Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

21 hasil
Subjek: Upah Minimum
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, PDRB Per Kapita dan Upah Minimum Terhadap Kemiskinan di Kalimantan Utara Tahun 2018-2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), PDRB per kapita, dan upah minimum terhadap kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara tahun 2018-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk data panel yang mencakup lima Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan selama periode 2018–2025. Data penelitian diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan bantuan program EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin, sedangkan PDRB per kapita dan upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan, Indeks Pembangunan Manusia, PDRB per kapita, dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin. Nilai koefisien determinasi sebesar 98,74%, yang menunjukkan bahwa variabel IPM, PDRB per kapita, dan upah minimum mampu menjelaskan variasi kemiskinan sebesar 98,74%, sedangkan sisanya sebesar 1,26% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia, dan Upah Minimum Provinsi Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan Tingkat Pengangguran Terbuka masih menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah, kualitas SDM, serta kebijakan upah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, Pengaruh Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan secara parsial maupun simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Tahun 2017-2024. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan menggunakan program software Eviews 13 dengan model terbaik (FEM). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan (1) Secara parsial Belanja Modal tidak berpengaruh dan tidak signifikian terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di kalimantan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024, Sedangkan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024. (2) Secara simultan Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tahun 2017-2024.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis pengaruh upah minimum provinsi pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia terhadap pengangguran di provinsi kalimantan utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengangguran merupakan permasalahan penting dalam pembangunan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara yang dipengaruhi oleh dinamika upah, pertumbuhan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, serta karakteristik wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah Minimum Provinsi (UMP), Pertumbuhan Ekonomi (PDRB), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel pada lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Hasil uji Chow dan Hausman, Fixed Effect Model (FEM) dipilih sebagai model terbaik. Hasil penelitian variabel PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran dengan koefisien sebesar -0,067076 dan probabilitas 0,0475. Sementara itu, variabel UMP dan IPM tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran dengan nilai probabilitas masing-masing sebesar 0,8543 dan 0,5412 serta variabel UMP, PDRB, dan IPM berpengaruh signifikan terhadap pengangguran dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,000000. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,961363 menunjukkan bahwa 96,14% variasi pengangguran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam penelitian ini, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil analisis wilayah berdasarkan nilai intersep Fixed Effect Model menunjukkan adanya perbedaan karakteristik pengangguran antar kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Kabupaten Tarakan memiliki nilai intersep terendah sebesar -9.605,507, diikuti Kabupaten Malinau sebesar -8.662,995, Kabupaten Bulungan sebesar -6.352,022, dan Kabupaten Tana Tidung sebesar -4.616,448, sedangkan Kabupaten Nunukan memiliki nilai intersep sebesar -1.886,214. Perbedaan nilai intersep tersebut menunjukkan bahwa karakteristik wilayah, aktivitas ekonomi, dan kondisi sosial ekonomi daerah memengaruhi dinamika pengangguran di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Pendapatan Perkapita, Upah Minimum, dan Tingkat Inflasi Terhadap Pola Konsumsi Masyarakat (Studi Kasus Provinsi Kalimantan Utara)

2026•

Abstrak Penelitian ini mengevaluasi dampak pendapatan per kapita, upah minimum, dan inflasi terhadap pola konsumsi di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif daengan analisis regresi linier berganda, penelitian ini memanfaatkan data deret waktu sekunder periode 2015–2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam model ini, pola konsumsi (Y) ditetapkan sebagai variabel dependen, sedangkan pendapatan per kapita (X1), upah minimum provinsi (X2), dan inflasi (X3) bertindak sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pendapatan per kapita dan upah minimum yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pola konsumsi, sedangkan inflasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Namun, secara simultan, ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh signifikan. Hasil penelitian ini diproyeksikan menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi terkait stabilitas harga, standar upah, dan penguatan daya beli masyarakat. Kata kunci: Pendapatan Perkapita, Upah Minimum, Inflasi, Pola Konsumsi Masyarakat, Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMISKINAN, UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA, DAN INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN UTARA TAHUN 2016-2023

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa kemiskinan, UMK, dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2023 secara parsial dan simultan di provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2023. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan data sekunder dari kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2023. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Kemiskinan secara parsial tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi; 2) UMK secara parsial tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi; 3) Inflasi secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi; 4) Secara simultan kemiskinan, UMK, dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara 2016-2023. Penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi seluruh variabel secara simultan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan hipotesis telah terbukti bahwa kemiskinan, umk, dan inflasi mendorong dan menentukan arah pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2016-2023.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktr-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pada sektor industri di provinsi kalimantan utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sektor industri memiliki peran penting strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah terutama melalui penciptaan lapangan kerja. Namun, di Provinsi Kalimantan utara, kontribusi sektor industri ini terhadap penyerapan tenaga kerja masih tergolong rendah, meskipun terdapat peningkatan nilai investasi secara signifikan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan sektor industri belum diikuti oleh pemanfaatan tenaga kerja secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap sejumlah faktor ekonomi yang dapat memengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variabel Investasi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Upah Minimum, dan Pengeluaran Perkapita terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor industri Kalimantan Utara. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel yang menggabungkan data time series dan cross section selama periode 2017-2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dinas Penanaman Modal, meliputi lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara: Malinau, Bulungan, Tana Tidung, Nunukan, dan Tarakan. Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa hanya Pengeluaran Konsumsi Perkapita yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, variabel Investasi, IPM, dan Upah Minimum tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor industri Provinsi Kalimantan Utara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia dan Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2017-2023

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh jumlah penduduk, indeks pembangunan manusia dan upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. Data yang digunakan adalah data sekunder selama 7 tahun dimulai dari tahun 2017-2023 sehingga diperoleh data sebanyak 35 data. Metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM), aplikasi software pengolah data menggunakan Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Kalimantan Utara. Sedangkan jumlah penduduk dan upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Kalimantan Utara. Adapun secara simultan jumlah penduduk, indeks pembangunan manusia, dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. Hasil dari Koefisien Determinasi (R2) adalah 0,995400 dimana jumlah penduduk, indeks pembangunan manusia, dan upah minimum mampu menjelaskan pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja Kabupaten/kota Kalimantan Utara sebesar 99,54%, sedangkan sisanya 0,46% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat pada model regresi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

determinan upah minimum dan indeks pembangunan manusia terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi kalimantan utara, sulawesi barat dan bangka belitung

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh upah minimum dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Kepulauan Bangka Belitung selama periode 2016 hingga 2023. Kedua variabel tersebut dipilih karena dianggap sebagai indikator penting dalam menggambarkan kondisi sosial ekonomi suatu daerah. Data yang digunakan merupakan data panel tahunan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta berbagai sumber resmi lainnya. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan fixed effect model (FEM) dan random effect model (REM), serta dilakukan uji Hausman untuk memilih model yang paling tepat. Hasil analisis menunjukkan bahwa upah minimum memiliki pengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di ketiga provinsi. Sementara itu, IPM tidak berpengaruh signifikan dalam penelitian ini. Temuan ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan dan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, dan Pendidikan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2019-2023

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu penyebab munculnya masalah ketenagakerjaan dikarenakan jumlah penduduk yang terlalu banyak dan tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia mengakibatkan penduduk yang saat ini berada di usia kerja tidak mendapatkan pekerjaan. Penyerapan tenaga kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Upah Minimum, dan Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusi, Upah Minimum, dan Pendidikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi data panel (pooled) dengan menggunakan software Stata 18 dan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia tahun 2019 hingga 2023 dari 34 Provinsi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih pada penelitian ini adalah Fixed Effect Model (FEM) yang menyatakan bahwa Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, dan Pendidikan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sedangkan Upah minimum secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Secara simultan Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, dan Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, dan Pendidikan mampu menjelaskan pengaruh terhadap variabel penyerapan tenaga kerja sebesar 97.80%, sedangkan sisanya 2.20% dijelaskan dan disebabkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, JUMLAH PENDUDUK, DAN UPAH MINIMUM TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KALIMANTAN UTARA TAHUN 2017-2022

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2022. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pooled data atau gabungan dari data cross-section dan time series sehingga metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa (1) pertumbuhan ekonomi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara; (2) jumlah penduduk secara parsial tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara; (3) upah minimum secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara dan (4) pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan upah minimum secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara. Kata kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Jumlah Penduduk, Upah Minimum, Penyerapan Tenaga Kerja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Investasi Swasta di Kalimantan Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi investasi swasta di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2019-2023. Faktor-faktor yang dimaksud adalah variabel suku bunga, inflasi, upah minimum kabupaten/kota, dan pengeluaran pemerintah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pooled data yaitu gabungan antara data time series dan cross section dan metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Suku bunga secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap investasi swasta di Provinsi Kalimantan Utara, Inflasi berpengaruh secara parsial positif dan tidak signifikan terhadap investasi swasta di Provinsi Kalimantan Utara, Upah minimum kabupaten/kota secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap investasi swasta di Provinsi Kalimantan Utara, dan Pengeluaran pemerintah secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap investasi swasta di Provinsi Kalimantan Utara. Serta suku bunga, inflasi, upah minimum kabupaten/kota, dan pengeluaran pemerintah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap investasi swasta di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum, Tingkat Pendidikan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Kalimantan Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan tingkat pendidikan secara parsial terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum, tingkat pendidikan terhadap penyerapan tenaga kerja di masing-masing kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2017-2022. Teknik pengumpulan data yang telah diperoleh memakai alat analisis regresi data panel serta yang dipilih fixed effect model aplikasi Eviews 12. Hasil dari penelitian ini bahwa : i) Pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendidikan memiliki nilai koefisien positif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Upah minimum memiliki nilai koefisien positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2017-2022. ii) Hasil model fixed effect, Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan memiliki pengaruh positif terbesar pada seluruh variabel pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan tingkat pendidikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Kabupaten Bulungan memiliki pengaruh positif dan relatif rendah pada seluruh variabel pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan tingkat pendidikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sedangkan, Kabupaten Tana Tidung memiliki pengaruh negatif terbesar pada seluruh variabel pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan tingkat pendidikan terhadap penyerapan tenaga kerja, serta Kabupaten Malinau memiliki pengaruh negatif yang relatif rendah pada seluruh variabel pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan tingkat pendidikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DETERMINAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN UTARA TAHUN 2017-2022

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyerapan tenaga kerja merupakan salah satu faktor pendukung pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara berkembang yang bertujuan untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang merata tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyerapan tenaga kerja mempengaruhi produk domestik regional bruto dan indeks pembangunan manusia serta belanja daerah dan upah minimum mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota provinsi kalimantan utara. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder selama 6 tahun dimulai dari tahun 2017-2022 sehingga diperoleh data sebanyak 36 data. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variable Produk Domestik Regional Bruto, Indeks Pembangunan Manusia dan Upah Minimum berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Sedangkan belanja daerah tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Kalimantan Utara. Adapun secara simultan Produk Domestik Regional Bruto, Indeks Pembangunan Manusia, belanja daerah dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Kalimantan Utara. Nilai pada koefisien determinasi Adjusted R-squared adalah 0,917647 dimana PDRB, IPM, belanja daerah dan upah minimum sebesar 91,76 %. Sedangkan sisanya 8,24 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat pada model regresi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UPAH MINIMUM, BELANJA PEMERINTAH, DAN INVESTASI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu penyebab munculnya masalah ketenagakerjaan dikarenakan pesatnya peningkatan jumlah angkatan kerja setiap tahunnya yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan atau penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja secara parsial dan simultan di Provinsi Kalimantan Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan data sekunder dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) upah minimum secara parsial berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 2) belanja pemerintah secara parsial tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 3) investasi secara parsial berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 4) secara simultan upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi mampu menjelaskan pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 98,7%. Sedangkan sisanya sebesar 1,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk model dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyerapan tenaga kerja dalam sektor industri memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi dan pengurangan tingkat pengangguran. Namun, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel investasi, PDRB sektor industri, upah minimum, indeks pembangunan manusia dan jumlah industri berpengaruh kerja secara parsial dan secara simultan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan merupakan data sekunder meliputi investasi, PDRB sektor industri, upah minimum, IPM, dan jumlah industri mulai tahun 2014 hingga 2023 di lima Kabupaten/Kota yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pooled data atau gabungan dari data cross-section dan time series sehingga metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial investasi, upah minimum, indeks pembangunan manusia, dan jumlah industri berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara. Sedangkan, variabel PDRB sektor industri, tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan diperoleh hasil bahwa variabel investasi, PDRB sektor industri, upah minimum, indeks pembangunan manusia dan jumlah industri berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DETERMINAN UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA TAHUN 2016-2022

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tenaga kerja dapat menstimulus upah minimum kabupaten/kota secara parsial dan simultan di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2022. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan data sekunder dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2022. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) pertumbuhan ekonomi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap upah minimum kabupaten/kota pada tahun 2016-2022. 2) Inflasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap upah minimum kabupaten/kota. 3) Tenaga kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap UMK di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2022. 4) Secara simultan pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap upah minimum kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2016-2022. Pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tenaga kerja mampu menjelaskan pengaruh terhadap variabel upah minimum kabupaten/kota sebesar 76,98%. Sedangkan sisanya sebesar 23,02% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk model dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Jumlah Perusahaan, Upah Minimum, Nilai Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Pada Sektor Industri Di Kalimantan Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH JUMLAH PERUSAHAAN, UPAH MINIMUM, NILAI INVESTASI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA SEKTOR INDUSTRI DI KALIMANTAN UTARA Jumartina Novita Dewi Charitin Devi, S.E., M.sc Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Utara. Teknik pengumpulan data dengan studi lapangan dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, Analisis Regresi Data Panel, Uji Asumsi Klasik dan Analisis Regresi dengan Data Panel. Berdasarkan Hasil uji T-statistik menunjukkan bahwa Pengaruh Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap upah minimum, Hasil uji T-statistik menunjukkan bahwa Pengaruh Nilai Investasi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai investasi di Provinsi Kalimantan Utara, dan Hasil uji T-statistik menunjukkan bahwa Pengaruh Jumlah Perusahaan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja secara parsial penyerapan tenaga kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah perusahaan di Provinsi Kalimantan Utara. Hasil dari Pengaruh Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, Nilai Investasi dan Jumlah Perusahaan secara simultan di Kalimantan Utara adalah Hasil uji F-statistik dari analisis Eviews menunjukkan bahwa pengaruh gabungan dari variabel bebas (X1, X2, X3) terhadap variabel terikat (Y) tidak signifikan secara keseluruhan pada tingkat signifikansi 0.05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN MALINAU TAHUN 2012-2021

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGAHRUI PENYERPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN MALINAU TAHUN 2012-2021 Mega Lesta Npm : 1840402079 Jafar Sidik Salim, S.E.,M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PDRB, Investasi, Upah minimum, Pengeluaran Pemerintah, dan Pendidikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Malinau Tahun 2012-2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dengan analisis Regresi berganda diperoleh persamaan regresi Y = 7,912 – 0,088X1 + 0,529X2 – 0,706X3 – 0,235X4 + 0,941X5. Dengan nilai R^2 = 0,9, hasil uji t secara parsial variabel Investasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Malinau, sedangkan PDRB, Upah minimum, Pengeluaran pemerintah, dan Pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Malinau. Hasil uji F secara simultan semua variabel berpengaruh terhadap Penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Malinau. Kata kunci: PDRB, Investasi, Upah minimum, Pengeluaran pemerintah, Pendidikan, Penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Malinau.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Belanja Modal Dan Upah Minimum Terhadap Investasi Di Provinsi Kalimantan Utara

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh belanja modal dan upah minimum secara parsial dan simultan terhadap investasi di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan jenis data yang digunakan yaitu data sekunder berupa data panel. Alat analisis yang digunakan berupa regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial belanja modal berpengaruh signifikan terhadap investasi di Provinsi Kalimantan Utara. Kemudian upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap investasi di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan belanja modal dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap investasi di Provinsi Kalimantan Utara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2012-2021

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh jumlah angkatan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan upah minimum Kabupaten terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Nunukan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan data time series tahun 2012 sampai tahun 2021. Dalam penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda menggunakan SPSS 25.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel jumlah angkatan kerja dan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka, variabel upah minimum Kabupaten berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka, serta variabel jumlah angkatan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan upah minimum Kabupaten berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Nunukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail