Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Komposisi Ukuran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI UKURAN IKAN PARI LORENG (Himantura undulata) HASIL TANGKAPAN RAWAI SENGGOL (Bottom Longline) YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PENDARATAN IKAN (TPI) SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji morfometri, spesifikasi alat tangkap, dan komposisi ukuran ikan pari loreng (Himantura undulata) yang tertangkap dengan rawai senggol di perairan Tarakan dan didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai. Data dikumpulkan dari Januari hingga April 2025 pada 12 kali kesempatan pengambilan sampel menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi panjang cakram (DL), lebar cakram (DW), berat tubuh (W), dan spesifikasi teknis alat tangkap. Hasil tangkapan didominasi oleh individu dengan DL berkisar antara 71,9–80,7 cm, dengan DL maksimum yang tercatat sebesar 122 cm. Hubungan panjang–berat menghasilkan koefisien sebesar 1,6148–2,1818 (b 3), yang menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan berat; uji t mengonfirmasi bahwa b berbeda signifikan dari 3. Rawai senggol yang digunakan terdiri atas tali utama sepanjang 30 m dan tali cabang 1,5 m, masing-masing dilengkapi dengan 7 mata pancing. Menurut pedoman FAO, alat ini dianggap ramah lingkungan karena selektif terhadap ikan demersal dan memiliki kontak minimal dengan habitat dasar perairan. Temuan ini menunjukkan bahwa populasi ikan pari loreng di perairan Tarakan sebagian besar masih berada pada fase pertumbuhan, sementara individu dewasa berukuran besar relatif jarang tertangkap.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi dan Ukuran Pertama Tertangkap Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp) Hasil Tangkapan Rawai (Longline) Yang Didaratkan Di Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan memiliki karakter pulau kecil dengan kegiatan perikanan tangkap yang dominan dilakukan oleh masyarakat Tarakan dengan profesi sebagai nelayan. Terdapat banyak lokasi sebagai tempat pendaratan ikan oleh nelayan Tarakan dengan ragam alat tangkap, salah satunya alat tangkap salah satunya rawai dasar. Rawai dasar merupakan alat tangkap yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan pelagis kecil dan demersal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi ukuran (panjang total, panjang standar dan berat) serta menjelaskan ukuran pertama tertangkap (Lc) ikan kakap merah (Lutjanus sp) hasil tangkapan rawai di perairan Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Febuari 2023 dengan lokasi sampling di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Kelurahan Selumit Pantai Tarakan. Pengambilan sampel ini dilakukan sebanyak 8 kali sampling dengan metode purposive sampling. Sampel adalah ikan kakap merah (Lutjanus sp) dengan jumlah total sebanyak 302 ekor. Hasil penelitian menunjukkan pengukuran sampel ikan kakap merah mempunyai panjang yang paling dominan dengan ukuran 27.9 – 34.2 cm (total), panjang standar memiliki nilai frekuensi tertinggi dengan ukuran berkisar 22.4 – 27.7 cm (PS) dan selang berat total ikan yang lebih dominan pada ukuran berat 165 – 853.0 gram. Hasil pengukuran pertama kali tertangkap (Lc) pada sampel ikan kakap merah (Lutjanus sp) diperoleh nilai ukuran panjang pertama kali tertangkap (Lc) sebesar 23.1 cm dengan nilai frekuensi ikan pertama kali tertangkap dalam kelas panjang (Fc) tertinggi yaitu 0.02294. Hasil analisis regresi ukuran panjang pertama kali tertangkap (Lc) ikan kakap merah (Lutjanus sp) diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.5158.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi Ukuran Dan Hubungan Panjang Berat Ikan Selar Tetengkek (Megalspis cordyla) Hasil Tangkap Pancing Ulur Di Perairan Pulau Bunyu

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selar tetengkek merupakan salah satu jenis ikan hasil tangkapan para nelayan di Pulau Bunyu. Alat tangkap yang digunakan nelayan yaitu pancing ulur/tangan (head line). Ikan selar tetengkek termasuk ikan pelagis kecil yang tergolong ke dalam ikan karnivora dan menjadi salah satu sumberdaya perikanan yang memilikinilai ekologis dan ekonomis. Tujuan penelitian yaitu menjelaskan komposisi ukuran panjang total, panjang standar dan berat dengan pendekatan distribusi ferkuensi ukuran dan menjelaskan secara deskriptif kuantitatif hubungan panjang berat dengan pendekatan regresi pola kubik. Penelitian dilakukan di perairan Pulau Bunyu selama 3 bulan terhitung dari persiapan hingga telaksananya penelitian pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2022. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengambil ikan dari nelayan pancing ulur di perairan Pulau Bunyu. Komposisi ukuran panjang total terbentuk 9 kelas dengan kisaran ukuran 25,0-55,7cm pada ukuran panjang standar 21,0-48,7cm dan berat 100,0- 1355,9 gram.Hubungan panjang total dan berat memiliki nilai b=2,876 yaitu allometrik negatif, pada hubungan panjang standar memiliki nilai b=2,853 yang bermakna allometrik negatif dan hubungan panjang cagak memiliki nilai b=2,917 yaitu allometrik negatif, yang memiliki makna bahwa pertambahan berat lebih lambat dibandingkan pertambahan panjangnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI UKURAN DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT UDANG GALAH (Macrobrachium. spp) HASIL TANGKAPAN BUBU DI SUNGAI KAYAN KABUPATEN BULUNGAN

2023•

Macrobrachium. spp atau biasa disebut dengan udang galah memiliki nilai harga ekonomis yang tinggi dibandingkan dengan jenis udang tawar lainnya. Keberadaan spesies ini menjadi sesuatu yang harus dipertahankan sehingga upaya konservasi terhadap lingkungan biologi menjadi faktor penting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi ukuran dan hubungan panjang berat udang galah (Macrobrachium. spp) yang tertangkap oleh alat tangkap bubu di sungai Kayan Kabupaten Bulungan. Metode penelitian secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan survei dan observasi. Metode pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling dilakukan di sungai Kayan dan pos penjualan udang galah daerah Tanjung Palas selama 2 bulan (februari – Maret 2023) dengan total sampel sebanyak 360 ekor. Pengamatan dan pengukuran sampel menghasilkan data berupa Panjang Total (PT), Berat (B), Panjang Karapas (PKr), dan Panjang Abdomen (PAb). Hasil analisa data komposisi ukuran diketahui terbentuk 9 kelas dengan kisaran kelas, ukuran panjang total 8,4 – 26,3 cm, panjang karapas 2,9 – 10,0 cm, panjang abdomen 5,4 – 14,3 dan komposisi berat 25,4 – 254,8 gram. Pertumbuhan udang galah sampel total, jantan dan betina bersifat allometrik positif. Sifat pertumbuhan pada udang galah jantan maupun betina yaitu pertambahan berat lebih cepat dibandingkan dengan panjang atau ekspresi bentuk tubuh udang galah selama penelitian cenderung gemuk atau montok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi jenis dan ukuran hasil tangkapan pada alat tangkap bubu dasar di perairan muara desa tepian kecamatan sembakung kabupaten nunukan

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan ukuran hasil tangkapan pada alat tangkap bubu dasar di perairan Muara Desa Tepian Sembakung. Alat tangkap bubu dasar (Bottom Fish Plots) di operasikan secara pasif dengan mengikuti arus. Unit penangkapan kapal yang digunakan pada penelitian ini yaitu kapal berjenis dimensi ( p x l x d ) berukuran (5,5 x 0,95 x 0,95 ) dan menggunakan mesin 5 PK. Ukuran panjang badan bubu yaitu 83 cm, lebar 24 cm, diameter lingkaran 23. Hasil tangkapan utama yaitu udang galah berdasarkan bobot 92% dan jumlah individu 97%, hasil tangkapan sampingan yaitu 0%, hasil tangkapan buangan terdiri dari tiga jenis denga total bobot 8% dan berdasarkan ukuran individu yaitu 3%. Hasil penelitian menunjukan bahwa bubu dasar di perairan muara Desa Tepian Sembakung termasuk dalam kategori selektif. Ukuran hasil tangkapan udang galah didominasi oleh yuwana yaitu 85% dan dewasa 15%. Disebabkan oleh ukuran mata jaring alat tangkap yang digunakan sangat kecil sehingga udang-udang yuwana yang masuk tidak dapat lolos keluar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail