Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

39 hasil
Subjek: Budidaya
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman Ikan non Budidaya Pada Tambak Udang di Perairan Muara Sekatak Provinsi Kalimantan Utara

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Muara Sekatak adalah salah satu daerah di Kalimantan Utara yang memiliki tambak tradisional monokultur. Pertukaran dan pemasukan air pada pengelolaan tambak menyebkan larva dan juvenil ikan ikut masuk dan berkembang di dalam tambak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberagaman ikan non budidaya di dalam tambak tradisional Muara Sekatak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan menguraikan masing-masing jenis ikan yang didapakan. Hasil identifikasi ikan selama penelitian sebanyak 21 yaitu udang putih (Penaeus sp), udang shima (Parapenaopsis sp), kepiting keraca (Varuna litterata), kepiting bakau (Scylla serrata), ikan bandeng laki (Elops machnata), ikan mujair (Oreochromis mossambicus), ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides), ikan sumpit (Toxotes jaculatrix), ikan gerot-gerot (Pomadasys maculatus), ikan sangga langit (Tripodichthys blochii), ikan julung-julung (Strongylura leiura), ikan kakap (Lates calcarifer), ikan kerong-kerong (Terapon jarbua). ikan gulamah (Nibea soldado), ikan kiper (Scatophagus argus), ikan sembilang (Plotosus canius), ikan buntal (Tetraodon nigroviridis), ikan belanak (Mugil cephalus), ikan serinding (Ambassis nalua), teri gepeng (Stolephorus sp), dan ikan bluncat (Exyrias Puntang).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

peran penyuluh pertanian dalam mengakses informasi teknologi budidaya padi sawah di desa tideng pale, kabupaten tana tidung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyuluh dalam mengakses petani terhadap informasi teknologi budidaya padi sawah, akses petani terhadap informasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo-12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh berperan sebagai edukator, fasilitator dan penghubung, motivator dan dinamisator, serta penasihat dan konsultan. Penyuluh menyampaikan informasi melalui diskusi, pendampingan, demonstrasi, dan komunikasi digital. Petani memperoleh informasi melalui penyuluh, kelompok tani, sesama petani, serta media digital seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok. Informasi yang paling dibutuhkan meliputi benih, pemupukan, dan pengendalian hama. Faktor pendukung meliputi kemampuan komunikasi penyuluh, pendampingan, dan ketersediaan perangkat komunikasi. Faktor penghambat meliputi jaringan internet yang tidak stabil, biaya kuota, perbedaan kemampuan digital petani, serta ketidaksesuaian informasi dengan kondisi lahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DENGAN TINGKAT KERUGIAN PASCA PANEN AKIBAT KONTAMINASI FUNGI DI KELURAHAN NUNUKAN SELATAN KABUPATEN NUNUKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani dan usaha budidaya rumput laut serta menganalisis hubungannya dengan tingkat kerugian pascapanen akibat kontaminasi fungi di Kelurahan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 15 petani rumput laut dan seluruhnya dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara terstruktur, observasi visual, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan responden berusia 20–55 tahun dengan rata-rata 38,8 tahun. Pendidikan didominasi SD sebanyak 9 orang (60%), dengan pengalaman budidaya 1–10 tahun (rata-rata 5,4 tahun). Luas area budidaya 635–936 m² (rata-rata 745,6 m²), dan hasil panen 100–400 kg (rata-rata 176,67 kg per panen). Total hasil panen seluruh responden 2.650 kg dengan hasil rusak 1.303 kg. Rata-rata persentase kerugian tiap responden mencapai 48,44%. Seluruh responden pernah mengalami kontaminasi fungi dengan skor intensitas 1–4 (rata-rata 2,87). Uji korelasi Spearman menunjukkan usia ρ = -0,037 (Sig. = 0,897); pendidikan ρ = -0,086 (Sig. = 0,761); pengalaman budidaya ρ = 0,112 (Sig. = 0,691); luas area ρ = -0,185 (Sig. = 0,508); dan hasil panen ρ = 0,506 (Sig. = 0,055). Seluruh nilai signifikansi > 0,05, sehingga belum ditemukan bukti statistik yang cukup untuk mendukung hubungan signifikan antara usia, pendidikan, pengalaman budidaya, luas area, dan hasil panen dengan tingkat kerugian pascapanen akibat kontaminasi fungi pada taraf signifikansi 5%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI ADAPTASI PLANTLET Kappaphycus alvarezii BERBEDA ASAL INDUK PADA BUDIDAYA DALAM RUANGAN DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan adaptasi dan laju pertumbuhan plantlet Kappaphycus alvarezii yang berasal dari induk berbeda pada sistem budidaya indoor di Kota Tarakan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu plantlet asal Lombok, Lampung, Takalar, dan rumput laut lokal sebagai kontrol, masing-masing terdiri atas empat ulangan. Plantlet hasil kultur jaringan dipelihara selama 20 hari dalam media budidaya indoor dengan kondisi kualitas air yang terkontrol. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (Specific Growth Rate/SGR), pertumbuhan biomassa, tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR), morfologi talus, serta kualitas air yang mencakup suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut (DO). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan mengalami peningkatan biomassa selama masa pemeliharaan. Plantlet asal Takalar menunjukkan nilai SGR tertinggi sebesar 4,57% per hari, diikuti Lampung 3,85% per hari, kontrol lokal 3,72% per hari, dan Lombok 3,57% per hari. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan asal induk memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan plantlet K. alvarezii (P0,05). Kondisi kualitas air selama penelitian berada pada kisaran optimal bagi pertumbuhan rumput laut, sehingga mendukung proses adaptasi plantlet pada sistem indoor. Berdasarkan hasil penelitian, plantlet asal Takalar dinilai memiliki kemampuan adaptasi dan performa pertumbuhan terbaik sehingga berpotensi direkomendasikan sebagai bibit unggul untuk pengembangan budidaya indoor di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JARAK LOKASI BUDIDAYA METODE LONGLINE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR KARAGENAN RUMPUT LAUT (KAPPAPHYCUS ALVAREZII)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH JARAK LOKASI BUDIDAYA METODE LONGLINE TERHADAP PERTUMBUHAN dan KADAR KARAGENAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) Abstrak Pengaruh Jarak Lokasi Budidaya Metode Longline terhadap Pertumbuhan dan Kadar Karagenan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jarak Lokasi budidaya metode longline terhadap pertumbuhan dan kadar karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii di perairan Tanjung Batu, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari (13 Februari–30 Maret 2026) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jarak dari garis pantai, yaitu P1 (30 m), P2 (40 m), dan P3 (50 m), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), kadar karagenan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak lokasi budidaya berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan SGR rumput laut. Perlakuan P3 menghasilkan bobot mutlak tertinggi (426,3±104,5 g) dan SGR tertinggi (4,95±0,53%/hari), sedangkan P1 menghasilkan nilai terendah. Perbedaan pertumbuhan ini disebabkan oleh kondisi oseanografi yang lebih stabil di lokasi yang lebih jauh dari pantai, meliputi salinitas yang lebih homogen, kecerahan perairan yang lebih tinggi, serta minimnya beban nutrien berlebih. Sebaliknya, jarak Lokasi budidaya tidak berpengaruh nyata (P=0,251) terhadap kadar karagenan, dengan nilai berkisar 9,52%–11,32% pada semua perlakuan. Parameter kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal bagi pertumbuhan K. alvarezii. Disarankan pembudidaya menerapkan jarak lokasi budidaya >40 m dari garis pantai untuk mengoptimalkan pertumbuhan rumput laut. Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, jarak lokasi budidaya, longline, pertumbuhan, karagenan THE EFFECT OF CULTIVATION DISTANCE USING THE L.ONGLINE METHOD ON THE GROWTH AND CARAGENANCONTENT OF SEAWEED (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) Abstract The Effect of Culivation Sue Distance Usng the Longline Method on the Gromh and Carageenan Contenl of Seaweed (Kappaphycus alvarezu) This study amed lo analyze the efect of cullvation sile distance using the longline method on the growth and carrageenan content of Kappaphycus alvarezll seavecd in the waters off Tanyung Batu, Tarakan Ciy, Nortl Kalimantan The study was conducted over 4S days (13 February -30 March 2026) usung a Randomısed Block Desıgn (RBD)with three Iratmenis based on distance from the shoreline, namely PI (30 m), P2(40m), and P3 (50 m), each wih thre replicates The parameters observed included absolute weight growth, specific growth rate (SGR), carrageenan content, and water quality The results showed that the dıstance of the culivation sıte had a significant effecr (P005) on the absolute werght growth and SGR of the seaweed Treatment P3 yelded the highest absolute weigh (4263±1045 g) and the hıghes SGR (495±053%day), whılst PI yielded the lowest values These dıflerences in growth were attributed to more stable oceanographic conditions al sites further from the coast, ineluding more homogeneous salinity, higher water clarity, and minimal excess nutrient loading Conversely, the distance of the cultivation site had no sIgnificant effect (P=02S1) on carrageenan contenl, with values ranging from 952% 101132% across all reatmenls Waler qualiy paramelers hroughoul the study remained wthin the optimal range for the growth of K. alvarezii It was recommended that cultivators maintain a cultivation site distance of >40 m from the shorelıne to optimize seaveed growh Keywords Kappaphycus Alvarezii, Culivation Site Distance, Longline, Growth, Carragcenan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi keberadaan mikroplastik pada kawasan budidaya rumput laut Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pencemaran mikroplastik di perairan menjadi masalah lingkungan yang berpotensi menggangu ekosistem laut dan organisme akuatik, termasuk rumput laut budidaya. Rumput laut mampu mengakumulasi mikroplastik dari lingkungan sehingga dapat digunakan sebagai bioindikator pencemaran. Studi ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan karakteristik mikroplastik pada rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga April 2026 di dua lokasi budidaya, yaitu Binalatung dan Tanjung Batu. Analisis mikroplastik dilakukan melalui destruksi sampel menggunakan H₂O₂ 50%, pemisahan dengan larutan NaCl, sentrifugasi, filtrasi menggunakan kertas saring Whatman 0,45µm, dan identifikasi menggunakan mikroskop stereo. Parameter yang diamati meliputi bentuk, warna, ukuran, dan kelimpahan mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rumput laut terkontaminasi mikroplastik dengan 103 partikel, terdiri atas 54 partikel di Binalatung dan 49 partikel di Tanjung Batu. Mikroplastik yang ditemukan berbentuk fragmen, fiber, dan film, dengan fragmen sebagai bentuk yang paling dominan. Warna mikroplastik yang teridentifikasi meliputi transparan, hitam, biru, coklat, hijau, dan ungu, dengan dominasi warna transparan dan hitam. Ukuran mikroplastik didominasi oleh kelompok 1000-5000 µm. Kelimpahan mikroplastik pada rumput laut di Binalatung sebesar 10,8 ± 1,92 partikel/g sampel, sedangkan di Tanjung Batu sebesar 9,80 ± 2,17 partikel/g sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah kawasan budidaya rumput laut di Kota Tarakan telah terpapar pencemaran mikroplastik. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan limbah plastik dan pemantauan kualitas lingkungan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas perairan dan hasil budidaya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN PEMBERIAN PROBIOTIK TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS AIR DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG WINDU (Panaeus monodon) PADA TAMBAK TRADISIONAL DI KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas air merupakan faktor pembatas utama dalam keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon). Akumulasi senyawa beracun akibat penurunan kualitas air sering kali memicu penurunan kesehatan udang hingga mortalitas massal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi probiotik RICA dalam memperbaiki kondisi lingkungan perairan serta dampaknya terhadap kelangsungan hidup (Survival Rate) udang windu pada sistem tambak tradisional. Penelitian dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2025 di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan membandingkan petak perlakuan probiotik RICA dan petak kontrol (non-probiotik), dengan parameter kualitas air merujuk pada Baku Mutu Permen KP No. 75 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petak tambak dengan perlakuan probiotik memiliki kondisi lingkungan yang lebih stabil, ditandai dengan konsentrasi oksigen terlarut (5,7–7,1 mg/L), pH (8,08–8,48), dan amonia (0,01–0,31 mg/L) yang lebih baik dibandingkan dengan petak non-probiotik. Meskipun beberapa parameter seperti amonia, nitrit, dan alkalinitas pada kedua perlakuan belum sepenuhnya memenuhi baku mutu, aplikasi probiotik RICA terbukti mampu menekan akumulasi senyawa nitrogen berbahaya (Amonia dan Nitrit) lebih efektif dari pada petak non-probiotik. Hal ini sesuai dengan kelangsungan hidup udang windu yang mencapai 24,7% pada petak perlakuan probiotik, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan petak non-probiotik yang hanya sebesar 7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian probiotik RICA lebih baik dalam perbaikan kualitas air serta peningkatan kelangsungan hidup udang windu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi masyarakat terhadap eksternalitas budidaya rumput laut di kelurahan nunukan barat kabupaten nunuksn

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP EKSTERNALITAS BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KELURAHAN NUNUKAN BARAT KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Budidaya rumput laut merupakan aktivitas ekonomi pesisir yang berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun juga berpotensi menimbulkan eksternalitas positif dan negatif pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Fenomena tersebut memunculkan berbagai persepsi masyarakat yang perlu dikaji secara empiris untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai dampak yang ditimbulkan. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 100 responden di Kelurahan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan. Pengukuran persepsi menggunakan skala Likert yang dianalisis melalui distribusi frekuensi dan persentase Hasil analisis keseluruhan menunjukkan bahwa eksternalitas positif memiliki tingkat intensitas lebih tinggi dengan persentase 70,87% (kategori positif) dibandingkan eksternalitas negatif sebesar 67,13% (kategori cukup). Temuan ini menegaskan bahwa secara agregat, budidaya rumput laut memberikan dampak bersih yang cenderung menguntungkan bagi masyarakat pesisir. Walaupun eksternalitas negatif belum berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, keberadaannya tetap menjadi indikator penting dalam evaluasi keberlanjutan usaha budidaya rumput laut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan yang terintegrasi agar manfaat ekonomi dan sosial dapat terus dioptimalkan, sementara tekanan terhadap aspek sosial dan lingkungan dapat diminimalkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Multi-Stakeholder Dalam Penerapan Kebijakan Penataan Ruang Laut Terhadap Lokasi Budidaya Rumput Laut di Perairan Pulau Nunukan Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract The massive expansion of Eucheuma cottonii seaweed cultivation in the waters of Nunukan Island has triggered complex spatial-use conflicts and environmental degradation, reflecting the phenomenon of the Tragedy of the Commons. This study aimed to analyze the dynamics of marine spatial governance, map power relations among stakeholders, and formulate adaptive management strategies for sustainable seaweed cultivation. A mixed-methods approach with a Sequential Explanatory design was employed, integrating spatial analysis, perception surveys of 38 key respondents, and Focus Group Discussions (FGDs). Stakeholder mapping was conducted using the Power-Interest Grid matrix, while strategy formulation was determined through Quantitative SWOT analysis (IFAS/EFAS). The results revealed the occurrence of regulatory obsolescence, in which spatial planning instruments (RZWP3K 2018) failed to anticipate a 65% surge in cultivation area expansion (reaching 29,578 hectares), resulting in physical intrusion of approximately 6,000 hectares into the Nunukan Port Entry Shipping Lane, thereby endangering navigational safety. The stakeholder analysis showed the dominance of informal actors ("Big Bosses") as key players who possessed de facto power through patron-client networks, weakening the effectiveness of formal law enforcement. The SWOT analysis placed the current strategic management in Quadrant IV (Defensive) at coordinates (-1.05; -0.61), indicating critical internal weaknesses amidst high external threats. Accordingly, the study recommends a Survival Strategy comprising immediate sterilization of red zones within shipping lanes, the enforcement of a moratorium on new cultivation areas to restore environmental carrying capacity affected by ice-ice disease, and the formalization of the role of "Bosses” into a co-management scheme to enhance zoning compliance and governance effectiveness.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi kesesuaian lahan budidaya rumput laut (kappaphycus alvarezii) menggunakan metode scoring di perairan sebatik barat

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu sumber penghasilan masyarakat di pulau Sebatik yaitu budidaya rumput laut. Usaha rumput laut semakin meningkat dan berkembang disepanjang pesisir Kecamatan Sebatik Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di perairan Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menggunakan metode scoring berdasarkan parameter kualitas perairan. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025 di tiga lokasi pesisir yaitu Desa Setabu, desa Binalawan, dan Desa Liang Bunyu. Parameter yang diamati meliputi suhu, kecerahan, salinitas, pH, kecepatan arus, kandungan nitrat, dan fosfat. Analisis data menggunakan metode skor berjenjang. Skor total yang diperoleh kemudian diklasifikasikan dalam tiga kategori: Sesuai (S1) jika skor 66–90, Cukup Sesuai (S2) jika skor 42–65, dan Tidak Sesuai (N) jika skor 18–41. Hasil penelitian menunjukkan ketiga lokasi berada dalam kategori cukup sesuai (S2) dengan skor total berturut-turut Desa Setabu sebesar 62, Desa Liang Bunyu sebesar 57 dan Desa Binalawan sebesar 50. Faktor pembatas utama yang ditemukan adalah kecepatan arus yang melebihi batas optimal dan kandungan nitrat yang tinggi, terutama di lokasi yang berdekatan dengan pemukiman (Desa Setabu). Parameter lain seperti suhu (30–31°C), salinitas (29–31 ppt), pH (7,7–8,3), kecerahan (1–1,7 m), dan fosfat (0,009–0,050 mg/L) berada dalam kisaran SNI 2011 tentang kualitas air untuk pertumbuhan rumput laut. Kesimpulan, perairan Sebatik Barat memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya rumput laut secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

karakteristik fisikokima karagenan rumput laut merah (kappaphycus alvarezii) di Tanjung Batu Kalimantan Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kappaphycus alvarezii merupakan jenis rumput laut merah yang banyak di budidayakan di Kalimantan Utara yang memiliki potensi besar dalam pengembangan produk hasil perikanan sebagai penghasil karagenan yang memiliki berbagai manfaat baik dibidang farmasi, kosmetik dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah mengarakterisasi mutu karagenan dari rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Metode ekstraksi menggunakan larutan KOH dengan konsentrasi 7% (b/v) kemudian di filtrasi untuk selanjutnya di keringkan dan di blender sampai jadi bubuk keragenan. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik /sensori pada rumput laut (K. alarezii) yaitu pada Kenampakan 7,27 ± 1,55, Bau 6 ± 2,4, Tekstur 8 ± 1,00, nilai rendemen pada penelitian ini yaitu sebesar 19,86%, Nilai kadar air pada penelitian ini sebesar 5,67%, Nilai kadar abu pada penelitian ini yaitu 55,67%, Pada penelitian ini nilai viskositas menghasilkan 22,67 cPs, Nilai kekuatan gel pada penelitian ini yaitu 180,071 g/cm2. Uji Organoleptik parameter bau tidak memenuhi standar SNI, namun pada parameter kenampakan dan tekstur telah memenuhi standar SNI. Rendemen dan kadar abu belum memenuhi standar, namun pada uji kadar air, viskositas dan kekuatan gel telah memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh FAO dan SNI

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PRAKTIK BUDIDAYA DAN PENDAPATAN USAHA TANI PADI SAWAH DI DESA SAPARI KECAMATAN MURUK RIAN KABUPATEN TANA TIDUNG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas petani padi sawah di Desa Sapari mempengaruhi pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik budidaya padi sawah dan Menganalisis pendapatan usahatani padi sawah di Desa Sapari Kecamatan Muruk Rian Kabupaten Tana Tidung. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode sensus. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, baik data bersifat kualitatif maupun kuantitatif, data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung di lapangan, pengisian kuisioner (daftar pertanyaan) dan wawancara secara langsung kepada petani padi sawah terkait tentang praktik budidaya dan pendapatan padi sawah yang dihadapi petani. Rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp. 778,687 Penerimaan yang diperoleh petani padi sebesar Rp 5.270.400/ha dan rata-rata pendapatan yang diperoleh petani ladang di Desa Sapari sebesar Rp.4.491.713/ha untuk satu kali proses produksi atau musim tanam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SISTEM BUDIDAYA USAHATANI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PADI ADAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu tradisi kearifan lokal petani padi Adan Krayan sebelum perendaman benih adalah mengajak seluruh petani, melalui denominasi gereja, untuk membawa benih padi berkualitas guna didoakan di gereja, dengan harapan benih tersebut tumbuh subur, dilaksanakan secara intensif dengan metode pengelolaan pertanian padi sawah yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mendeskripsikan praktik budidaya usahatani padi Adan yang berkaitan dengan kearifan lokal. 2. Menganalisis strategi pengembangan usahatani yang meliputi strategi peningkatan produksi dan pemasaran. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara purposive (sengaja) artinya tempat lokasi penelitian sengaja dipilih karena terdapat petani yang berusahatani padi sawah Adan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Dengan kearifan lokal, mempertahankan tradisi budidaya padi sawah dari orang tua yang terdahulu, terdapat beberapa istilah Bahasa lokal Dayak dalam penyebutan setiap kegiatan budidaya padi Adan seperti Ngarapen adalah budaya gotong royong petani Krayan, persiapan bibit disebutkan temina Ulun pade, jemur atau penjemuran disebutkan midang, kemudian ada penyiapan lahan dan pengendalian gulma dengan menggunakan kerbau, serta pengendalian hama dengan itik yg dimasukkan ke sawah. Strategi pengembangan usahatani yang meliputi strategi peningkatan produksi dan pemasaran adalah Temuan matriks EFAS dan matriks IFAS dicocokkan sehingga membentuk matriks IE, adalah dalam fase pertumbuhan stabilitas (diversivication) fokus pada peningkatan produksi, kualitas, dan perluasan pasar

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pertumbuhan Populasi Kutu Air (Daphnia sp.) Dengan Media dan Sumber Pakan Dari Air Limbah Budidaya Ikan Lele Dan Kotoran Ayam

2024•

Kutu air atau Daphnia sp. salah satu pakan alami yang dimanfaatkan organisme sebagai sumber nutrisi terutama untuk kegiatan pembenihan, keberhasil budidaya ditentukan oleh pakan yang berkualitas baik khususnya yaitu pada fase pembenihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan air limbah budidaya ikan lele dan kotoran ayam sebagai media pertumbuhan populasi Daphnia sp. penelitian ini mengunakan metode eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan Kontrol (100% air bersih), P1 (25% air limbah lele ( 75% air bersih), P2 (50% air limbah lele ( 50% air bersih), P3 (75% air limbah lele ( 25% air bersih), P4 (100% air limbah lele). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan populasi Daphnia sp. dan kualitas air. Data di analisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjut dengan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan air limbah budidaya ikan lele dan kotoran ayam mempengaruhi pertambahan populasi Daphnia sp. Populasi Daphnia sp. tertinggi di peroleh pada perlakuan P4 dengan dosis 100% air limbah budidaya ikan lele + 15 gram kotoran ayam, menghasilkan pertumbuhan populasi Daphnia sp. yang terbaik dengan jumlah 18.810 ind/l.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOENRICHMENT EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) PADA Artemia salina UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIINFEKSI Vibrio parahaemolyticus

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi udang windu (Penaeus monodon) dari tahun ke tahun tidak stabil. Peningkatan produksi udang windu telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya penambahan bahan alami yang kaya nutrisi seperti daun mengkudu. Daun mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan tanaman herbal yang mengandung asam amino, senyawa fenolik, alkaloid, fenol dan glikosida yang bersifat anti mikroba, antibakteri dan anti inflamasi, serta mengandung senyawa metabolit sekunder yang berguna untuk pengobatan dan pertumbuhan udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu untuk meningkatkan pertumbuhan udang windu yang diuji tantang Vibrio parahaemolyticus. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu, perlakuan kontrol (P1) tanpa pemberian ekstrak daun mengkudu, perlakuan (P2) 50 ppm, perlakuan (P3) 100 ppm, perlakuan (P4) 150 ppm. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pakan Artemia salina dengan penambahan ekstrak daun mengkudu dengan dosis yang berbeda berpengaruh pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu. Daun mengkudu memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhandan kelangsungan hidup udang windu yang diuji tantang dengan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Nilai kelangsungan hidup udang windu (Penaeus monodon) tertinggi diperoleh pada perlakuan (P4) dengan dosis 150 ppm, dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan tanpa pemberian ekstrak daun mengkudu. Pemberian ekstrak daun mengkudu dapat meningkatkan sistem imunitas pada udang windu terhadap serangan bakteri Vibrio parahaemolyticus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA KEPITING SOKA DI KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA KEPITING SOKA DI KOTA TARAKAN Nur Fithri (Charitin Devi, S.E., M.Sc) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan usaha Budidaya Kepiting Soka di Kota Tarakan. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah usaha Budidaya Kepiting Soka yang ada di Kota Tarakan, jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data skunder, teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pengawasan,wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga alat analisis kelayakan yaitu, analisis R/C Ratio (Revenue Cost), B/C Ratio (Benefit Cost), dan BEP (Break Event Point), dari keempat analisis tersebut telah dilaksanakan observasi pada masing-masing objek usaha budidaya kepiting soka yang ada di Kota Tarakan yaitu pada analisis data R/C Ratio dari keempat usaha tersebut dinyatakan menguntungkan untuk dilaksanakan, sedangkan pada analisis data B/C Ratio usaha pak ajran dan pak maskur dinyatakan layak untuk dilaksanakan, pada analisis data B/C Ratio, sedangkan pak Bakri dan pak septianda dinyatakan rugi dan tidak layak dilaksanakan. Dan pada analis BEP produksi dan BEP harga dari keempat usaha tersebut dinyatakan berada pada titik impas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian transformasi penggunaan alat pertanian dan teknik budidaya tradisional dan modern di kelompok tani siporanu tarakan barat kota tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Secara umum di Indonesia memiliki dua sistem pertanian yang dikenal dengan sistem pertanian tradisional dan sistem pertanian modern. Keduanya menjadi bagian yang tak terpisahkan namun yang pastinya, harus pula menjadi pengakuan bahwa dalam era revolusi hijau seperti ini sistem pertanian tradisional banyak digantikan dengan sistem pertanian modern lantaran dinilai lebih efisien dalam pengelolaan lahan pertanian yang ada, sehingga lebih memaksimalkan produktivitas pangan pertanian di Indonesia. Penelitian ini akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, yaitu pada bulan Agustus sampai bulan September tahun 2023 dan lokasinya bertempat di Kelompok Tani Siporanu Desa Karang Harapan, Kec Tarakan Barat, Kota Tarakan karena memilki lahan pertanian yang lebih luas serta para petani sudah mulai menggunakan atau menerapakan teknologi pertanian, sehingga saya tertarik untuk melakukan penelitian di Kelompok Tani Siporanu tersebut. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik secara sengaja (purposive sampling) merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel (Noor Juliansyah, 2011). Sedangkan menurut (Surjaweni, 2014) mengatakan teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan atau kriteria-kriteria tertentu. Responden yang diambil dalam penelitian ini adalah Kelompok Tani Siporanu Karang Harapan, Tarakan Barat, Kota Tarakan. adapun responden yang dipilih sebanyak 5 orang anggota petani dengan beranggotakan sebanyak 25 anggota kelompok tani. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kelompok Tani Siporanu memiliki kemajuan dari segi pertaniannya, mulai dari pengolahan lahan, pemeliharaan, panen, dan pasca pemanen,hal ini dapat ditinjau dari teknik budidaya yang mengunakan sistem perkebunan, terjadinya peningkatan hasil dan penggunaan alat budidaya pertanian yang mulai berkembang.dalam menerapakan produksi pertaniannya agar mendapatkan mutu nilai jual, sehingga membuat petani dapat bersaing dan menyediakan kebutuhan pangan di wilayah kalimantan khususnya dan Indonesia pada umumnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHA BUDIDAYA TAMBAK UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI SALANGKETO KECAMATAN TANJUNG PALAS TENGAH KABUPATEN BULUNGAN (Studi Kasus Tambak Udang Windu Bapak Amirullah)

2023•

Perikanan adalah suatu kegiatan perekonomian yang memanfaatkan sumber daya alam dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesejahteraan manusia dengan mengoptimalkan produktivitas sumber daya perikanan dan melestarikan lingkungan, salah satu komoditas perikanan yang masih menjadi primadona adalah udang. Adapun 2 kendala yang ditemukan seperti serangan penyakit dan pengelolaan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab 1) Mengetahui sumber-sumber risiko produksi budidaya tambak udang windu, 2) Untuk mengetahui berapa besar probabilitas dan dampak dari sumber-sumber risiko produksi budidaya tambak udang windu, 3) Untuk mengetahui strategi alternatif mengatasi tingkat risiko produksi budidaya tambak udang windu. Responden dalam penelitian ini adalah Bapak Amirullah yang memiliki usaha tambak udang windu. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Probablitas, Analisis Dampak Risiko dan Pemetaan Risiko. Hasil penelitian ini, Sumber risiko produksi udang windu adalah bersumber dari pengelolaan pakan dan serangan penyakit, kedua Probabilitas terbesar dan terkecil terdapat pada pada periode 2 yaitu sumber risiko serangan penyakit sebesar 10% dan pengelolaan pakan sebesar 4% dengan nilai probabilitas terkecil, untuk dampak risiko udang milik Bapak Amirullah terbesar terdapat pada periode 2 dengan sumber risiko serangan penyakit Rp. 458.891 dan dampak terkecil terdapat pada periode 5 untuk sumber risiko pengeloaan pakan sebesar Rp. 190.000, ketiga Dalam usaha budidaya udang windu, strategi penanganan risiko yang mencakup tindakan preventif dan mitigasi. Dalam pengelolaan pakan, langkah-langkah strategi preventif yaitu pemantauan kualitas air dan menjaga kondisi yang baik telah diterapkan untuk mencegah gangguan kesehatan udang. Selain itu, rencana darurat juga sebagai bagian dari strategi mitigasi untuk menghadapi situasi darurat seperti serangan penyakit bintik putih yang dapat menyerang udang. Kata Kunci:Usaha Budidaya Tambak, Udang Windu, dan Risiko Produksi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pengembangan Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Mara Satu Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman obat merupakan salah satu budidaya tanaman yang banyak dikonsumsi di masyarakat, tanaman obat di budidayakan secara mandiri di perkarangan rumah. Hasil dari budidaya tanaman obat tersebut digunakan sebagai obat herbal dan dikonsumsi sebagai tindakan menjaga kesehatan tubuh serta menjadi salah satu sumber pemasukan masyarakat Desa Mara Satu. Tanaman obat dapat dibudidayakan dengan mudah dan memiliki fungsi ganda, misalnya untuk tanaman pangan, tanaman hias, bumbu masak, tanaman hias dan buah-buahan sehingga sangat menguntungkan jika ditanaman di perkarangan rumah. Tanaman obat keluarga yang banyak ditanamani masyarakat Desa Mara Satu adalah jahe, jahe merah, kunyit, sirih dan serai. Hasil dari budidaya tanaman obat tersebut dapat digunakan sebagai edukasi tanaman herbal atau tanaman tradisional kepada anggota keluarga, dikonsumsi sebagai tindakan menjaga kesehatan tubuh dan menjadi salah satu tindakan nyata dalam budidaya tanaman obat. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan budidaya tanaman obat dan merumuskan stratei yang tepat untuk pengembangan budidaya tanaman obat keluarga di desa Mara Satu, penentuan daerah penelitian secara Purpostive Sampling dengan jumlah responden 5 orang dengan penentuan sampel menggunakan Key Informan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder, analisis data yang digunakan adalah analisis data SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukan budidaya pengembangan tanaman obat Desa Mara Satu berada di kuadran 1 dengan nilai EFAS 0,22 dan IFAS 1,03 yang berarti keadaan desa mendukung strategi agresif atau strategi SO yaitu pengembangan budidaya tanaman obat Desa Mara Satu memperluas jaringan pasar keluar wilayah dengan mengembangkan budidaya pada lahan yang subur untuk meningkatkan kualitas yang baik sesuai dengan permintaan dan kebutuhan konsumen. Melalui strategi tersebut masyarakat mendapatkan keuntungan yang besar dengan jumlah produksi yang banyak., dengan demikian Desa Mara Satu memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat mengembangkan budidaya tanaman obat keluarga dengan menggunakan strategi agresif tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kelayakan Finansial Usaha Sarang Burung Walet diKelurahan Tanjung Selor Hulu Kabupaten Bulungan (Studi Kasus Sarang Burung Walet Milik Bapak Bogo)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Budidaya sarang burung walet mempunyai dampak bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah khususnya Kelurahan Tanjung Selor Hulu Kabupaten Bulungan kontribusi yang diberikan dari hasil budidaya sarang burung walet dapat berpengaruh secara sosial ekonomi, dan budaya, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha Sarang burung bapak Bogo dan kelayakan finansial usaha sarang burung walet bapak bogo di Kelurahan Tanjung Selor Hulu Kabupaten Bulungan. Metode analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah analisis kelayakan finansial yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), dan Payback period (PP). Metode penentuan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah responden 1 orang pengusaha sarang burung walet dengan kriteria telah menjalankan usaha 6 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan usaha sarang burung walet milik bapak Bogo. dan usaha sarang burung walet Bapak Bogo memperoleh pendapatan sebesar Rp 154.687.000 dan penerimaan sebesar Rp 261.000.000 Net Present Value (NPV) yang diperoleh dari penelitian ini sebesar Rp 138.379.469 > 1, maka usaha layal dijalankan. Internal Rate of Return (IRR) yang diperoleh sebesar -29% >8%, maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan. Gross B/C yang diperoleh 2.12 >1 maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan. Payback Period (PP) yaitu selama 6 tahun jangka waktunya yang diperlukan agar dana investasi dapat diperoleh kembali.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail