Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Belanja Pemerintah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS BELANJA PEMERINTAH TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB), PENGANGGURAN, DAN KEMISKINAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Belanja pemerintah yang terdiri atas belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal merupakan instrumen fiskal untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pengangguran, dan kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara 2015–2024. Hasil analisis regresi data panel menggunakan Eviews.14. Model 1 (PDRB) dengan model FEM Y₁it=184.636,6+0,8391X₁it+0,9440X₂it−0,2844X₃it+εit dan Adjusted R²=0,9962. Hasil analisis cross effect menunjukkan bahwa Kabupaten Bulungan menambah nilai PDRB sebesar 911.289,4. Sedangkan KTT (-215.108,7), Malinau (-251.161,1), Nunukan (-232.369,5), dan Kota Tarakan (-212.650,1) mengurangi nilai PDRB. Model 2 (Pengangguran) dengan model CEM Y₂it= 4,7102+0,0035X₁it−0,0068X₂it+0,0023X₃it+εit dan Adjusted R²=0,1805. Belanja pegawai berpengaruh positif signifikan, belanja barang dan jasa berpengaruh negatif signifikan, sedangkan belanja modal tidak signifikan. Model 3 (Kemiskinan) dengan model REM Y₃it=17,3514−1,2152X₁it−0,6071X₂it+ 0,03371X₃it εit dan Adjusted R²=0,0534. Hasil Cross effect menunjukkan bahwa Kabupaten Bulungan meningkatkan nilai kemiskinan sebesar 2,5943 dan Malinau 0,7540. Sebaliknya, KTT mengurangi nilai kemiskinan (-1,9209), Nunukan (-0,4937), dan Kota Tarakan (-0,9337). Belanja pemerintah berkontribusi terhadap peningkatan PDRB, namun tidak berpengaruh signifikan dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh belanja pemerintah dan penyerapan tenaga kerja terhadap indeks pembangunan manusia dan tingkat kemiskinan di kalimantan utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberhasilan pembangunan SDM suatu negara diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang didukung oleh belanja pemerintah sektor kesehatan dan pendidikan, serta penyerapan tenaga kerja untuk menekan kemiskinan. Namun, belum meratanya fasilitas di Provinsi Kalimantan Utara memicu kesenjangan kualitas SDM, di samping masih terbatasnya penelitian mengenai dampak faktor-faktor tersebut di provinsi baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah sektor kesehatan, sektor pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja terhadap IPM serta tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara periode 2018-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data panel dari lima kabupaten/kota, yang dianalisis menggunakan regresi data panel melalui software Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja kesehatan, belanja pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, baik secara parsial maupun simultan, dengan Fixed Effect Model yang mampu menjelaskan variasi IPM sebesar 99,25%. Namun, ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan Random Effect Model yang hanya menjelaskan variasi sebesar 12,85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa alokasi belanja pemerintah masih bersifat input-oriented dan belum sepenuhnya menyasar kelompok miskin secara langsung. Hasil ini mengimplikasikan agar pemerintah daerah tetap mempertahankan dan mengoptimalkan alokasi anggaran kesehatan dan pendidikan, sekaligus mengevaluasi ketepatan sasaran belanja agar bersifat pro-poor. Selain itu, peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja diperlukan guna memutus rantai kemiskinan struktural di Provinsi Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UPAH MINIMUM, BELANJA PEMERINTAH, DAN INVESTASI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu penyebab munculnya masalah ketenagakerjaan dikarenakan pesatnya peningkatan jumlah angkatan kerja setiap tahunnya yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan atau penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja secara parsial dan simultan di Provinsi Kalimantan Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan data sekunder dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) upah minimum secara parsial berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 2) belanja pemerintah secara parsial tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 3) investasi secara parsial berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 4) secara simultan upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi mampu menjelaskan pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 98,7%. Sedangkan sisanya sebesar 1,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk model dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keterbatasan Belanja Pemerintah, Pendidikan dan Pengangguran terhadap Kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterbatasan belanja pemerintah, pendidikan dan pengangguran secara parsial dan simultan terhadap kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang merupakan gabungan data time series dari tahun 2014-2022 dan cross section menggunakan 5 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi data panel berupa data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial tidak terdapat pengaruh belanja pemerintah terhadap kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara dan terdapat pengaruh signifikan pendidikan dan pengangguran terhadap kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara. Hasil lainnya dengan pengujian simultan terdapat pengaruh keterbatasan belanja pemerintah, pendidikan dan pengangguran terhadap kemiskinan. Saran yang dilakukan adalah sebaiknya pemerintah fokus pada kebijakan untuk meningkatkan efisiensi belanja pemerintah dan meningkatkan kualitas pendidikan serta menciptakan tenaga kerja yang berkualitas untuk mengimplementasikan program pelatihan untuk mengurangi tingkat pengangguran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Belanja Pemerintah Dalam Pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari belanja pemerintah dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara, serta untuk mengetahui sektor-sektor yang termasuk dalam kategori sektor unggul di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan objek penelitian yaitu belanja pemerintah dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah, analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dan Location Quotient (LQ). Berdasarkan hasil analisis ICOR, belanja pemerintah bersifat efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2017, 2018, 2019, dan 2021. Sedangkan pada tahun 2020 belanja pemerintah bersifat tidak efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Untuk hasil ICOR pada daerah di Provinsi Kalimantan Utara daerah yang belanja pemerintahnya bersifat efektif dalam pembentukan PDRB adalah Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, dan Kabupaten Nunukan. Sedangkan daerah yang belanjanya tidak efektif dalam pembentukkan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara adalah Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung. Berdasarkan hasil analisis Location Quetient (LQ) menyatakan bahwa provinsi Kalimantan Utara memiliki sektor unggulan diantaranya yaitu, pertanian, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; konstruksi; transportasi dan pergudangan; administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Utang Luar Negeri Indonesia

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel makroekonomi terhadap utang luar negeri Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis data dalam penelitian ini adalah menggunakan data sekunder yang merupakan data time series per tri wulan dalam rentang waktu mulai tahun 2005 hingga 2021 yang dikumpulkan dengan menggunakan studi Pustaka melalui website Badan Pusat Statisti, Kementrian keuangan republic Indonesia dan Bank Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis dengan Model Estimasi Error Correction Model (ECM). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan aplikasi E-views 9 yang kemudian diperoleh hasil uji t (parsial) bahwa tabungan domestik, belanja pemerintah tidak memiliki pengaruh terhadap Utang Luar Negeri Indonesia sedangkan nilai tukar rupiah memiliki pengaruh signifikan terhadap utang luar negeri Indonesia. Berdasarkan hasil uji F (simultan) bahwa variabel tabungan domestik, belanja pemerintah, dan nilai tukar rupiah secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap utang luar negeri Indonesia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail