ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Potensi laut di Indonesia menjadi peluang pengembangan usaha kelautan dan perikanan yang masih memiliki prospek yang baik salah satunya adalah rumput laut. Budidaya rumput laut menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat pesisir. Mengikutsertakan perempuan dalam proses produksi budidaya rumput laut dapat menjadi alternatif untuk berkonstribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran yang dapat dilakukan oleh laki-laki dan perempuan pesisir dalam aktivitas budidaya rumput laut di Pantai Amal Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Bagaimana karakteristik tenaga kerja dalam budidaya rumput laut (2) Bagaimana peran laki-laki dan perempuan dalam aktivitas budidaya rumput laut (3) Berapa alokasi waktu tenaga kerja laki-laki dan perempuan dalam aktivitas budidaya (4) Berapa besar pendapatan keluarga petani dan kontribusi pendapatan wanita tani dalam aktivitas budidaya rumput laut. Metode dalam penelitian menggunakan metode Slovin dan simple random sampling. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu umur responden di Pantai Amal tergolong produktif dengan rata-rata umur dibawah kisaran 60 tahun, rata-rata tingkat pendidikan responden adalah SD, pengalaman kerja rata-rata 6-7 tahun, jumlah tanggungan keluarga yaitu rata-rata 4 orang. Peranan tenaga kerja dalam budidaya rumput laut yaitu pria berperan pada semua kegiatan budidaya sedangkan wanita berperan pada proses pembibitan dan penjemuran. Adapun tenaga kerja mengalokasikan waktunya pada budidaya ini sebesar 7,22 HKP dengan jumlah jam kerja rata-rata sebesar 7,22 untuk laki-laki dan 6,32 HKP dengan 7,90 jam untuk perempuan dalam sehari. Besarnya kontribusi tenaga kerja terhadap total pendapatan keluarga yaitu laki-laki sebesar 71% dan perempuan sebesar 41% dari keseluruhan kegiatan budidaya rumput laut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha booth kopi di Kota Tarakan terus bertambah, tetapi pendapatan antarpelaku usaha tidak merata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah tenaga kerja, modal usaha, lama jam kerja, dan lokasi terhadap pendapatan usaha booth kopi di Kota Tarakan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dan berjumlah 100 pemilik booth kopi. Data dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS 27, dengan variabel lokasi diukur sebagai variabel dummy (1 = kawasan pusat kuliner, 0 = luar kawasan pusat kuliner). Hasil uji t menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja dan modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, dengan tenaga kerja sebagai variabel yang paling dominan (Beta = 0,574). Lama jam kerja dan lokasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (F hitung = 17,544; sig. 0,001) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,425, artinya 42,5% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh model, sedangkan 57,5% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja lokal yang terampil dengan tingginya permintaan tenaga kerja pada industri konstruksi di Kota Tarakan. Meskipun pembangunan infrastruktur terus meningkat, jumlah tenaga kerja lokal yang kompeten masih terbatas. Kondisi ini diperparah oleh persaingan yang ketat, karena kontraktor cenderung mendatangkan pekerja dari luar daerah yang dianggap lebih berpengalaman, sementara tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan yang lebih sedikit. SMK Negeri 2 Tarakan sebagai lembaga pendidikan kejuruan bidang konstruksi memiliki peran penting dalam menyiapkan calon tenaga kerja terampil. Namun, ketersediaan lulusan SMK berkompetensi teknis tidak menjamin para lulusan akan memilih bekerja sebagai tenaga kerja terampil di bidang konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan calon tenaga kerja untuk tidak menjadi tenaga kerja konstruksi yang terampil dan menentukan faktor dominan, serta memodelkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap ketersediaan tenaga kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 85 siswa kelas XII dari tiga jurusan di SMK Negeri 2 Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat variabel yang diuji, terdapat tiga dari empat faktor yang berpengaruh positif yaitu pada faktor pengalaman kerja (X2), koneksi dalam industri (X3) dan minat (X1). Sedangkan faktor kesesuaian kurikulum (X4) berpengaruh negatif. Terdapat dua faktor dominan, yaitu kesesuaian kurikulum (X4) dengan nilai koefisien sebesar -3,713 dengan sig. 0,602 > 0,05, dan minat (X1) memiliki nilai koefisien sebesar 9,433 dengan nilai sig. 0,001 0,05 sehingga pengaruhnya dapat diandalkan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan dengan koefisien determinasi sebesar 56%. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = -114,128 + 9,433LNX1 + 19,965LNX2 + 16,253LNX3 - 3,713LNX4. Penelitian ini merekomendasikan agar SMK Negeri 2 Tarakan mengintegrasikan program pengembangan karier sejak dini, serta Dinas PUPR dan Dinas Tenaga Kerja menerapkan kebijakan prioritas penggunaan tenaga kerja lokal pada proyek-proyek APBD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh jumlah penduduk, tenaga kerja, dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa jumlah penduduk, tenaga kerja, belanja modal, dan pertumbuhan ekonomi selama periode 2019 hingga 2025. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode regresi data panel menggunakan bantuan perangkat lunak E-Views versi 14. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan, diketahui bahwa secara parsial, variabel tenaga kerja dan belanja modal memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Kalimantan Utara, sedangkan variabel jumlah penduduk tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut. Sementara itu, secara simultan, ketiga variabel yang diteliti, yaitu jumlah penduduk, tenaga kerja, dan belanja modal, terbukti berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Industri tempe skala rumah tangga di Kelurahan Karang Anyar merupakan salah satu sentra usaha mikro yang menyerap banyak tenaga kerja perempuan dalam proses produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh upah tenaga kerja perempuan (X1) dan pengalaman kerja perempuan (X2) terhadap tingkat produktivitas tenaga kerja perempuan (Y) pada industri tempe tersebut, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 56 tenaga kerja perempuan yang tersebar pada 14 unit usaha tahu dan tempe, dan seluruh anggota populasi dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh (sensus). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda berbantuan SPSS versi 29. Hasil analisis menghasilkan persamaan regresi Y = 6,358 + 0,295X1 + 0,345X2. Secara parsial, upah tenaga kerja perempuan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas (t hitung 2,387 > t tabel 1,674 sig. 0,021 0,05), demikian pula pengalaman kerja perempuan (t hitung 3,182 > t tabel 1,674 sig. 0,002 0,05). Secara simultan, kedua variabel juga berpengaruh signifikan terhadap produktivitas (F hitung 17,703 > F tabel 3,17 sig. 0,000 0,05), dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,378, yang berarti kedua variabel mampu menjelaskan 37,8 persen variasi produktivitas tenaga kerja perempuan, sedangkan sisanya 62,2 persen dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan upah dan akumulasi pengalaman kerja merupakan dua faktor penting yang mendorong produktivitas tenaga kerja perempuan pada industri tempe di Kelurahan Karang Anyar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberhasilan pembangunan SDM suatu negara diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang didukung oleh belanja pemerintah sektor kesehatan dan pendidikan, serta penyerapan tenaga kerja untuk menekan kemiskinan. Namun, belum meratanya fasilitas di Provinsi Kalimantan Utara memicu kesenjangan kualitas SDM, di samping masih terbatasnya penelitian mengenai dampak faktor-faktor tersebut di provinsi baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah sektor kesehatan, sektor pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja terhadap IPM serta tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara periode 2018-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data panel dari lima kabupaten/kota, yang dianalisis menggunakan regresi data panel melalui software Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja kesehatan, belanja pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, baik secara parsial maupun simultan, dengan Fixed Effect Model yang mampu menjelaskan variasi IPM sebesar 99,25%. Namun, ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan Random Effect Model yang hanya menjelaskan variasi sebesar 12,85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa alokasi belanja pemerintah masih bersifat input-oriented dan belum sepenuhnya menyasar kelompok miskin secara langsung. Hasil ini mengimplikasikan agar pemerintah daerah tetap mempertahankan dan mengoptimalkan alokasi anggaran kesehatan dan pendidikan, sekaligus mengevaluasi ketepatan sasaran belanja agar bersifat pro-poor. Selain itu, peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja diperlukan guna memutus rantai kemiskinan struktural di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh belanja modal, tenaga kerja, dan investasi swasta secara parsial dan simultan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2018–2024. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program E-Views 13 menggunakan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel belanja modal dan investasi swasta berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sedangkan variabel tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan, variabel belanja modal, tenaga kerja, dan investasi swasta berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas alokasi belanja modal, mendorong peningkatan investasi swasta, serta meningkatkan kualitas tenaga kerja guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan ekonomi daerah merupakan proses yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan daerah, serta perluasan kesempatan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh belanja modal, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan tenaga kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan program Eviews. Hasil analisis, diperoleh model terbaik yaitu Fixed Effect Model (FEM) dengan persamaan regresi: lnYit = 4,159825 – 0,019365lnX1it + 0,185266lnX2it + 0,402261lnX3it– 0,171885D1 – 0,098997D2 – 0,223726D3 + 0,113108D4 + 0,381500D5 + εit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial belanja modal dengan nilai signifikansi 0,1165 > 0,05 berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PDRB. PAD dan tenaga kerja memiliki nilai signifikansi 0,0000 0,05 berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki nilai probabilitas F sebesar 0,0000 0,05 berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,99 menunjukkan bahwa sebesar 99% variasi PDRB dapat dijelaskan oleh variabel belanja modal, PAD, dan tenaga kerja, sedangkan sisanya sebesar 1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan Penelitian Ini, Yakni Untuk Mengetahui Pengaruh Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja Dan Promosi Terhadap Pendapatan Pengrajin Batik Dikabupaten Malinau 2024. Penelitian Ini Ialah Penelitian Kuantitatif Yang Menggunakan Metode Analisis Regresi Linear Berganda, Penelitian Ini Pun Dilaksananakan Pada Pelaku Usaha Atau Pengrajin Batik Dikabupaten Malinau, Data Yang Digunakan Yakni Data Primer Pada Kurun Waktu Satu Tahun Yaitu Tahun 2024. Yang Mana Terdapat 14 Responden Yakni Pengrajin Batik Malinau, Dan Dalam Peneitian Ini Menunjukan Bahwa Secara Parsial Total Produksi, Dan Promosi Berpengaruh Secara Parsial Dan Jumlah Tenaga Kerja Tidak Berpengaruh Secara Parsial, Namun Secara Simultan Seluruh Variabel Yakni Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja, Dan Promosi Terhadap Pendapatan Berpengaruh, Koefisien Determinasi Sebesar 87,2% Variasi Total Produksi, Jumlah Tenaga Kerja, Dan Promosi Mampu Menjelaskan Variasi Dari Pendapatan Sedangkan 12,8% Dijelaskan Oleh Faktor Lain Yang Tidak Diteliti Oleh Peneliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan jumlah UMKM tidak selalu diikuti oleh peningkatan pendapatan usaha, karena masih banyak pelaku usaha yang menghadapi keterbatasan modal, sumber daya manusia, serta belum optimal dalam memanfaatkan teknologi digital dan pemasaran berbasis e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal, tenaga kerja, dan pemanfaatan e-commerce terhadap pendapatan pelaku UMKM sektor kuliner di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 5.554 unit usaha kuliner. Sampel penelitian berjumlah 98 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM, yang berarti peningkatan modal akan meningkatkan pendapatan usaha. Sementara itu, variabel tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM, meskipun memiliki arah hubungan yang positif. Demikian pula, variabel e-commerce tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM, namun tetap menunjukkan arah hubungan positif yang mengindikasikan adanya potensi peningkatan pendapatan melalui pemanfaatannya. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan UMKM. Berdasarkan temuan tersebut, penguatan modal kerja, pengelolaan tenaga kerja secara optimal, serta pemanfaatan platform e-commerce dapat dijadikan sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan pendapatan UMKM kuliner di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penyerapan tenaga kerja merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan ekonomi daerah karena mencerminkan kemampuan suatu wilayah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Provinsi Kalimantan Utara, sebagai provinsi termuda dengan potensi strategis dan kekayaan sumber daya alam, peningkatan investasi belum sepenuhnya diikuti oleh optimalnya penyerapan tenaga kerja lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah, IPM, dan Investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel yang menggabungkan data cross-section lima kabupaten/kota dan time series periode 2019–2024,. Pemilihan model dilakukan melalui uji chow dan uji hausman yang menunjukkan bahwa fixed effect model merupakan model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial upah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, IPM berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan investasi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan kemampuan model menjelaskan variasi sebesar 50,91%. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan pengupahan yang seimbang, peningkatan investasi pada sektor padat karya, serta penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan berbasis industri, dan peningkatan layanan kesehatan guna mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pengembangan ekonomi wilayah yang mendorong penyerapan tenaga kerja dan menurunkan kemiskinan. Pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa PDRB, tenaga kerja, dan kemiskinan pada 34 provinsi (periode 2015, 2018, 2021, dan 2024). Teknik analisis meliputi LQ, GEE, serta GEP, diperkuat dengan pemetaan empat kuadran dan pola spasial antarwilayah. Hasil analisis LQ menunjukkan pola persebaran sektor basis yang tidak merata antarkawasan. Hampir semua kawasan, terutama timur, tengah, dan barat, didominasi sektor primer sebagai sektor basis, kecuali Jawa. Sektor sekunder hanya menunjukkan nilai basis pada sebagian kawasan dan terkonsentrasi di kawasan Jawa. Sementara itu, sektor tersier hampir merata ditemukan sebagai sektor basis di seluruh kawasan Indonesia, mencerminkan berkembangnya aktivitas perdagangan dan jasa di berbagai daerah. Hasil GEE dan GEP memperlihatkan dinamika pola persebaran penyerapan tenaga kerja dan kemiskinan antar periode. Pada tahun 2015, seluruh kawasan didominasi penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan tinggi pada 17 provinsi, mencerminkan belum optimalnya pertumbuhan ekonomi dalam mengentaskan kemiskinan. Tahun 2018 menunjukkan perbaikan, dengan dominasi penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan rendah pada 21 provinsi. Namun tahun 2021 terjadi kemunduran akibat pandemi COVID-19, di mana kondisi penyerapan tenaga kerja tinggi dibarengi kemiskinan tinggi kembali mendominasi pada 22 provinsi. Tahun 2024 kembali membaik, dengan penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan rendah mendominasi sebanyak 24 provinsi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi wilayah sangat dipengaruhi struktur sektor unggulan dan karakteristik spasial masing-masing daerah, sehingga diperlukan kebijakan terarah agar penyerapan tenaga kerja dan penurunan kemiskinan berlangsung berkelanjutan dan merata di seluruh kawasan Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh produktivitas tenaga kerja, ruang fiskal, dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) terhadap partisipasi kerja di Provinsi Kalimantan Utara periode 2009–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel. Hasil estimasi menunjukkan bahwa secara parsial, produktivitas tenaga kerja (p = 0,0028) dan UMK (p = 0,0080) berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja, sedangkan ruang fiskal tidak berpengaruh signifikan (p = 0,7656). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja (p = 0,0002). Nilai R-square sebesar 0,4102 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 41,02% variasi partisipasi kerja, sedangkan sisanya sebesar 58,98% dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian. Implikasi penelitian mengindikasikan bahwa peningkatan produktivitas tenaga kerja belum diikuti oleh peningkatan partisipasi kerja, sementara ruang fiskal belum memberikan pengaruh yang berarti terhadap partisipasi kerja di Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Belanja Modal Pertumbuhan Ekonomi dan Tenaga Kerja terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi data panel dengan menggunakan Stata 19 dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur tahun 2017 hingga 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih pada penelitian ini untuk Provinsi di Kalimantan bagian Utara adalah Common Effect Model (CEM) yang menyatakan bahwa belanja modal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara sedangkan pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Secara simultan belanja modal, pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Belanja modal, pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja mampu menjelaskan pengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara sebesar 22,82% sedangkan sisanya disebabkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum tenaga kerja kontrak pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Kabupaten Malinau serta menelaah bentuk perlindungan hukum yang tersedia. Kedudukan tenaga kerja kontrak pada BLUD menjadi isu penting karena posisinya tidak sama dengan pegawai negeri sipil maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, sehingga menimbulkan persoalan kepastian status, hak, dan kewajiban. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan hukum tenaga kerja kontrak pada BLUD RSUD Kabupaten Malinau masih berada dalam ruang abu-abu. Fleksibilitas BLUD dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia tidak diimbangi dengan regulasi yang jelas mengenai status hukum tenaga kerja kontrak. Akibatnya, tenaga kerja kontrak sering berada pada posisi lemah dari segi kepastian hukum maupun perlindungan hak. Perlindungan hukum yang ada masih terbatas pada ketentuan umum dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, peraturan ASN, serta Peraturan Bupati Malinau Nomor 52 Tahun 2018, namun implementasinya belum maksimal. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya regulasi yang lebih spesifik, tegas, dan konsisten mengenai kedudukan serta perlindungan hukum tenaga kerja kontrak di BLUD. Hal ini penting untuk menjamin keadilan, kepastian hukum, serta keseimbangan hubungan kerja antara tenaga kontrak dan pengelola BLUD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan nasional yang memberikan kontribusi besar terhadap devisa negara melalui ekspor minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil / CPO) dan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil / PKO) Di Kabupaten Malinau, khususnya Kecamatan Malinau Utara, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan utama yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani serta pengaruh tenaga kerja, pupuk, bibit, dan luas lahan terhadap produksi kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan metode kuantitatif.Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 petani kelapa sawit yang aktif mengelola kebunnya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan tenaga kerja (0,945), pupuk (0,520) bibit (0,000) dan luas lahan (0,958) berpengaruh terhadap produksi kelapa sawit. Secara parsial, variabel bibit berpengaruh signifikan terhadap produksi, sedangkan tenaga kerja dan pupuk, luas lahan tidak berpengaruh signifikan. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variasi produksi dalam model penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan produksi kelapa sawit di Desa Belayan lebih dipengaruhi oleh penggunan yang tepat pemilihan bibit unggul dibandingkan faktor tenaga kerja dan pupuk dan luas lahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berlatar Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia menghadapi tantangan serius terkait produktivitas tenaga kerja pemanen, termasuk di PT. Karangjuang Hijau Lestari 1. Rendahnya produktivitas tidak hanya menurunkan efisiensi produksi, tetapi juga kualitas bahan baku PKS. Tujuan penelitian ini 1. Mengetahui pengaruh faktor ekonomi, sosial dan lingkungan terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 2. Mengetahui faktor yang paling memberikan pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 3. Mengetahui strategi yang tepat untuk diterapkan guna meningkatkan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 4. Menetapkan alternatif prioritas strategi yang diterapkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik sensus terhadap 75 pasangan keluarga tenaga panen. Analisis data dilakukan melalui Partial Least Square (PLS) untuk menguji model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model), serta matriks SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk merumuskan strategi prioritas peningkatan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit PT. Karangjuang Hijau Lestari 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. faktor ekonomi, social dan lingkungan memiliki pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. 2. Faktor Sosial merupakan variabel paling kuat dengan path coefficient 0,409, sedang faktor ekonomi dengan path coefficient 0,339 dan factor lingkungan dengan path coefficient 0,240. 3. Strategi peningkatan produktivitas yang direkomendasikan adalah strategi organisasi yang aplikatif, kontekstual, dan adaptif terhadap dinamika lapangan. Strategi ini berada pada Kuadran II adalah ST 4. Strategi alternatif prioritas yang paling tepat untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja pemanen adalah strategi Weakness–Opportunities (WO), yaitu pelatihan teknis panen dan perbaikan sistem distribusi alat kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas anggaran pelatihan kerja terhadap pengangguran dan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan. Permasalahan pengangguran dan belum optimalnya penyerapan tenaga kerja menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi daerah, sehingga diperlukan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah, khususnya melalui alokasi anggaran pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Latihan Kerja (LLK) Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan selama periode 2019–2024. Teknik analisis yang digunakan adalah Incremental Capital Output Ratio (ICOR) untuk mengukur efektivitas penggunaan anggaran terhadap perubahan tingkat pengangguran dan penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas anggaran pelatihan kerja terhadap pengangguran dan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan bersifat fluktuatif. Pada beberapa tahun, anggaran pelatihan kerja menunjukkan efektivitas dalam menurunkan tingkat pengangguran dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, namun pada tahun-tahun tertentu efektivitasnya menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan anggaran pelatihan kerja belum sepenuhnya konsisten dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pelatihan kerja agar alokasi anggaran dapat memberikan dampak yang lebih optimal terhadap penurunan pengangguran dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Puskesmas di Kecamatan Tana Lia, menghadapi berbagai tantangan serta keterbatasan dari sisi tenaga kerja maupun sarana prasarana yang belum memadai, sehingga berpengaruh terhadap beban kerja dan menurunkan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tenaga kerja kesehatan dan sarana prasarana terhadap beban kerja serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Tana Lia. Ketersediaan tenaga kerja kesehatan dan kondisi sarana prasarana merupakan dua faktor krusial yang memengaruhi kinerja pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode analisis jalur, responden pada penelitian ini menggunakan seluruh tenaga kesehatan berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan beban kerja, dan kualitas pelayanan kesehatan. Sedangkan, sarana prasarana berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas pelayanan, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap beban kerja. Beban kerja tenaga kesehatan ternyata tidak berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara tenaga kerja maupun sarana prasarana dengan kualitas pelayanan. Evaluasi model menunjukkan bahwa variabel tenaga kerja dan sarana prasarana mampu menjelaskan 69,7% varians kualitas pelayanan, sedangkan varians beban kerja yang dapat dijelaskan oleh variabel independen relatif rendah, yakni sebesar 17,6%. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dipengaruhi secara langsung oleh ketersediaan tenaga kerja dan sarana prasarana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhannya pada sektor industri mikro kecil di lima provinsi di Kalimantan, sekaligus menguji pengaruh jumlah unit usaha, investasi publik, dan nilai output terhadap penyerapan tenaga kerja, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Kementerian Keuangan dan Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2017-2023. Analisis dilakukan dengan metode regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, jumlah unit usaha dan nilai output berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, investasi publik juga berpengaruh signifikan, namun dengan arah negatif ini disebabkan karena dominasi investasi di sektor padat modal. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kalimantan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sektor industri mikro dan kecil secara terpadu, serta perlunya pengalokasian investasi publik yang lebih tepat sasaran agar mampu mendukung ekspansi unit usaha dan mendorong pertumbuhan kesempatan kerja.