ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sungai Kayan berada Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Sungai ini merupakan salah satu sungai terbesar yang memiliki peran penting bagi masyarakat sekitarnya baik dari segi ekonomi, sosial, maupun ekologi. Pemanfaatannya seperti sarana transportasi, perikanan, pertanian, sumber air bersih, pariwisata dan rekreasi, dari kegiatan masyarakat tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya pencemaran yang berdampak pada penurunan kualitas air Sungai Kayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan Indeks Pencemaran (IP) Sungai Kayan berdasarkan parameter fisika, kimia dan biologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini deskriptif kuantitatif. Lokasi pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun mengunakan metode purposive sampling dan metode grab sampling lokasi Stasiun 1 terletak di Tanjung Palas, Stasiun 2 terletak di Tugu Cinta Damai, Stasiun 3 terletak di kawasan Instalasi PDAM dan Stasiun 4 di Selimau. Pengambilan sampel dilakukan pada waktu pagi dan sore hari dengan parameter fisika (suhu, kekeruhan, TSS dan TDS), kimia (pH, DO, BOD, COD, nitrat, fosfat, dan MBAS) dan biologi (E.coli). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Kayan berpengaruh terhadap kualitas air Sungai Kayan hal ini berdasarkan pada nilai indeks pencemaran menunjukkan bahwa kualitas air di pengambilan pagi dan sore pada Stasiun 1 nilai IP 3,79 dan 3,91. Stasiun 2 nilai IP 3,55 dan 3,78. Stasiun 3 nilain IP 3,63 dan 4,98 kategori cemar ringan sedangkan Stasiun 4 masuk dalam kategori cemar sedang dan cemar ringan dengan nilai IP 5,86 dan 4,66 . Nilai Indeks Kualitas Air (IKA) yaitu 47,5 kondisi tersebut termasuk kategori kurang. Berdasarkan hasil penelitian perlu dilakukan pengelolaan dan monitoring secara berkelanjutan terhadap Sungai Kayan agar pemanfaatannya tidak menimbulkan resiko.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selama sepuluh tahun terakhir, hasil tangkapan ikan di Perairan Sungai Kayan, Desa Mara I, mengalami penurunan signifikan. Hal ini diduga disebabkan oleh penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan oleh sebagian masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan kompsosisi hasil tangkapan menggunakan rawai dan jaring insang, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengelolaan dan pengembangan perikanan di Perairan Sungai Kayan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, serta teknik sampling total sampling untuk mengumpulkan data tangkapan ikan. Berdasarkan hasil penelitian, komposisi jenis tangkapan di perairan Mara I meliputi 183 ekor ikan, dengan 70 ekor berasal dari alat tangkap rawai dan 113 ekor dari jaring insang. Jenis ikan yang paling dominan tertangkap oleh alat tangkap rawai adalah ikan Patin dengan persentase sebesar 89%, sementara ikan Salap menjadi dominan pada jaring insang dengan persentase sebesar 60%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa alat tangkap rawai cenderung menghasilkan tangkapan utama berupa ikan Patin, sedangkan jaring insang lebih banyak menangkap ikan Salap. Hasil tangkapan sampingan juga menunjukkan variasi jenis ikan yang berbeda antara kedua alat tangkap, namun tidak ditemukan adanya hasil tangkapan buangan. Temuan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi perikanan di Perairan Sungai Kayan dan dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan di daerah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sungai Kayan, yang menghubungkan Kabupaten Malinau dan Kabupaten Bulungan, memiliki peranan penting bagi masyarakat setempat, terutama dalam aktivitas pertanian, perikanan, dan kegiatan sehari-hari. Namun, terjadi penurunan hasil tangkapan ikan yang diduga disebabkan oleh penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman ikan di Sungai Kayan Desa Mara I sebagai langkah awal untuk mendukung pelestarian jenis ikan dan sebagai informasi awal untuk kebijakan pengelolaan kawasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2024 menggunakan tiga alat tangkap, yaitu rawai, gillnet, dan tangguk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 527 ekor ikan berhasil diidentifikasi dan didistribusikan ke dalam 1 filum, 3 kelas, 6 ordo, 6 famili, dan 8 genus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat keanekaragaman ikan yang cukup signifikan di Sungai Kayan Desa Mara I, namun kondisi ini memerlukan perhatian lebih lanjut terkait upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan sungai tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Ikan patin merupakan salah satu ikan air tawar anggota famili Pangasiade. Saat ini penelitian mengenai ikan patin di Indonesia masih minim dilakukan dan untuk di Kalimantan Utara belum pernah dilakukan khususnya dari DNA barcoding. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terkait DNA barcoding khususnya pada ikan patin di sekitar Kelurahan Tanjung Palas Privinsi Kalimantan Utara diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan acuan mengenai jenis pada ikan patin. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi spesies ikan patin secara akurat dalam upaya membantu konservasi ikan patin dari Sungai Kayan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepastian nama spesies ikan patin yang ada di Sungai Kayan, Kelurahan Tanjung Palas, Provinsi Kalimantan Utara berdasarkan karakter morfologi dan molekulernya. Morfologi diamati dengan membedakan bentuk tubuh, bentuk ekor, warna tubuh dan bentuk mata, selanjutnya diidentifikasi karakter molekuler melalui proses ekstraksi DNA, uji konsentrasi dan kemurnian, amplifikasi dengan PCR, elektroforesis dan sekuensing. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan genus Pangasius dengan karakter morfologi bentuk tubuh yang memanjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiruan. Ikan ini juga tidak memiliki sisik dan memiliki kepala berukuran relatif kecil dibandingkan dengan badannya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ikan patin yang diidentifikasi secara molekuler merupakan ikan patin dari genus Pangasius dengan hasil persentase kemiripan pada Pangasius nasutus 94,75%, Pangasius hypophthaimus 90,80%, dan Pangasius micrinemus 92,86%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam kumpulan cerpen Anak Bulan Turun Ke Sungai Kayan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik dalam kumpulan cerpen Anak Bulan Turun Ke Sungai Kayan Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan membaca cerpen, identifikasi, klasifikasi, interpretasi dan inferensi. Adapun hasil dari penelitian ini ialah; Tema dari kumpulan cerpen Anak Bulan Turun Ke Sungai Kayan ialah budaya panen, makhluk halus, covid-19, monyet bekantan, kesetiaan pada perahu. Latar tempat dalam kumpulan cerpen Anak Bulan Turun Ke Sungai Kayan yaitu rumah, teras rumah, jalanan, sungai, balai pertemuan, sekolah, ruang guru, ruang kelas, hutan, ladang, lapangan, jembatan, kamar, dapur, dermaga, istana kesultanan bulungan. Latar waktu yaitu pagi, siang sore dan malam. Latar suasana yaitu gembira, heran, takut, kaget, senang, sedih, bingung, cemas, penasaran, kecewa. Tokoh dalam kumpulan cerpen Anak Bulan Turun Ke Sungai Kayan yaitu terdiri dari 21 tokoh. Alur dalam kumpulan cerpen Anak Bulan Turun Ke Sungai Kayan yaitu alur maju dan campuran. Sudut pandang dalam kumpulan cerpen Anak Bulan Turun Ke Sungai Kayan yaitu orang pertama dan ketiga. Amanat dapat disimpulkan bahwa dalam kumpulan cerpen Anak Bulan Turun Ke Sungai Kayan terdapat pesan-pesan moral dalam cerita tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Macrobrachium. spp atau biasa disebut dengan udang galah memiliki nilai harga ekonomis yang tinggi dibandingkan dengan jenis udang tawar lainnya. Keberadaan spesies ini menjadi sesuatu yang harus dipertahankan sehingga upaya konservasi terhadap lingkungan biologi menjadi faktor penting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi ukuran dan hubungan panjang berat udang galah (Macrobrachium. spp) yang tertangkap oleh alat tangkap bubu di sungai Kayan Kabupaten Bulungan. Metode penelitian secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan survei dan observasi. Metode pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling dilakukan di sungai Kayan dan pos penjualan udang galah daerah Tanjung Palas selama 2 bulan (februari – Maret 2023) dengan total sampel sebanyak 360 ekor. Pengamatan dan pengukuran sampel menghasilkan data berupa Panjang Total (PT), Berat (B), Panjang Karapas (PKr), dan Panjang Abdomen (PAb). Hasil analisa data komposisi ukuran diketahui terbentuk 9 kelas dengan kisaran kelas, ukuran panjang total 8,4 – 26,3 cm, panjang karapas 2,9 – 10,0 cm, panjang abdomen 5,4 – 14,3 dan komposisi berat 25,4 – 254,8 gram. Pertumbuhan udang galah sampel total, jantan dan betina bersifat allometrik positif. Sifat pertumbuhan pada udang galah jantan maupun betina yaitu pertambahan berat lebih cepat dibandingkan dengan panjang atau ekspresi bentuk tubuh udang galah selama penelitian cenderung gemuk atau montok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Habitat Ikan di perairan sungai kayan kecamatan peso dapat dikatakan masih berlimpah dengan bebrapa jenis, salah satunya jenis ikan Tor soro yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga ikan ini dijadikan tangkapan target oleh nelayan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Habitat dan Karakteristik morfometrik, meristik ikan Tor soro di Daerah Sungai Kayan Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Metode Analisis dan deskripsi dengan penerapan dari metode ini mengumpulkan data secara primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habitat Ikan Tor soro yang mendiami perairan Sungai Kayan dengan kondisi perairan jernih, dasar arus deras, substrat bebatuan, memiliki kualitas perairan seperti Suhu 26oC, derajat keasaman (pH) 7.5, kandungan oksigen terlarut (DO) 15.2 mg/l, kebutuhan oksigen biokimiawi (BOD) 0.6 mg/l, Total Suspended Solid (TSS) 0.054 mg/l, Nitrat (NO3-) 0.11 mg/l, Nitrit (NO2-) 0.002 mg/l, Fosfat 0.05 mg/l, serta terdapat 24 karakteristik morfometrik dan 5 karakteristik meristik ikan Tor soro. Pada karakter morfometrik ikan yang menjadi sampel memiliki panjang total (PT) 56.6 cm dengan panjang standar (PS) 41 cm dan karakter meristik menunjukkan bahwa ikan Tor soro memiliki rumus jari-jari sirip dorsal D I.8, sirip anal A I.5, sirip pectoral P I.8, sirip pelvic P I.7, dan sirip caudal C II.20 sehingga dalam identifikasi menunjukkan bahwa ikan Tor soro yang diidentifikasi selama penelitian berasal dari family Cyprinidae sp dengan spesies Tor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Ikan asing/Invasif merupakan suatu jenis ikan yang bukan berasal dari habitat asli atau daerah sebaran zoogeografisnya. Sungai Kayan memiliki peran yang sangat penting dalam aspek perikanan karena banyak menyimpan kekayaan ikan yang beranekaragam jenis baik itu ikan endemik maupun invasi Keberadaan ikan invasif di suatu wilayah perairan di akibatkan oleh campur tangan manusia secara sengaja atau pun tidak sengaja. tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui spesies ikan invasif serta menyediakan data dasar untuk keberlanjutan pengelolaan sumber daya ikan air tawar, Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Objek utamanya adalah jenis ikan invasif yang tertangkap di Sungai Kayan Kabupaten Bulungan, selain itu pengukuran morfometrik meristik. Kemudian selanjutnya dilakukan penentuan spesies ikan invasif , identifikasi menggunakan buku panduan identifikasi FAO,1984.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Ikan patin (Pangasius djambal), patin Sungai Kayan (Pangasius rheopilus) dan tembaring (Lutjanus goldiei) adalah jenis ikan yang sering ditemukan di perairan Sungai Kayan, namun keberadaannya yang semakin sulit ditemukan. Hal menarik lainnya, telah ditemukan jenis lain dari ikan-ikan tersebut sehingga diperlukan suatu kajian terhadap potensi ikan sebagi introduksimaupun native. Tujuan penelitan untuk mengidentifikasi morfometrik dan meristik serta adanya indikasi introduksi meupun nativespesies dari jenis-jenis tersebut. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, sejak Maret hingga April 2020, di sungai Kayan Kabupaten Bulungan.Metode yang digunakan berupa pengukuran morfometrik meristik pada bagian tubuh ikan.Selain itu, juga mengidentifikasi bentuk ekor, organ tambahan, bentuk sisik dan letak mulut.Identifikasi menggunakan buku panduan identifikasi FAO, 1984.