Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

31 hasil
Subjek: Indeks Pembangunan Manusia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI, PENANAMAN MODAL ASING DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing, dan indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Utara, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang mencakup penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing, indeks pembangunan manusia, serta pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Utara periode 2014–2023, yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara dan Badan Pusat Statistik Indonesia. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak E-Views 10. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing, dan indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan, variabel penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing dan indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi Kalimantan Utara

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh belanja pemerintah dan penyerapan tenaga kerja terhadap indeks pembangunan manusia dan tingkat kemiskinan di kalimantan utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberhasilan pembangunan SDM suatu negara diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang didukung oleh belanja pemerintah sektor kesehatan dan pendidikan, serta penyerapan tenaga kerja untuk menekan kemiskinan. Namun, belum meratanya fasilitas di Provinsi Kalimantan Utara memicu kesenjangan kualitas SDM, di samping masih terbatasnya penelitian mengenai dampak faktor-faktor tersebut di provinsi baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah sektor kesehatan, sektor pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja terhadap IPM serta tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara periode 2018-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data panel dari lima kabupaten/kota, yang dianalisis menggunakan regresi data panel melalui software Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja kesehatan, belanja pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, baik secara parsial maupun simultan, dengan Fixed Effect Model yang mampu menjelaskan variasi IPM sebesar 99,25%. Namun, ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan Random Effect Model yang hanya menjelaskan variasi sebesar 12,85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa alokasi belanja pemerintah masih bersifat input-oriented dan belum sepenuhnya menyasar kelompok miskin secara langsung. Hasil ini mengimplikasikan agar pemerintah daerah tetap mempertahankan dan mengoptimalkan alokasi anggaran kesehatan dan pendidikan, sekaligus mengevaluasi ketepatan sasaran belanja agar bersifat pro-poor. Selain itu, peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja diperlukan guna memutus rantai kemiskinan struktural di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis pengaruh belanja modal di sektor kesehatan dan pendidikan terhadap indeks pembangunan manusia di wilayah Indonesia bagian tengah tahun 2018-2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah periode 2018–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) periode 2018–2025. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan program EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih adalah Random Effect Model (REM). Secara parsial, belanja modal sektor kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah, sedangkan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah. Secara simultan, belanja modal sektor kesehatan dan belanja modal sektor pendidikan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di wilayah Indonesia bagian tengah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia, dan Upah Minimum Provinsi Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan Tingkat Pengangguran Terbuka masih menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah, kualitas SDM, serta kebijakan upah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, Pengaruh Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Tahun 2017-2024. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan menggunakan program software Eviews 13 dengan model terbaik (FEM). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan (1) Secara parsial Belanja Modal tidak berpengaruh dan tidak signifikian terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di kalimantan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024, Sedangkan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024. (2) Secara simultan Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kemiskinan, Investasi, Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan utuk menganalisis pengaruh kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder meliputi kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi tahun 2020-2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil perhitungan data panel dengan menggunakan program E-Views 13 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel kemiskinan dan investasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara sedangkan variabel indeks pembangunan manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan variabel kemiskinan, investasi, indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh kinerja keuangan daerah, kemiskinan, dan pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia di provinsi kalimantan utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan dua indikator utama keberhasilan pembangunan daerah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kinerja keuangan daerah, kemiskinan, dan pengangguran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi dan IPM di Provinsi Kalimantan Utara secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Badan Pusat Statistik pada tahun 2017-2024. Analisis data dengan metode regresi data panel melalui pendekatan CEM untuk pertumbuhan ekonomi dan FEM untuk IPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan daerah, tingkat kemiskinan, dan tingkat pengangguran terbuka secara parsial maupun simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar -0,029. Apabila nilai adjusted R² negatif maka diperlakukan sebagai nol, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara lebih ditentukan oleh faktor struktural di luar model. Sebaliknya, ketiga variabel tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap IPM baik secara parsial maupun simultan dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9833 atau 98,33 persen, di mana kinerja keuangan daerah berpengaruh positif, sedangkan kemiskinan dan pengangguran berpengaruh negatif. Temuan ini mengimplikasikan bahwa peningkatan IPM di Kalimantan Utara dapat didorong secara efektif melalui penguatan pengelolaan keuangan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik, pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran, serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Upah, Indeks Pembangunan Manusia, dan Investasi terhadap penyerapan Tenaga Kerja di Kalimantan Utara

2026•

Penyerapan tenaga kerja merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan ekonomi daerah karena mencerminkan kemampuan suatu wilayah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Provinsi Kalimantan Utara, sebagai provinsi termuda dengan potensi strategis dan kekayaan sumber daya alam, peningkatan investasi belum sepenuhnya diikuti oleh optimalnya penyerapan tenaga kerja lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah, IPM, dan Investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel yang menggabungkan data cross-section lima kabupaten/kota dan time series periode 2019–2024,. Pemilihan model dilakukan melalui uji chow dan uji hausman yang menunjukkan bahwa fixed effect model merupakan model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial upah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, IPM berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan investasi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan kemampuan model menjelaskan variasi sebesar 50,91%. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan pengupahan yang seimbang, peningkatan investasi pada sektor padat karya, serta penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan berbasis industri, dan peningkatan layanan kesehatan guna mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis pengaruh upah minimum provinsi pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia terhadap pengangguran di provinsi kalimantan utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengangguran merupakan permasalahan penting dalam pembangunan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara yang dipengaruhi oleh dinamika upah, pertumbuhan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, serta karakteristik wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP), Pertumbuhan Ekonomi (PDRB), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel pada lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Hasil uji Chow dan Hausman, Fixed Effect Model (FEM) dipilih sebagai model terbaik. Hasil penelitian variabel PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran dengan koefisien sebesar -0,067076 dan probabilitas 0,0475. Sementara itu, variabel UMP dan IPM tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran dengan nilai probabilitas masing-masing sebesar 0,8543 dan 0,5412 serta variabel UMP, PDRB, dan IPM berpengaruh signifikan terhadap pengangguran dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,000000. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,961363 menunjukkan bahwa 96,14% variasi pengangguran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam penelitian ini, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil analisis wilayah berdasarkan nilai intersep Fixed Effect Model menunjukkan adanya perbedaan karakteristik pengangguran antar kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Kabupaten Tarakan memiliki nilai intersep terendah sebesar -9.605,507, diikuti Kabupaten Malinau sebesar -8.662,995, Kabupaten Bulungan sebesar -6.352,022, dan Kabupaten Tana Tidung sebesar -4.616,448, sedangkan Kabupaten Nunukan memiliki nilai intersep sebesar -1.886,214. Perbedaan nilai intersep tersebut menunjukkan bahwa karakteristik wilayah, aktivitas ekonomi, dan kondisi sosial ekonomi daerah memengaruhi dinamika pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BELANJA MODAL PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TENAGA KERJA TEERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI KALIMANTAN BAGIAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Belanja Modal Pertumbuhan Ekonomi dan Tenaga Kerja terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi data panel dengan menggunakan Stata 19 dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur tahun 2017 hingga 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih pada penelitian ini untuk Provinsi di Kalimantan bagian Utara adalah Common Effect Model (CEM) yang menyatakan bahwa belanja modal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara sedangkan pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Secara simultan belanja modal, pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Belanja modal, pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja mampu menjelaskan pengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara sebesar 22,82% sedangkan sisanya disebabkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh indeks pembangunan manusia tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten kota dI Kalimantan utara.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara selama periode 2018-2024. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial indeks pembangunan manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadup pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Kalimantan Utara. Secara simultan, indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran, dan tingkat kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP KESEJAHTERAAN MASAYARAKAT KOTA TARAKAN

2025•

Keuangan daerah berperan penting dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kinerja keuangan pemerintah daerah dapat dilihat dari rasio efektivitas, efisiensi, dan kemandirian, sedangkan kesejahteraan masyarakat diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efektivitas, efisiensi, dan kemandirian keuangan daerah terhadap IPM Kota Tarakan periode 2017–2024 dengan metode penelitian pendekatan kuantitatif menggunakan data APBD dan IPM. Analisis dilakukan dengan regresi linear berganda melaui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan efektivitas, efisiensi, dan kemandirian keuangan daerah berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan nilai Adjusted R² sebesar 94,9%. Secara parsial, variabel efektivitas memiliki nilai sig 0.004 0.05, dan kemandirian 0.001 0.05, yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, sedangkan variabel efisiensi tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dengan nilai sig 0.055>0.05. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi efektivitas penerimaan PAD dan semakin mandiri keuangan daerah, maka kesejahteraan masyarakat Kota Tarakan akan meningkat, meskipun tingkat efisiensi belanja belum memberikan kontribusi pada IPM. Pemerintah daerah perlu memperkuat pengelolaan PAD dan kemandirian keuangan guna mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kalimantan Timur

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap penyerapan tenaga kerja di Kalimantan Timur tahun 2019–2023. Ketiga variabel tersebut merupakan indikator makroekonomi penting yang mencerminkan dinamika ekonomi dan kontribusinya terhadap pasar tenaga kerja. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan Random Effect Model (REM) dan data diolah menggunakan EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan IPM berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Secara parsial, hanya IPM yang berpengaruh signifikan. Sementara, inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan. inflasi berpengaruh negatif dengan koefisien -0,110421, artinya kenaikan inflasi 1% menurunkan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,11%. Pertumbuhan ekonomi dan IPM berpengaruh positif dengan koefisien masing-masing 0,455 dan 5,183. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas pembangunan manusia berkontribusi pada peningkatan tenaga kerja, sementara inflasi memberikan dampak negatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA ALOKASI UMUM DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemerintah daerah memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan efisien. Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum merupakan dua sumber utama yang digunakan dalam pelaksanaan program-program pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi data panel (pooled) dengan menggunakan Stata 19 dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari publikasi DJPK Kementrian Keuangan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tahun 2017 hingga 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih pada penelitian ini untuk Kalimantan Timur adalah Fixed Effect Model (FEM) dan untuk Kalimantan Utara adalah Random Effect Model (REM) yang menyatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara. Sedangkan Dana Alokasi Umum secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Secara simultan Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum mampu menjelaskan pengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur sebesar 64,01% dan di Kalimantan Utara sebesar 23,48%, sedangkan sisanya disebabkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGELUARAN KONSUMSI, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda di Indonesia masih menghadapi tantangan besar di bidang ketenagakerjaan. Meskipun pembangunan infrastruktur dan sosial terus meningkat, namun angka pengangguran di beberapa daerah masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran konsumsi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan jumlah penduduk miskin terhadap angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel, yaitu menggabungkan data time series dan cross-section terdiri dari Kab Malinau, Kab Bulungan, Kab Tana Tidung, Kab Nunukan, dan Kota Tarakan selama kurun waktu 2017–2024. Sampel dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang terkait dengan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya IPM yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap angka pengangguran. Sementara itu, pengeluaran konsumsi dan jumlah penduduk miskin tidak berpengaruh. Namun, secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap angka pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai langkah strategis dalam menekan angka pengangguran di daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktr-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada sektor industri di provinsi kalimantan utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sektor industri memiliki peran penting strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah terutama melalui penciptaan lapangan kerja. Namun, di Provinsi Kalimantan utara, kontribusi sektor industri ini terhadap penyerapan tenaga kerja masih tergolong rendah, meskipun terdapat peningkatan nilai investasi secara signifikan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan sektor industri belum diikuti oleh pemanfaatan tenaga kerja secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap sejumlah faktor ekonomi yang dapat memengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variabel Investasi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Upah Minimum, dan Pengeluaran Perkapita terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor industri Kalimantan Utara. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel yang menggabungkan data time series dan cross section selama periode 2017-2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dinas Penanaman Modal, meliputi lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara: Malinau, Bulungan, Tana Tidung, Nunukan, dan Tarakan. Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa hanya Pengeluaran Konsumsi Perkapita yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, variabel Investasi, IPM, dan Upah Minimum tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor industri Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia dan Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2017-2023

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh jumlah penduduk, indeks pembangunan manusia dan upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. Data yang digunakan adalah data sekunder selama 7 tahun dimulai dari tahun 2017-2023 sehingga diperoleh data sebanyak 35 data. Metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM), aplikasi software pengolah data menggunakan Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Kalimantan Utara. Sedangkan jumlah penduduk dan upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Kalimantan Utara. Adapun secara simultan jumlah penduduk, indeks pembangunan manusia, dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. Hasil dari Koefisien Determinasi (R2) adalah 0,995400 dimana jumlah penduduk, indeks pembangunan manusia, dan upah minimum mampu menjelaskan pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja Kabupaten/kota Kalimantan Utara sebesar 99,54%, sedangkan sisanya 0,46% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat pada model regresi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

determinan upah minimum dan indeks pembangunan manusia terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi kalimantan utara, sulawesi barat dan bangka belitung

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh upah minimum dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Kepulauan Bangka Belitung selama periode 2016 hingga 2023. Kedua variabel tersebut dipilih karena dianggap sebagai indikator penting dalam menggambarkan kondisi sosial ekonomi suatu daerah. Data yang digunakan merupakan data panel tahunan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta berbagai sumber resmi lainnya. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan fixed effect model (FEM) dan random effect model (REM), serta dilakukan uji Hausman untuk memilih model yang paling tepat. Hasil analisis menunjukkan bahwa upah minimum memiliki pengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di ketiga provinsi. Sementara itu, IPM tidak berpengaruh signifikan dalam penelitian ini. Temuan ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan dan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH IPM, PENGELUARAN PEMERINTAH BIDANG PENDIDIKAN, PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan (2) Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan (DJPK) dari tahun 2018 – 2023. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program Eviews 13. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan (1) Secara parsial Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, Pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, sedangkan Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan dan Kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan (2) Secara simultan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan, Pengangguran dan Kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran dan Bantuan Sosial terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pengangguran dan bantuan sosial terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi Indeks Pembangunan Manusia, pengangguran dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel dengan menggunakan Program E-Views 12 menunjukkan bahwa secara parsial, IPM berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan tingkat pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara. Sementara itu, bantuan sosial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan, ketiga variabel yaitu IPM, tingkat pengangguran, dan bantuan sosial berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, dan Pendidikan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2019-2023

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu penyebab munculnya masalah ketenagakerjaan dikarenakan jumlah penduduk yang terlalu banyak dan tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia mengakibatkan penduduk yang saat ini berada di usia kerja tidak mendapatkan pekerjaan. Penyerapan tenaga kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Upah Minimum, dan Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusi, Upah Minimum, dan Pendidikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi data panel (pooled) dengan menggunakan software Stata 18 dan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia tahun 2019 hingga 2023 dari 34 Provinsi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih pada penelitian ini adalah Fixed Effect Model (FEM) yang menyatakan bahwa Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, dan Pendidikan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sedangkan Upah minimum secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Secara simultan Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, dan Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, dan Pendidikan mampu menjelaskan pengaruh terhadap variabel penyerapan tenaga kerja sebesar 97.80%, sedangkan sisanya 2.20% dijelaskan dan disebabkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail