ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Isolasi sosial masih menjadi salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien skizofrenia di rumah sakit jiwa maupun ruang perawatan psikiatri. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan klien dalam menjalin hubungan interpersonal, berkomunikasi, serta berpartisipasi dalam lingkungan sosial. Apabila tidak ditangani dengan baik, isolasi sosial dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan kualitas hidup klien. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua klien laki-laki dengan isolasi sosial di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dalam studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kedua klien mengalami isolasi sosial dengan tanda seperti lebih suka menyendiri, kontak mata kurang, menolak berinteraksi, dan tidak mengikuti terapi aktivitas kelompok. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, melatih berkenalan, bercakap-cakap, dan melakukan kegiatan sosial secara bertahap. Setelah dilakukan implementasi keperawatan, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi dan lebih kooperatif dalam kegiatan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan secara bertahap dan konsisten efektif dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Halusinasi merupakan kondisi ketika klien mengalami persepsi tanpa adanya rangsangan nyata dari lingkungan, seperti mendengar suara sesuatu yang tidak ada. Kondisi ini sering dialami oleh klien dengan gangguan jiwa seperti skizofrenia dan dapat memengaruhi fungsi sosial, emosional, serta aktivitas sehari-hari klien sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang tepat dan berkelanjutan. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis halusinasi pendengaran. Metode yang digunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua klien dengan diagnosis skizofrenia paranoid yang mengalami halusinasi pendengaran di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK. Hasil setelah dilakukan intervensi keperawatan menunjukkan bahwa kedua klien mengalami peningkatan kemampuan dalam mengenali dan mengontrol halusinasi. Klien 1 mampu mengenali tanda munculnya halusinasi, melakukan teknik menghardik, mengabaikan halusinasi dengan bersikap cuek, minum obat secara teratur, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan aktivitas terjadwal. Sedangkan pada klien 2 mulai mampu mengenali halusinasi yang dialami, mengikuti latihan menghardik, serta menunjukkan kepatuhan minum obat meskipun masih memerlukan motivasi dan bimbingan dari perawat. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, frekuensi halusinasi pada kedua klien berkurang dan klien tampak lebih tenang serta kooperatif. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa intervensi keperawatan yang sistematis dan berkelanjutan dapat membantu klien dalam mengontrol halusinasi pendengaran serta meningkatkan kemampuan klien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.