2026 · Book ·
Halusinasi merupakan kondisi ketika klien mengalami persepsi tanpa adanya rangsangan nyata dari lingkungan, seperti mendengar suara sesuatu yang tidak ada. Kondisi ini sering dialami oleh klien dengan gangguan jiwa seperti skizofrenia dan dapat memengaruhi fungsi sosial, emosional, serta aktivitas sehari-hari klien sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang tepat dan berkelanjutan. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis halusinasi pendengaran. Metode yang digunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua klien dengan diagnosis skizofrenia paranoid yang mengalami halusinasi pendengaran di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK. Hasil setelah dilakukan intervensi keperawatan menunjukkan bahwa kedua klien mengalami peningkatan kemampuan dalam mengenali dan mengontrol halusinasi. Klien 1 mampu mengenali tanda munculnya halusinasi, melakukan teknik menghardik, mengabaikan halusinasi dengan bersikap cuek, minum obat secara teratur, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan aktivitas terjadwal. Sedangkan pada klien 2 mulai mampu mengenali halusinasi yang dialami, mengikuti latihan menghardik, serta menunjukkan kepatuhan minum obat meskipun masih memerlukan motivasi dan bimbingan dari perawat. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, frekuensi halusinasi pada kedua klien berkurang dan klien tampak lebih tenang serta kooperatif. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa intervensi keperawatan yang sistematis dan berkelanjutan dapat membantu klien dalam mengontrol halusinasi pendengaran serta meningkatkan kemampuan klien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Halusinasi merupakan kondisi ketika klien mengalami persepsi tanpa adanya rangsangan nyata dari lingkungan, seperti mendengar suara sesuatu yang tidak ada. Kondisi ini sering dialami oleh klien dengan gangguan jiwa seperti skizofrenia dan dapat memengaruhi fungsi sosial, emosional, serta aktivitas sehari-hari klien sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang tepat dan berkelanjutan. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis halusinasi pendengaran. Metode yang digunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua klien dengan diagnosis skizofrenia paranoid yang mengalami halusinasi pendengaran di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK. Hasil setelah dilakukan intervensi keperawatan menunjukkan bahwa kedua klien mengalami peningkatan kemampuan dalam mengenali dan mengontrol halusinasi. Klien 1 mampu mengenali tanda munculnya halusinasi, melakukan teknik menghardik, mengabaikan halusinasi dengan bersikap cuek, minum obat secara teratur, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan aktivitas terjadwal. Sedangkan pada klien 2 mulai mampu mengenali halusinasi yang dialami, mengikuti latihan menghardik, serta menunjukkan kepatuhan minum obat meskipun masih memerlukan motivasi dan bimbingan dari perawat. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, frekuensi halusinasi pada kedua klien berkurang dan klien tampak lebih tenang serta kooperatif. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa intervensi keperawatan yang sistematis dan berkelanjutan dapat membantu klien dalam mengontrol halusinasi pendengaran serta meningkatkan kemampuan klien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
2026 · Book ·
Tanaman kelapa sawit (Eleasis guineensis Jacq) merupakan komoditas Perkebunan unggulan yang setiap tahun terus meningkat hal ini berdampak pada kebutuhan bibit yang bermutu dan berkualitas. Salah satu upaya untuk menghasilkan bibit yang berkualitas pada tahap pre-nursery adalah dengan melalui pemupukan yang tepat, baik dari anorganik maupun organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap pemberian KNO3 dan bahan organik dari kotoran ayam serta menentukan dosis terbaik pada tahap pre-nursery. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga November 2025 di lahan Perkebunan milik Pesantren Miftahul Ulum, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu, kontrol (P1), bahan organik 300g (P2), KNO3 2,5g dan bahan organik 300g (P3), KNO3 5g dan bahan organik 300g (P4), KNO3 7,5g dan bahan organik 300g (P5), KNO3 10g dan bahan organik 300g (P6). Adapun parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, luas daun, diameter batang, Tingkat kehijauan daun, dan berat kering. Data dianalisi menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian KNO3 dan bahan organik mampu memberikan respon pertumbuhan terhadap bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery, pengaruh nyata terlihat pada parameter tinggi tanaman, luas daun, dan diameter batang khususnya pada umur 96 hingga 124 HST. Perlakuan KNO3 10g dan bahan organik 300g (P6) memberikan respon pertumbuhan terbaik dengan nilai tertinggi pada seluruh parameter pengamatan. Dengan demikian, pemberian KNO₃ 10g dan bahan organik 300g (P6) dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman kelapa sawit (Eleasis guineensis Jacq) merupakan komoditas Perkebunan unggulan yang setiap tahun terus meningkat hal ini berdampak pada kebutuhan bibit yang bermutu dan berkualitas. Salah satu upaya untuk menghasilkan bibit yang berkualitas pada tahap pre-nursery adalah dengan melalui pemupukan yang tepat, baik dari anorganik maupun organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap pemberian KNO3 dan bahan organik dari kotoran ayam serta menentukan dosis terbaik pada tahap pre-nursery. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga November 2025 di lahan Perkebunan milik Pesantren Miftahul Ulum, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu, kontrol (P1), bahan organik 300g (P2), KNO3 2,5g dan bahan organik 300g (P3), KNO3 5g dan bahan organik 300g (P4), KNO3 7,5g dan bahan organik 300g (P5), KNO3 10g dan bahan organik 300g (P6). Adapun parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, luas daun, diameter batang, Tingkat kehijauan daun, dan berat kering. Data dianalisi menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian KNO3 dan bahan organik mampu memberikan respon pertumbuhan terhadap bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery, pengaruh nyata terlihat pada parameter tinggi tanaman, luas daun, dan diameter batang khususnya pada umur 96 hingga 124 HST. Perlakuan KNO3 10g dan bahan organik 300g (P6) memberikan respon pertumbuhan terbaik dengan nilai tertinggi pada seluruh parameter pengamatan. Dengan demikian, pemberian KNO₃ 10g dan bahan organik 300g (P6) dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap pre-nursery.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari belanja pemerintah dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara, serta untuk mengetahui sektor-sektor yang termasuk dalam kategori sektor unggul di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan objek penelitian yaitu belanja pemerintah dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah, analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dan Location Quotient (LQ). Berdasarkan hasil analisis ICOR, belanja pemerintah bersifat efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2017, 2018, 2019, dan 2021. Sedangkan pada tahun 2020 belanja pemerintah bersifat tidak efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Untuk hasil ICOR pada daerah di Provinsi Kalimantan Utara daerah yang belanja pemerintahnya bersifat efektif dalam pembentukan PDRB adalah Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, dan Kabupaten Nunukan. Sedangkan daerah yang belanjanya tidak efektif dalam pembentukkan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara adalah Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung. Berdasarkan hasil analisis Location Quetient (LQ) menyatakan bahwa provinsi Kalimantan Utara memiliki sektor unggulan diantaranya yaitu, pertanian, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; konstruksi; transportasi dan pergudangan; administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari belanja pemerintah dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara, serta untuk mengetahui sektor-sektor yang termasuk dalam kategori sektor unggul di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan objek penelitian yaitu belanja pemerintah dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah, analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dan Location Quotient (LQ). Berdasarkan hasil analisis ICOR, belanja pemerintah bersifat efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2017, 2018, 2019, dan 2021. Sedangkan pada tahun 2020 belanja pemerintah bersifat tidak efektif dalam pembentukan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara. Untuk hasil ICOR pada daerah di Provinsi Kalimantan Utara daerah yang belanja pemerintahnya bersifat efektif dalam pembentukan PDRB adalah Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, dan Kabupaten Nunukan. Sedangkan daerah yang belanjanya tidak efektif dalam pembentukkan PDRB di Provinsi Kalimantan Utara adalah Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung. Berdasarkan hasil analisis Location Quetient (LQ) menyatakan bahwa provinsi Kalimantan Utara memiliki sektor unggulan diantaranya yaitu, pertanian, kehutanan, dan perikanan; pertambangan dan penggalian; konstruksi; transportasi dan pergudangan; administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib.