ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EFEKTIVITAS INVESTASI TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PROVINSI KALIMANTAN UTARA Pitria Ema Lencang Agus Tri Darmawanto, S.E., M.E Tujuan penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui seberapa besar nilai efektivitas Investasi terhadap PDRB diKabupaten/Kota Kalimantan Utara. Periode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari tahun 2010-2023. Penelitian ini ialah penelitian data panel dengan objek penelitian yaitu Investasi Modal Tetap Bruto dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Berdasarkan hasil analisis ICOR sebesar 3,77. Artinya untuk meningkatkan 1 unit output dibutuhkan tambahan modal sebesar Rp.3,77. Yang berarti bahwa untuk memperoleh pembentukan PDRB Rp.100 Miliar maka dibutuhkan investasi sebesar Rp. 377 Miliar. Nilai ICOR sebesar 3,77 menunjukkan investasi dalam angka yang efektif terhadap PDRB Provinsi Kalimantan Utara. Sehingga kemungkinan investasi telah menghasilkan output secara optimal atau bisa dikatakan investasi yang diberikan telah efektif terhadap pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Kata kunci : Investasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari belanja pemerintah dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara, serta untuk mengetahui sektor-sektor yang termasuk dalam kategori sektor unggul di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan objek penelitian yaitu belanja pemerintah dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah, analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dan Location Quotient (LQ). Berdasarkan hasil analisis ICOR, belanja pemerintah bersifat efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2017, 2018, 2019, dan 2021. Sedangkan pada tahun 2020 belanja pemerintah bersifat tidak efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Untuk hasil ICOR pada daerah di Provinsi Kalimantan Utara daerah yang belanja pemerintahnya bersifat efektif dalam pembentukan PDRB adalah Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, dan Kabupaten Nunukan. Sedangkan daerah yang belanjanya tidak efektif dalam pembentukkan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara adalah Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung. Berdasarkan hasil analisis Location Quetient (LQ) menyatakan bahwa provinsi Kalimantan Utara memiliki sektor unggulan diantaranya yaitu, pertanian, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; konstruksi; transportasi dan pergudangan; administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib.