Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: luas lahan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kelapa Sawit Di Desa Belayan Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan nasional yang memberikan kontribusi besar terhadap devisa negara melalui ekspor minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil / CPO) dan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil / PKO) Di Kabupaten Malinau, khususnya Kecamatan Malinau Utara, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan utama yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani serta pengaruh tenaga kerja, pupuk, bibit, dan luas lahan terhadap produksi kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan metode kuantitatif.Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 petani kelapa sawit yang aktif mengelola kebunnya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan tenaga kerja (0,945), pupuk (0,520) bibit (0,000) dan luas lahan (0,958) berpengaruh terhadap produksi kelapa sawit. Secara parsial, variabel bibit berpengaruh signifikan terhadap produksi, sedangkan tenaga kerja dan pupuk, luas lahan tidak berpengaruh signifikan. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variasi produksi dalam model penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan produksi kelapa sawit di Desa Belayan lebih dipengaruhi oleh penggunan yang tepat pemilihan bibit unggul dibandingkan faktor tenaga kerja dan pupuk dan luas lahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani kakao di desa mentun sajau kecamatan tanjung palas timur kabupaten bulungan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aimed to identify and analyze the factors influencing cocoa farming income in Metun Sajau Village, Tanjung Palas Timur District, Bulungan Regency. Cocoa is a commodity with substantial economic potential in the region, although its development is constrained by several challenges such as limited capital, suboptimal use of production inputs, and the continued reliance on traditional management practices. A quantitative research approach was employed, using multiple linear regression analysis to examine the effects of land area (X1), production costs (X2), and production volume (X3) on cocoa farmers' income (Y). Data were collected from 30 active cocoa farmers selected using a purposive sampling technique. The analysis revealed that, simultaneously, the three independent variables significantly influenced the income of cocoa farmers, as indicated by an F-test significance value of 0.000 (0.05). Partially, each variable also had a statistically significant effect, with p-values below 0.05. The coefficient of determination (R2) was 0.507, indicating that 50.7% of the variation in income could be explained by the combined effect of land area, production costs, and production volume. On average, farmers earned a net income of IDR 66,530,867 per hectare per year from cocoa farming. These findings emphasized the importance of optimizing land use, managing production costs efficiently, and increasing production output to improve farmers' income. The results were expected to serve as a reference for farmers, local governments, and private stakeholders in formulating strategies to enhance cocoa productivity and support the sustainable economic welfare of cocoa farmers in Bulungan Regency, particularly in Metun Sajau Village. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usahatani kakao di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Variabel independen yang dikaji meliputi luas lahan, biaya produksi, dan jumlah produksi, sedangkan variabel dependennya adalah pendapatan petani kakao. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Sampel yang digunakan sebanyak 30 petani kakao yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani kakao. Secara parsial, luas lahan, biaya produksi, dan jumlah produksi masing-masing juga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,507 menunjukkan bahwa 50,7% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan lahan, efisiensi biaya, dan peningkatan produksi dalam upaya meningkatkan pendapatan petani kakao. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani, pemerintah, dan pihak terkait dalam merumuskan strategi peningkatan kesejahteraan petani kakao secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha tani ubi kayu di kecamatan tarakan barat kota tarakan

2024•

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TANI UBI KAYU DI KECAMATAN TARAKAN BARAT KOTA TARAKAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakan Variabel Luas lahan dan Bibit berpengaruh terhadap Produksi usaha tani ubi kayu, dan apakah secara Simultan Variabel Luas lahan dan Bibit berpengaruh terhadap Produksi usaha tani ubi kayu. Penelitian ini mengunakan pendekatan Kuantitatif di mana data yang di olah berbentuk angka dengan mengunakan teknik penyebaran kuesioner guna mengumpulkan data. Adapun sampel yang di gunakan pada penelititian ini adalah sebanyak 35 reponden. Untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini maka peneliti mengunakan analisis regresi linier berganda dengan uji t dan uji F mengunakan aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Luas lahan dan Bibit berpengaruh secara Parsial terhadap Produksi, maka dapat di simpulkan bahwa Luas lahan dan Bibit berpengaruh terhadap Produksi usaha tani ubi kayu. Secara Simultan dapat di lihat bersama-sama Luas lahan dan Bibit berpengaruh terhadap Produksi usaha tani ubi kayu. Kata Kunci: Luas lahan, Bibit dan Produksi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Biaya Produksi, Harga Jual, Dan Luas Lahan Terhadap Pendapatan Petani Kelapa Sawit Di Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendapata petani kelapa sawit dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya biaya produksi, harga jual, dan luas lahan. Mayoritas Masyarakat di Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan merupakan petani kelapa sawit. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan biaya produksi, harga jual dan luas lahan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penentuan sampel menggunakan purposive sampling serta menggunakan Teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Adapun alat untuk menganalisa berupa uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini yaitu secara parsial biaya produksi, harga jual dan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah sedangkan secara simultan biaya produksi, harga jual dan luas lahan berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TREND DAN FORECASTING PRODUKSI CABAI RAWIT DI KOTA TARAKAN DENGAN METODE LEAST SQUARE

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi cabai rawit di kota Tarakan pada tahun 2022 sebesar 31.756 ton dengan luas panen sebesar 137 ha. Trend produksi dan luas lahan cabai rawit diperkirakan terus meningkat. Penelitian ini dilakukan dikota Tarakan. Sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jenis data times series. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis pengaruh luas lahan terhadap produksi cabai rawit di kota Tarakan (2) Mengatahui Trend produksi cabai rawit dan luas lahan cabai rawit di kota Tarakan selama 15 tahun terakhir. (3) Meramalkan jumlah produksi cabai rawit dan luas lahan di kota Tarakan selama 10 tahun kedepan. Lokasi penelitian di kota Tarakan, penentuan sampe dilakukan secara purposive. Metode yang digunakan analisis regresi sederhana dan analisis Trend ( Least Square Method ). Hasil penelitian menunjukkan (1) pengaruh luas lahan terhadap produksi cabai rawit di kota Tarakan dengan persamaan regresi 1395.135+85.745 X, setiap penambahan 1% nilai produksi maka nilai luas lahan bertambah 84.745, dan berdasarkan nilai R2 sebesar 29,9%, bahwa terdapat pengaruh produksi terhadap luas lahan cabai rawit sesuai dengan tabel interpretasi R yaitu 0.20 -0.399 denga katagori rendah. Hasil uji t sebesar 0.547 koefisien dan signifikan (0.35), berarti terdapat pengaruh yang sedang antara produksi dengan luas lahan cabai rawit. (2) Produksi cabai rawit dan luas lahan di kota Tarakan selama 15 tahun terakhir menunjukkan Trend yang meningkat secara signifikan. (3) Berdasarakan hasil peramalan produksi cabai rawit dan luas lahan di kota Tarakan selama 10 tahun kedepan mengalami peningkatan setiap tahunnya, dan hasil analisis yang didapatkan garis persamaan Trend yaitu. (a). produksi Y =12205+1329.X. (b) luas lahan 126+7.X

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH HARGA, LUAS LAHAN DAN BIAYA PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA TANJUNG LAPANG KABUPATEN MALINAU

2022•

Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan unggulan dan utama Indonesia. Tanaman yang produk utamanya terdiri dari minyak sawit crude palm iol (CPO) dan minyak inti sawit palm kernel oil (KPO) memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi salah satu penyumbang devisa negara yang terbesar dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya. Penelitian ini berjudul Pengaruh Harga, Luas Lahan dan Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Petani Kelapa Sawit di Desa Tanjung Lapang Kabupaten Malinau, memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui pengaruh harga, luas lahan dan biaya produksi terhadap pendapatan petani kelapa sawit secara simultan dan parsial. Data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh langsung dari sumber pertama baik dari individu maupun perorangan seperti hasil pengisian kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS (statistical package for sosial science) 25. Hasil analisis menunjukkan persamaan regresi adalah Y= 63,000 + 0,138X1 + 0,467X2 + 0,834X3 + e. Berdasarkan hasil uji F secara simultan variabel harga (X1), luas lahan (X2), biaya produksi (X3) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani (Y). Secara parsial hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa variabel harga berpengaruh negatif terhadap pendapatan petani kelapa sawit, luas lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Tanjung Lapang Kabupaten Malinau. biaya produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Tanjung Lapang Kabupaten Malinau.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam Melakukan Budidaya Padi Sawah di Desa Seputuk Kabupaten Tana Tidung

2022•

Petani padi sawah di Desa Seputuk membudidayakan padi sawah untuk kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan lahan alami yang banyak mengandung air. Padi sawah sangat berbeda dari tanaman padi gunung karena tanaman padi sawah dapat meminimalisir penggunaan lahan yang luas, namun budidaya padi sawah memerlukan perawatan yang intensif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan petani dalam membudidayakan padi sawah di Desa Seputuk Kabupaten Tana Tidung. Metode penentuan sampel menggunakan sampel jenuh atau sensus sebanyak jumlah 32 petani di Desa Seputuk. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan teknik pengolahan data menggunakan model sistematis Y=0,337 + 0,440X1 + 0,875X2 + 0,143X3 + 0,467X4 + e. Berdasarkan hasil uji F variabel pengalaman (X1), modal (X2), luas lahan (X3) dan pendapatan (X4) secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap terhadap keputusan petani (Y) dalam membudidayakan padi sawah. Berdasarkan hasil uji t secara parsial variabel pengalaman modal (X2) dan pendapatan (X4) berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani (Y) dalam membudidayakan padi sawah, sedangkan variabel berusaha tani (X1) dan luas lahan (X3) tidak berpengaruh. Berdasarkan nilai koefisien determinan R2 untuk pengaruh keempat variabel pengalaman (X1), modal (X2), luas lahan (X3), dan pendapatan (X4) adalah 84,9% dan pengaruh dari variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini adalah 15,1%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN Abstrak Rendahnya pendapatan petani rumput laut merupakan salah faktor yang dipengaruhi oleh modal usaha, harga jual, teknologi, dan luas lahan yang dimiliki oleh petani rumput laut. Tujuan Penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui berapa besar pendapatan petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal. Kedua, untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal. Ketiga, untuk mengetahui faktor mana yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Metode penentuan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan sampel 10% yaitu 59 orang dari populasi 587 orang petani rumput laut. Analisis yang digunakan adalah analisis linear berganda dalam bentuk logaritma fungsi produksi Coob-Douglas. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, rata-rata per musim tanam total pendapatan yang diterima petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal Tarakan sebesar Rp.9.930.621. Kedua, secara simultan Uji F variabel biaya, harga, teknologi, dan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani rumput laut dengan nilai F sebesar 11,673 dan nilai sig sebesar 0,000. Secara parsial Uji t variabel biaya dan teknologi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani rumput laut, dengan nilai t variabel biaya sebesar -4,620 dan nilai sig sebesar 0,000 kemudian nilai t variabel teknologi sebesar 5,789 dan nilai sig sebesar 0,000. Ketiga, yang paling dominan berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap pendapatan petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal adalah biaya dan teknologi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh Pupuk, Bibit, Pemeliharaan, dan Luas lahan Terhadap Jumlah Produksi Pepaya Di Kecamatan Tarakan Utara

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan hasil analisis data pengaruh pupuk, bibit, pemeliharaan, dan luas lahan terhadap jumlah produksi pepaya secara parsial dan simultan, diketahui bahwa pada uji hipotesis (uji t) menunjukan bahwa pupuk berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X1 (2,193)>t tabel (1,708), dimana jika pupuk mengalami kenaikan sebesar 1 kg, maka jumlah produksi pepaya akan mengalami kenaikan sebesar 0,463 kg. Bibit berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X2 (2,047)>t tabel (1,708), dimana jika bibit mengalami kenaikan 1 pokok, maka jumlah produksi pepaya akan mengalami kenaikan sebesar 0,716 kg. Biaya pemeliharaan berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X3 (1,982)>t tabel (1,708), jika biaya pemeliharaan terjadi perubahan sebesar Rp. 1.000, maka jumlah produksi pepaya akan mengalami kenaikan sebesar 0,146 kg. Luas lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi pepaya dengan nilai t hitung X4 (-1,339)F tabel (2,19) dan nilai sig. F hitung (0,0000,05) dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,769 atau 76,90%. Nilai tersebut menunjukan bahwa 76,90% jumlah produksi dipengaruhi oleh pupuk, bibit, pemeliharaan, dan luas lahan. Sedangkan, sebesar 23,10% disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TANI PADI SAWAH DI DESA TANJUNG ARU KECAMATAN SEBATIK TIMUR KABUPATEN NUNUKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Siti Norazmira 1640202109 2021. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Tani Padi Sawah Di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan” . Dibimbing oleh Etty Wahyuni. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Desa Tanjung Aru merupakan salah satu sentra pengembangan padi yang berada di Kecamatan Sebatik Timur. Semakin berkembangnya sektor pertanian, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani padi sawah di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan yaitu usia (X1), luas lahan (X2), pengalaman bertani (X3), hasil produksi (X4), dan biaya produksi (X5). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani padi sawah Metode penentuan sampel simple random sampling. Hasil penelitian diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.999 yang berarti sebesar 99,9 % dapat dijelaskan oleh variabel bebas yang diamati, sedangkan sisanya 0,1 % dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = 11.461 - 0,022X1 + 0.015X2 + 0.012X3 + 1.263 X4 – 0.285 X5 + e. Variabel usia dan luas lahan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan, adapun variabel pengalaman berusaha tani, hasil produksi dan biaya produksi memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan. Hasil penelitian ini disarankan agar petani lebih memperhatikian faktor-faktor yang dapat meningkatkan pendapatan sehingga usaha pertanian padi khususnya di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan yang dijalankan dapat memberikan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan. kepada pemerintah agar petani diperhatikan baik dari bimbingan terhadap pengetahuan serta pemberian bantuan modal, bibit unggul, pupuk, sarana dan prasarana lain untuk mendukung terciptanya usaha pertanian menjadi lebih mapan dan mandiri kedepannya serta membantu penambahan cetak sawah baru. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan penelitian yang telah saya lakukan untuk melihat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat pendapatan petani. Kata Kunci : Pendapatan Petani, Usia Luas Lahan, Pengalaman Bertani, Hasil Produksi Dan Biaya Produksi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAH DESA (ORYZA SATIVA L) SETABU KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN

2021•

Produksi padi sawah Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan pada hasil panennya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para petani. Proses produksi padi sawah Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan di pengaruhi oleh beberapa faktor, produksi itu sendiri bisa berjalan bila persyaratan yang dibutuhkan yaitu faktor produksi sudah terpenuhi sehingga penelitian ini bertujuan untuk 1). bagaimana karakteristik petani padi sawah 2). faktor faktor apa saja yang mempengaruhi produksi padi sawah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi-instansi yang terkait. Kemudian data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan fungsi cobb douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan (X1) dan variabel pupuk (X2) berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah (Y). hal tersebut berarti bahwa setiap peningkatan luas lahan dan peningkatan pupuk berpengaruh terhadap peningkatan produksi padi sawah di Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan. Variabel pestisida (X4), variabel benih dan variabel tenaga kerja berpengaruh tidak nyata terhadap produksi. Hal tersebut berarti bahwa setiap peningkatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan produksi padi sawah di Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODAL DAN LUAS LAHAN TERHADAP PRODUKSI PERTANIAN DI KELURAHAN JUATA KERIKIL KOTA TARAKAN (STUDI KASUS KANGKUNG DAN BAYAM)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal dan luas lahan terhadap produksi pertanian di Kelurahan Juata Kerikil Kota Tarakan (studi kasus kangkung dan bayam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat juata kerikil yang berstatus sebagai petani sayuran. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 sampel dengan menggunakan metode sampling purposive. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda. secara parsial variabel modal berpengaruh signifikan terhadap produksi pertanian dengan melihat nilai t hitung 2,778 > t tabel 1,29805 dan nilai signifikan t hitung taraf signifikan 0,008 0.1, variabel luas lahan berpengaruh signifikan terhadap produksi pertanian dengan melihat nilai t hitung 4,343 > t tabel sebesar 1,29805, atau nilai sig 0,000 0.1. Sedangkan secara simultan variabel modal dan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap produksi pertanian dengan melihat nilai F hitung sebesar 25,097 > F tabel sebesar 2,80 dan nilai signifikan 0,000 0.1. Dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,496 atau sebesar 49,6%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel modal dan luas lahan mampu menjelaskan naik turunnya modal dan luas lahan sebesar 49,6% sedangkan sisanya sebesar 51,4% dijelaskan oleh variabel yang tidak diteliti oleh peneliti.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TAMBAK UDANG WINDU SISTEM TRADISIONAL DI KALIMANTAN UTARA

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TAMBAK UDANG WINDU SISTEM TRADISIONAL DI KALIMANTAN UTARA Muhammad Rivaldi Jafar Sidik Salim, S.E., M.Si Budidaya udang windu sistem tradisional di Kalimantan Utara ini sangat dibutuhkan untuk mendorong ekspor dari sektor bagian perikanan dan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian sehingga dapat mempenggaruhi pembangunan di Daerah Kalimantan Utara. Hasil dari budidaya udang windu dalam sistem tradisional ini juga dapat menyediakan permintaan udang windu yang sangat tinggi yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat lokal sehingga produksi budidaya udang windu dalam sistem tradisional ini harus ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah bibit, luas lahan, jumlah tenaga kerja, pemupukan lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan terhadap produksi budidaya udang windu sistem tradisional yang ada di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Data diolah menggunakan Eviews9 dan responden sebanyak 52 responden sebagai sampel dengan menggunakan metode random sampling dari 110 populasi. Hasil dari penelitian ini bahwa secara parsial (uji t), bahwa jumlah bibit, luas lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan berpengaruh nyata terhadap produksi, sedangkan jumlah tenaga kerja, dan pemupukan lahan tidak berpengaruh secara nyata. Secara serempak (uji f), bahwa jumlah bibit, luas lahan, jumlah tenaga kerja, pemupukan lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan berpengaruh nyata terhadap produksi budidaya udang windu sistem tradisional ini. Persamaan regresi LnY = -7,629541 + 0,681558 (X1) + 0,729861 (X2) + 0,212685 (X3) + 0,055199 (X4) + 0,264375 (X5) + 0,390764 (X6) + e, dan R2 sebesar 0,755886 hal ini menunjukan bahwa sebesar 75% variabel terikat (produksi) dapat dijelaskan oleh variabel bebas (jumlah bibit, luas lahan, jumlah tenaga kerja, pemupukan lahan, pemberian pestisida, dan pemeliharaan). Sedangkan sisanya 25% dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya yang belum dimasukan ke dalam model.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail