Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Agroforestri
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

NILAI EKONOMI KARBON PADA LAHAN AGROFORESTRI KOPI ROBUSTA DI DESA SEMBUAK WAROD KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai ekonomi karbon pada lahan agroforestri kopi robusta di Desa Sembuak Warod, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Metode yang diterapkan adalah metode non-destruktif dengan pengambilan data lapangan yang dilakukan dari Juli hingga Agustus 2025. Data yang dikumpulkan mencakup biomassa pohon, serasah, dan kondisi tanah, serta analisis stok karbon menggunakan rumus alometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total rata-rata stok karbon pada lahan agroforestri kopi robusta mencapai 2,33 ton CO₂-e/ha untuk biomassa di atas permukaan tanah (AGB) dan 0,58 ton CO₂-e/ha untuk biomassa di bawah permukaan tanah (BGB). Sebagai tambahan, biomassa akar dan serasah menghasilkan nilai C litter sebesar 0,66 kg, dengan total biomassa basah 1,4 kg dan C litter 6,58 ton CO₂-e/ha. Ini menunjukkan potensi signifikan lahan agroforestri dalam menyimpan karbon. Nilai ekonomi karbon yang diperoleh bervariasi antara Rp30.000 hingga Rp451.050 per ton, tergantung pada mekanisme pasar dan penggunaan karbon. Analisis ini menggarisbawahi peran penting sistem agroforestri kopi robusta dalam mitigasi perubahan iklim dan penyimpanan karbon yang stabil. Sistem agroforestri ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, disarankan agar petani mempertahankan variasi tanaman di lahan agroforestri dan pemerintah menyelenggarakan program pelatihan untuk praktik agroforestri berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi konservasi karbon yang lebih efektif di wilayah tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBERLANJUTAN AGROFORESTRI MADU LEBAH KELULUT (Trigona sp) DI KELOMPOK TANI HUTAN TIRAN LESTARI MENGGUNAKAN METODE MICMAC (STUDI KASUS : UPTD KPH TANA TIDUNG)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lebah kelulut, termasuk dalam kategori hasil hutan bukan kayu (HHBK), dimana lebah kelulut merupakan salah satu spesies serangga dalam kelas Insecta. Mereka adalah anggota dari Ordo Hymenoptera dan tergolong dalam keluarga Apidae. Lebah kelulut memiliki ukuran tubuh yang kecil dan merupakan serangga penghasil madu yang penting dalam proses penyerbukan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi keberlanjutan agroforestri madu kelulut di kelompok tani hutan tiran lestari. Metode penentuan sampel pada penelitian ini adalah pengambilan sampel dengan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti. Dan adapun key informan dalam penelitian ini yaitu anggota kelompok tani hutan tiran lestari. Dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan focus group discussion. Analisis data yang digunakan untuk menjawab variabel yang berpengaruh terhadap keberlanjutan agroforestri madu kelulut di kelompok tani hutan tiran lestari adalah analisis Micmac. Dan hasil yang didapatkan berdasarkan analisis Micmac dimana untuk mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi keberlanjutan agroforestri madu kelulut dikelompok tani hutan tiran lesatari yaitu variabel yang memiliki pengaruh (influence) terhadap keberlanjutan agroforestri madu kelulut di kelompok tani hutan tiran lestari adalah teknologi, harga madu kelulut, dan kualitas madu kelulut. Untuk variabel yang memiliki ketergantungan (dependence) pada keberlanjutan agroforestri madu kelulut adalah variabel pembinaan penyuluh kehutanan, pakan lebah kelulut musiman, dan kualitas madu kelulut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kelayakan Finansial Kakao (Theobroma cacao L.) Pada Kawasan Agroforestri Di Desa Antutan (Studi Kasus: Kelompok Tani Hutan Simpeng Ulun Bulungan Binaan UPTD. KPH Bulungan)

2024•

Pengembangan usahatani kakao memerlukan perhitungan untuk memastikan bahwa investasi yang dikeluarkan akan menghasilkan keuntungan. Desa Antutan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Kelompok Tani Hutan Simpeng Ulun Bulungan merupakan salah satu kelompok tani yang memiliki izin perhutanan sosial yang dibentuk pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, penerimaan, kelayakan finansial kakao pada kawasan agroforestri milik Kelompok Tani Hutan Simpeng Ulun Bulungan. Metode yang digunakan untuk analisis kelayakan finansial terdiri atas Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Periode (APP). Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa pendapatan yang akan diperoleh selama (2039) 20 tahun sebesar Rp.151.825.000, nilai NPV sebesar Rp 188.038.038 > 1 maka usahatani kakao layak untuk dijalankan. Net B/C kakao 6 > 1 maka usahatani layak untuk dijalankan. IRR kakao sebesar 17% > 10% maka usahatani akan mengalami peningkatan. PP kakao selama 11 tahun pengusahaan menunjukkan bahwa usahatani kakao pada kawasan agroforestri yang dilakukan oleh Kelompok Tani Hutan Simpeng Ulun Bulungan layak secara finansial

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pendapatan Petani Terhadap Pola Agroforestri di Gunung Selatan Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Agroforestri adalah suatu sistem pengelolaan lahan yang merupakan kombinasi dari produksi pertanian, termasuk pohon, buah-buahan dan peternakan dengan tanaman kehutanan. Adapun tujuan dari agroforestri adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan agar selalu terpenuhi dan memiliki penghasilan sampingan dari memanfaatkan lahan di kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola agroforestri silvofishery dan silvopastura, mengetahui besarnya pendapatan dalam budi daya pola agroforestri di Kota Tarakan, serta membandingkan pendapatan usaha budi daya dengan pola agroforestri. Penelitian ini dilakukan di kota Tarakan tepatnya di Kawasan Hutan Lindung yang dibina oleh UPTD. KPH Tarakan. Pemilihan responden menggunakan metode Purposive Sampling yaitu pemilihan sengaja dengan kriteria yang telah penulis tetapkan yaitu petani menerapkan pola agroforestri dan petani aktif dalam berkebun. Dari kedua kriteria tersebut ditemukan 2 orang responden. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu mendeskripsikan pola silvofishery dan pola silvopastura serta analisis pendapatan. Hasil menunjukan bahwa pola silvofishery merupakan kombinasi antara tanaman kehutanan (Kayu Putih) dengan perikanan (Ikan Gurami, Ikan Mas, Ikan Patin, dan Ikan Nila) dan pola silvopastura merupakan kombinasi antara tanaman kehutanan (Kayu Putih) dengan peternakan (Bebek) serta masing-masing pola tersebut memiliki komponen tambahan yaitu lebah kelulut. Hasil pendapatan yang didapatkan oleh pola silvofishery sebesar Rp.9.752.375, sedangkan pendapatan yang didapatkan oleh pola silvopastura sebesar Rp.9.921.744. Maka Pendapatan Pola Agroforestri yang paling besar dari kedua pola tersebut adalah Pola Silvofishery.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL SISTEM AGROFORESTRI DI KOTA TARAKAN (STUDI KASUS DI AGROFORESTRI BAPAK ZULKIPLI, BINAAN UPTD. KPH TARAKAN)

2023•

Keragaman jenis output yang dihasilkan agroforestri dianggap mampu mengatasi permasalahan dalam hal pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, kelayakan finansial dan faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan agroforestri milik Bapak Zulkipli. Metode yang digunakan untuk tujuan analisis kelayakan finansial terdiri atas Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit-Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR), dan Analyze Payback Period (APP). Sedangkan metode untuk menjawab faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan agroforestri dengan analisis micmac. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Dari hasil analisis kelayakan finansial, pendapatan yang akan diperoleh selama 15 tahun pengelolaan agroforestri komponen bebek sebesar Rp. 271.448.525, komponen lebah kelulut sebesar Rp. 16.412.256 dan komponen kayu putih sebesar Rp. 66.581.673. Nilai NPV komponen bebek sebesar Rp. 763,352.527 > 1, lebah kelulut sebesar Rp. 34.940.031 > 1 dan kayu putih sebesar Rp. 434.776.915 > 1, maka agroforestri layak dijalankan. Net B/C komponen bebek 39,13 > 1, lebah kelulut 2,67> 1 dan kayu putih 22,41 > 1, maka usaha agroforestri layak dijalankan. Gross B/C komponen bebek 5,16 >1, lebah kelulut 1,33 >1 dan kayu putih 2,67 > 1, maka usaha layak dijalankan. IRR komponen bebek 42% > 8%, lebah kelulut 31% > 8% dan kayu putih 42% > 8% maka usaha agroforestri akan mengalami peningkatan usaha. Payback Period komponen bebek selama 1 tahun, lebah kelulut selama 7 tahun 4 bulan dan kayu putih selama 1 tahun 9 bulan. Dari hasil kelayakan yang diperoleh, faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan agroforestri di antaranya infrastruktur, kelembagaan, modal teknologi tepat guna, stakeholder, tingkat pendidikan petani, pengalaman petani hutan, pendampingan terhadap petani hutan, harga produk, perluasan pasar distribusi, kualitas produk dan nilai tambah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail