Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

54 hasil
Subjek: pupuk
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBIJAKAN DISTRIBUSI PUPUK BERSUBSIDI DI KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WAHYU VIOLITA EKA SARI. 1640202033. 2020. Analisis Kebijakan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Dibimbing oleh Adi Sutrisno. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian (1) mengetahui kebijakan distribusi pupuk bersubsidi di Indonesia, (2) mengetahui pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, dan (3) mengetahui apakah pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.Hasil penelitian menjelaskan bahwa kebijakan pupuk bersubsidi yang sudah ada di Indonesia, sudah sesuai dengan proses distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, di mulai dari Lini I adalah lokasi gudang produsen pupuk, yaitu pupuk dari PT. PKT Bontang dan PT. Petrokimia Gresik. Lini II adalah gudang penyanggah yang berada di Ibukota Provinsi Kaltara yaitu Tg. Selor. Lini III adalah gudang distributor yang berada di Kabupaten Bulungan. Lini IV adalah gudang pupuk dikios pengecer, kemudian diberikan kesasaran yaitu kelompok tani atau petani dengan demikian maka penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sudah sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DOSIS PUPUK LIMBAH TAHU DAN KEDALAMAN PENGOLAHAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGEA L.)

•

Yakobus Vilkanova Tobi Kelen. 15201010044. 2019. Pengaruh Dosis Pupuk Limbah Tahu dan Kedalaman Pengolahan Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogea L). Dibimbing oleh Amarullah. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Produksi kacang tanah di Kalimantan Utara mengalami penurunan selama lima tahun terakhir, Tahun 2017 produksi kacang tanah 205 ton sedangkan tahun 2018 produksi kacang tanah mengalami penurunan yaitu 190 ton. Produksi tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan yang semakin meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman kacang tanah dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk yang tepat dan pengolahan tanah yang optimal sehingga dapat memacu pertumbuhan tanaman kacang tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis limbah tahu dan kedalaman pengolahan tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial 9 perlakuan, 3 ulangan dan 27 unit percobaan. Faktor pertama yaitu kedalaman olah tanah 10 cm (K1), 15 cm (K2), 20 cm (K3) dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (L1), 120 ml/tanaman (L2) dan 180 ml/tanaman (L3). Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi terbaik berada pada kedalaman 15 cm dan dosis limbah tahu 120 ml/tanaman (K2L2), dan berbeda nyata dengan perlakuan kedalaman 10 cm dan dosis limbah tahu 60 ml/tanaman (K1L1), serta kedalaman 20 cm dan dosis limbah tahu 180 ml/tanaman (K3L3) .Parameter berat basah tanaman kacang tanah pada perlakuan kedalaman olah tanah 10 cm (K1) dan 20 cm (K3). Sedangkan parameter tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, berat basah polong, berat kering polong, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, jumlah biji pertanaman, panjang akar, jumlah akar dan berat 100 biji tidak pengaruh yang nyata.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGELOLAAN SUMBER DAYA LOKAL SEBAGAI BAHAN PENDUKUNG PUPUK LEPAS LAMBAT UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI LAHAN MARGINAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lahan marginal memiliki tingkat kesuburan yang rendah sehingga memerlukan teknologi pengelolaan yang mampu meningkatkan efisiensi pemupukan, khususnya unsur nitrogen (N). Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penggunaan pupuk lepas lambat (Slow Release Fertilizer/SRF) dengan memanfaatkan sumber daya lokal sebagai bahan pelapis (coating), seperti limbah udang, arang sekam padi, dan arang tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sumber daya lokal sebagai bahan pendukung pupuk lepas lambat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.) di lahan marginal. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium pertanian dan dilahan penelitian Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan pada September 2023 hingga April 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan lima perlakuan, yaitu kontrol (P0), urea (P1), urea coating limbah udang (P2), urea coating arang sekam padi (P3), dan urea coating arang tempurung kelapa (P4), yang masing-masing diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, bobot buah berkelobot, bobot buah tanpa berkelobot, panjang buah, dan diameter buah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan pendukung pupuk lepas lambat berbasis sumber daya lokal memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan sebagian besar parameter produksi tanaman jagung. Perlakuan urea coating limbah udang (P2) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (125,68 cm), jumlah daun (10,60 helai), jumlah buah (1,77 buah per tanaman), dan panjang buah (22,67 cm). Sementara itu, perlakuan urea tanpa coating (P1) menghasilkan bobot buah berkelobot dan tanpa berkelobot tertinggi, masing-masing sebesar 222,25 g dan 211,67 g per tanaman. Dengan demikian, limbah udang merupakan bahan pendukung pupuk lepas lambat yang paling efektif dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan nitrogen, pertumbuhan, dan produksi tanaman jagung pada lahan marginal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Pupuk AB Mix Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) serta Kesuburan Tanah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan lingkungan banyak terjadi diakibatkan oleh aktivitas manusia yang tidak memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Kerusakan lingkungan tersebut dapat berdampak pada menurunnya fungsi ekologis, menurunnya kualitas lingkungan, serta berkurangnya tingkat kesuburan tanah. Beberapa tanah yang tersebar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara termasuk ke dalam golongan tanah marginal beriklim tropis dengan tingkat kesuburan tanah yang rendah, yaitu Ph kisaran 4,1-4,9, kandungan C- Organik kisaran 0,08-0,11%, P total tinggi 0,81%, N total sangat rendah 0,06% dan K total sangat rendah 0,06%. Oleh karena itu, upaya penanganan yang tepat untuk memulihkan lahan tersebut, yaitu melalui kegiatan reklamasi lahan berupa regevetasi lahan. Salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan dalam kegiatan revegetasi lahan adalah jenis tanaman rumput-rumputan (rumput pakchong). Untuk membudidayakan rumput ini diperlukan ketersediaan hara pada tanaman dapat dilakukan dengan cara memberikan pupuk agar dapat mengurangi keterbatasan unsur hara atau kekurangan mineral pada tanaman. Pupuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk AB Mix. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu, P0 (kontrol), P1 (kontrol positif (pupuk NPK Mutiara 16-16-16), P2 (400 ppm AB Mix), P3 (800 ppm AB Mix), P4 (1200 ppm AB Mix) dan P5 (1600 ppm AB Mix). Parameter pengamatan yang dilakukan yaitu tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah anakan, diameter batang, panjang akar,berat basah dan berat kering tanaman. Data dianalisis menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 800 ppm menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter yaitu tinggi tanaman 8 MST 257,87 cm, luas daun umur 8 MST 242,03 cm, Jumlah anakan 8 MST 6,42 batang, jumlah daun umur 8 MST 18 helai, diameter batang umur 8 MST 24,81 mm, panjang akar 8 MST 35,79 cm berat basah 1.030 kg dan berat kering 467,50 gr. Dengan demikian, pemberian perlakuan Ab Mix 800 ppm dapat meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK NPK PELANGI DAN PELAKSANAAN PROGRAM MARI KITA MAJUKAN USAHA RAKYAT (MAKMUR) TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KELAPA SAWIT DAN KESEJAHTERAAN PETANI KELAPA SAWIT SERTA ANALISIS USAHA BUDIDAYA KELAPA SAWIT

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas kelapa sawit rakyat di Desa Semaja, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, yang berdampak pada rendahnya tingkat pendapatan dan kesejahteraan petani. Rata-rata produksi tandan buah segar (TBS) petani di wilayah ini masih berada di bawah standar produktivitas nasional. Salah satu penyebab utama adalah penggunaan pupuk yang tidak terstandar serta kurangnya pendampingan teknis budidaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur melalui Program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR) memperkenalkan penggunaan Pupuk NPK Pelangi yang disertai dengan pendampingan teknis, akses permodalan, dan jaminan pemasaran hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh penggunaan Pupuk NPK Pelangi dan pelaksanaan Program MAKMUR terhadap produksi kelapa sawit; (2) mengetahui pengaruh penggunaan pupuk NPK Pelangi dan Pelaksanaan Program MAKMUR terhadap kesejahteraan petani; (3) menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan bersih usaha tani; serta (4) mengevaluasi kelayakan ekonomi usaha tani berdasarkan R/C Ratio dan Break Even Point (BEP) Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian adalah petani kelapa sawit yang tergabung dalam Program MAKMUR di Desa Semaja. Analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel penggunaan Pupuk NPK Pelangi (X1), Program MAKMUR (X2), produksi kelapa sawit (Y1) sebagai variabel mediator, dan kesejahteraan petani (Y2). Selain itu dilakukan analisis usaha tani untuk menghitung struktur biaya, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Pupuk NPK Pelangi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi kelapa sawit. Program MAKMUR juga memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan produksi melalui penyediaan input, pendampingan teknis, dan akses pasar. Produksi kelapa sawit terbukti berperan sebagai variabel mediator yang memperkuat pengaruh penggunaan pupuk dan pelaksanaan program terhadap kesejahteraan petani. Peningkatan produksi berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga petani, akses pendidikan, dan akses layanan kesehatan. Analisis usaha tani menunjukkan bahwa setelah penerapan penggunaan Pupuk NPK Pelangi dan Program MAKMUR, usaha tani kelapa sawit berada dalam kondisi layak secara ekonomi. Nilai R/C Ratio lebih besar dari satu, yang menunjukkan bahwa usaha tani menguntungkan. Analisis BEP produksi dan BEP harga menunjukkan bahwa tingkat produksi dan harga jual telah berada di atas titik impas, sehingga usaha tani memiliki margin keuntungan yang positif. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara penggunaan pupuk berkualitas dan pelaksanaan program pendampingan pertanian mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan Program MAKMUR serta menjadi dasar perumusan kebijakan pertanian yang lebih tepat sasaran di wilayah perbatasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFISIENSI SERAPAN HARA N DAN PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PADA PEMBERIAN JENIS PUPUK N YANG BERBEDA

2026•

EFISIENSI SERAPAN HARA N DAN PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PADA PEMBERIAN JENIS PUPUK N YANG BERBEDA ABSTRAK Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan komoditas perkebunan strategis di Indonesia yang produktivitasnya sangat ditentukan oleh kualitas bibit, terutama pada fase pembibitan awal pre nursery. Salah satu faktor penting dalam pembibitan adalah pemupukan nitrogen, karena unsur ini berperan besar dalam pertumbuhan vegetatif namun memiliki efisiensi serapan yang relatif rendah akibat sifatnya yang mudah hilang dari tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk nitrogen terhadap efisiensi serapan hara N dan pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery, serta menentukan jenis pupuk yang memberikan pertumbuhan terbaik. Penelitian dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada bulan Agustus hingga November 2024 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan tiga perlakuan, yaitu tanpa pemupukan (P0), pupuk Urea (P1), dan pupuk NPK 16-16-16 (P2), masing-masing dengan sembilan ulangan. Parameter yang diamati meliputi kandungan N-total tanah, kandungan N jaringan tanaman, serapan dan efisiensi serapan hara N, serta pertumbuhan bibit yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot basah, dan bobot kering tanaman. Data dianalisis menggunakan Anova dan uji lanjut BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan memiliki kandungan N-total tanah dengan kriteria rendah. Serapan hara nitrogen tertinggi diperoleh pada perlakuan tanpa pemupukan, sedangkan efisiensi serapan hara nitrogen pada perlakuan pupuk Urea dan pupuk NPK menunjukkan nilai negatif. Meskipun demikian, pupuk NPK memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, terutama pada parameter tinggi bibit, diameter batang bibit, dan bobot kering bibit, serta menunjukkan hasil terbaik dibandingkan pupuk Urea. Kata kunci: Nitrogen, pembibitan awal, pupuk majemuk, pupuk tunggal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH CAIR HASIL PRODUKSI KELAPA SAWIT MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMK JURUSAN AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) merupakan limbah agroindustri yang mengandung bahan organik dan unsur hara cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan POC melalui fermentasi, menganalisis kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta mengkaji potensinya sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman di SMK Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu kontrol dan empat perlakuan, masing-masing enam ulangan. Fermentasi dilakukan selama dua minggu menggunakan EM4 dan molase. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis karena tidak berdistribusi normal dan tidak homogen. Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi limbah cair kelapa sawit berpengaruh signifikan terhadap kandungan N, P, dan K (Sig 0,05). Perlakuan 250 ml menghasilkan kandungan unsur hara tertinggi. POC dari limbah cair kelapa sawit berpotensi digunakan sebagai bahan ajar kontekstual yang mendukung pembelajaran berbasis lingkungan dan pertanian berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kelapa Sawit Di Desa Belayan Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan nasional yang memberikan kontribusi besar terhadap devisa negara melalui ekspor minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil / CPO) dan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil / PKO) Di Kabupaten Malinau, khususnya Kecamatan Malinau Utara, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan utama yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani serta pengaruh tenaga kerja, pupuk, bibit, dan luas lahan terhadap produksi kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan metode kuantitatif.Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 petani kelapa sawit yang aktif mengelola kebunnya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan tenaga kerja (0,945), pupuk (0,520) bibit (0,000) dan luas lahan (0,958) berpengaruh terhadap produksi kelapa sawit. Secara parsial, variabel bibit berpengaruh signifikan terhadap produksi, sedangkan tenaga kerja dan pupuk, luas lahan tidak berpengaruh signifikan. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variasi produksi dalam model penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan produksi kelapa sawit di Desa Belayan lebih dipengaruhi oleh penggunan yang tepat pemilihan bibit unggul dibandingkan faktor tenaga kerja dan pupuk dan luas lahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Ketebalan Irisan Umbi Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang merah (Allium ascalonicum L.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan bahan obat tradisional, sehingga kebutuhannya terus meningkat setiap tahun. Namun, peningkatan tersebut belum diikuti oleh produksi yang stabil, kondisi ini menunjukkan perlunya barbaikan teknik budidaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan irisan umbi dan dosis pupuk NPK serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah ketebalan irisan umbi bawang merah yang terdiri dari empat perlakuan yaitu; P0: Tanpa pengirisan umbi, P1: Pengirisan 1/2 bagian umbi, P2: Pengirisan 1/3 bagian umbi, P3: Pengirisan 1/4 bagian umbi dan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu; N1: Dosis pupuk NPK 35 gram, N2: Dosis pupuk NPK 50 gram, N3: Dosis pupuk NPK 65 gram. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat basah, berat kering, diameter umbi dan produksi per hektarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengirisan umbi sebesar 1/3 bagian umbi mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah umbi dibandingkan tanpa pengirisan maupun pengirisan 1/2 bagian umbi. Pemberian pupuk NPK dengan dosis 50 gram menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap jumlah umbi dan berat kering dibandingkan dosis rendah 35 gram dan dosis tinggi 65 gram. Interaksi antara ketebalan irisan umbi dan dosis pupuk NPK tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Secara keseluruhan, kombinasi pengirisan umbi 1/3 bagian umbi dengan pemberian pupuk NPK dosis 50 gram memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang lebih baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Manajemen Pengendalian Persediaan Pupuk di FAP Agri. Tbk PT. Bhumi Simanggaris Indah

2025•

Kegiatan operasional perusahaan perkebunan kelapa sawit sangat bergantung pada ketersediaan pupuk yang memadai dan tepat waktu. Namun, manajemen persediaan pupuk sering menghadapi tantangan seperti fluktuasi permintaan, keterlambatan pasokan, serta potensi kelebihan stok yang dapat menyebabkan pemborosan biaya penyimpanan. Penelitian ini dilakukan di FAP Agri Tbk. PT. Bhumi Simanggaris Indah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang hingga saat ini belum menerapkan metode pengendalian persediaan berbasis perhitungan kuantitatif seperti Economic Order Quantity (EOQ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem manajemen persediaan pupuk serta mengevaluasi efektivitas pengendalian persediaan menggunakan pendekatan metode EOQ. Metode yang digunakan meliputi pendekatan deskriptif dan analisis kuantitatif EOQ dengan data primer dan sekunder, yang diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persediaan pupuk selama tahun 2024 tergolong aman dan mencukupi untuk mendukung operasional kebun. Namun, terdapat ketidakefisienan, seperti overstock pada jenis pupuk tertentu (misalnya NPK dan CuSO₄), yang menyebabkan biaya penyimpanan tinggi serta pemanfaatan stok yang rendah. Perhitungan EOQ menghasilkan jumlah pemesanan optimum yang lebih efisien dibanding sistem aktual perusahaan, disertai dengan estimasi frekuensi pemesanan, safety stock, dan reorder point yang dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan stok. Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa penerapan metode EOQ secara berkala dapat membantu perusahaan dalam mengendalikan persediaan secara lebih efisien, menekan biaya penyimpanan, dan mengurangi risiko terjadinya overstock maupun kekurangan stok (stock-out). Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan mempertimbangkan penggunaan EOQ sebagai bagian dari sistem manajemen persediaan pupuk secara menyeluruh. The operational activities of palm oil plantation companies heavily rely on the adequate and timely availability of fertilizers However, fertilizer inventory management often faces challenges such as demand fluctuations, supply delays, and the potential for excess stock which can lead to wasteful storage costs. This research was conducted at FAP Agri Tbk PT Bhumi Simanggaris Indah, Nunukan Regency, North Kalimantan, which until now has not implemented the Inventory control methods based on quantitative calculations such as Economic Order Quantity (EOQ) The aim of this research was to analyse the fertilizer inventory management system and evaluate the effectiveness of inventory control using the EOQ method approach. The methods used include descriptive approaches and quantitative analysis of EDQ with primary and secondary data, obtained through direct observation, interviews, questionnaires, and documentation The results of the study indicated that the fertilizer inventory during the year 2024 is considered safe and sufficient to support the operational needs of the farm However, there are inefficiencies, such as overstocking of certain types of fertilizers (eg, NPK and CuSO4), which cause to high storage costs and low utilization of stock. The EOQ calculation yields an optimal ordering amount that is more efficient compared to the company's actual system, accompanied by estimates of ordering frequency, safety stock, and reorder points that can serve as a reference in stock management From these results, it can be concluded that the periodic application of FOQ methods can assist the company in managing inventory more efficiently, reduce storage costs, and minimize the risk of overstocking and stock outs Therefore it is recommended that companies need to consider the use of FOQ as part of a comprehensive fertilizer inventory management system Keywords Inventory Management, Fertilizers, Economic Order Quantity (EOQ), Inventory Control PT Bhumi Simanggaris Indah

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Pupuk Terpadu Pada Budidaya Sorgum (Sorghum bicolor L.) di Lahan Marginal

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Konsep pemupukan terpadu adalah penerapan pupuk organik dan anorganik secara bersamaan dengan tujuan menambah unsur hara bagi tanaman sekaligus sekaligus sifat tanah. Penerapan pemupukan terpadu dapat meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah serta meningkatkan efisiensi penyusunan pupuk anorganik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi pupuk terpadu yang mampu memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum yang optimal di lahan marginal. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yang terdiri dari 8 perlakuan yaitu: P0 (Tanpa pupuk); P1 (Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL); P2 (Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL+Pupuk kandang ayam); P3 (1,5×Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL+Pupuk kandang ayam); P4 (2×Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL+Pupuk kandang ayam); P5 (Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL+Pupuk kandang sapi); P6 (1,5×Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL+Pupuk kandang sapi), P7 (2×Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL+Pupuk kandang sapi), dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan pemupukan terpadu dengan bahan organik pupuk kandang ayam yaitu pada perlakuan P2, P3, dan P4 meberikan pertumbuhan dan hasil produksi tanaman sorgum yang optimal. Perlakuan P2 memberikan nilai tertinggi terhadap parameter jumlah daun, panjang malai, dan berat 1000 butir dengan nilai berturut turut 16,03 helai, 22,83 cm, dan 42,33 g. Pada perlakuan P3 memberikan nilai tertinggi terhadap parameter tinggi tanaman yaitu 196,50 cm. Pada perlakuan P4 memberikan nilai tertinggi terhadap parameter berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, dan berat 100 butir dengan nilai berturut turut 1.240 g, 1.086,33 g, dan 4,23 g.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI PENAMBAHAN PUPUK SILIKAT PADA BUDI DAYA PAKAN ALAMI Skeletonema costatum SKALA LABORATORIUM

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skeletonema costatum merupakan salah satu jenis fitoplankton yang penting dalam budidaya perikanan sebagai pakan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk silikat terhadap pertumbuhan Skeletonema. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu penggunaan pupuk kw21 (kontrol), penggunaan pupuk kw21 dengan penambahan silikat dengan dosis 5 ppm, 10 ppm, dan 15 ppm. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dengan total 12 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis (ANOVA) untuk menguji signifikasi perbedaan antara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C memberikan pengaruh pertumbuhan skeletonema yang terbaik dari perlakuan lainnya. Hasil uji anova menunjukan perbedaan yang signifikan antara penambahan silikat dengan kontrol dimana perlakuan C Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa perlakuan C tidak berbeda nyata dengan perlakuan D tetapi berbeda nyata dengan perlakuan A dan B selanjutnya D tidak berbeda nyata dengan B tapi berbeda nyata dengan A.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PUPUK AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan lingkungan sering kali terjadi akibat ulah masyarakat itu sendiri sehingga dapat membuat kesuburan tanah menjadi menurun, Salah satu contoh kegiatan yang dapat menyebabkan kualitas tanah menjadi menurun yaitu pertambangan. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan reklamasi lahan berupa revegetasi lahan. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai revegetasi lahan yaitu jenis tanaman rumput-rumputan (rumput odot). Untuk membudidayakan rumput odot diperlukan ketersediaan hara pada tanaman dapat dilakukan dengan cara memberikan pupuk agar dapat mengurangi keterbatasan unsur hara atau kekurangan mineral pada tanaman. Pupuk yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk AB Mix. Tujuannya yaitu pupuk AB Mix dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman rumput odot. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok 1 faktor dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali, perlakuan P0 (kontrol), P1 (kontrol positif (pupuk NPK Mutiara 16-16-16)), P2 (100 ppm AB Mix), P3 (200 ppm AB Mix), P4 (400 ppm AB Mix) dan P5 (800 ppm AB Mix). Parameter Pengamatan yaitu tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, jumlah daun, lebar daun dan berat basah tanaman. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA, apabila terdapat data berpengaruh nyata maka dilanjut dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P5 dengan konsentrasi 800 ppm menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter yaitu tinggi tanaman 9 MST 84,76 cm, panjang daun umur 9 MST 69,95 cm, lebar daun umur 9 MST 3,66 cm, jumlah daun umur 9 MST 81,25, diameter batang umur 9 MST 2,52 dan berat basah 1,08 kg. P5 tidak berbeda nyata pada perlakuan P1 sebagai kontrol positif yang menggunakan pupuk NPK Mutiara 16-16-16 dengan dosis 2,25 gr/tanaman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI PUPUK LEPAS LAMBAT UREA BALL DENGAN PEMBUNGKUS ARANG DAN LIMBAH UDANG PADA TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays sacharata Sturt)

2024•

Penggunaan pupuk anorganik dan organik di Indonesia terus meningkat seiring dengan kemajuan teknologi dan perluasan lahan pertanian. Saat ini, pengolahan lahan di Indonesia masih sangat bergantung pada pupuk anorganik. Urea merupakan pupuk yang mempunyai daya serap dan pelarutan air yang sangat tinggi dan cepat. Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan urea dan mengurangi kehilangan nitrogen, dapat direkayasa pupuk dalam bentuk slow release fertilizer. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor, 7 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu, P0 = Tanpa pemberian perlakuan (kontrol), P1 = urea = 6.7 g /tanaman, P2 = pembungkus arang tempurung kelapa = 333 g /tanaman, P3 = pembungkus limbah udang = 333 g /tanaman, P4 = urea + pembungkus arang tempurung kelapa = 6,7 g + 333 g /tanaman, P5 = urea + pembungkus limbah udang = 6,7 g + 333 g /tanaman, P6 = urea + pembungkus limbah udang + pembungkus arang tempurung kelapa = 6,7 g + 167 g + 167 g /tanaman. Perlakuan diberikan sebanyak 1 kali yaitu pada 12 hari setelah tanam. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basa dan kering jaringan tanaman, berat basah dan kering akar. Hasil penelitian ini menunjukan perlakuan P6 = urea + pembungkus limbah udang + pembungkus arang tempurung kelapa = 6,7 g + 167 g + 167 g/tanaman, memberikan nilai tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering jaringan tanaman, berat basah dan kering akar dengan nilai berturut-turut adalah 96,38 cm, 5,16, 34,25 g, 19,86 g, 15,23 g dan 7,05 g.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PUPUK KANDANG DAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN (Cucumis sativus L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemulsaan dan pemupukan organik menjadi alternatif pengelolaan tanaman mentimun pada lahan dengan suhu dan curah hujan tinggi. Pemulsaan berperan dalam mengendalikan erosi dan pertumbuhan gulma, sedang bahan organik sebagi sumber unsur hara bagi mentimum. Mulsa dan pupuk organik memiliki banyak macam dan ragam, yang tentunya memberikan pengaruh yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk kandang dan mulsa organik terhadap pertumbuhan, dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian menggunakan RAK 1 faktor yaitu aplikasi pupuk kandang ayam dan mulsa organik (mulsa rumput toraja, sekam padi dan daun bambu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dan mulsa organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Perlakuan kombinasi pupuk kandang ayam dan mulsa daun bambu, yang memberikan hasil optimal pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat buah, panjang buah, diameter buah, berat akar, dan berat trubus. Penelitian ini menyarankan penggunaan mulsa daun bambu dan pupuk kandang ayam 6 kg per bedengan untuk meningkatkan produksi tanaman mentimun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh pemberian jenis pupuk organik cair NASA dan pupuk organik padat kotoran sapi terhadap produksi tanaman terong ungu(Solanum melongena L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PEMBERIAN JENIS PUPUK ORGANIK CAIR NASA DAN PUPUK ORGANIK PADAT KOTORAN SAPI TERHADAP PRODUKSI TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) Abstrak Pemberian pupuk organik cair selain menambah unsur hara juga memperbaiki agregat tanah, sehingga tanah menjadi gembur dan memudahkan perakaran tanaman menembus tanah serta menyerap unsur hara dalam memenuhi kebutuhannya. Penggunaan kotoran sapi menjadi pupuk untuk kesuburan tanah tidak hanya akan melestarikan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi dari kotoran sapi. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman terong ungu. Melalui pemberian POC NASA dan pupuk kotoran sapi dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh POC NASA dan Pupuk kotoran sapi terhadap hasil produksi tanaman terong ungu. Penelitian dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Pada bulan Februari sampai dengan Mei 2023. Dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama; POC NASA(N) dengan 4 taraf Konsentrasi (2 ml, 4 ml, 6 ml, 8 ml) POC NASA/1 liter air. Dan faktor kedua; Pupuk Kotoran Sapi (K) dengan 4 taraf (10 ton ha-1 atau setara 150 g polybag-1, 20 ton ha-1 atau setara 225 g polybag-1, 30 ton ha-1 atau setara 300 g polybag-1, 40 ton ha-1 atau setara 375 g polybag-1). Parameter yang diamati yaitu; Panjang buah, Berat buah, Diameter buah, dan jumlah buah. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian yang telah dilaksakan dapat disimpulkan bahwa pemberian POC NASA dengan berbagai konsentrasi dan pupuk kotoran sapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap produksi tanaman terong ungu. Interaksi POC NASA dan pupuk kotoran sapi pada perlakuan N1K1 mempunyai kecenderungan meningkatkan tinggi tanaman terong ungu Yuvita F1 sedangkan N4K4 cenderung memberikan hasil terendah. Kata kunci: Terong Ungu, Pupuk Organik Cair NASA, Pupuk Kotoran Sapi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH UDANG PADA TANAMAN SAYURAN KANGKUNG(Ipomoea reptans poir), BAYAM(Amaranthus.sp) DAN SAWI(Brassica juncea.L)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman kangkung(Ipomoea reptans poir) dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi,dimana suatu ketinggian dapat mempengaruhu kualitas hasilnya.Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun,dan termasuk kedalam family Convolvulaceae.Sawi hijau(Brassica juncea.L) termasuk kedalam jenis tanaman sayuran daun dari keluarga cruciferae yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup.Sumber gizi yang terkandung kedalam tanaman sawi yaitu terdiri dari besi,protein,lemak,karbohidrat,serat,kalsium,fosfor,besi dan berbagai jenis vitamin lainnya seperti vitamin A,vitamin B1,vitamin B2,vitamin B3 dan tentu saja vitamin C.Bayam(Amaranthus.sp) merupakan salah satu jenis tanaman yang biasa ditanami menjadi tanaman sayuran yang bisa untuk dikonsumsi oleh banyak orang, yang dimana bagian sayuran yang bisa dimakan yaitu pada bagian daun.Udang merupakan bahan makanan yang tentu saja banyak mengandung vitamin A,vitamin E,vitamin B1,kalori,lemak,protein dan juga tentu saja banyak mengandung zat kapur,mineral,fosfor,potassium yang sangat baik untuk tubuh.Untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah udang terhadap pertumbuhan tanaman sayuran kangkung,bayam dan sawi.Penelitian ini dilaksanakan di Jl.Camar IV RT 03 NO 91 Juata Permai Kota Tarakan,Kalimantan Utara pada bulan Juni 2023.Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan sebagai berikut:C1:Tanaman Sawi,C2:Tanaman Bayam,dan C3:Tanaman Kangkung.Berdasarkan penelitian kajian metode aplikasi pupuk organik cair limbah udang pada beberapa tanaman sayuran kangkung,sawi dan bayam,dapat diketahui dengan melalui rangkaian penelitian dengan dilanjutkan pengamatan yang terdiri dari tiga parameter yaitu tinggi tanaman,panjang daun tanaman,dan jumlah daun.Pada hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan yaitu pada hasil data grafik dengan pemberian pupuk organik cair(POC) limbah udang terjadinya peningkatan tinggi tanaman,panjang daun,dan jumlah daun untuk tanaman sawi,bayam dan kangkung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian pupuk terpadu organik anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi wijen ( Sesamum indicum L )

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman wijen (Sesamum indicum L.) merupakan komoditas pertanian yang memiliki potensi agroindustri sebagai bahan dasar penting produk pangan, minyak, farmasi, kosmetik, dan aneka industri. Tingkat produktivitas wijen di Indonesia tergolong rendah yaitu sebesar 465 kg/ha, padahal potensi produksinya dapat mencapai 1.600 kg/ha. Peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan pemenuhan nutrisi tanaman melalui pemupukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan pupuk terpadu organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman wijen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor. PO kontrol (tanpa pemupukan), PI = 100 g/m, kotoran ayam + 10 g/m, pupuk NPK. P2100 g/m, kotoran ayam+15 g/m pupuk NPK. P3100 g/m, kotoran ayam+20 g/m pupuk NPK. P4200 g/m, kotoran ayam+10 g/m, pupuk NPK. P5200 g/m, kotoran ayam+15 g/m pupuk NPK. P6200 g/m, kotoran ayam+20 g/m pupuk NPK. P7300 g/m, kotoran ayam+10 g/m pupuk NPK. P8300 g/m, kotoran ayam+15 g/m, pupuk NPK. P9 - 300 g/m, kotoran ayam+20 g/m pupuk NPK. Parameter yang diamati meliputi: Tinggi tanaman, Panjang dan jumlah daun, jumlah cabang, diameter batang, jumlah polong, Panjang polong, berat basah dan kering. Data dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut menggunkan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan. bahwa aplikasi pupuk organik kotoran ayam dan pupuk anorganik NPK berpengaruh nyata terhadap Panjang daun, jumlah daun, diameter batang pada umur 30 dan 100 HST dengan perlakuan P6 (Pupuk kotoran ayam 200g+20g Pupuk NPK), P7 (Pupuk kotoran ayam 300g+10g pupuk NPK) dan P9 (Pupuk kotoran ayam 300g+20g pupuk NPK).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KETERSEDIAAN PUPUK BERSUBSIDI TERHADAP PRODUKSI USAHATANI HORTIKULTUR CABAI RAWIT (Studi Kasus: Kelompok Tani Juata Permai Bersatu Di Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemberian pupuk bersubsidi merupakan program prioritas pemerintah untuk meringankan beban petani sehingga pada saat mereka membutuhkan pupuk untuk tanaman sayurannya tersedia dengan harga yang terjangkau. Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian, pemerintah membuat kebijakan yang bertujuan untuk memfasilitasi sarana dan prasarana pertanian, salah satunya adalah kebijakan subsidi pupuk bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan pupuk bersubsidi terhadap produksi usaha tani hortikultura cabai rawit di Kota Tarakan. Lokasi penelitian ini bertempat di Kelurahan Juata Permai. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 petani. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dengan menggunakan analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan: persamaan regresi yang diperoleh Y=3,205 + 0,158X1 + 0,156X2+ 0,132X3. Uji determinasi R square sebesar 0,998. Uji F menunjukkan bahwa tingkat signifikansi 0,000 0,05 yang berarti luas lahan, pupuk urea, pupuk Sp-36 berpengaruh signifikan secara simultan. Uji t menunjukkan bahwa variabel luas lahan(X1), pupuk urea(X2), pupuk sp-36(X3) berpengaruh signifikan terhadap produksi cabai (Y) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI TEPUNG KEPALA UDANG TERFERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN NANNOCHLOROPSIS sp

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nannochloropsis sp. merupakan mikroalga berwarna hijau kuning, berbentuk bola, berukuran kecil yang berdiameter 2-4 µm. Nannochloropsis sp telah banyak digunakan sebagai pakan alami dalam usaha budidaya khususnya pembenihan. Untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangbiakannya, ketersediaan nutrien dalam media kultur Nannochloropsis sp. perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi pupuk organik cair dari kepala udang dan mengetahui dosis kombinasi pupuk organik cair dan pupuk komersil yang memberikan pertumbuhan terbaik pada Nannochloropsis sp. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan terdiri P0: (100% pupuk komersil), P1: (50% komersil + 50% pupuk organik cair), P2: (75% pupuk komersil + 25% pupuk organik cair), P3: (100% pupuk organik cair). Data yang dihasilkan dianalisis dengan uji ANOVA dan diuji lanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pupuk organik cair (POC) dari kepala udang terfermentasi belum memenuhi SNI. Penggunaan pupuk komersil dan pupuk organik cair mempengaruhi pertumbuhan Nannochloropsis sp. Puncak pertumbuhan Nannochloropsis sp tertinggi terjadi pada hari ke 7 yaitu pada perlakuan P0 (100% komersil), namun secara statistik tidak beda nyata dengan P1 (50 % komersil + 50% pupuk organik cair). Data pengukuran kualitas air selama masa kultur menunjukkan suhu 24 ̊C-28 ̊C, pH 7,11-7,44, salinitas 34-38, kandungan nitrat berkisar 0,26-2,06 mg/l, dan kandungan fosfat berkisar 0,19-0,39 mg/l.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail