ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Juata Laut merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Juata Laut memiliki potensi perikanan yang cukup baik hal ini ditandai dengan banyaknya alat tangkap pukat hela yang berada di Juata Laut. Dengan kesempatan ini dilakukan penelitian tentang analisis hasil tangkapan, kelayakan usaha dan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap pukat hela di Perairan Juata Laut berdasarkan 9 kriteria keramahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menentukan hasil tangkapan, kelayakan usaha, serta menentukan tingkat keramahan lingkungan pada alat tangkap pukat hela. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel yang dilakukan adalah metode purposive random sampling yaitu dengan dua pendekatan diantaranya dengan cara observasi dan survey. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil tangkapan utama yaitu ikan nomei 682 kg serta hasil tangkapan sampingan ikan puput 329 kg, cumi-cumi 81 kg, ikan gulama 432 kg, ikan bawal 128,4 kg, udang merah/duri 53 kg, udang putih 183,2 kg, udang windu 222,9 kg, dan hasil tangkapan buangan udang manthis 3 kg, ikan layur 7 kg, dan kepiting kecil 23 kg. Kelayan usaha pada perikanan tangkap pukat hela didapatkan hasil BC/Rasio sebesar 1,730 berarti usaha tersebut layak untuk di jalankan. Adapun tingkat keramahan lingkungan yang ada di Perairan Juata Laut ini termasuk kategori ramah lingkungan dimana diperoleh skor 26,9.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•
SRI SUHARTINI. 2020. Usaha tani jagung manis di Kota Tarakan merupakan usaha tani yang dilakukan di lahan garapan dengan kondisi lahan yang kering. Kondisi utama di daerah penelitian yaitu rendahnya pendapatan yang diperoleh petani dengan terjadinya penurunan harga hasil produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani jagung manis, dan menganalisis kelayakan usaha tani jagung manis di Kota Tarakan. Metode yang di gunakan untuk menganalisis kelayakan usaha tani jagung adalah analisis BEP (Break Even Point), R/C Ratio (Revenue Cost), dan B/C Ratio (Benefit Cost). Penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Pendapatan petani jagung manis di Kota Tarakan dikategorikan yaitu sebesar Rp. 6.122.526/musim tanam. Usaha tani jagung di Kota Tarakan dikategorikan layak diusahakan secara finansial dilihat dari BEP penerimaan yaitu sebesar Rp. 639.070, BEP produksi yaitu sebesar 94 kg, BEP harga yaitu sebesar Rp. 4.125/kg, R/C yaitu sebesar 2,76 dan B/C yaitu sebesar 1,76. Adapun saran dari penelitian ini adalah Kepada petani, sebaiknya saling memberikan informasi kepada petani yang lain mengenai cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kepada pemerintah, diharapkan agar dapat memberikan perhatian yang lebih banyak kepada para petani jagung terutama dalam hal harga hasil produksi maupun harga input produksi. Kepada mahasiswa lainnya, diharapkan untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi usahatani jagung seperti faktor harga hasil produksi dan harga input produksi terhadap pendapatan petani jagung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usahatani jambu kristal membutuhkan biaya produksi yang relatif besar, sementara penerimaannya bergantung pada kemampuan produksi selama periode usaha, sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui tingkat pendapatan dan kelayakan finansialnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan finansial usahatani jambu kristal milik Bapak Cecep. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) karena usahatani telah berjalan sejak 2019, dikelola langsung oleh pemiliknya, dan telah menghasilkan produksi serta penerimaan yang dapat dianalisis. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan Bapak Cecep sebagai informan kunci (key informan). Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi dan studi pustaka. Periode analisis mencakup tahun 2019-2030, terdiri atas data aktual tahun 2019-2025 dan data proyeksi tahun 2026-2030. Kelayakan finansial dianalisis menggunakan Net B/C Ratio, Break Even Point, Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Payback Period dengan tingkat diskonto 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2019-2030 total biaya usahatani sebesar Rp793.077.620, total penerimaan sebesar Rp1.830.667.143, dan total pendapatan sebesar Rp1.037.589.523. Net B/C Ratio sebesar 6,9, NPV sebesar Rp631.995.412, IRR sebesar 19,98%, dan Payback Period selama 3 tahun 2 bulan. Nilai BEP produksi sebesar 23.941 kg lebih rendah daripada total produksi sebesar 61.022 kg, BEP harga sebesar Rp12.997/kg lebih rendah daripada harga jual sebesar Rp30.000/kg, dan BEP penerimaan sebesar Rp718.223.788 lebih rendah daripada total penerimaan. Dengan demikian, usahatani jambu kristal Bapak Cecep layak secara finansial untuk dijalankan selama periode analisis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan finansial usahatani jeruk siam di Desa Mara I, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan metode sensus (Total Sampling) terhadap seluruh populasi petani jeruk siam yang berjumlah 9 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi perhitungan biaya total, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), serta kriteria kelayakan investasi jangka panjang (NPV, Net B/C Ratio, IRR, dan Payback Period) untuk periode umur ekonomis 15 tahun dengan tingkat diskonto 4,75%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total biaya yang dikeluarkan per petani selama umur ekonomis adalah sebesar Rp22.334.614, yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp364.491 dan biaya variabel sebesar Rp21.970.123. Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani dari hasil produksi 4.734 kg dengan harga Rp10.000/kg adalah sebesar Rp47.672.222, sehingga menghasilkan rata-rata pendapatan sebesar Rp25.337.608. Nilai rata-rata R/C Ratio sebesar 2,13 mengindikasikan usahatani ini menguntungkan. Berdasarkan analisis kelayakan investasi jangka panjang, diperoleh nilai rata-rata Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp14.174.255, Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) sebesar 3,15 (Net B/C > 1), Internal Rate of Return (IRR) sebesar 14,81% (di atas tingkat suku bunga 4,75%), serta Payback Period (PP) selama 7 tahun 4 bulan. Kesimpulannya, budidaya jeruk siam di Desa Mara I secara finansial dinyatakan layak untuk dijalankan dan dikembangkan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan komoditas hortikultura unggulan di Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kabupaten Bulungan, yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Mu'ung Jaya dalam rangka mendukung program One Village One Product Kabupaten Bulungan. Meskipun potensi pengembangan kelengkeng di wilayah tersebut cukup besar, petani masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya tingginya biaya produksi, keterbatasan akses pasar, serta belum tersedianya data kelayakan finansial yang terukur sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung biaya dan pendapatan usaha budidaya kelengkeng pada kondisi aktual petani; (2) menganalisis proyeksi kelayakan finansial budidaya kelengkeng berdasarkan indikator yang sesuai dengan ketersediaan data; dan (3) menganalisis sensitivitas kelayakan finansial model ideal terhadap penurunan harga jual dan kenaikan biaya produksi berdasarkan literatur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Desa Long Sam menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan purposive sampling terhadap petani 4 petani yang tanaman kelengkengnya telah berproduksi dari total 9 anggota KTH Mu'ung Jaya. Data dianalisis menggunakan indikator pendapatan dan R/C Ratio untuk kondisi aktual, serta NPV, Net B/C, IRR, dan Payback Period untuk model ideal sebagai benchmark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya tetap tertinggi dimiliki oleh Bapak Alui Kayang sebesar Rp4.685.845/tahun, sedangkan biaya variabel tertinggi juga dimiliki oleh responden yang sama sebesar Rp9.707.000. Pendapatan aktual antar petani bervariasi; Bapak Alui Kayang memperoleh pendapatan tertinggi sebesar Rp10.607.155/ha, diikuti Bapak Daud Kasing sebesar Rp5.081.437/ha, sementara Bapak Lasarus Adie dan Bapak Baya Talau mengalami pendapatan negatif masing-masing sebesar -Rp7.077.131 dan -Rp2.129.274. Berdasarkan R/C Ratio, usaha Bapak Alui Kayang R/C Ratio = 1,74 dan Bapak Daud Kasing R/C Rasio = 2,03 dinyatakan layak, sedangkan usaha Bapak Lasarus Adie R/C Ratio = 0,17 dan Bapak Baya Talau R/C Ratio = 0,75 dinyatakan belum layak. Analisis model ideal pada tingkat diskonto 5,25% menghasilkan NPV sebesar Rp13.135.948.649, Net B/C sebesar 820,21, IRR sebesar 14,62%, dan Payback Period selama 1,09 tahun pada skenario harga lokal, yang menunjukkan bahwa budidaya kelengkeng berpotensi layak secara finansial apabila dikelola sesuai standar teknis ideal. Hasil uji sensitivitas menunjukkan model ideal tetap layak meskipun terjadi penurunan harga jual hingga 20% dan kenaikan biaya produksi hingga 20% secara bersamaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, merupakan sektor potensial, namun pembudidaya sering kali menghadapi fluktuasi pendapatan akibat tingginya biaya operasional dan tantangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih serta kelayakan ekonomi usaha budidaya tersebut menggunakan parameter Break-Even Point (BEP), Return on Investment (ROI), dan Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga April 2026 di Pantai Amal dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap 20 responden petani rumput laut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner serta pengambilan data sekunder yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui pendekatan kelayakan finansial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa seluruh pembudidaya melampaui titik impas (BEP), yang berarti seluruh usaha tidak ada yang mengalami kerugian. Analisis tingkat pengembalian investasi (ROI) menunjukkan nilai rata-rata yang sangat tinggi, yaitu sebesar 57,5%. Selain itu, perhitungan Benefit-Cost Ratio mencatatkan nilai rata-rata sebesar 1,55, usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal memiliki tingkat kelayakan finansial yang sangat baik, menguntungkan, dan sangat layak untuk dilanjutkan karena didukung oleh tingkat efektivitas pengelolaan modal yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, merupakan sektor potensial, namun pembudidaya sering kali menghadapi fluktuasi pendapatan akibat tingginya biaya operasional dan tantangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih serta kelayakan ekonomi usaha budidaya tersebut menggunakan parameter Break-Even Point (BEP), Return on Investment (ROI), dan Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga April 2026 di Pantai Amal dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap 20 responden petani rumput laut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner serta pengambilan data sekunder yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui pendekatan kelayakan finansial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa seluruh pembudidaya melampaui titik impas (BEP), yang berarti seluruh usaha tidak ada yang mengalami kerugian. Analisis tingkat pengembalian investasi (ROI) menunjukkan nilai rata-rata yang sangat tinggi, yaitu sebesar 57,5%. Selain itu, perhitungan Benefit-Cost Ratio mencatatkan nilai rata-rata sebesar 1,55, usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal memiliki tingkat kelayakan finansial yang sangat baik, menguntungkan, dan sangat layak untuk dilanjutkan karena didukung oleh tingkat efektivitas pengelolaan modal yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pendapatan dan kelayakan usaha coffee shop di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu masyarakat yang memiliki usaha Coffee Shop di Kota Tarakan, Adapun Populasi penelitian ini berjumlah 3 sampel usaha coffee shop dengan pengambilan sampel mengunakan Purposive sampling. Purposive sampling digunakan karena sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan bersih dari usaha selama 1 tahun yaitu Garden Space Coffee sebesar Rp. 276.697.000. Usaha Kedai KopiQue Rp. 162.757.667 dan Usaha Cerita Koffie Rp. 249.701.333. Dari perhitungan analisis kelayakan, nilai R/C ratio Garden Space Coffee senilai 2,04, BCR senilai 1,04. Kedai KopiQue memiliki R/C ratio senilai 1,71, dan BCR 0,71. Dan Cerita Koffie memiliki R/C ratio senilai 2.00, dan BCR 1.00. Berdasarkan Kriteria uji kelayakan R/C ratio, ketiga usaha tersebut layak dijalankan. Sementara itu, kriteria uji kelayakan BCR Garden Space Coffee layak dan menguntungkan untuk dijalankan karena nilai BCR >1. Kedai KopiQue tidak layak dijalankan karena nilai BCR 1, dan Cerita Koffie menunjukan bahwa usaha impas BCR = 1.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan, faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan, serta kelayakan finansial usahatani jagung milik Bapak Masrudi di Desa Gunung Putih, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai April 2026 dengan menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan analisis pendapatan, uji nonparametrik Friedman Test dan Kendall’s W, serta analisis kelayakan finansial melalui R/C Ratio, B/C Ratio, Return on Investment (ROI), dan Break even point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jagung memberikan keuntungan pada seluruh lahan yang dianalisis. Pendapatan tertinggi diperoleh pada lahan ke-6 sebesar Rp5.558.128, sedangkan pendapatan terendah terdapat pada lahan ke-2 sebesar Rp1.218.141. Hasil uji Friedman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, yang berarti faktor produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung. Nilai Kendall’s W sebesar 1,000 menunjukkan tingkat kesepakatan yang sangat kuat. Berdasarkan nilai mean rank, pengolahan tanah menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi pendapatan, diikuti benih, pupuk, pestisida, dan luas lahan. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usahatani jagung layak untuk diusahakan karena memiliki nilai R/C Ratio > 1, B/C Ratio > 0, nilai ROI yang tinggi, serta nilai BEP yang berada di bawah kondisi produksi aktual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Usaha bumbu masak rumahan milik Ibu Salbiah merupakan salah satu usaha bumbu siap pakai di Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Produk yang dihasilkan meliputi bumbu kari, bumbu rendang, bumbu soto, dan bumbu bistik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya kajian kelayakan finansial spesifik pada usaha bumbu masak rumahan, sehingga belum diketahui tingkat kelayakan usaha serta ketahanannya terhadap perubahan kondisi usaha, seperti fluktuasi harga bahan baku dan volume produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan profitabilitas, analisis kelayakan finansial, serta analisis sensitivitas. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan data yang digunakan terdiri atas data primer melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder yang berasal dari dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis struktur biaya, profitabilitas, Net Present Value (NPV), B/C Ratio, Payback Period (PP), serta analisis sensitivitas dengan enam skenario. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur biaya usaha terdiri atas biaya variabel dan biaya tetap, dengan bahan baku sebagai komponen biaya terbesar. Total biaya produksi mencapai Rp13.124.708 per tahun dengan penerimaan sebesar Rp22.320.000 per tahun sehingga menghasilkan laba bersih sebesar Rp9.159.292 per tahun. Tingkat profitabilitas usaha ditunjukkan oleh nilai GPM sebesar 46,61% dan NPM sebesar 41,20%. Hasil kelayakan finansial menunjukkan NPV sebesar Rp36.437.435, Payback Period selama 4,8 bulan, dan B/C Ratio sebesar 1,60. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha memperoleh hasil terbaik pada skenario kenaikan harga jual sebesar 20%, sedangkan penurunan volume produksi sebesar 20% merupakan skenario yang paling memengaruhi tingkat kelayakan usaha. Berdasarkan seluruh skenario yang dianalisis, usaha tetap memenuhi kriteria kelayakan finansial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dan menjadi sumber pendapatan bagi pedagang di pasar tradisional. Fluktuasi harga, perubahan permintaan, serta tingginya biaya operasional menyebabkan perlunya dilakukan analisis kelayakan usaha untuk mengetahui tingkat keuntungan dan keberlanjutan usaha perdagangan cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usaha pedagang cabai rawit di Pasar Induk Tanjung Selor. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari–Mei 2026 menggunakan metode survei. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 pedagang cabai rawit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Break Even Point (BEP) Volume, Break Even Point (BEP) Penerimaan, dan Return on Investment (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan pedagang sebesar Rp10.312.909,69 per minggu, rata-rata penerimaan sebesar Rp11.622.187,50 per minggu, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.309.277,81 per minggu. Hasil analisis kelayakan menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,13, B/C Ratio sebesar 0,13, BEP Volume sebesar 1,75 kg, BEP Penerimaan sebesar Rp110.865,85, dan ROI sebesar 13%. Berdasarkan indikator tersebut, usaha perdagangan cabai rawit di Pasar Induk Tanjung Selor dinyatakan layak untuk dijalankan dan dikembangkan karena mampu menghasilkan keuntungan, menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan, serta memberikan tingkat pengembalian modal yang positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN PINTAR KOSA KATA BAHASA TIDUNG UNTUK SISWA KELAS IV-B SDN 032 TARAKAN Sopiah latifah 2140605075 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kemenarikan media pembelajaran dua dimensi berupa Papan Pintar Kosakata Bahasa Tidung untuk siswa kelas IV-B SDN 032 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kurang efektifnya pembelajaran muatan lokal bahasa daerah karena keterbatasan bahan ajar yang masih terfokus pada buku paket konvensional, serta kendala guru pengajar yang bukan merupakan asli penutur suku Tidung sehingga siswa kesulitan memahami arti materi kosakata yang disampaikan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek uji coba dalam penelitian ini melibatkan 24 siswa kelas IV-B SDN 032 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi awal, wawancara, angket validasi ahli, serta angket ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kelayakan media Papan Pintar Kosakata dikategorikan sangat layak berdasarkan penilaian dari ahli materi (menggunakan kosakata fokus), ahli bahasa (penyesuaian ejaan istilah warnano dan agung), serta ahli media yang disesuaikan dengan kebutuhan visual dan karakteristik siswa sekolah dasar. (2) Kemenarikan media berdasarkan angket respon siswa dikategorikan sangat menarik, di mana variasi gambar pendukung instrumen musik tradisional daerah dan kosakata warna mampu membuat peserta didik aktif, antusias, serta mudah memahami materi pembelajaran muatan lokal. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media Papan Pintar Kosakata Bahasa Tidung memenuhi kriteria kelayakan dan kemenarikan untuk digunakan sebagai sumber belajar muatan lokal di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usahatani semangka (Citrullus lanatus) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi meningkatkan pendapatan petani. Desa Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan menjadi salah satu wilayah pengembangan semangka, namun petani masih menghadapi kendala berupa tingginya biaya produksi, keterbatasan transportasi, dan ketergantungan pada pengepul. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetauhi Penerimaan dan pendapatan usahatani semangka di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah (2) Untuk Mengetahui kelayakan usahatani semangka di Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2025 dengan metode survei terhadap 15 petani semangka yang dipilih secara purposive sampling. Data primer dan sekunder dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan indikator biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi usahatani semangka sebesar Rp19.164.357 per musim tanam, dengan total penerimaan Rp49.200.000 sehingga menghasilkan pendapatan Rp30.035.643. Nilai R/C Ratio sebesar 3,03 menunjukkan bahwa usahatani semangka layak dan menguntungkan. Analisis BEP menunjukkan BEP produksi sebesar 3.194 kg, BEP harga Rp2.275 per kg, dan BEP penerimaan Rp5.355.126. Nilai tersebut berada di bawah produksi aktual 8.200 kg, harga jual Rp6.000 per kg, dan penerimaan aktual, sehingga usahatani semangka telah melampaui titik impas dan memberikan keuntungan bagi petani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengelolaan air yang efisien sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya kelangkaan air akibat perubahan iklim. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan kehilangan air yang besar, sedangkan irigasi tetes memungkinkan penyaluran air secara presisi langsung ke zona perakaran sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Seledri (Apium graveolens L.), sebagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan sistem perakaran dangkal, sangat peka terhadap cekaman air dan membutuhkan kondisi kelembapan tanah yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh lama waktu irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dan menentukan durasi irigasi tetes terbaik guna mendukung pertumbuhan tanaman seledri, (2) Membandingkan efisiensi penggunaan air antara sistem irigasi konvensional dan sistem irigasi tetes pada berbagai durasi waktu, (3) Melakukan analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Desember 2024 hingga Desember 2025. Perlakuan yang diuji meliputi irigasi tetes dengan durasi penyiraman 10, 15, dan 20 menit yang dilakukan dua kali sehari, serta penyiraman konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi irigasi tetes 20 menit menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan tinggi tanaman 17,78 cm, jumlah daun 11,78 helai, jumlah anakan 4,33, berat segar 64,03 g, dan berat kering 11,17 g. sedangkan efisiensi penggunaan air terbaik diperoleh pada durasi 10 menit sebesar 0,0033 m3/s. Analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri dengan total biaya produksi sebesar Rp. 2.101.622, total penerimaan Rp.3.660.000, dan total pendapatan Rp. 1.558.378. Nilai R/C Ratio 1,74, nilai B/C Ratio sebesar 1,34, dan BEP 0,46.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Keterbatasan pendengaran pada siswa tunarungu tidak memengaruhi tingkat intelegensi mereka. Namun, kondisi tersebut menyebabkan terbatasnya media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa tunarungu. Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran interaktif pada materi penjumlahan dan pengurangan yang dirancang berdasarkan kebutuhan belajar siswa tunarungu diuji dari aspek kelayakan oleh ahli dan praktisi, serta kemenarikan siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu Analysis, Design, Development, Evaluation, dan Implementation. Pada tahap pengembangan, media divalidasi oleh ahli materi, ahli media, ahli bahasa, dan praktisi. Hasil validasi memperlihatkan bahwa media pembelajaran interaktif sangat layak dengan skor dari ahli media 96%, ahli materi 90%, ahli bahasa 97,5%, serta praktisi 100%. Implementasi melibatkan uji coba terbatas pada 3 siswa tunarungu dan uji coba lapangan pada 5 siswa tunarungu. Hasil angket menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif sangat menarik dengan skor penilaian uji coba terbatas sebesar 95% dan uji coba lapangan sebesar 96,7%. Dengan demikian, media interaktif menarik dan layak digunakan dalam pembelajaran matematika khususnya materi penjumlahan dan pengurangan pada siswa tunarungu di SLB Negeri Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengembangan Media Pembelajaran Miniatur Energi Listrik Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas 5A Di SDN 029 Juata Sesanip Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa miniatur energi listrik yang layak dan menarik digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas 5A di SDN 029 Juata Sesanip Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari ahli materi, ahli media, ahli bahasa, serta siswa kelas 5A yang menjadi responden dalam uji coba terbatas maupun uji coba lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran miniatur energi listrik dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi ahli materi (100%), ahli media (96%), dan ahli bahasa (92%), sedangkan respon siswa pada uji coba terbatas mencapai 98,4% dan pada uji coba lapangan 87,04%, dengan rata-rata 95% yang berada pada kategori sangat menarik. Dengan demikian, miniatur energi listrik terbukti layak, inovatif, dan efektif sebagai media pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa terhadap konsep energi listrik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan finansial usaha budidaya usaha burung walet (Collocalia Fuchipahge) yang dikelola oleh bapak Gimarzuki di Desa Salan, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis kelayakan finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit-Cost Ratio (Gross B/C), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha sarang burung walet Bapak Gimarzuki layak secara finansial untuk dijalankan dan dikembangkan. Ini dibuktikan dengan nilai NPV sebesar Rp 26.000.539,56 (>0), IRR sebesar 22% (>tingkat suku bunga 5,75%), Net B/C sebesar 1,52 (>1), Gross B/C sebesar 1,45 (>1), dan Payback Period selama 3,39 tahun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) yang dirancang khusus untuk membantu siswa kelas V SD dalam mempelajari materi bangun ruang. Media ini berbentuk aplikasi Android yang menggunakan marker cetak untuk memunculkan objek 3D berupa bangun ruang seperti kubus, balok, kerucut, dan tabung. Objek-objek ini dapat dilihat secara interaktif dari berbagai sudut, memungkinkan siswa untuk mengamati sisi, rusuk, dan titik sudut secara nyata. Aplikasi ini juga dilengkapi tombol navigasi untuk memilih bangun ruang, deskripsi bentuk, dan fitur informasi tambahan yang mendukung pemahaman konsep secara visual dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) pada materi bangun ruang untuk siswa kelas V SDN 003 Long Pari serta mengetahui kelayakan dan ketertarikan siswa terhadap media tersebut. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pada tahap pengembangan, media dinilai oleh tiga ahli: ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media dinyatakan “Sangat Layak” digunakan dengan rata-rata nilai kelayakan sebesar 92.67%. pada tahap implementasi, dilakukan uji coba terbatas kepada 5 siswa dan uji coba lapangan kepada 8 siswa. Berdasarkan angket yang dibagikan, tingkat ketertarikan siswa terhadap media AR mencapai nilai rata-rata 95.65% yang termasuk dalam kategori “Sangat Tertarik”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis AR ini sangat layak digunakan dalam pembelajaran dan mampu memberikan rasa tertarik siswa dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang secara visual dan interaktif. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha Kecil Menengah (UKM) Lapis Tarakan merupakan salah satu UKM di kota Tarakan yang terkenal dengan produk olahan kue lapis dari buah terap. Olahan kue lapis dari buah terap ini merupakan inovasi baru dalam menghasilkan produk pangan olahan lokal khas dari kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis kelayakan finansial produk kue lapis terap di UKM Lapis Tarakan, 2) Menganalisis nilai tambah produk kue lapis terap di UKM Lapis Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi langsung, wawancara dengan pemilik UKM Lapis Tarakan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu, R/C Ratio, BEP (Break Even Point) dan metode Hayami, hal ini untuk menghitung kelayakan finansial dan nilai tambah dari UKM Lapis Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Adapun kelayakan finansial produk kue lapis terap yaitu R/C Ratio sebesar 1,41. BEP Harga produk kue lapis terap sebesar Rp. 71.043 yang dimana lebih dari harga jual, BEP Produksi sebesar 0,53 kg lebih dari hasil produksi dan BEP Penerimaan sebesar Rp. 52.667 lebih dari total penerimaan, maka dari hasil ini produk kue lapis terap di UKM Lapis Tarakan layak untuk dijalankan. 2) Adapun nilai tambah bahan baku buah terap yang telah diolah menjadi kue lapis terap yaitu sebesar Rp. 1.927.790 per kg. Rasio nilai tambah 96% lebih > dari 40%, maka rasio ini tergolong tinggi. Dan margin keuntungan produk kue lapis terap yaitu sebesar Rp. 1.990.000 yang telah didistribusikan menjadi beberapa faktor seperti pendapatan tenaga kerja sebesar 4%, sumbangan input lain sebesar 3% dan keuntungan 93%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Komoditas cabai rawit ini memiliki dampak yang kuat pada inflasi karena dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur biaya dan kelayakan finansial usaha tani cabai rawit di Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang petani cabai rawit yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis struktur biaya (biaya tetap, biaya variabel dan biaya total), penerimaan, pendapatan dan kelayakan finansial (R/C Ratio dan BEP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya variabel memberikan kontribusi tertinggi terhadap biaya total yaitu sebesar 96% dibandingkan dengan biaya tetap sebesar 4%. Hasil kelayakan finansial usaha tani cabai rawit berdasarkan data yang diperoleh pada saat penelitian menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 6,80 yang dapat diartikan bahwa usaha tani cabai rawit di Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan layak untuk diusahakan, BEP produksi yang dihasilkan sebesar 1,16 kg dapat dikatakan layak, BEP harga Rp.14.711 dapat dikatakan layak, dan untuk BEP penerimaan sebesar Rp.116.094 dapat dikatakan layak.