Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah eksperimen low cost berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa pada materi sistem peredaran darah kecil dan besar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan fasilitas dan alat laboratorium di sekolah, yang menyebabkan pelaksanaan praktikum belum optimal dalam mendukung pemahaman konsep biologi yang bersifat abstrak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas XI K sebagai kelas eksperimen dan kelas XI L sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa kegiatan eksperimen low cost menggunakan alat dan bahan sederhana, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran tanpa kegiatan tersebut. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda yang telah divalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Mann-Whitney U karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat sebesar 14,90% (dari 71,94 menjadi 82,66), sedangkan kelas kontrol mengalami penurunan sebesar 0,07% (dari 82,78 menjadi 82,72). Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,815 >0,05, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kegiatan eksperimen low cost terhadap pemahaman konsep siswa. Hasil tersebut diduga dipengaruhi oleh kesesuaian tinggi antara materi dan video pembelajaran dengan soal tes, dominasi soal tingkat C1-C2, serta kondisi pelaksanaan eksperimen di kelas yang kurang kondusif.