Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

52 hasil
Penulis: NATALIA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, LINGKUNGAN KERJA DAN TUNJANGAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KOMPETENSI KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA INSPEKTORAT KABUPATEN MALINAU

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan terhadap kinerja pegawai dengan kompetensi kerja sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 61 pegawai, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kompetensi kerja terbukti mampu memoderasi pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai. Namun, kompetensi kerja tidak mampu memoderasi pengaruh lingkungan kerja dan tunjangan terhadap kinerja pegawai. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang kuat dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan transformasional sebagai faktor dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai, didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif dan sistem tunjangan yang memadai. Di sisi lain, kompetensi kerja berfungsi sebagai penguat pada hubungan tertentu, khususnya dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KINERJA MELALUI MOTIVASI KERJA PADA PEGAWAI PEREMPUAN BERKELUARGA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MALINAU

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan dan work-life balance terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja pada pegawai perempuan berkeluarga di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pegawai perempuan berkeluarga yang bekerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan berpengaruh positif terhadap motivasi kerja dan kinerja pegawai. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai serta mampu memediasi pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja pegawai. Sementara itu, work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja maupun kinerja pegawai, serta tidak mampu memediasi hubungan antara work-life balance dan kinerja pegawai. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan dan motivasi kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja pegawai perempuan berkeluarga di lingkungan organisasi pemerintahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KINERJA MELALUI MOTIVASI KERJA PADA PEGAWAI PEREMPUAN BERKELUARGA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan dan work-life balance terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja pada pegawai perempuan berkeluarga di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pegawai perempuan berkeluarga yang bekerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan berpengaruh positif terhadap motivasi kerja dan kinerja pegawai. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai serta mampu memediasi pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja pegawai. Sementara itu, work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja maupun kinerja pegawai, serta tidak mampu memediasi hubungan antara work-life balance dan kinerja pegawai. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan dan motivasi kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja pegawai perempuan berkeluarga di lingkungan organisasi pemerintahan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KINERJA MELALUI MOTIVASI KERJA PADA PEGAWAI PEREMPUAN BERKELUARGA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan dan work-life balance terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja pada pegawai perempuan berkeluarga di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pegawai perempuan berkeluarga yang bekerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan berpengaruh positif terhadap motivasi kerja dan kinerja pegawai. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai serta mampu memediasi pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja pegawai. Sementara itu, work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja maupun kinerja pegawai, serta tidak mampu memediasi hubungan antara work-life balance dan kinerja pegawai. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan dan motivasi kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja pegawai perempuan berkeluarga di lingkungan organisasi pemerintahan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, LINGKUNGAN KERJA DAN TUNJANGAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KOMPETENSI KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA INSPEKTORAT KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan terhadap kinerja pegawai dengan kompetensi kerja sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 61 pegawai, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kompetensi kerja terbukti mampu memoderasi pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai. Namun, kompetensi kerja tidak mampu memoderasi pengaruh lingkungan kerja dan tunjangan terhadap kinerja pegawai. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang kuat dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan transformasional sebagai faktor dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai, didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif dan sistem tunjangan yang memadai. Di sisi lain, kompetensi kerja berfungsi sebagai penguat pada hubungan tertentu, khususnya dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, LINGKUNGAN KERJA DAN TUNJANGAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KOMPETENSI KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA INSPEKTORAT KABUPATEN MALINAU

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan terhadap kinerja pegawai dengan kompetensi kerja sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 61 pegawai, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kompetensi kerja terbukti mampu memoderasi pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai. Namun, kompetensi kerja tidak mampu memoderasi pengaruh lingkungan kerja dan tunjangan terhadap kinerja pegawai. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang kuat dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan transformasional sebagai faktor dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai, didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif dan sistem tunjangan yang memadai. Di sisi lain, kompetensi kerja berfungsi sebagai penguat pada hubungan tertentu, khususnya dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DALAM PELAPORAN PAJAK DAERAH DIKABUPATEN MALINAU

2026•

ABSTRAK Penelitan ini berjdudul Kepatuhan Wajib Pajak Restoran dalam Pelaporan Pajak Daerah di Kabupaten Malinau. Dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Tingkat kepatuhan wajib pajak restoran dalam pelaporan pajak di kabupaten Malinau dan Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak restoran di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif dan empriris, merupakan dua pendekatan berbeda. Penelitian normatif menelaah norma, aturan, dan prinsip hukum. Sementara itu, penelitian empiris (sosiologis) mengkaji bagaimana hukum bekerja dalam masyarakat melalui data primer, seperti wawancara, observasi langsung, serta bukti perilaku manusia dan arsip. Implementasi pajak restoran di Kabupaten Malinau dilaksanakan berdasarkan Perda Kabupaten Malinau Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang mewajibkan usaha restoran memungut pajak dari konsumen dengan tarif maksimal 10% dari nilai transaksi. Pelaku usaha wajib mencatat omzet, melaporkan, dan menyetorkan pajak secara berkala ke kas daerah. Pemerintah daerah melalui BPKD melakukan sosialisasi, pembinaan, serta pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kendala yang dihadapi wajib pajak restoran dalam pelaporan pajak di Kabupaten Malinau antara lain masih rendahnya pemahaman pelaku usaha terhadap ketentuan dan tata cara pelaporan pajak, khususnya bagi usaha kecil dan menengah. Selain itu, banyak restoran yang belum melakukan pencatatan omzet secara tertib dan sistematis, sehingga menyulitkan perhitungan pajak yang harus dilaporkan. Kendala lain meliputi keterlambatan pelaporan akibat rendahnya kesadaran kepatuhan pajak serta keterbatasan kemampuan dalam menggunakan sistem administrasi atau pelaporan pajak, baik secara manual maupun elektronik, yang berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pelaporan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DALAM PELAPORAN PAJAK DAERAH DIKABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitan ini berjdudul Kepatuhan Wajib Pajak Restoran dalam Pelaporan Pajak Daerah di Kabupaten Malinau. Dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Tingkat kepatuhan wajib pajak restoran dalam pelaporan pajak di kabupaten Malinau dan Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak restoran di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif dan empriris, merupakan dua pendekatan berbeda. Penelitian normatif menelaah norma, aturan, dan prinsip hukum. Sementara itu, penelitian empiris (sosiologis) mengkaji bagaimana hukum bekerja dalam masyarakat melalui data primer, seperti wawancara, observasi langsung, serta bukti perilaku manusia dan arsip. Implementasi pajak restoran di Kabupaten Malinau dilaksanakan berdasarkan Perda Kabupaten Malinau Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang mewajibkan usaha restoran memungut pajak dari konsumen dengan tarif maksimal 10% dari nilai transaksi. Pelaku usaha wajib mencatat omzet, melaporkan, dan menyetorkan pajak secara berkala ke kas daerah. Pemerintah daerah melalui BPKD melakukan sosialisasi, pembinaan, serta pengawasan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kendala yang dihadapi wajib pajak restoran dalam pelaporan pajak di Kabupaten Malinau antara lain masih rendahnya pemahaman pelaku usaha terhadap ketentuan dan tata cara pelaporan pajak, khususnya bagi usaha kecil dan menengah. Selain itu, banyak restoran yang belum melakukan pencatatan omzet secara tertib dan sistematis, sehingga menyulitkan perhitungan pajak yang harus dilaporkan. Kendala lain meliputi keterlambatan pelaporan akibat rendahnya kesadaran kepatuhan pajak serta keterbatasan kemampuan dalam menggunakan sistem administrasi atau pelaporan pajak, baik secara manual maupun elektronik, yang berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pelaporan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Ketebalan Irisan Umbi Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang merah (Allium ascalonicum L.)

2026•

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan bahan obat tradisional, sehingga kebutuhannya terus meningkat setiap tahun. Namun, peningkatan tersebut belum diikuti oleh produksi yang stabil, kondisi ini menunjukkan perlunya barbaikan teknik budidaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan irisan umbi dan dosis pupuk NPK serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah ketebalan irisan umbi bawang merah yang terdiri dari empat perlakuan yaitu; P0: Tanpa pengirisan umbi, P1: Pengirisan 1/2 bagian umbi, P2: Pengirisan 1/3 bagian umbi, P3: Pengirisan 1/4 bagian umbi dan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu; N1: Dosis pupuk NPK 35 gram, N2: Dosis pupuk NPK 50 gram, N3: Dosis pupuk NPK 65 gram. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat basah, berat kering, diameter umbi dan produksi per hektarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengirisan umbi sebesar 1/3 bagian umbi mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah umbi dibandingkan tanpa pengirisan maupun pengirisan 1/2 bagian umbi. Pemberian pupuk NPK dengan dosis 50 gram menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap jumlah umbi dan berat kering dibandingkan dosis rendah 35 gram dan dosis tinggi 65 gram. Interaksi antara ketebalan irisan umbi dan dosis pupuk NPK tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Secara keseluruhan, kombinasi pengirisan umbi 1/3 bagian umbi dengan pemberian pupuk NPK dosis 50 gram memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang lebih baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Ketebalan Irisan Umbi Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang merah (Allium ascalonicum L.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan bahan obat tradisional, sehingga kebutuhannya terus meningkat setiap tahun. Namun, peningkatan tersebut belum diikuti oleh produksi yang stabil, kondisi ini menunjukkan perlunya barbaikan teknik budidaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan irisan umbi dan dosis pupuk NPK serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah ketebalan irisan umbi bawang merah yang terdiri dari empat perlakuan yaitu; P0: Tanpa pengirisan umbi, P1: Pengirisan 1/2 bagian umbi, P2: Pengirisan 1/3 bagian umbi, P3: Pengirisan 1/4 bagian umbi dan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu; N1: Dosis pupuk NPK 35 gram, N2: Dosis pupuk NPK 50 gram, N3: Dosis pupuk NPK 65 gram. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat basah, berat kering, diameter umbi dan produksi per hektarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengirisan umbi sebesar 1/3 bagian umbi mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah umbi dibandingkan tanpa pengirisan maupun pengirisan 1/2 bagian umbi. Pemberian pupuk NPK dengan dosis 50 gram menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap jumlah umbi dan berat kering dibandingkan dosis rendah 35 gram dan dosis tinggi 65 gram. Interaksi antara ketebalan irisan umbi dan dosis pupuk NPK tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Secara keseluruhan, kombinasi pengirisan umbi 1/3 bagian umbi dengan pemberian pupuk NPK dosis 50 gram memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang lebih baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN SISTEM KLASIFIKASI CITRA DAUN OBAT TRADISIONAL DAYAK KENYAH MENGGUNAKAN METODE DEEP LEARNING CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN)

2025•

Masyarakat Suku Dayak Kenyah memiliki pengetahuan turun-temurun dalam pemanfaatan tumbuhan untuk pengobatan tradisional. Namun, kemiripan morfologi antara spesies tanaman, khususnya daun, sering menjadi kendala dalam identifikasi yang akurat. Meskipun minat terhadap herbal medicine semakin meningkat, keterbatasan pemahaman mengenai tanaman obat tetap menjadi masalah, meski Indonesia memiliki lebih dari 38.000 spesies tumbuhan, dengan 2.039 di antaranya tanaman herbal. Proses klasifikasi daun obat tradisional masih dilakukan secara manual, berisiko terjadi kesalahan akibat kemiripan bentuk dan tekstur antar daun. Penelitian ini mengusulkan sistem klasifikasi citra daun obat tradisional Suku Dayak Kenyah menggunakan metode deep learning Convolutional Neural Network (CNN), dengan fokus pada daun senggani (Melastoma malabathricum L), daun jarak (Jatropha curcas), dan daun sengkubak (Pycnarrhena cauliflora). Penelitian menggunakan dataset 900 citra primer yang diproses melalui tahapan preprocessing dan augmentation hingga menghasilkan 2.340 citra. Dataset dibagi menjadi 80% data latih, 10% data validasi, dan 10% data uji. Proses analisis meliputi pembagian dataset, pelatihan model, dan evaluasi performa dengan mengamati kestabilan metrik pada data validasi dan pengujian. Hasil pelatihan model CNN dengan arsitektur MobileNetV2 menunjukkan bahwa akurasi terbaik tercapai pada epoch ke-50 dengan nilai akurasi pelatihan 100%, akurasi validasi 100%, dan validation loss sebesar 0,0565. Evaluasi terhadap data uji menunjukkan performa model sangat baik, dengan nilai precision, recall, dan F1-Score rata-rata mencapai 100% pada seluruh kategori daun serta rata-rata akurasi 100%. Namun, pengujian pada 90 data uji dari dataset luar menunjukkan penurunan performa model, dengan rata-rata precision 88%, recall 84%, dan F1-score 83%, dengan rata-rata dari akurasi per kelas 88,9% dan akurasi total model pada data uji luar dataset adalah 84,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa model CNN dengan arsitektur MobileNetV2 efektif dalam klasifikasi citra daun obat tradisional Suku Dayak Kenyah, dan dapat menjadi solusi inovatif serta standar kualitas dalam klasifikasi daun senggani, daun jarak, dan daun sengkubak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Berdasarkan Metode Job Order Costing (Studi Kasus Pada UMKM Batik Anggun Luasau)

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok produksi pada UMKM Batik Anggun Luasau serta mengevaluasi kesesuaian metode yang digunakan dengan pendekatan Job Order Costing. UMKM Batik Anggun Luasau merupakan usaha mikro yang memproduksi berbagai jenis batik, dengan salah satu produk utamanya adalah batik cap. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, ditemukan bahwa perhitungan HPP yang dilakukan oleh UMKM ini belum mencakup seluruh komponen biaya produksi, melainkan hanya memperhitungkan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dianalisis meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik baik yang bersifat variabel maupun tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan HPP yang dilakukan oleh UMKM Batik Anggun Luasau menghasilkan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan perhitungan menggunakan metode Job Order Costing. Perbedaan tersebut disebabkan oleh belum dimasukkannya seluruh elemen biaya produksi, khususnya biaya overhead pabrik kedalam perhitungan harga pokok produksinya. Perbedaan perhitungan harga pokok produksi tersebut berpengaruh pada harga jual, dimana dengan metode job order costing menghasilkan harga jual yang lebih tinggi dari pada metode yang dilakukan oleh UMKM Batik Anggun Luasau.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN SISTEM KLASIFIKASI CITRA DAUN OBAT TRADISIONAL DAYAK KENYAH MENGGUNAKAN METODE DEEP LEARNING CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masyarakat Suku Dayak Kenyah memiliki pengetahuan turun-temurun dalam pemanfaatan tumbuhan untuk pengobatan tradisional. Namun, kemiripan morfologi antara spesies tanaman, khususnya daun, sering menjadi kendala dalam identifikasi yang akurat. Meskipun minat terhadap herbal medicine semakin meningkat, keterbatasan pemahaman mengenai tanaman obat tetap menjadi masalah, meski Indonesia memiliki lebih dari 38.000 spesies tumbuhan, dengan 2.039 di antaranya tanaman herbal. Proses klasifikasi daun obat tradisional masih dilakukan secara manual, berisiko terjadi kesalahan akibat kemiripan bentuk dan tekstur antar daun. Penelitian ini mengusulkan sistem klasifikasi citra daun obat tradisional Suku Dayak Kenyah menggunakan metode deep learning Convolutional Neural Network (CNN), dengan fokus pada daun senggani (Melastoma malabathricum L), daun jarak (Jatropha curcas), dan daun sengkubak (Pycnarrhena cauliflora). Penelitian menggunakan dataset 900 citra primer yang diproses melalui tahapan preprocessing dan augmentation hingga menghasilkan 2.340 citra. Dataset dibagi menjadi 80% data latih, 10% data validasi, dan 10% data uji. Proses analisis meliputi pembagian dataset, pelatihan model, dan evaluasi performa dengan mengamati kestabilan metrik pada data validasi dan pengujian. Hasil pelatihan model CNN dengan arsitektur MobileNetV2 menunjukkan bahwa akurasi terbaik tercapai pada epoch ke-50 dengan nilai akurasi pelatihan 100%, akurasi validasi 100%, dan validation loss sebesar 0,0565. Evaluasi terhadap data uji menunjukkan performa model sangat baik, dengan nilai precision, recall, dan F1-Score rata-rata mencapai 100% pada seluruh kategori daun serta rata-rata akurasi 100%. Namun, pengujian pada 90 data uji dari dataset luar menunjukkan penurunan performa model, dengan rata-rata precision 88%, recall 84%, dan F1-score 83%, dengan rata-rata dari akurasi per kelas 88,9% dan akurasi total model pada data uji luar dataset adalah 84,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa model CNN dengan arsitektur MobileNetV2 efektif dalam klasifikasi citra daun obat tradisional Suku Dayak Kenyah, dan dapat menjadi solusi inovatif serta standar kualitas dalam klasifikasi daun senggani, daun jarak, dan daun sengkubak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI UKURAN IKAN PARI LORENG (Himantura undulata) HASIL TANGKAPAN RAWAI SENGGOL (Bottom Longline) YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PENDARATAN IKAN (TPI) SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2025•

Penelitian ini mengkaji morfometri, spesifikasi alat tangkap, dan komposisi ukuran ikan pari loreng (Himantura undulata) yang tertangkap dengan rawai senggol di perairan Tarakan dan didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai. Data dikumpulkan dari Januari hingga April 2025 pada 12 kali kesempatan pengambilan sampel menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi panjang cakram (DL), lebar cakram (DW), berat tubuh (W), dan spesifikasi teknis alat tangkap. Hasil tangkapan didominasi oleh individu dengan DL berkisar antara 71,9–80,7 cm, dengan DL maksimum yang tercatat sebesar 122 cm. Hubungan panjang–berat menghasilkan koefisien sebesar 1,6148–2,1818 (b 3), yang menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan berat; uji t mengonfirmasi bahwa b berbeda signifikan dari 3. Rawai senggol yang digunakan terdiri atas tali utama sepanjang 30 m dan tali cabang 1,5 m, masing-masing dilengkapi dengan 7 mata pancing. Menurut pedoman FAO, alat ini dianggap ramah lingkungan karena selektif terhadap ikan demersal dan memiliki kontak minimal dengan habitat dasar perairan. Temuan ini menunjukkan bahwa populasi ikan pari loreng di perairan Tarakan sebagian besar masih berada pada fase pertumbuhan, sementara individu dewasa berukuran besar relatif jarang tertangkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Dampak Customer Relationship Management (CRM) dan Pemanfaatan Teknologi serta Kreativitas Inovasi Terhadap Kinerja Bisnis melalui Media Pemasaran sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus UMKM Coffee Shop Kota Tarakan)

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Dampak Customer Relationship Management (CRM) dan pemanfaatan teknologi serta kreativitas inovasi terhadap kinerja bisnis melalui media pemasaran sebagai variabel intervening.Penelitian ini menggunakan Lima variabel, yaitu Customer Relationship Management (CRM), Teknologi informasi, kreativitas inovasi sebagai variabel independen, dan kinerja bisnis serta media pemasaran sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan data primer yang diolah menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4 dengan teknik uji validitas dan reliabilitas, deskripsi data dan uji hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Coffee shop di Kota Tarakan, dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh peneliti. Pengukuran dalam kuesioner ini menggunakan skala likert 1 sampai 5 dan penelitian ini menggunakan kuesioner berjumlah 290 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1.) Customer Relationship Management (CRM) berpengaruh positif terhadap Kinerja Bisnis. 2.) Customer Relationship Management berpengaruh positif terhadap Media Pemasaran. 3.) Teknologi Informasi berpengaruh positif terhadap Media Pemasaran. 4.) kreativitas inovasi tidak berpengaruh positif terhadap Media Pemasaran. 5.) kreativitas inovasi berpengaruh positif terhadap Kinerja Bisnis. 6.) Media Pemasaran berpengaruh positif terhadap Kinerja Bisnis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Berdasarkan Metode Job Order Costing (Studi Kasus Pada UMKM Batik Anggun Luasau)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok produksi pada UMKM Batik Anggun Luasau serta mengevaluasi kesesuaian metode yang digunakan dengan pendekatan Job Order Costing. UMKM Batik Anggun Luasau merupakan usaha mikro yang memproduksi berbagai jenis batik, dengan salah satu produk utamanya adalah batik cap. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, ditemukan bahwa perhitungan HPP yang dilakukan oleh UMKM ini belum mencakup seluruh komponen biaya produksi, melainkan hanya memperhitungkan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dianalisis meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik baik yang bersifat variabel maupun tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan HPP yang dilakukan oleh UMKM Batik Anggun Luasau menghasilkan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan perhitungan menggunakan metode Job Order Costing. Perbedaan tersebut disebabkan oleh belum dimasukkannya seluruh elemen biaya produksi, khususnya biaya overhead pabrik kedalam perhitungan harga pokok produksinya. Perbedaan perhitungan harga pokok produksi tersebut berpengaruh pada harga jual, dimana dengan metode job order costing menghasilkan harga jual yang lebih tinggi dari pada metode yang dilakukan oleh UMKM Batik Anggun Luasau.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI UKURAN IKAN PARI LORENG (Himantura undulata) HASIL TANGKAPAN RAWAI SENGGOL (Bottom Longline) YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PENDARATAN IKAN (TPI) SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji morfometri, spesifikasi alat tangkap, dan komposisi ukuran ikan pari loreng (Himantura undulata) yang tertangkap dengan rawai senggol di perairan Tarakan dan didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai. Data dikumpulkan dari Januari hingga April 2025 pada 12 kali kesempatan pengambilan sampel menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi panjang cakram (DL), lebar cakram (DW), berat tubuh (W), dan spesifikasi teknis alat tangkap. Hasil tangkapan didominasi oleh individu dengan DL berkisar antara 71,9–80,7 cm, dengan DL maksimum yang tercatat sebesar 122 cm. Hubungan panjang–berat menghasilkan koefisien sebesar 1,6148–2,1818 (b 3), yang menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan berat; uji t mengonfirmasi bahwa b berbeda signifikan dari 3. Rawai senggol yang digunakan terdiri atas tali utama sepanjang 30 m dan tali cabang 1,5 m, masing-masing dilengkapi dengan 7 mata pancing. Menurut pedoman FAO, alat ini dianggap ramah lingkungan karena selektif terhadap ikan demersal dan memiliki kontak minimal dengan habitat dasar perairan. Temuan ini menunjukkan bahwa populasi ikan pari loreng di perairan Tarakan sebagian besar masih berada pada fase pertumbuhan, sementara individu dewasa berukuran besar relatif jarang tertangkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dampak Customer Relationship Management (CRM) dan Pemanfaatan Teknologi serta Kreativitas Inovasi Terhadap Kinerja Bisnis melalui Media Pemasaran sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus UMKM Coffee Shop Kota Tarakan)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Dampak Customer Relationship Management (CRM) dan pemanfaatan teknologi serta kreativitas inovasi terhadap kinerja bisnis melalui media pemasaran sebagai variabel intervening.Penelitian ini menggunakan Lima variabel, yaitu Customer Relationship Management (CRM), Teknologi informasi, kreativitas inovasi sebagai variabel independen, dan kinerja bisnis serta media pemasaran sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan data primer yang diolah menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4 dengan teknik uji validitas dan reliabilitas, deskripsi data dan uji hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Coffee shop di Kota Tarakan, dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh peneliti. Pengukuran dalam kuesioner ini menggunakan skala likert 1 sampai 5 dan penelitian ini menggunakan kuesioner berjumlah 290 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1.) Customer Relationship Management (CRM) berpengaruh positif terhadap Kinerja Bisnis. 2.) Customer Relationship Management berpengaruh positif terhadap Media Pemasaran. 3.) Teknologi Informasi berpengaruh positif terhadap Media Pemasaran. 4.) kreativitas inovasi tidak berpengaruh positif terhadap Media Pemasaran. 5.) kreativitas inovasi berpengaruh positif terhadap Kinerja Bisnis. 6.) Media Pemasaran berpengaruh positif terhadap Kinerja Bisnis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail