa cenderung pasif dan siswa terlihat jenuh saat belajar. Hal ini disebabkan kurang adanya media yang menarik digunakan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implemention, Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran DOMCERMA yang dikembangkan memiliki kelayakan berdasarkan validasi dari ahli media dan materi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media presentase sebesar 83% dan ahli materi memperoleh presentase sebesar 83%. Selain itu terdapat hasil dari angket respon guru dan siswa dimana media pembelajaran DOMCERMA dinyatakan sangat menarik digunakan dalam proses pembelajaran dengan presentase yang diperoleh pada angket respon guru uji coba terbatas dan uji coba lapangan 84% dan 80%, sedangkan angket respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh sebesar 91% dan uji coba lapangan memperoleh presentase sebesar 93% dimana dikategorikan sangat menarik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 2,6 TAHUN PADA ASPEK FONOLOGI (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

2025•

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pemerolehan bahasa pada anak usia 2,6 tahun pada aspek fonologi (proses substitusi, aferesis dan sinkop) dengan kajian psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah anak usia 2,6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Teknik Observasi, Teknik Wawancara, Teknik Simak Libat Cakap, Teknik Pancing, Teknik rekam, dan Teknik Catat dengan menggunakan metode padan untuk analisis datanya. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini terdapat 24 data dengan 105 ujaran yang dihasilkan oleh sumber data AQM. Pada penelitian ini Nasya menghasilkan 105 ujaran seperti penghilangan bunyi fonem, dengan jenis penghilangan berupa apheresis, bunyi-bunyi yang dihilangkan seperti bunyi /b/, /c/, /d/, /e/, /g/, /i/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, dan /ng/, sinkop, penghilangan ini meliputi bunyi /b/, bunyi /i/, bunyi /k/, bunyi /p/, dan bunyi /s/. terdapat pula penggantian bunyi fonem seperti, substitusi oral menjadi nasal, peluncuran /l/ menjadi /y/, substitusi peluncuran /r/ menjadi /y/, peluncuran vokalisasi, penghambatan /s/ menjadi /c/, dan pengedepanan /k/ menjadi /t/. Anak usia 2,6 tahun pada tahap ini anak sudah mampu untuk mengucapkan dua kata dan mulai untuk berbagai makna kata, mempunyai dorongan untuk berkata-kata secara tiba-tiba dan cenderung mampu membuat beberapa kata. Pemerolehan bahasa pada anak harus di perhatikan secara baik dari lingkungan formal maupun informalnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sumber data AQM pada usia 2,6 tahun masih berada pada tahap perkembangan dan artikulasi yang belum sempurna.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DOMCERMA (LUDO SISTEM PENCERNAAN MANUSIA) DI KELAS V-A SDN 015 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran DOMCERMA (Ludo Sistem Pencernaan Manusia) Di Kelas V-A SDN 015 Tarakan. Berdasarkan observasi awal, ditemukan masalah pada kegiatan pembelajaran yaitu siswa cenderung pasif dan siswa terlihat jenuh saat belajar. Hal ini disebabkan kurang adanya media yang menarik digunakan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implemention, Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran DOMCERMA yang dikembangkan memiliki kelayakan berdasarkan validasi dari ahli media dan materi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media presentase sebesar 83% dan ahli materi memperoleh presentase sebesar 83%. Selain itu terdapat hasil dari angket respon guru dan siswa dimana media pembelajaran DOMCERMA dinyatakan sangat menarik digunakan dalam proses pembelajaran dengan presentase yang diperoleh pada angket respon guru uji coba terbatas dan uji coba lapangan 84% dan 80%, sedangkan angket respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh sebesar 91% dan uji coba lapangan memperoleh presentase sebesar 93% dimana dikategorikan sangat menarik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENERAPAN METODE CPM DAN PERT PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN (STUDI PADA PERUMAHAN MANDIRI REGENCY)

2025•

Proyek pembangunan perumahan membutuhkan manajemen waktu yang baik agar dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Perumahan Mandiri Regency merupakan salah satu proyek pembangunan di Kota Tarakan yang menghadapi tantangan dalam perencanaan jadwal proyek, terutama akibat faktor cuaca dan sistem perencanaan yang masih dilakukan secara manual. Untuk meningkatkan efisiensi proyek, digunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT) dalam penjadwalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah jalur kritis dalam jaringan kerja proyek, aktivitas yang termasuk dalam jalur kritis, serta membandingkan durasi penyelesaian proyek menggunakan metode CPM dan PERT. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis dalam proyek terdiri dari aktivitas A, B, C, D, E, H, dan K, dengan total durasi penyelesaian proyek menggunakan metode CPM selama 102 hari dan metode PERT selama 106 hari. Perbedaan ini disebabkan oleh pendekatan perhitungan yang digunakan, di mana CPM menggunakan estimasi waktu deterministik sementara PERT mempertimbangkan variabilitas durasi aktivitas proyek.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENERAPAN METODE CPM DAN PERT PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN (STUDI PADA PERUMAHAN MANDIRI REGENCY)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proyek pembangunan perumahan membutuhkan manajemen waktu yang baik agar dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Perumahan Mandiri Regency merupakan salah satu proyek pembangunan di Kota Tarakan yang menghadapi tantangan dalam perencanaan jadwal proyek, terutama akibat faktor cuaca dan sistem perencanaan yang masih dilakukan secara manual. Untuk meningkatkan efisiensi proyek, digunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT) dalam penjadwalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah jalur kritis dalam jaringan kerja proyek, aktivitas yang termasuk dalam jalur kritis, serta membandingkan durasi penyelesaian proyek menggunakan metode CPM dan PERT. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis dalam proyek terdiri dari aktivitas A, B, C, D, E, H, dan K, dengan total durasi penyelesaian proyek menggunakan metode CPM selama 102 hari dan metode PERT selama 106 hari. Perbedaan ini disebabkan oleh pendekatan perhitungan yang digunakan, di mana CPM menggunakan estimasi waktu deterministik sementara PERT mempertimbangkan variabilitas durasi aktivitas proyek.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 2,6 TAHUN PADA ASPEK FONOLOGI (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pemerolehan bahasa pada anak usia 2,6 tahun pada aspek fonologi (proses substitusi, aferesis dan sinkop) dengan kajian psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah anak usia 2,6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Teknik Observasi, Teknik Wawancara, Teknik Simak Libat Cakap, Teknik Pancing, Teknik rekam, dan Teknik Catat dengan menggunakan metode padan untuk analisis datanya. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini terdapat 24 data dengan 105 ujaran yang dihasilkan oleh sumber data AQM. Pada penelitian ini Nasya menghasilkan 105 ujaran seperti penghilangan bunyi fonem, dengan jenis penghilangan berupa apheresis, bunyi-bunyi yang dihilangkan seperti bunyi /b/, /c/, /d/, /e/, /g/, /i/, /j/, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, dan /ng/, sinkop, penghilangan ini meliputi bunyi /b/, bunyi /i/, bunyi /k/, bunyi /p/, dan bunyi /s/. terdapat pula penggantian bunyi fonem seperti, substitusi oral menjadi nasal, peluncuran /l/ menjadi /y/, substitusi peluncuran /r/ menjadi /y/, peluncuran vokalisasi, penghambatan /s/ menjadi /c/, dan pengedepanan /k/ menjadi /t/. Anak usia 2,6 tahun pada tahap ini anak sudah mampu untuk mengucapkan dua kata dan mulai untuk berbagai makna kata, mempunyai dorongan untuk berkata-kata secara tiba-tiba dan cenderung mampu membuat beberapa kata. Pemerolehan bahasa pada anak harus di perhatikan secara baik dari lingkungan formal maupun informalnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sumber data AQM pada usia 2,6 tahun masih berada pada tahap perkembangan dan artikulasi yang belum sempurna.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh kualitas produk kualitas pelayanan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan (studi kasus kopi jon house Tarakan)

2025•Koleksi Perpustakaan

Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh kualitas produk dan pelayanan terhadap kepuasan serta loyalitas pelanggan di Kopi Jon House. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 280 responden, menggunakan metode analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (T-statistik = 3,647; P = 0,000), namun pengaruhnya terhadap loyalitas pelanggan tidak signifikan (T- statistik = 1,578; P = 0,115). Sebaliknya, kualitas pelayanan berpengaruh signifikan baik terhadap kepuasan pelanggan (T-statistik = 7,159; P = 0,000) maupun loyalitas pelanggan (T-statistik = 2,428; P = 0,015). Selain itu, kepuasan pelanggan terbukti meningkatkan loyalitas pelanggan secara signifikan. Berdasarkan temuan ini, peningkatan kualitas produk dan layanan dapat mempertahankan pelanggan serta meningkatkan daya saing bisnis café dalam pasar yang dinamis. serta disarankan agar Kopi Jon House terus meningkatkan kualitas pelayanan dapat melalui inovasi, pelatihan staf, dan pengembangan suasana kafe yang nyaman untuk menarik dan mempertahankan pelanggan. Selain itu, diversifikasi menu dan promosi strategis dapat menjadi langkah untuk meningkatkan daya saing di pasar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh kualitas produk kualitas pelayanan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan (studi kasus kopi jon house Tarakan)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh kualitas produk dan pelayanan terhadap kepuasan serta loyalitas pelanggan di Kopi Jon House. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 280 responden, menggunakan metode analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (T-statistik = 3,647; P = 0,000), namun pengaruhnya terhadap loyalitas pelanggan tidak signifikan (T- statistik = 1,578; P = 0,115). Sebaliknya, kualitas pelayanan berpengaruh signifikan baik terhadap kepuasan pelanggan (T-statistik = 7,159; P = 0,000) maupun loyalitas pelanggan (T-statistik = 2,428; P = 0,015). Selain itu, kepuasan pelanggan terbukti meningkatkan loyalitas pelanggan secara signifikan. Berdasarkan temuan ini, peningkatan kualitas produk dan layanan dapat mempertahankan pelanggan serta meningkatkan daya saing bisnis café dalam pasar yang dinamis. serta disarankan agar Kopi Jon House terus meningkatkan kualitas pelayanan dapat melalui inovasi, pelatihan staf, dan pengembangan suasana kafe yang nyaman untuk menarik dan mempertahankan pelanggan. Selain itu, diversifikasi menu dan promosi strategis dapat menjadi langkah untuk meningkatkan daya saing di pasar.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI DAMPAK LALU LINTAS BEBAN BERLEBIHAN (OVERLOADING) PADA PERKERASAN JALAN (STUDI KASUS : RUAS JALAN PANGERAN AJI ISKANDAR KOTA TARAKAN)

2024•

Ruas jalan Pangeran Aji Iskandar merupakan jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Tarakan Utara dan Kecamatan Tarakan Barat dengan lalu lintas yang padat, terutama dari kendaraan berat. Lalu lintas berat ini berpotensi menyebabkan kerusakan lebih cepat pada jalan akibat beban berlebih (overload). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penurunan umur sisa (remaining life) dan tingkat kerusakan jalan dengan menggunakan dua metode analisis yang memberikan gambaran menyeluruh tentang dampak beban berlebih. Penghitungan dilakukan melalui data lalu lintas harian rata-rata (LHR), vehicle damage factor (VDF), dan equivalent single axle load (ESAL). Berdasarkan hasil perhitungan umur sisa dan tingkat kerusakan menunjukan bahwa setiap tahunya mengalami penurunan. Pada LHR jampuncak menunjukkan bahwa umur sisa perkerasan pada kondisi normal hingga tahun keenam (2029) adalah 11,96% dengan tingkat kerusakan mencapai 88,04%. Namun, dengan penambahan beban 10%, umur sisa jalan pada tahun awal (2024) menjadi negatif, yaitu -13,50%, dan tingkat kerusakan mencapai 113,50%. Pada LHR kendaraan total, umur sisa jalan hingga tahun keenam (2029) adalah 3,04% dengan tingkat kerusakan 96,96%. Penambahan beban 10% mengakibatkan umur sisa perkerasan turun menjadi -39,26% pada tahun 2024, dengan tingkat kerusakan mencapai 139,26%. Penelitian ini menunjukkan bahwa beban lalu lintas yang berlebihan secara signifikan mengurangi umur jalan dan mempercepat tingkat kerusakan, sehingga diperlukan perawatan yang lebih sering untuk menjaga kondisi jalan tetap optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengendalian Kualitas Dengan Menggunakan Metode Seven Tools (Studi Pada Petani Rumput Laut di Desa Liang Bunyu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan)

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pengendalian kualitas dengan menggunakan metode seven tools pada petani rumput laut didesa liang bunyu kecamatan sebatik barat kabupaten nunukan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Dalam penelitian ini sampel digunakan secara acak yang diambil selama 13 kali produksi dan diambil menggunakan metode stratified random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode seven tools yang terdiri dari lembar pengecekan, diagram alur, histogram, diagram pareto, peta kendali, diagram penyebar, dan diagram sebab akibat. Hasil dari penelitian menemukan bahwa terdapat empat jenis kecacatan terdiri dari tiram, berlumut, rontok dan kurus dengan presentase kurus 0,2521%, berlumut 0,1932%, rontok 0,0756% dan tiram 0,0630%. Faktor yang mempengaruhi rumput laut cacat terdiri dari faktor manusia, metode pengeringan manual dan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor manusia. Berdasarkan diagram penyebar diketahui bahwa faktor manusia memiliki hubungan dengan jumlah cacat rumput laut dan peta kendali diketahui bahwa permasalahan cacat pada rumput laut masih dalam keadaan terkendali.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengendalian Kualitas Dengan Menggunakan Metode Seven Tools (Studi Pada Petani Rumput Laut di Desa Liang Bunyu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pengendalian kualitas dengan menggunakan metode seven tools pada petani rumput laut didesa liang bunyu kecamatan sebatik barat kabupaten nunukan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Dalam penelitian ini sampel digunakan secara acak yang diambil selama 13 kali produksi dan diambil menggunakan metode stratified random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode seven tools yang terdiri dari lembar pengecekan, diagram alur, histogram, diagram pareto, peta kendali, diagram penyebar, dan diagram sebab akibat. Hasil dari penelitian menemukan bahwa terdapat empat jenis kecacatan terdiri dari tiram, berlumut, rontok dan kurus dengan presentase kurus 0,2521%, berlumut 0,1932%, rontok 0,0756% dan tiram 0,0630%. Faktor yang mempengaruhi rumput laut cacat terdiri dari faktor manusia, metode pengeringan manual dan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor manusia. Berdasarkan diagram penyebar diketahui bahwa faktor manusia memiliki hubungan dengan jumlah cacat rumput laut dan peta kendali diketahui bahwa permasalahan cacat pada rumput laut masih dalam keadaan terkendali.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EMOTIONAL INTELEGENCE DAN WORK LIFE BALANCE DALAM MENINGKATKAN PERSPEKTIF ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA LIMA UPT BADAN PENDAPATAN DAERAH PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA)

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Emotional Intelegennce dan Work Life Balance terhadap Organizational Citizinship Behaviour dan Kepauasan Kerja Sebagai Pemediasi, pengaruh Emotional Intelegennce, Work Life Balance dan Kepuasan Kerja terhadap Organizational Citizinship Behaviour, serta pengaruh mediasi Kepuasan Kerja terhadap hubungan antara Emotional Intelegennce dan Work Life Balance dengan Organizational Citizinship Behaviour. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Purpose SEMPLS. Metode pengambilan sampel yaitu seluruh pegawai negeri sipil yang bekerja pada 5 (lima) UPT Bapenda Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah Partial Least Squere (PLS) dengan bantuan program komputer SmartPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Emotional Intelegence berpengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behaviour.Work Life Balance berpengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behaviour.Emotional Intelligence tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Work Life Balance berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja.Emotional Intelligence yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja tidak memiliki pengaruh terhadap Organizational Citizenship Behavior.Work Life Balance yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja memiliki pengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behavior Kepuasan Kerja memiliki pengaruh positif terhadap Organizational Citizenship Behavior. Implikasi Teoritis Teori Kelembagaan dan Teori Disonansi Kognitif dalam menjelaskan faktor-faktor yang meningkatkan Organizational Citizinship Behaviour. Implikasi Praktis dalam penelitian ini memberikan kontribusi praktek manajemen yang dapat digunakan dalam membangun perilaku Organizational Citizinship Behaviour pada organisasI.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

wewenang kejaksaan sebagai fasilitator dalam proses ekadilan restoratif pada kasus penganiayaan di kota tarakan

2024•Koleksi Perpustakaan

Penganiayaan merupakan masalah serius yang mengancam keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu pendekatan alternatif yang berkembang dalam penanganan kasus kriminal, khususnya penganiayaan adalah keadilan restoratif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran dan wewenang kejaksaan sebagai fasilitator dalam proses keadilan restoratif pada kasus penganiayaan di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris yang merupakan pendekatan penelitian yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data empiris atau data yang diperoleh melalui observasi langsung atau pengalaman praktis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para jaksa, mediator, dan pihak terkait dalam proses keadilan restoratif. Analisis data dilakukan dengan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola-pola tematik dan hubungan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejaksaan memiliki peran penting sebagai fasilitator dalam mengimplementasikan keadilan restoratif. Wewenang kejaksaan mencakup pemilihan kasus yang dapat diarahkan ke jalur restoratif, pembentukan tim mediator, dan pemantauan pelaksanaan perjanjian restoratif. Kendala dan tantangan yang dihadapi mencakup ketersediaan sumber daya manusia dan pemahaman yang masih terbatas terkait keadilan restoratif. Namun kejaksaan juga melakukan evaluasi rutin terhadap pelaku setelah menerapkan keadilan restoratif bertujuan untuk mengetahui apakah si pelaku mengulangi perbuatanya lagi atau melakukan tindak pidana lainya lagi atau tidak. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman praktis dan teoritis mengenai peran kejaksaan dalam keadilan restoratif, khususnya pada kasus penganiayaan. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi perbaikan kebijakan dan peningkatan kapasitas kejaksaan dalam menghadapi tantangan implementasi keadilan restoratif. Saran dalam penelitian ini adalah seharusnya kejaksaan harus lebih tegas dalam pemberlakuan syarat-syarat dalam penerapan keadilan restoratif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

wewenang kejaksaan sebagai fasilitator dalam proses ekadilan restoratif pada kasus penganiayaan di kota tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penganiayaan merupakan masalah serius yang mengancam keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu pendekatan alternatif yang berkembang dalam penanganan kasus kriminal, khususnya penganiayaan adalah keadilan restoratif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran dan wewenang kejaksaan sebagai fasilitator dalam proses keadilan restoratif pada kasus penganiayaan di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris yang merupakan pendekatan penelitian yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data empiris atau data yang diperoleh melalui observasi langsung atau pengalaman praktis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para jaksa, mediator, dan pihak terkait dalam proses keadilan restoratif. Analisis data dilakukan dengan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola-pola tematik dan hubungan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejaksaan memiliki peran penting sebagai fasilitator dalam mengimplementasikan keadilan restoratif. Wewenang kejaksaan mencakup pemilihan kasus yang dapat diarahkan ke jalur restoratif, pembentukan tim mediator, dan pemantauan pelaksanaan perjanjian restoratif. Kendala dan tantangan yang dihadapi mencakup ketersediaan sumber daya manusia dan pemahaman yang masih terbatas terkait keadilan restoratif. Namun kejaksaan juga melakukan evaluasi rutin terhadap pelaku setelah menerapkan keadilan restoratif bertujuan untuk mengetahui apakah si pelaku mengulangi perbuatanya lagi atau melakukan tindak pidana lainya lagi atau tidak. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman praktis dan teoritis mengenai peran kejaksaan dalam keadilan restoratif, khususnya pada kasus penganiayaan. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi perbaikan kebijakan dan peningkatan kapasitas kejaksaan dalam menghadapi tantangan implementasi keadilan restoratif. Saran dalam penelitian ini adalah seharusnya kejaksaan harus lebih tegas dalam pemberlakuan syarat-syarat dalam penerapan keadilan restoratif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail