ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KESEJAHTERAAN DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMA L KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga petani rumput laut serta mengidentifikasi kontribusi pendapatan usaha budidaya rumput laut terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2026. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 petani rumput laut yang ditentukan dari populasi sebanyak 687 petani. Analisis data tingkat kesejahteraan dilakukan menggunakan metode skoring berdasarkan enam indikator, yaitu kependudukan, kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, taraf dan pola konsumsi, serta kondisi tempat tinggal. Sementara itu, kontribusi pendapatan dianalisis dengan membandingkan pendapatan usaha budidaya rumput laut terhadap total pendapatan rumah tangga dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan rumah tangga petani rumput laut secara umum berada pada kategori sedang, dengan 57 responden atau 81,43% berada pada kategori sedang, 8 responden atau 11, 43% berada pada kategori tinggi, 5 responden atau 7, 14% berada pada kategori rendah. Adapun kontribusi pendapatan usaha budidaya rumput laut terhadap total pendapatan rumah tangga tergolong tinggi. Sebanyak 68 responden atau 97% memiliki kontribusi pendapatan lebih dari 50%, sedangkan 2 responden atau 3% berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa usaha budidaya rumput laut merupakan sumber pendapatan utama dan memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian rumah tangga petani di Kelurahan Pantai Amal. Kata kunci: Kesejahteraan, kontribusi pendapatan, rumah tangga, petani rumput laut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jaringan komunikasi adalah sistem yang terdiri dari berbagai elemen dan komponen yang bekerja bersama untuk memungkinkan proses pertukaran informasi antara pengirim dan penerima. Proses ini melibatkan beberapa tahap, dimulai dari pengkodean pesan oleh pengirim, transmisi melalui media tertentu, hingga dekode pesan oleh penerima. Penelitian ini berjutuan 1.) Menganalisis saluran pemasaran rumput laut rumput laut di Desa Balansiku Kecamatan Sebatik. 2.) Memetakan jaringan komunikasi pemasaran rumput laut di Desa Balansiku Kecamatan Sebatik. Penelitian di ini dilaksanakan di Desa Balansiku Kecamatan Sebatik sejak Maret - Agustus 2024. Teknik pengumpulan sampel penelitian ini adalah teknik sensus. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu Metode Sensus. Dalam hal ini penulis menentukan sampel sebanyak 32 petani rumput laut di Desa Balansiku. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan Alat analisis menggunakan menggunakan Analisis Jaringan Sosial (Social Network Analysis). Di ketahui terdapat 3 petani (node) yang menjadi sentra informasi pemasaran. Ketiga pelaku tersebut A1, A21, dan A31,. Ketiga petani tersebut merupakan aktor yg paling sering dihubungi oleh petani lain untuk mendapatkan informasi pemasaran. Hal tersebut di tujukan oleh arah link yg mengarah kedalam atau menujuu petani (node) tersebut. Terdapat pula tiga petani yang paling sering menghubungi petani lain. Ketiga petani tersebut yaitu A26, A7, dan A15.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
ANALISIS EFISIENSI FAKTOR PRODUKSI USAHA TANI RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR Abstrak Rumput laut (Eucheuma Cottonii) merupakan tumbuhan yang tergolong dalam ganggang (alga) multiseluler divisi thallophyta. Untuk dapat meningkatkan produksi rumput laut harus dilakukan optimalisasi penggunaan faktor produksi suatu penggunaan faktor produksi bensin, tali benang, tali botol, upah, bibit, pelampung, tenaga kerja. Kelurahan Mamburungan dan Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur menjadi salah satu daerah yang banyak memproduksi hasil rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik petani rumput laut di Tarakan Timur; (2) pendapatan usahatani rumput laut di Tarakan Timur, (3) Efisiensi teknis pada usahatani rumput laut di Tarakan Timur. Metode penentuan sampel Purposive Sampling dengan responden 86 petani. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif, analisis biaya dan analisis regresi liner berganda dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel dan SPSS 24. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik usaha rumput laut di Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan meliputi umur, pendidikan, tingkat status, pengalaman; rata-rata pendapatan petani rumput laut di Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan sebesar Rp. 3,413,994 / produksi; berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa variabel bensin (X1) (sig 0.001), dan pelampung (X2) (sig 0.000) berpengaruh terhadap pendapatan sedangkan variabel tali benang (X2) (sig 0.810), tali botol (X3) (sig 0.134), upah (X4) (sig 0.707), bibit (X5) (sig 0.725), dan tenaga kerja (X7) (sig 0.406) tidak berpengaruh. Variabel independen yang paling berpengaruh. Berdasarkan hasil uji efisiensi faktor produksi melalui fungsi produksi Cobb-Douglas diketahui nilai efisiensi faktor produksi bensin, tali benang, tali botol, upah, bibit, pelampung dan tenaga kerja tidak efisien karena nilainya kurang dari 1 yang artinya perlu pengurangan faktor produksi dari masing-masing variabel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pengendalian kualitas dengan menggunakan metode seven tools pada petani rumput laut didesa liang bunyu kecamatan sebatik barat kabupaten nunukan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Dalam penelitian ini sampel digunakan secara acak yang diambil selama 13 kali produksi dan diambil menggunakan metode stratified random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode seven tools yang terdiri dari lembar pengecekan, diagram alur, histogram, diagram pareto, peta kendali, diagram penyebar, dan diagram sebab akibat. Hasil dari penelitian menemukan bahwa terdapat empat jenis kecacatan terdiri dari tiram, berlumut, rontok dan kurus dengan presentase kurus 0,2521%, berlumut 0,1932%, rontok 0,0756% dan tiram 0,0630%. Faktor yang mempengaruhi rumput laut cacat terdiri dari faktor manusia, metode pengeringan manual dan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor manusia. Berdasarkan diagram penyebar diketahui bahwa faktor manusia memiliki hubungan dengan jumlah cacat rumput laut dan peta kendali diketahui bahwa permasalahan cacat pada rumput laut masih dalam keadaan terkendali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Taman Baca Masyarakat (TBM) melibatkan anak-anak pesisir pantai Desa Tanjung Aru yang mayoritasnya anak Petani Rumput Laut, anak-anak tersebut kurang mendapatkan perhatian belajar dikarenakan orang tuanya sibuk bekerja, banyak di antara mereka yang masih mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis atau kurangnya keterampilan dalam literasi baca-tulis. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pada hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan positif pada anak yang menjadi sampel penelitian. Perubahan positif yang ditunjukkan oleh anak pada proses kegiatan Literasi Baca-Tulis yaitu membaca dan menulis dengan menggunakan media Living Books yang didampingi oleh peneliti, anak yang menjadi sampel penelitian juga menunjukkan sikap antusias yaitu aktif ketika proses Literasi Baca-Tulis berlangsung. Adanya pemberian Treatmen Literasi Baca dari angka sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diberikan perlakuan berupa penerapan Literasi Baca dengan menggunakan media Living Books pada anak Petani Rumput Laut di Desa Tanjung Aru, mengalami perubahan sebesar (38) dengan skor rata-rata dari nilai Pretest (50) menjadi nilai Postest (88) dan adanya pemberian Treatmen Literasi Tulis dari angka sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diberikan perlakuan berupa penerapan Literasi Tulis dengan menggunakan media Living Books pada anak Petani Rumput Laut di Desa Tanjung Aru, mengalami perubahan sebesar (26,5) dengan skor rata-rata dari nilai Pretest (54) menjadi nilai Postest (80,5). Sehingga dapat dikatakan bahwa adanya perbedaan kemampuan membaca dan menulis dari sebelum dilakukan kegiatan literasi baca-tulis dengan menggunakan media Living Books dan sesudah kegiatan literasi baca-tulis dengan menggunakan media Living Books. Pada penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa penerapan literasi baca-tulis dengan menggunakan media Living Books efektif pada anak Petani Rumput Laut di desa Tanjung Aru, Sebatik Timur
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksternalitas positif, dan eksternalitas negatif budidaya rumput laut di Kampung Rumput Laut Mamolo Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan budidaya rumput laut yang dilakukan di Kampung Rumput Laut Mamolo, Kabupaten Nunukan telah memberikan eksternalitas baik positif dan negatif terhadap kawasan tersebut. Eksternalitas yang terjadi telah mempengaruhi ekonomi, lingkungan maupun sosial. Hasil analisis skor dan persentase menunjukkan bahwa eksternalitas positif memiliki skor sebesar 397,55 atau setara dengan 79,52% dan untuk eksternalitas negatif memiliki skor sebesar 378,73 atau setara dengan 75,73%. Hal ini menunjukkan bahwa eksternalitas positif dan eksternalitas negatif sama-sama berada pada kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa walaupun masyarakat mamolo merasakan manfaat yang diberikan, tetapi masyarakat juga tidak merasa dirugikan/terdampak dari adanya kegiatan budidaya rumput laut yang dilakukan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Kappaphycus alvarezii merupakan tanaman thallus yang tumbuh diperairan bersalinitas asin dan mampu menghasilkan karaginan. Kultur jaringan merupakan alternatif yang dapat digunakan para petani rumput laut. Metode longline merupakan metode yang paling banyak digunakan petani rumput laut karena bersifat fleksibel dalam memilih lokasi dan biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan rumput laut varietas bibit kultur jaringan lampung dengan perbedaan waktu triwulan penanaman untuk kegiatan budidaya rumput laut di Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2021 sampai bulan Juni 2021. Rancangan penelitian kontruksi longline berbingkai, pengikatan dan penanaman serta uji pengamatan pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, produksi, tingkat kelangsungan hidup, pengamatan kualitas air kemudian di analisis statistik menggunakan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95%, Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan rumput laut terbaik terjadi pada bulan Juni dengan nilai rata-rata 3.082 gram. Berdasarkan produksi rumput laut menunjukkan hasil terbaik di bulan Juni yaitu 205.49 (g/m)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Perairan Pantai Amal Baru Kota Tarakan dilakukan secara tradisonal dengan menggunakan metode tali betang (longline) sehingga hasil produksi rumput laut (K. alvarezii) tergantung dari kondisi alam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pengunaan lahan adalah pemanfaatan lahan secara vertikal. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kedalaman terhadap pertumbuhan produksi dan warna rumput laut di perairan Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian ini dilakukan selama 21 hari di perairan Pantai Amal Kota Tarakan. Data dianalisis dengan menggunakan Anova dan uji lanjut BNT. Hasil uji menunjukan pertumbuhan rumput laut berbeda nyata antar perlakuan 10 dan 30 cm. Pertumbuhan relatif tertinggi terdapat pada perlakuan 10 cm sebesar 109,22% dan terendah 39,38%. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada perlakuan 10 cm sebesar 3,56 %/hari dan terendah 1,58 %/hari. Rerata produksi rumput laut tertinggi pada perlakuan 10 cm sebesar 36,407g/m dan terendah 13,130 g/m. Perbedaan pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya, kecerahan perairan dan padatan tersuspensi. Warna talus tampak lebih cerah pada kedalaman rendah dibandingkan dengan kedalaman tinggi. Intensitas cahaya dan unsur hara mempengaruhi konsentrasi pigmen rumput laut.