Abstrak
Produksi udang windu (Penaeus monodon) dari tahun ke tahun tidak stabil. Peningkatan produksi udang windu telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya penambahan bahan alami yang kaya nutrisi seperti daun mengkudu. Daun mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan tanaman herbal yang mengandung asam amino, senyawa fenolik, alkaloid, fenol dan glikosida yang bersifat anti mikroba, antibakteri dan anti inflamasi, serta mengandung senyawa metabolit sekunder yang berguna untuk pengobatan dan pertumbuhan udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu untuk meningkatkan pertumbuhan udang windu yang diuji tantang Vibrio parahaemolyticus. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu, perlakuan kontrol (P1) tanpa pemberian ekstrak daun mengkudu, perlakuan (P2) 50 ppm, perlakuan (P3) 100 ppm, perlakuan (P4) 150 ppm. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pakan Artemia salina dengan penambahan ekstrak daun mengkudu dengan dosis yang berbeda berpengaruh pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu. Daun mengkudu memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhandan kelangsungan hidup udang windu yang diuji tantang dengan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Nilai kelangsungan hidup udang windu (Penaeus monodon) tertinggi diperoleh pada perlakuan (P4) dengan dosis 150 ppm, dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan tanpa pemberian ekstrak daun mengkudu. Pemberian ekstrak daun mengkudu dapat meningkatkan sistem imunitas pada udang windu terhadap serangan bakteri Vibrio parahaemolyticus.