Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Allometrik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERTUMBUHAN ALLOMETRIK DAN INDEKS KONDISI KERANG KAPAH (Meretrix meretrix) YANG TERDAPAT DI PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PERTUMBUHAN ALLOMETRIK DAN INDEKS KONDISI KERANG KAPAH (Meretrix meretrix) YANG TERDAPAT DI PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pola pertumbuhan allometrik dan indeks kondisi kerang kapah (Meretrix meretrix) yang terdapat di perairan Pantai Amal Lama, Kota Tarakan. Sampel kerang di ambil secara langsung dari lokasi penelitian dan di analisis untuk memperoleh gambaran mengenai aspek pertumbuhan organisme laut tersebut. Analisis hubungan panjang-bobot diterapkan dengan menggunakan persamaan. Hasil perhitungan memberikan informasi mengenai pola pertumbuhan serta kondisi fisiologis kerang kapah yang hidup di kawasan penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SIFAT PERTUMBUHAN IKAN MARGA Lutjanus HASIL TANGKAPAN RAWAI YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PENDARATAN IKAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pola pertumbuhan ikan marga Lutjanus khususnya kakap jenaha (Lutjanus johnii) dan kakap merah (Lutjanus argntimaculatus), yang tertangkap menggunakan alat tangkap rawai (longline) dan didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling selama tiga bulan (12 kali pengambilan sampel) . Parameter yang diamati meliputi panjang total, panjang standar, panjang cagak, berat tubuh ikan, serta kualitas air (suhu, pH, salinitas, dan kecerahan). Hasil analisis hubungan panjang-berat menunjukkan bahwa kedua spesies memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif (b 3), yang berarti pertmbuhan panjang lebih dominan dibanding peningkatan berat tubuh. Nilai faktor kondisi (Kn) berkisar 0,83 – 1,29 pada kakap jenaha dan 0,70 – 1,39 pada kakap merah; nilai Kn diatas 1 menandakan kondisi tubuh baik. Seluruh parameter kalitas air berada dalam kisaran yang sesuai bagi kehidupan ikan, namun variasi pertumbuhan diduga dipengaruhi faktor lain seperti ketersediaan pakan dan kepadatan populasi. Temuan ini menjadi sumber informasi awal untuk mendukung upaya pengelolaan perikanan kakap secara berkelanjutan di wilayah pesisir Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI UKURAN IKAN PARI LORENG (Himantura undulata) HASIL TANGKAPAN RAWAI SENGGOL (Bottom Longline) YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PENDARATAN IKAN (TPI) SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji morfometri, spesifikasi alat tangkap, dan komposisi ukuran ikan pari loreng (Himantura undulata) yang tertangkap dengan rawai senggol di perairan Tarakan dan didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai. Data dikumpulkan dari Januari hingga April 2025 pada 12 kali kesempatan pengambilan sampel menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi panjang cakram (DL), lebar cakram (DW), berat tubuh (W), dan spesifikasi teknis alat tangkap. Hasil tangkapan didominasi oleh individu dengan DL berkisar antara 71,9–80,7 cm, dengan DL maksimum yang tercatat sebesar 122 cm. Hubungan panjang–berat menghasilkan koefisien sebesar 1,6148–2,1818 (b 3), yang menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan berat; uji t mengonfirmasi bahwa b berbeda signifikan dari 3. Rawai senggol yang digunakan terdiri atas tali utama sepanjang 30 m dan tali cabang 1,5 m, masing-masing dilengkapi dengan 7 mata pancing. Menurut pedoman FAO, alat ini dianggap ramah lingkungan karena selektif terhadap ikan demersal dan memiliki kontak minimal dengan habitat dasar perairan. Temuan ini menunjukkan bahwa populasi ikan pari loreng di perairan Tarakan sebagian besar masih berada pada fase pertumbuhan, sementara individu dewasa berukuran besar relatif jarang tertangkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN TEMBANG (Sardinella sp.) HASIL TANGKAPAN PERIKANAN GILLNET DI PERAIRAN PULAU TARAKAN

2023•

Kota Tarakan di provinsi di Kalimantan Utara sebagai kota produsen ikan laut dengan ragam hasil tangkapan dan alat tangkap yang digunakan. Salah satu hasil tangkapan adalah ikan tembang (Sardinella sp) yang memiliki nilai ekonomis dan dimanfaatkan secara intensif sehingga perlu pengelolahan penangkapan yang baik dan berdasarkan informasi ilmiah aspek biologinya. Penelitian bertujuan menentukan hubungan panjang berat yang mendeskripsikan sifat pertumbuhan Sardinella sp. Pengambilan sampel Sardinella sp secara purposive sampling hasil tangkapan alat tangkap gillnet dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2022 dengan total 8 kali sampling pada periode spring tide. Hasil analisis panjang total dan berat didapatkan persamaan eksponensial dan linier logistik y = 0,0614.x2,3247 dan y= 2,3247x-1,2121 dengan nilai determinasi (R2) sebesar 0,9051. Analisis panjang standar dan berat didapatkan persamaan eksponensial dan linier logistik y = 0,1076x2,3256 dan y= 2,3256x-0,9683 dengan nilai R2=0,9039. Hasil dari analisis panjang cagak dan berat ikan tembang yang didapatkan dalam persamaan eksponensial dan linier yaitu y= 0,0914x2,2331 dan y= 2,3231x-1,0389 dengan nilai R2=0,9014. Pola pertumbuhan pada ikan tembang memiliki sifat allometrik negatif dengan nilai b=2,3247.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi Ukuran Dan Hubungan Panjang Berat Ikan Selar Tetengkek (Megalspis cordyla) Hasil Tangkap Pancing Ulur Di Perairan Pulau Bunyu

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selar tetengkek merupakan salah satu jenis ikan hasil tangkapan para nelayan di Pulau Bunyu. Alat tangkap yang digunakan nelayan yaitu pancing ulur/tangan (head line). Ikan selar tetengkek termasuk ikan pelagis kecil yang tergolong ke dalam ikan karnivora dan menjadi salah satu sumberdaya perikanan yang memilikinilai ekologis dan ekonomis. Tujuan penelitian yaitu menjelaskan komposisi ukuran panjang total, panjang standar dan berat dengan pendekatan distribusi ferkuensi ukuran dan menjelaskan secara deskriptif kuantitatif hubungan panjang berat dengan pendekatan regresi pola kubik. Penelitian dilakukan di perairan Pulau Bunyu selama 3 bulan terhitung dari persiapan hingga telaksananya penelitian pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2022. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengambil ikan dari nelayan pancing ulur di perairan Pulau Bunyu. Komposisi ukuran panjang total terbentuk 9 kelas dengan kisaran ukuran 25,0-55,7cm pada ukuran panjang standar 21,0-48,7cm dan berat 100,0- 1355,9 gram.Hubungan panjang total dan berat memiliki nilai b=2,876 yaitu allometrik negatif, pada hubungan panjang standar memiliki nilai b=2,853 yang bermakna allometrik negatif dan hubungan panjang cagak memiliki nilai b=2,917 yaitu allometrik negatif, yang memiliki makna bahwa pertambahan berat lebih lambat dibandingkan pertambahan panjangnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ESTIMASI ASPEK PERTUMBUHAN IKAN ARUT (Pomadasys sp.) HASIL TANGKAPAN RAWAI DASAR (Bottom Longline) DI PERAIRAN TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nelayan Kota Tarakan menggunakan alat tangkap rawai dasar (bottom longline) dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan, dengan hasil tangkapan utama ikan arut (Pomadasys sp.). Data ilmiah terkait dengan rawai dan hasil tangkapannya, sangat penting sebagai dasar dalam pengelolaan sumberdaya perikanan lestari dan berkelanjutan. Aspek yang menjadi fokus riset adalah menguraikan model pertumbuhan panjang infinitif (L∞), koefisien pertumbuhan (K) dan umur teoritis ikan (tᴏ), serta menjelaskan sifat pertumbuhan dengan pendekatan hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan arut (Pomadasys sp). Penelitian ini menggunakan metode deskritif kuantitatif dengan metode purposive sampling. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan mulai dari Januari 2023 – Februari 2023. Total sampel yang telah diteliti sebanyak 219 ekor ikan dengan perhitungan 20 kg per sampling dengan 8 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan model pertumbuhan von Bertalanffy pada sampel ikan arut (Pomadasys. sp) menghasilkan persamaan Lt = 109.526{ 1 - 2.71828 -0.0194( t - 0.823 ) }. Hubungan panjang berat ikan arut (Pomadasys. sp) bersifat allometrik negatif dan memiliki faktor kondisi nilai 1 atau mendekati 1 yang menunjukkan bahwa kondisi ikan arut (Pomadasys. sp) dalam kondisi atau bentuk tubuh yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTER MORFOMETRIK MERISTIK DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN SELABGAT (Anodontostoma sp.) HASIL TANGKAPAN GILLNET DI PERAIRAN TANJUNG AHUS

2022•

Ikan selangat pada umumnya hidup di pesisir lautan dan tergolong ikan demersal yaitu ikan yang hidup dan makan di dasar laut dan sungai. Penangkapannya menggunakan purse seine, payang, jermal, jaring insang dan pukat tepi serta jaring dogol, namun penelitian ini menggunakan alat tangkap Gillnet. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerangkan ciri / karakteristik morfometrik meristik dan rasio ukurannya serta menguraikan dan menjelaskan Hubungan Panjang Berat (HPB) yang mendeskripsikan sifat pertumbuhan. Penelitian ini mengunakan metode pendekatan deksriptif kualitatif dan kuantitatifdengan kegiatan observasi. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan dari bulan Desember 2021 sampai Januari 2022. Pengukuran morfometrik sampel ikan selangat terhadap total sampel sebanyak 24 ekor dengan penghitungan sampel 3 ekor pada setiap sampling selama penelitian dilakukan 8 kali sampling. Penghitungan analisa hubungan panjang berat menggunakan total sampel sebanyak 2290 sampel ikan selangat (Anodontostoma sp.). Hasil penelitian ini terdapat 24 karakter morfometrik dan 7 karakter meristik. Ukuran Panjang Cagak (PC) dan Panjang Baku (PB) sebesar 0.8 kali dari Panjang Total (PT). Hubungan panjang berat ikan selangat menunjukan pertumbuhan allometrik positif. Pengukuran kualitas air di lokasi penelitian masih cukup baik dan dapat mendukung kehidupan ikan, khususnya bagi kehidupan ikan selangat (Anodontostoma sp). Selangat fish (Anodontostoma sp.) generally inhabit the coastal waters amd are classified as demersal fish, that inhabit and eat on the bottom of the sea and are rivers. They are caught using purse seine, drif gillnet, trawl, gillnet and edge trawl and Danish seine, but this study made use off gillnet fishing gear. This study aims to analyse and determine the morphometric caracteristics of the Selangat fish, their size ratio, and explain the Length-Weight Relationship (LWR) which helps to describe the nature of growth. The descriptive qualitative and qualitative research methods with observation was carried out. The present study was conducted for two months, from Desember 2021 to January 2022. Morphometric measurement was teken on 24 Selangat fish samples with 3 fish counted at each sampling. There were a total of 8 sampling times during the study. Calculation of the length-weight relationship analysis used a total sample of 2290 Selangat fish (Anodontostoma sp.). the result of this study determined 24 morphometric and 7 meristic characteristics. The fork legth (FL) and standard legth (SL) was 0.8 times the total legth (TL). The legth-weight relationship of Selangat fish showed positive allometric growth. Regarding the measurement result, the water quality is classified as sufficient and can support fish life, especially for Selangat fish (Anodontostoma sp.).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail