ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan finansial usaha budidaya usaha burung walet (Collocalia Fuchipahge) yang dikelola oleh bapak Gimarzuki di Desa Salan, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis kelayakan finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit-Cost Ratio (Gross B/C), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha sarang burung walet Bapak Gimarzuki layak secara finansial untuk dijalankan dan dikembangkan. Ini dibuktikan dengan nilai NPV sebesar Rp 26.000.539,56 (>0), IRR sebesar 22% (>tingkat suku bunga 5,75%), Net B/C sebesar 1,52 (>1), Gross B/C sebesar 1,45 (>1), dan Payback Period selama 3,39 tahun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KRIMINOLOGI TENTANG TINDAK PIDANA PENCURIAN SARANG BURUNG WALET (STUDI KASUS DI DESA TANAH MERAH BARAT) Penelitian ini menganalisis tindak pidana pencurian sarang burung walet dari perspektif kriminologi, dengan fokus pada studi kasus di Desa Tanah Merah Barat, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung. Pencurian sarang burung walet menjadi kejahatan yang sering terjadi karena nilai ekonominya yang tinggi dan sistem keamanan di lokasi usaha yang lemah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pencurian sarang burung walet dan menganalisis upaya pencegahan yang dilakukan oleh Polsek Tana Lia. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana pencurian sarang burung walet disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi latar belakang ekonomi lemah, rendahnya tingkat pendidikan serta rendahnya kesadaran hukum dan nilai moral pelaku. Faktor eksternal mencakup ketiadaan sistem keamanan modern seperti CCTV dan alarm, struktur bangunan yang lemah, minimnya bukti dan saksi mata, kurangnya koordinasi antar pemilik gedung walet, serta lemahnya pengawasan langsung di lokasi sarang oleh pemilik gedung. Upaya Polsek Tana Lia dalam mencegah tindak pidana ini meliputi langkah preventif seperti penyuluhan Program Harkamtibmas, himbauan pemasangan CCTV, patroli malam rutin, serta koordinasi dengan pemilik gedung dan warga. Secara represif, Polsek menindaklanjuti laporan masyarakat melalui penyelidikan dan pengumpulan informasi, penangkapan pelaku, serta koordinasi dengan pemerintah desa, meskipun masih menghadapi kendala seperti minimnya alat bukti. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sistem keamanan, edukasi hukum, serta penguatan kerja sama antara masyarakat dan aparat penegak hukum untuk mencegah pencurian sarang burung walet secara lebih efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemerintah memiliki kebebasan untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya. Dalam menjalankan pemerintahan tersebut pemerintah akan mengupayakan pendanaan untuk mendukung kebijakan maupun program pemerintah. salah satunya dengan meningkatkan PAD yang terdiri atas pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan, serta lain lain PAD yang sah, sebagai indikator untuk mengukur ketergantungan suatu daerah kepada pusat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh retribusi parkir terhadap PAD Kota Tarakan, pengaruh pajak restoran terhadap PAD Kota Tarakan, dan pajak sarang burung walet terhadap PAD Kota Tarakan. Dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan metode statistik untuk menganalisis data berupa uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap dependen, dengan hasil analisis yang diolah dengan bantuan SPSS. Retribusi parkir dan pajak restoran berpengaruh tidak signifikan, sedangkan pajak sarang burung walet tidak berpengaruh signifikan terhadap PAD, hal ini dibuktikan dengan uji t. Kemudian hasil uji f menyatakan bahwa secara keseluruhan variabel independen berpengaruh tidak signifikan terhadap variabel dependen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian tentang kelayakan usahatani sarang burung walet di Kelurahan Tanjung Selor Hilir Kabupaten Bulungan (studi kasus sarang burung walet milik Bapak Mudhrad), dengan bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan yakni untuk mengetahui total biaya, penerimaan, pendapatan, serta analisis Kelayakan Usahatani Sarang Burung Walet yang dapat ditentukan melalui RC Ratio dan BC Ratio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data yang digunakan dalam tesis ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, total biaya yang dikeluarkan pada usahatani sarang burung walet selama 6 Tahun sebesar Rp. 118.718.334, dengan penerimaan sebesar Rp. 484.000.000, dan pendapatan sebesar Rp. 365.281.666. Kedua, erdasarkan analisis kelayakan usaha yang dilakukan melalui 2 indikator yaitu R/C Ratio ddan B/C ratio layak untuk diusahakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Budidaya sarang burung walet mempunyai dampak bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah khususnya Kelurahan Tanjung Selor Hulu Kabupaten Bulungan kontribusi yang diberikan dari hasil budidaya sarang burung walet dapat berpengaruh secara sosial ekonomi, dan budaya, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha Sarang burung bapak Bogo dan kelayakan finansial usaha sarang burung walet bapak bogo di Kelurahan Tanjung Selor Hulu Kabupaten Bulungan. Metode analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah analisis kelayakan finansial yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), dan Payback period (PP). Metode penentuan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah responden 1 orang pengusaha sarang burung walet dengan kriteria telah menjalankan usaha 6 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan usaha sarang burung walet milik bapak Bogo. dan usaha sarang burung walet Bapak Bogo memperoleh pendapatan sebesar Rp 154.687.000 dan penerimaan sebesar Rp 261.000.000 Net Present Value (NPV) yang diperoleh dari penelitian ini sebesar Rp 138.379.469 > 1, maka usaha layal dijalankan. Internal Rate of Return (IRR) yang diperoleh sebesar -29% >8%, maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan. Gross B/C yang diperoleh 2.12 >1 maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan. Payback Period (PP) yaitu selama 6 tahun jangka waktunya yang diperlukan agar dana investasi dapat diperoleh kembali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Budidaya sarang burung walet mempunyai dampak bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah khususnya Kecamatan Sembakung Desa Pelaju, kontribusi yang diberikan dari hasil budidaya sarang burung walet dapat berpengaruh secara sosial ekonomi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha sarang burung walet bapak Jamal dan kelayakan finansial usaha sarang burung walet bapak Jamal di Desa Pelaju Kecamatan Sembakung. Metode analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah analisis kelayakan finansial yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), dan Payback Period (PP). Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 1 orang pengusaha sarang burung walet dengan kriteria telah menjalankan usaha selama 5 tahun atau lebih. Hasil penelitian ini menunjukkan usaha sarang burung walet milik bapak Jamal yang didirikan tahun 2015 menggunakan modal pribadi dengan modal awal Rp. 75.585.000, dan usaha sarang burung walet bapak Jamal pada tahun 2015 sampai dengan 2020 memperoleh pendapatan yaitu sebesar Rp. 101.926.677. Net Present Value (NPV) yang diperoleh dari penelitian ini sebesar Rp. 133.287.572> 1, maka usaha layak dijalankan. Internal Rate of Return (IRR) yang diperoleh sebesar 21%>8%, maka usaha layak untuk melakukan peminjaman apabila membutuhkan modal dipertengahan menjalani usaha. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) yang di peroleh 2.68>1 maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan. Gross B/C yang di peroleh 1.65>1 maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan Payback Period (PP) yaitu selama 4 tahun jangka waktu yang diperlukan agar dana investasi dapat diperoleh kembali. Kata kunci : Budidaya sarang burung walet, pendapatan, kelayakan finansial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SARANG BURUNG WALET DI DESA NAINSID KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN ABSTRAK Usaha sarang burung walet memiliki potensi yang cukup besar di Desa Nainsid sehingga banyak diusahakan oleh masyarakat. Hal ini dapat terlihat dari bangunan atau rumah walet yang pembangunannya semakin pesat dan hampir rata-rata warga desa memiliki gedung atau rumah walet. Namun kondisi tersebut dapat terjadi sebaliknya karena pengusaha sarang burung walet belum memiliki strategi yang tepat dalam mengusahakannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan usaha burung walet di Desa Nainsid Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan penentuan responden menggunakan key informan sebanyak 12 orang. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi agresif merupakan strategi yang dapat dilakukan untuk pengembangan usaha sarang walet di Desa Nainsid Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan. Strategi agresif yang dapat dilakukan pengusaha sarang burung walet adalah (1) menjadi produsen unggulan bagi pemasok sarang burung walet dari luar Desa Nainsid; (2) memenuhi permintaan pasar secara maksimal dengan memanfaatkan potensi kondisi wilayah yang mendukung; (3) menjalin kerjasama antar pengusaha dengan membentuk kelompok pengusaha sarang burung walet di Desa Nainsid.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA SARANG BURUNG WALET (Collocalia Fuciphaga) (Studi Kasus Pada Usaha Burung Walet Bapak Hamidan Di Desa Bebatu Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung) ABSTRAK Usaha sarang burung walet memiliki potensi yang cukup besar sehingga banyak diminati oleh masyarakat Desa Bebatu. dengan adanya harga sarang burung walet yang tidak stabil dan semakin banyaknya pesaing, maka berpengaruh pada finansial usaha. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui besar pendapatan usaha sarang walet milik Bapak Hamidan di Desa Bebatu Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung. (2) Untuk mengetahui kelayakan finansial usaha sarang walet milik Bapak hamidan di Desa Bebatu Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung. Metode analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan adalah analisis kelayakan finansial yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PP). Metode penentuan sampel menggunakan key informan dengan jumlah responden 1 orang pengusaha sarang burung walet dengan kriteria telah menjalankan usaha sarang burung walet selama 5 tahun atau lebih. Hasil penelitian ini menunjukan usaha sarang burung walet milik bapak Hamidan yang didirikan pada tahun 2016 menggunakan modal pribadi dengan modal usaha Rp 217.741.000. Pada tahun 2016 – 2022 bapak Hamidan memperoleh pendapatan sebesar Rp 29.838.906. Net Present Value (NPV) yang diperoleh dari penelitian ini sebesar Rp 50.343.765 > 1, maka usaha layak dijalankan. Internal Rate of Return (IRR) yang diperoleh sebesar 9% > 8%, maka usaha layak untuk melakukan peminjaman apabila membutuhkan modal dipertengahan menjalani usaha. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) yang diperoleh sebesar 1,07 > 1 maka usaha sarang burung walet layak dijalankan. Payback Period (PP) yaitu selama 6 tahun 9 bulan jangka waktu yang diperlukan agar dana investasi dapat diperoleh kembali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi untuk mengetahui strategi pengembangan usaha sarang burung walet di Desa Atap Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan yang tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) Mengidentifikasikan faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal dalam pengembangan usaha (2) untuk merumuskan strategi yang dilakukan dalam pengembangan usaha sarang burung walet di Desa Atap Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan penentuan responden menggunakan key informan sebanyak 20 orang. Analisis dalam penelitian ini yaitu analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Hasil dari analisis SWOT maka strategi agresif yang dapat dilakukan untuk pengembangan usaha sarang walet di Desa Atap Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan yaitu (1) Menjadi produsen unggulan bagi pemasok sarang burung walet dari luar Desa Atap Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. (2) Memenuhi permintaan pasar secara maksimal dengan memanfaatkan potensi kondisi wilayah yang mendukung (3) menjalin kerjasama antar pengusaha dengan membentuk kelompok pengusaha sarang burung walet di Desa Atap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Usaha sarang burung walet juga merupakan salah satu usaha yang mempunyai prospek yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia pada saat ini. Selain itu, saluran pemasaran menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam aspek usaha sarang burung walet. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan gambaran umum usaha sarang burung walet (collacalia fuciphaga) milik Pak Agus di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung (2) menganalisis kelayakan usaha sarang burung walet (collacalia fuciphaga) milik Pak Agus di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung (3) menganalisis saluran pemasaran sarang burung walet (collacalia fuciphaga) di Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria usaha minimal sudah berjalan 5 tahun dengan produksi yang rutin, orang yang pertama kali mendirikan rumah burung walet didaerah tersebut, sulitnya mendapatkan data sehingga responden yang dipilih adalah keluarga karena ada beberapa data rahasia yang tidak bisa diberikan kepada orang lain. Hasil dari penelitian ini menunjukkan usaha sarang burung walet milik Bapak Agus R. ini dibangun pada tahun 2014 menggunakan modal pribadi dengan modal awal usaha sebesar Rp. 176.318.000,-. pada tahun 2017 hingga 2021 Pak Agus memperoleh pendapatan yaitu sebesar Rp. 635.470.000,-. Net Present Value (NPV) yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebesar Rp. 184.944.553 > 0, maka usaha layak untuk dijalankan. Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C Ratio) pada penelitian ini yaitu sebesar 1,86 > 1, maka usaha sarang burung walet layak untuk dijalankan. Payback Period (PP) yaitu sebesar 4 atau 4 tahun jangka waktu yang diperlukan agar dana investasi dapat diperoleh kembali. Saluran pemasaran yang terjadi pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Petani (Produsen I) Pengepul Eksportir Importir. Kata kunci : Sarang burung walet, kelayakan finansial, saluran pemasaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab tiga pertanyaan. Pertama, bagaimana karakteristik rumah burung walet di Desa Tengku Dacing ? Kedua, bagaimana produksi dan pendapatan usaha sarang burung walet di Desa Tengku Dacing ? Ketiga, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi dan pendapatan usaha sarang burung walet di Desa Tengku Dacing ?. Data yang di gunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang di dapatkan melalui wawancara, observasi dan kuesioner. Data Sekunder yaitu data yang didapatkan melalui dokumen, catatan, jurnal, dan lain-lain yang dibutuhan dalam penelitian. Analisis data menggunalakan fungsi Cobb Douglas. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: Pertama, Karakteriatik rumah burung walat di Desa Tengku Dacing memiliki ukuran penangkaran yang beragam, rumah penangkaran burung walet terbuat dari material yang berbahan dasar kayu, memilki jumlah tingkatan maksimal 3 lantai, adapun bagian dan pelengkap isi dari penangkaran yaitu ukuran lubang keluar masuk, panjang papan sirip (m), jumlah tampungan baskom, dan ventilasi udara. Kedua, Pendapatan peternak sarang burung walet di Desa Tengku Dacing rata-rata di atas Rp.1.000.000/bulan dan yang paling besar pendapatannya yaitu Rp.32.500.000/bulan dengan produksi sebesar 2,5 kg. Ketiga, Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha sarang burung walet di Desa Tengku Dacing yaitu ada variabel ukuran bangunan, lama usaha, tenaga kerja, dan pendapatan. Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha sarang burung walet di Desa Tengku Dacing Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung yaitu ada variabel harga sarang walet, upah per bulan, biaya racun hama, harga audio walet, harga parfum, dan produksi.