Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

417 hasil
Penulis: FITRI
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SLEEP HYGIENE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PERAWAT INSTALASI PERAWATAN INTENSIF DI RUMAH SAKIT “X”

2026•Koleksi Perpustakaan

Perawat Instalasi Perawatan Intensif memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan secara terus-menerus kepada pasien kritis dengan pemantauan khusus, sehingga tuntutan pekerjaan seperti sistem kerja shift dapat memengaruhi kualitas tidur perawat. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kualitas tidur adalah sleep hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif di Rumah Sakit X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 80 perawat. Instrumen yang digunakan adalah Sleep hygiene Index (SHI) untuk mengukur sleep hygiene dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki sleep hygiene kategori baik sebanyak 79 responden (98,8%), dan kualitas tidur buruk sebanyak 66 responden (82,5). Hasil analisis bivariat dengan uji Gamma didapatkan nilai p = 0,322 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = 1.000, artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi perawat mengenai sleep hygiene dan kualitas tidur, serta menjadi bahan pertimbangan bagi rumah sakit dalam mengelola beban kerja guna mendukung kualitas tidur dan keselamatan kerja perawat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Strategi Bertanya Najwa Shihab dalam Program Mata Najwa Episode Narasi Eksklusif "Prabowo Subianto Bicara" (Kajian Pragmatik)

2026•Koleksi Perpustakaan

STRATEGI BERTANYA NAJWA SHIHAB DALAM PROGRAM MATA NAJWA EPISODE NARASI EKSKLUSIF “PRABOWO SUBIANTO BICARA” (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi bertanya yang digunakan Najwa Shihab dalam wawancara Narasi Eksklusif: Prabowo Subianto Bicara pada program Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan pertanyaan Najwa Shihab kepada Prabowo Subianto. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak bebas cakap dan teknik catat dengan sumber data berupa tayangan wawancara pada kanal YouTube Najwa Shihab. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan strategi bertanya serta memperhatikan konteks penggunaannya. Hasil penelitian terhadap 64 tuturan pertanyaan menunjukkan adanya lima strategi bertanya, yaitu Open Question sebanyak 17 data, Closed Question sebanyak 20 data, Probing Question sebanyak 6 data, Clarification Question sebanyak 11 data, dan Leading Question sebanyak 10 data. Open Question merupakan strategi yang paling banyak digunakan, sedangkan Probing Question paling sedikit ditemukan. Kelima strategi tersebut digunakan secara kontekstual untuk memperoleh, menggali, memperjelas, dan mengarahkan informasi selama proses wawancara. Dengan demikian, penggunaan strategi bertanya Najwa Shihab menunjukkan variasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif dalam mendukung proses penggalian dan pengembangan informasi dalam wawancara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEGIATAN EKSPERIMEN LOW COST TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI BIOLOGI DI TINGKAT SMA

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah eksperimen low cost berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa pada materi sistem peredaran darah kecil dan besar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan fasilitas dan alat laboratorium di sekolah, yang menyebabkan pelaksanaan praktikum belum optimal dalam mendukung pemahaman konsep biologi yang bersifat abstrak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas XI K sebagai kelas eksperimen dan kelas XI L sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa kegiatan eksperimen low cost menggunakan alat dan bahan sederhana, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran tanpa kegiatan tersebut. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda yang telah divalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Mann-Whitney U karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat sebesar 14,90% (dari 71,94 menjadi 82,66), sedangkan kelas kontrol mengalami penurunan sebesar 0,07% (dari 82,78 menjadi 82,72). Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,815 >0,05, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kegiatan eksperimen low cost terhadap pemahaman konsep siswa. Hasil tersebut diduga dipengaruhi oleh kesesuaian tinggi antara materi dan video pembelajaran dengan soal tes, dominasi soal tingkat C1-C2, serta kondisi pelaksanaan eksperimen di kelas yang kurang kondusif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Studi penanganan ekspor kepiting bakau (Scylla sp) di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kota Tarakan

2026•Koleksi Perpustakaan

Indonesia memiliki potensi besar di sektor perikanan dan kelautan, salah satunya komoditas kepiting bakau (Scylla sp) yang menjadi komoditas unggulan ekspor dari Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Kepiting bakau merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki permintaan cukup besar di pasar internasional sehingga harus memenuhi persyaratan mutu, kesehatan, dan ketentuan teknis negara tujuan. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) berperan penting dalam menjamin kelayakan ekspor melalui pemeriksaan administrasi, pemeriksaan fisik, pengujian kesehatan, dan pengawasan penanganan komoditas sebelum diterbitkannya sertifikat kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis prosedur penanganan dan pengawasan kualitas ekspor kepiting bakau di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) serta mengidentifikasi karakteristik kepiting yang di ekspor berdasarkan spesies, ukuran, bobot, jenis kelamin, dan pemeriksaan white spot syndrome virus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan observasi 40 sampel kepiting bakau ekspor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan ekspor di BKHIT kota Tarakan meliputi pemeriksaan administrasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan white spot syndrome virus, pengawasan pengemasan, dan penerbitan sertifikat kesehatan sebagai jaminan mutu ekspor. Seluruh sampel secara administratif tercatat sebagai Scylla serrata, meskipun berdasarkan karakteristik morfologi ditemukan adanya spesies lain yaitu Scylla olivacea. Sebagian besar kepiting memiliki lebar karapas 14-15 cm dan seluruh sampel berjenis kelamin jantan sesuai dengan regulasi PERMEN KP No.7 Tahun 2024. Pemeriksaan kondisi penyakit menunjukkan bahwa sampel yang di uji dalam laboratorium menggunakan metode PCR (Polymerase chain reaction) menunjukkan hasil negatif terhadap white spot syndrome virus (WSSV). Pengujian laboratorium dilakukan secara berkala satu bulan sekali karena eksportir telah memiliki sertifikasi cara karantina ikan yang baik (CKIBK). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan ekspor kepiting bakau di BKHIT Kota Tarakan telah dilaksanakan sesuai prosedur karantina dan mendukung jaminan mutu, kesehatan, serta kelayakan komoditas untuk perdagangan internasional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Sosial Dengan Strategi Koping Perawat di Ruang Intensif

2026•Koleksi Perpustakaan

Perawat di ruang intensif menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan dan kondisi pasien yang kompleks sehingga membutuhkan strategi koping yang sesuai. Strategi koping merupakan upaya yang dilakukan perawat untuk menghadapi dan mengelola berbagai tekanan serta permasalahan yang muncul selama bekerja. Penggunaan strategi koping yang sesuai dapat membantu perawat dalam menghadapi tuntutan pekerjaan di ruang intensif. Dukungan sosial dapat membantu perawat dalam menghadapi berbagai tuntutan dan permasalahan selama bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 79 perawat yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Brief COPE untuk mengukur strategi koping. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif dengan nilai p-value = 0,017 (p 0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,269 dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan dalam kategori lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Semakin tinggi skor dukungan sosial yang diterima perawat, maka cenderung semakin tinggi skor strategi koping yang digunakan dalam menghadapi berbagai situasi selama bekerja di ruang intensif. Disarankan bagi rumah sakit untuk meningkatkan dukungan sosial bagi perawat melalui penciptaan lingkungan kerja yang suportif, penguatan kerja sama antarperawat, serta dukungan dari atasan guna membantu perawat dalam menghadapi berbagai tekanan dan tuntutan pekerjaan di ruang intensif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan Sarapan Dengan Tingkat Konsentrasi Belajar Mahasiswa Baru Angkatan 2025 Universitas Borneo Tarakan

2026•Koleksi Perpustakaan

Sarapan merupakan salah satu kebiasaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan mendukung fungsi otak selama proses pembelajaran. Namun, masih terdapat mahasiswa yang memiliki kebiasaan sarapan yang belum optimal dan mengalami kesulitan berkonsentrasi saat mengikuti perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru angkatan 2025 Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 2.158 mahasiswa baru angkatan 2025 dengan sampel sebanyak 371 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Kebiasaan sarapan diukur menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan, sedangkan tingkat konsentrasi belajar diukur menggunakan Student Learning Concentration Questionnaire Indeks (SLCQI). Analisis hubungan kedua variabel menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena kedua variabel berskala ordinal. Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan kategori baik sebayak 182 responden, kategori cukup sebanyak 180 responden, dan kategori kurang sebanyak 9 responden. Tingkat konsentrasi belajar sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak 193 responden, kategori sedang 148 responden, dan kategori tinggi 30 responden. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,049 dengan p-value 0,349 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan. Hubungan yang ditemukan bersifat positif tetapi sangat lemah, sehingga tingkat konsentrasi belajar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain selain kebiasaan sarapan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Bertanya Najwa Shihab dalam Program Mata Najwa Episode Narasi Eksklusif "Prabowo Subianto Bicara" (Kajian Pragmatik)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STRATEGI BERTANYA NAJWA SHIHAB DALAM PROGRAM MATA NAJWA EPISODE NARASI EKSKLUSIF “PRABOWO SUBIANTO BICARA” (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi bertanya yang digunakan Najwa Shihab dalam wawancara Narasi Eksklusif: Prabowo Subianto Bicara pada program Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan pertanyaan Najwa Shihab kepada Prabowo Subianto. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak bebas cakap dan teknik catat dengan sumber data berupa tayangan wawancara pada kanal YouTube Najwa Shihab. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan strategi bertanya serta memperhatikan konteks penggunaannya. Hasil penelitian terhadap 64 tuturan pertanyaan menunjukkan adanya lima strategi bertanya, yaitu Open Question sebanyak 17 data, Closed Question sebanyak 20 data, Probing Question sebanyak 6 data, Clarification Question sebanyak 11 data, dan Leading Question sebanyak 10 data. Open Question merupakan strategi yang paling banyak digunakan, sedangkan Probing Question paling sedikit ditemukan. Kelima strategi tersebut digunakan secara kontekstual untuk memperoleh, menggali, memperjelas, dan mengarahkan informasi selama proses wawancara. Dengan demikian, penggunaan strategi bertanya Najwa Shihab menunjukkan variasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif dalam mendukung proses penggalian dan pengembangan informasi dalam wawancara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEGIATAN EKSPERIMEN LOW COST TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI BIOLOGI DI TINGKAT SMA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah eksperimen low cost berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa pada materi sistem peredaran darah kecil dan besar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan fasilitas dan alat laboratorium di sekolah, yang menyebabkan pelaksanaan praktikum belum optimal dalam mendukung pemahaman konsep biologi yang bersifat abstrak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas XI K sebagai kelas eksperimen dan kelas XI L sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa kegiatan eksperimen low cost menggunakan alat dan bahan sederhana, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran tanpa kegiatan tersebut. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda yang telah divalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Mann-Whitney U karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat sebesar 14,90% (dari 71,94 menjadi 82,66), sedangkan kelas kontrol mengalami penurunan sebesar 0,07% (dari 82,78 menjadi 82,72). Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,815 >0,05, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kegiatan eksperimen low cost terhadap pemahaman konsep siswa. Hasil tersebut diduga dipengaruhi oleh kesesuaian tinggi antara materi dan video pembelajaran dengan soal tes, dominasi soal tingkat C1-C2, serta kondisi pelaksanaan eksperimen di kelas yang kurang kondusif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Sosial Dengan Strategi Koping Perawat di Ruang Intensif

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perawat di ruang intensif menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan dan kondisi pasien yang kompleks sehingga membutuhkan strategi koping yang sesuai. Strategi koping merupakan upaya yang dilakukan perawat untuk menghadapi dan mengelola berbagai tekanan serta permasalahan yang muncul selama bekerja. Penggunaan strategi koping yang sesuai dapat membantu perawat dalam menghadapi tuntutan pekerjaan di ruang intensif. Dukungan sosial dapat membantu perawat dalam menghadapi berbagai tuntutan dan permasalahan selama bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 79 perawat yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Brief COPE untuk mengukur strategi koping. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif dengan nilai p-value = 0,017 (p 0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,269 dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan dalam kategori lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Semakin tinggi skor dukungan sosial yang diterima perawat, maka cenderung semakin tinggi skor strategi koping yang digunakan dalam menghadapi berbagai situasi selama bekerja di ruang intensif. Disarankan bagi rumah sakit untuk meningkatkan dukungan sosial bagi perawat melalui penciptaan lingkungan kerja yang suportif, penguatan kerja sama antarperawat, serta dukungan dari atasan guna membantu perawat dalam menghadapi berbagai tekanan dan tuntutan pekerjaan di ruang intensif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi penanganan ekspor kepiting bakau (Scylla sp) di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia memiliki potensi besar di sektor perikanan dan kelautan, salah satunya komoditas kepiting bakau (Scylla sp) yang menjadi komoditas unggulan ekspor dari Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Kepiting bakau merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki permintaan cukup besar di pasar internasional sehingga harus memenuhi persyaratan mutu, kesehatan, dan ketentuan teknis negara tujuan. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) berperan penting dalam menjamin kelayakan ekspor melalui pemeriksaan administrasi, pemeriksaan fisik, pengujian kesehatan, dan pengawasan penanganan komoditas sebelum diterbitkannya sertifikat kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis prosedur penanganan dan pengawasan kualitas ekspor kepiting bakau di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) serta mengidentifikasi karakteristik kepiting yang di ekspor berdasarkan spesies, ukuran, bobot, jenis kelamin, dan pemeriksaan white spot syndrome virus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan observasi 40 sampel kepiting bakau ekspor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan ekspor di BKHIT kota Tarakan meliputi pemeriksaan administrasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan white spot syndrome virus, pengawasan pengemasan, dan penerbitan sertifikat kesehatan sebagai jaminan mutu ekspor. Seluruh sampel secara administratif tercatat sebagai Scylla serrata, meskipun berdasarkan karakteristik morfologi ditemukan adanya spesies lain yaitu Scylla olivacea. Sebagian besar kepiting memiliki lebar karapas 14-15 cm dan seluruh sampel berjenis kelamin jantan sesuai dengan regulasi PERMEN KP No.7 Tahun 2024. Pemeriksaan kondisi penyakit menunjukkan bahwa sampel yang di uji dalam laboratorium menggunakan metode PCR (Polymerase chain reaction) menunjukkan hasil negatif terhadap white spot syndrome virus (WSSV). Pengujian laboratorium dilakukan secara berkala satu bulan sekali karena eksportir telah memiliki sertifikasi cara karantina ikan yang baik (CKIBK). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan ekspor kepiting bakau di BKHIT Kota Tarakan telah dilaksanakan sesuai prosedur karantina dan mendukung jaminan mutu, kesehatan, serta kelayakan komoditas untuk perdagangan internasional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan Sarapan Dengan Tingkat Konsentrasi Belajar Mahasiswa Baru Angkatan 2025 Universitas Borneo Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sarapan merupakan salah satu kebiasaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan mendukung fungsi otak selama proses pembelajaran. Namun, masih terdapat mahasiswa yang memiliki kebiasaan sarapan yang belum optimal dan mengalami kesulitan berkonsentrasi saat mengikuti perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru angkatan 2025 Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 2.158 mahasiswa baru angkatan 2025 dengan sampel sebanyak 371 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Kebiasaan sarapan diukur menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan, sedangkan tingkat konsentrasi belajar diukur menggunakan Student Learning Concentration Questionnaire Indeks (SLCQI). Analisis hubungan kedua variabel menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena kedua variabel berskala ordinal. Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan kategori baik sebayak 182 responden, kategori cukup sebanyak 180 responden, dan kategori kurang sebanyak 9 responden. Tingkat konsentrasi belajar sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak 193 responden, kategori sedang 148 responden, dan kategori tinggi 30 responden. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,049 dengan p-value 0,349 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan tingkat konsentrasi belajar mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan. Hubungan yang ditemukan bersifat positif tetapi sangat lemah, sehingga tingkat konsentrasi belajar kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain selain kebiasaan sarapan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SLEEP HYGIENE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PERAWAT INSTALASI PERAWATAN INTENSIF DI RUMAH SAKIT “X”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perawat Instalasi Perawatan Intensif memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan secara terus-menerus kepada pasien kritis dengan pemantauan khusus, sehingga tuntutan pekerjaan seperti sistem kerja shift dapat memengaruhi kualitas tidur perawat. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kualitas tidur adalah sleep hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif di Rumah Sakit X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 80 perawat. Instrumen yang digunakan adalah Sleep hygiene Index (SHI) untuk mengukur sleep hygiene dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki sleep hygiene kategori baik sebanyak 79 responden (98,8%), dan kualitas tidur buruk sebanyak 66 responden (82,5). Hasil analisis bivariat dengan uji Gamma didapatkan nilai p = 0,322 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = 1.000, artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi perawat mengenai sleep hygiene dan kualitas tidur, serta menjadi bahan pertimbangan bagi rumah sakit dalam mengelola beban kerja guna mendukung kualitas tidur dan keselamatan kerja perawat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kinerja Keuangan Pengelolaan Alokasi Dana Desa Berdasarkan Rasio Efektivitas dan Rasio Pertumbuhan Pada Kantor Desa Sekatak Buji Periode 2019-2023

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) pada Kantor Desa Sekatak Buji periode 2019–2023 berdasarkan rasio efektivitas dan rasio pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Sekatak Buji periode 2019–2023. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis rasio efektivitas dan rasio pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio efektivitas pengelolaan Alokasi Dana Desa pada tahun 2019 dan 2020 mencapai 100% sehingga dikategorikan efektif. Pada tahun 2021 rasio efektivitas mengalami penurunan menjadi 40% sehingga dikategorikan tidak efektif. Selanjutnya pada tahun 2022 rasio efektivitas meningkat menjadi 100,35% dan pada tahun 2023 sebesar 98,10% sehingga kembali dikategorikan efektif. Sementara itu, rasio pertumbuhan pengelolaan Alokasi Dana Desa menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Pada tahun 2020 rasio pertumbuhan mengalami penurunan sebesar -13,89%, tahun 2021 kembali mengalami penurunan sebesar -58,82%, kemudian meningkat pada tahun 2022 sebesar 527,06%, dan tahun 2023 sebesar 26,31%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pengelolaan Alokasi Dana Desa mengalami perubahan yang tidak stabil dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Sekatak Buji secara umum tergolong efektif, meskipun pada beberapa periode masih mengalami fluktuasi pertumbuhan dan penurunan efektivitas. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Alokasi Dana Desa, Rasio Efektivitas, Rasio Pertumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pembuktian Secara Sederhana Tentang Adanya Utang Yang Telah Jatuh Tempo Dan Dapat Ditagih Dalam Perkara Kepailitan

2026•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PEMBUKTIAN SECARA SEDERHANA TENTANG ADANYA UTANG YANG TELAH JATUH TEMPO DAN DAPAT DITAGIH DALAM Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asas pembuktian sederhana dalam menentukan utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 serta menganalisis penerapan pembuktian utang secara sederhana dalam perkara kepailitan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuktian sederhana merupakan mekanisme pembuktian yang hanya menitikberatkan pada terpenuhinya syarat kepailitan berupa adanya dua kreditor dan satu utang yang telah jatuh tempo, serta dapat ditagih tanpa memeriksa secara mendalam keadaan keuangan debitor sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 8 ayat (4). Penerapan pembuktian sederhana perkara kepailitan dalam Putusan Nomor 6/Pdt.Sus-Pailit/2023/PN Niaga Mdn, Majelis Hakim menolak permohonan pailit yang diajukan oleh para Pemohon kepada pihak Termohon, karena tidak ada bukti utang pihak Termohon kepada para Pemohon pailit yang menunjukkan apakah perjanjiaan kerjasama ini masih berjalan atau tidak karena berakhirnya kontrak dengan PLN, dan adanya intervensi pihak ketiga (Bank BRI) yang menahan dana sehingga memerlukan pembuktian di luar koridor hukum kepailitan. Kata Kunci: pembuktian sederhana, kepailitan, utang jatuh tempo, utang dapat ditagih, Pengadilan Niaga.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Bioenrichment Artemia salina Menggunakan Chlorella vulgaris Terhadap Laju Pertumbuhan dan Sintasan Larva Udang Windu (Penaeus monodon)

2026•

Udang windu (Penaeus monodon) merupakan salah satu komoditas unggulan Kalimantan Utara yang tingkat produksinya naik setiap tahun. Tingginya permintaan mendorong kebutuhan pakan dalam skala besar sehingga meningkatnya biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari bioenrichment Artemia salina menggunakan Chlorella vulgaris terhadap pertumbuhan dan sintasan postlarva udang windu sebagai pakan alternatif dari pakan komersial. Penelitian ini dilakukan selama 20 hari menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari P1 (A. salina), P2 (pakan komersil), P3 (bioenrichment A. salina menggunakan C. vulgaris selama 6 jam) data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (bioenrichment A. salina menggunakan C. vulgaris selama 6 jam) menunjukkan pertumbuhan average body length (0,62cm), average body weight (0,0108g), dan average daily growth (0,0017g) terbaik dibanding perlakuan lainnya. Parameter survival rate terbaik terdapat pada perlakuan P1 (A. salina) yaitu (17,4%). Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa bioenrichment A. salina menggunakan C. vulgaris selama 6 jam dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan postlarva udang windu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. K DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

2026•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK ​Pelayanan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) bertujuan memberikan asuhan menyeluruh sejak kehamilan trimester III, persalinan, hingga masa nifas dan bayi baru lahir untuk memastikan deteksi dini serta penanganan yang tepat sesuai standar. Selama periode 8–30 Maret 2026, penulis melaksanakan empat kunjungan asuhan berkelanjutan pada Ny. K di Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan, yang meliputi satu kali kunjungan kehamilan, satu kali kunjungan bersalin, serta satu kali kunjungan nifas dan bayi baru lahir ​Asuhan kebidanan komprehensif pertama kali dilakukan pada saat kunjungan kehamilan di trimester III pada tanggal 08 Maret 2026 dengan usia kehamilan 37 minggu 4 hari, didapatkan setelah pengkajian dilakukan dari kunjungan masa kehamilan dalam kondisi normal dan tidak ditemukan adanya komplikasi apapun. Asuhan persalinan diberikan pada tanggal 30 Maret 2026 pada dengan usia kehmilan 39 minggu 5 hari. Asuhan yang diberikan sesuai dengan standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN), didapatkan kala I berlangsung 2 jam 45 menit, dan kala II berlangsung 17 menit, dilakukan penilaian sepintas, bayi lahir cukup bulan, segera menangis, warna kulit kemerahan, dan tonus otot baik. Kala III berlangsung 5 menit setelah oksitosin disuntikan, plasenta lahir lengkap dan tidak ada kelainan dan robekan. Asuhan kebidanan pada kala IV dilakukan selama 2 jam dengan memantau Tanda-Tanda Vital (TTV) ibu, dan didapatkan hasil dalam batas normal, perdarahan kurang lebih 150 cc, terdapat leserasi derajat 1. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada tanggal 30 Maret 2026, dengan hasil pemeriksaan fisik dan TTV ibu dan perdarahan masa nifas dalam batas normal, Tinggi Fundus Uteri (TFU) 2 jari dibawah pusat, terdapat pengeluaran lochea serosa dan tidak ada tanda-tanda infeksi. Asuhan yang dilakukan pada bayi baru lahir berupa pengukuran antropometri. Didapatkan hasil bayi berjenis kelamin perempuan, berat badan 3.000 gram, panjang badan 49 cm, lingkar kepala 34 cm, dan lingkar dada 32 cm. ​Telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny. K selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dengan didapatkan bahwa tidak terdapat penyulit dan berlangsung fisiologis. Asuhan kebidanan yang berkelanjutan jika diberikan secara aktif dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Dukungan Sosial Pada Lansia dengan Hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas

2026•

GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS TANJUNG PALAS ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh lansia dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan pengelolaan hipertensi adalah dukungan sosial yang berasal dari keluarga, teman, maupun orang terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial pada lansia dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan sampel sebanyak 70 lansia hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang terdiri atas tiga subskala, yaitu keluarga (family), teman (friends), dan significant others. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, nilai rerata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial responden sebagian besar (51,4%) berada pada kategori sedang. Berdasarkan analisis subskala MSPSS, dukungan keluarga memiliki nilai rata-rata tertinggi (mean=3,1;SD= 0,58). Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas lansia dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas memiliki tingkat dukungan sosial kategori sedang dengan keluarga sebagai sumber dukungan utama. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan program promotif dan preventif yang melibatkan keluarga untuk meningkatkan pengelolaan hipertensi pada lansia. Kata kunci: Dukungan Sosial, Hipertensi, Lansia, Puskesmas

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Kinerja Keuangan Pengelolaan Alokasi Dana Desa Berdasarkan Rasio Efektivitas dan Rasio Pertumbuhan Pada Kantor Desa Sekatak Buji Periode 2019-2023

2026•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) pada Kantor Desa Sekatak Buji periode 2019–2023 berdasarkan rasio efektivitas dan rasio pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Sekatak Buji periode 2019–2023. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis rasio efektivitas dan rasio pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio efektivitas pengelolaan Alokasi Dana Desa pada tahun 2019 dan 2020 mencapai 100% sehingga dikategorikan efektif. Pada tahun 2021 rasio efektivitas mengalami penurunan menjadi 40% sehingga dikategorikan tidak efektif. Selanjutnya pada tahun 2022 rasio efektivitas meningkat menjadi 100,35% dan pada tahun 2023 sebesar 98,10% sehingga kembali dikategorikan efektif. Sementara itu, rasio pertumbuhan pengelolaan Alokasi Dana Desa menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Pada tahun 2020 rasio pertumbuhan mengalami penurunan sebesar -13,89%, tahun 2021 kembali mengalami penurunan sebesar -58,82%, kemudian meningkat pada tahun 2022 sebesar 527,06%, dan tahun 2023 sebesar 26,31%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pengelolaan Alokasi Dana Desa mengalami perubahan yang tidak stabil dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Sekatak Buji secara umum tergolong efektif, meskipun pada beberapa periode masih mengalami fluktuasi pertumbuhan dan penurunan efektivitas. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Alokasi Dana Desa, Rasio Efektivitas, Rasio Pertumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail