BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum pelaku usaha kuliner atas kerugian akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial, serta menganalisis reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial sebagai perbuatan melawan hukum dan mengetahui bentuk pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner terhadap kerugian yang dialami pelaku usaha kuliner. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual yang didukung sumber bahan hukum yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reviu negatif tidak secara otomatis merupakan reviu destruktif yang menimbulkan akibat hukum karena pada dasarnya merupakan bentuk kebebasan berpendapat dan hak konsumen untuk menyampaikan pengalaman terhadap barang dan/atau jasa yang digunakan. Reviu dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum apabila memenuhi unsur adanya perbuatan, sifat melawan hukum, kesalahan, kerugian, serta hubungan kausal antara reviu yang disebarluaskan dengan kerugian pelaku usaha kuliner. Pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner dapat ditempuh melalui dua bentuk, yaitu pertanggungjawaban secara perdata dengan mekanisme penyelesaian litigasi maupun non litigasi (penyelesaian sengketa alternatif), dan pertanggungjawaban secara pidana jika unsur terpenuhi. Oleh karena itu penelitian ini memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi pelaku usaha yang dirugikan akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum pelaku usaha kuliner atas kerugian akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial, serta menganalisis reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial sebagai perbuatan melawan hukum dan mengetahui bentuk pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner terhadap kerugian yang dialami pelaku usaha kuliner. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual yang didukung sumber bahan hukum yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reviu negatif tidak secara otomatis merupakan reviu destruktif yang menimbulkan akibat hukum karena pada dasarnya merupakan bentuk kebebasan berpendapat dan hak konsumen untuk menyampaikan pengalaman terhadap barang dan/atau jasa yang digunakan. Reviu dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum apabila memenuhi unsur adanya perbuatan, sifat melawan hukum, kesalahan, kerugian, serta hubungan kausal antara reviu yang disebarluaskan dengan kerugian pelaku usaha kuliner. Pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner dapat ditempuh melalui dua bentuk, yaitu pertanggungjawaban secara perdata dengan mekanisme penyelesaian litigasi maupun non litigasi (penyelesaian sengketa alternatif), dan pertanggungjawaban secara pidana jika unsur terpenuhi. Oleh karena itu penelitian ini memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi pelaku usaha yang dirugikan akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PENIPUAN MELALUI TRANSAKSI ELEKTRONIK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan praktik transaksi elektronik. namun diiringi dengan maraknya tindak pidana penipuan. salah satunya melalui platform trading binary option ilegal seperti Binomo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi korban penipuan melalui transaksi elektronik dan upaya pemenuhan hak-hak korban. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi korban diatur dalam Pasal 28 ayat (1) UU ITE jo. Pasal 45 ayat (1) dan Pasal 378 KUHP. Upaya perlindungan dilakukan secara preventif melalui sosialisasi dan peningkatan keamanan siber. serta secara represif melalui penegakan hukum dan pemberian sanksi pidana. Analisis putusan Pengadilan Negeri atas nama Indra Kenz (Putusan 117/Pid.Sus/2022/PT Banten) menunjukkan penerapan sanksi bagi pelaku serta upaya pengembalian aset kepada korban. Namun. diperlukan pengaturan yang lebih komprehensif mengenai pidana tambahan untuk memulihkan kerugian korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kerangka hukum telah ada. efektivitas perlindungan korban masih memerlukan penegakan hukum yang optimal dan kesadaran masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PENIPUAN MELALUI TRANSAKSI ELEKTRONIK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan praktik transaksi elektronik. namun diiringi dengan maraknya tindak pidana penipuan. salah satunya melalui platform trading binary option ilegal seperti Binomo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi korban penipuan melalui transaksi elektronik dan upaya pemenuhan hak-hak korban. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi korban diatur dalam Pasal 28 ayat (1) UU ITE jo. Pasal 45 ayat (1) dan Pasal 378 KUHP. Upaya perlindungan dilakukan secara preventif melalui sosialisasi dan peningkatan keamanan siber. serta secara represif melalui penegakan hukum dan pemberian sanksi pidana. Analisis putusan Pengadilan Negeri atas nama Indra Kenz (Putusan 117/Pid.Sus/2022/PT Banten) menunjukkan penerapan sanksi bagi pelaku serta upaya pengembalian aset kepada korban. Namun. diperlukan pengaturan yang lebih komprehensif mengenai pidana tambahan untuk memulihkan kerugian korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kerangka hukum telah ada. efektivitas perlindungan korban masih memerlukan penegakan hukum yang optimal dan kesadaran masyarakat.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) sebagai katalis heterogen dalam produksi biodiesel dari minyak jelantah melalui proses transesterifikasi. Cangkang dikalsinasi pada suhu 600°C dan 750°C serta dibandingkan dengan sampel tanpa kalsinasi. Sintesis biodiesel dilakukan dengan rasio berat jelantah terhadap metanol 5:1 menggunakan katalis sebanyak 2% dari berat minyak, direaksikan dengan refluks pada suhu 60°C selama 3 jam. Biodiesel yang dihasilkan dianalisis melalui uji rendemen, densitas, viskositas dan karakteristik nyala. Hasil menunjukkan bahwa kalsinasi suhu tinggi berhasil mengubah CaCO3 menjadi CaO yang aktif secara katalitik. Spektrum FTIR menunjukkan bahwa sampel 750°C menampilkan puncak khas Ca-O, menandakan konversi sempurna dari CaCO3. Biodiesel dari katalis non-kalsinasi menghasilkan rendemen tertinggi (10,09%), namun suhu 600°C memberikan hasil densitas dan viskositas paling sesuai dengan standar. Studi ini menunjukkan bahwa cangkang kerang temberungun memiliki potensi sebagai katalis ramah lingkungan dan ekonomis dalam produksi biodiesel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) sebagai katalis heterogen dalam produksi biodiesel dari minyak jelantah melalui proses transesterifikasi. Cangkang dikalsinasi pada suhu 600°C dan 750°C serta dibandingkan dengan sampel tanpa kalsinasi. Sintesis biodiesel dilakukan dengan rasio berat jelantah terhadap metanol 5:1 menggunakan katalis sebanyak 2% dari berat minyak, direaksikan dengan refluks pada suhu 60°C selama 3 jam. Biodiesel yang dihasilkan dianalisis melalui uji rendemen, densitas, viskositas dan karakteristik nyala. Hasil menunjukkan bahwa kalsinasi suhu tinggi berhasil mengubah CaCO3 menjadi CaO yang aktif secara katalitik. Spektrum FTIR menunjukkan bahwa sampel 750°C menampilkan puncak khas Ca-O, menandakan konversi sempurna dari CaCO3. Biodiesel dari katalis non-kalsinasi menghasilkan rendemen tertinggi (10,09%), namun suhu 600°C memberikan hasil densitas dan viskositas paling sesuai dengan standar. Studi ini menunjukkan bahwa cangkang kerang temberungun memiliki potensi sebagai katalis ramah lingkungan dan ekonomis dalam produksi biodiesel.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan (2) Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan (DJPK) dari tahun 2018 – 2023. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program Eviews 13. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan (1) Secara parsial Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, Pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, sedangkan Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan dan Kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan (2) Secara simultan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan (2) Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan (DJPK) dari tahun 2018 – 2023. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program Eviews 13. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan (1) Secara parsial Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, Pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, sedangkan Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan dan Kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan (2) Secara simultan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI SEMI REFINED CARRAGEENAN Kappaphycus alvarezii DENGAN PENAMBAHAN CMC YANG BERBEDA ABSTRAK Saat ini, pencemaran sampah plastik cukup mengkhawatirkan. Sampah plastik adalah limbah anorganik yang sulit terurai dalam tanah dan waktu yang dibutuhkan untuk menguraikan sampah plastik tergolong cukup lama yaitu 50-80 juta tahun untuk terurai. Semakin meningkatnya bahaya yaitu penggunaan plastik biodegradable alternatif telah dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi edible film berbahan dasar semi refined carrageenan yang dibuat dari rumput laut jenis Kappaaphycus alvarezii dengan karboksimetil selulosa yang berbeda sebagai pengemulsi. Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan edible film dari SRC dengan penambahan CMC sebagai pengemulsi dan gliserin sebagai plastizicer kemudian edible film yang sudah dibuat karakterisasi dengan uji ketebalan, uji kadar air, uji kelarutan, uji tarik untuk mengetahui sifat dan karakter dari edible film. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Edible film dengan penambahan CMC dengan kadar, 0,1%., 0,3%., 0,5% memiliki karakteristik kuat tarik sebesar 10,16%-13,76 MPa, perpanjangan 25,4867%-34,62%, kelarutan 80,55%-94,44%, kadar air 24%-27% dan ketebalan 0,082 mm-0,09 mm. Berdasarkan hasil tersebut edible film tidak dapat memenuhi JIS (Japanese Industrial Standart) edible film yang di sintesis memenuhi standar untuk parameter kuat tarik dan ketebalan namun tidak memenuhi standar parameter perpanjangan. Kata kunci : Biodegradable, pengemulsi, uji ketebalan, kadar air, kelarutan, uji tarik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI SEMI REFINED CARRAGEENAN Kappaphycus alvarezii DENGAN PENAMBAHAN CMC YANG BERBEDA ABSTRAK Saat ini, pencemaran sampah plastik cukup mengkhawatirkan. Sampah plastik adalah limbah anorganik yang sulit terurai dalam tanah dan waktu yang dibutuhkan untuk menguraikan sampah plastik tergolong cukup lama yaitu 50-80 juta tahun untuk terurai. Semakin meningkatnya bahaya yaitu penggunaan plastik biodegradable alternatif telah dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi edible film berbahan dasar semi refined carrageenan yang dibuat dari rumput laut jenis Kappaaphycus alvarezii dengan karboksimetil selulosa yang berbeda sebagai pengemulsi. Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan edible film dari SRC dengan penambahan CMC sebagai pengemulsi dan gliserin sebagai plastizicer kemudian edible film yang sudah dibuat karakterisasi dengan uji ketebalan, uji kadar air, uji kelarutan, uji tarik untuk mengetahui sifat dan karakter dari edible film. Kesimpulan pada penelitian ini adalah Edible film dengan penambahan CMC dengan kadar, 0,1%., 0,3%., 0,5% memiliki karakteristik kuat tarik sebesar 10,16%-13,76 MPa, perpanjangan 25,4867%-34,62%, kelarutan 80,55%-94,44%, kadar air 24%-27% dan ketebalan 0,082 mm-0,09 mm. Berdasarkan hasil tersebut edible film tidak dapat memenuhi JIS (Japanese Industrial Standart) edible film yang di sintesis memenuhi standar untuk parameter kuat tarik dan ketebalan namun tidak memenuhi standar parameter perpanjangan. Kata kunci : Biodegradable, pengemulsi, uji ketebalan, kadar air, kelarutan, uji tarik
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seiring dengan banyaknya kendaraan yang ada maka dibuatlah traffic light. Pada tanggal 10 Desember 1868, traffic light pertama kali diterapkan di Inggris, tujuannya adalah mengatur lalu lintas di jalan raya. Adanya traffic light ini dapat mencegah kemacetan serta mengurangi kecelakaan yang ada di jalan. Serta juga dapat mengatur lajunya arus lalu lintas. Dalam penelitian ini penulis mencoba untuk bereksperimen, dengan kontrol PLC berbasis photoelectric yang terpasang pada traffic light. Tujuan utama dalam pengotrolan ini adalah memperhitungankan jarak antrian dan lama waktu tunggu pada traffic light dangan sensor sebagai photoelectric sebagai pengindraan yang mengirim sinyal pada PLC sebagai pusat kontrol. Terdapat tiga sensor yang digunakan yang berfungsi sebagai pendeteksi panjang antrian kendaraan pada setiap simpang. Jika antrian kendaraan mencapai sensor pertama waktu pada lampu hijau 7 detik lebih lama dibanding waktu normal. Jika antrian kendaraan mencapai sensor kedua waktu lampu hijau lebih lama 13 detik. Jika antrian kendaraan mencapai sensor ketiga maka waktu lampu hijau lebih lama 20 detik dari waktu normal. Syarat mengaktifkan sensor apabila terhalang selama 5 detik. Pada sistem kontrol traffic light ini, waktu tunggu (lampu merah) terlama antrian kendaraan 109 detik kondisi simpang dalam keadaan normal. Jika sensor aktif secara bersamaan waktu lampu hijau terlama 43 detik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Sampah masih menjadi masalah serius bagi bangsa Indonesia, terutama sampah plastik, maka dari itu perlu dilakukan pencegahan untuk mengurangi sampah plastik, salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik yaitu dengan pembuatan edible film berbahan dasar tepung semi refined carrageenan, karena memiliki kandungan yang aman dikonsumsi dan ramah lingkungan, teknologi semi refined carrageenan juga dimanfaatkan pada pengemas pangan yang digunakan sebagai edible film, sehingga dapat digunakan sebagai solusi dari pengurangan sampah plastik dari polimer sintetik. Pada penelitian ini telah berhasil memproduksi edible film dengan konsentrasi 1% ,1,25% dan 1,5 % berbahan dasar semi refined carrageenan yang diperoleh dari rumput laut (Eucheuma cottoni) sebagai pengemas bubuk kopi. Penelitian ini telah berhasil memproduksi edible film berbahan dasar semi refined carragenan yang diperoleh dari Euchema cottoni sebagai pengemas bubuk kopi. Standar pada uji kuat tarik yaitu 7,64 -31,36 MPa sehingga ketiga edible film telah memenuhi strandar. Standar uji elongasi yang sesuai dengan JIS yakni minimal 70 % sehingga nilai ketiga edible film belum memenuhi standar dimana nilai elongasi paling tinggi yaitu 1,23%. Standar uji ketebalan yang sesuai dengan japanesse industrial standard yaitu maksimal 0,25 mm, sehingga pada uji ketebalan ini didapatkan nilai 0,056 – 0,063 mm yang memenuhi standar. Pada uji kelarutan edible film didapatkan nilai sebesar 15,51 - 51,01%. Standar nasional pada uji kadar air sebesar 7%, sehingga didapatkan nilai yang sesuai standar pada kopi yang terbungkus edible film dengan nilai 4,24% dan 5,76% pada konsentrasi semi refined carragenan 1,25% dan 1,5%. Pengujian hedonik edible film 30 panelis telah memberikan nilai pada edible film dan didapatkan hasil kesukaan panelis dari edible film dengan penggunaan konsentrasi 1,25% dengan tingkat kesukaan menyukai. Hasil uji hedonik kopi 30 panelis lebih menyukai kopi yang terbungkus edible film dari pada kopi tanpa edible film.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•
Sampah masih menjadi masalah serius bagi bangsa Indonesia, terutama sampah plastik, maka dari itu perlu dilakukan pencegahan untuk mengurangi sampah plastik, salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik yaitu dengan pembuatan edible film berbahan dasar tepung semi refined carrageenan, karena memiliki kandungan yang aman dikonsumsi dan ramah lingkungan, teknologi semi refined carrageenan juga dimanfaatkan pada pengemas pangan yang digunakan sebagai edible film, sehingga dapat digunakan sebagai solusi dari pengurangan sampah plastik dari polimer sintetik. Pada penelitian ini telah berhasil memproduksi edible film dengan konsentrasi 1% ,1,25% dan 1,5 % berbahan dasar semi refined carrageenan yang diperoleh dari rumput laut (Eucheuma cottoni) sebagai pengemas bubuk kopi. Penelitian ini telah berhasil memproduksi edible film berbahan dasar semi refined carragenan yang diperoleh dari Euchema cottoni sebagai pengemas bubuk kopi. Standar pada uji kuat tarik yaitu 7,64 -31,36 MPa sehingga ketiga edible film telah memenuhi strandar. Standar uji elongasi yang sesuai dengan JIS yakni minimal 70 % sehingga nilai ketiga edible film belum memenuhi standar dimana nilai elongasi paling tinggi yaitu 1,23%. Standar uji ketebalan yang sesuai dengan japanesse industrial standard yaitu maksimal 0,25 mm, sehingga pada uji ketebalan ini didapatkan nilai 0,056 – 0,063 mm yang memenuhi standar. Pada uji kelarutan edible film didapatkan nilai sebesar 15,51 - 51,01%. Standar nasional pada uji kadar air sebesar 7%, sehingga didapatkan nilai yang sesuai standar pada kopi yang terbungkus edible film dengan nilai 4,24% dan 5,76% pada konsentrasi semi refined carragenan 1,25% dan 1,5%. Pengujian hedonik edible film 30 panelis telah memberikan nilai pada edible film dan didapatkan hasil kesukaan panelis dari edible film dengan penggunaan konsentrasi 1,25% dengan tingkat kesukaan menyukai. Hasil uji hedonik kopi 30 panelis lebih menyukai kopi yang terbungkus edible film dari pada kopi tanpa edible film.