Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: Nitrogen
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN KANDUNGAN NITRAT (NO3-) TANAH DENGAN APLIKASI BEBERAPA BAKTERI PENAMBAT NITROGEN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nitrate is one of the major nutrients for growth of plants and algae. Nitrate is very soluble in water and is very unstable so it becomes unavailable. The main source of nitrate comes from soil erosion, fertilizer, waste and nitrogen (N) accumulation. N uptake is done either by symbiotic or non-symbiotic bacteri. The Faculty of Agriculture of UBT has 14 rhizobacterial isolates capable of digesting N, but it is not yet known how much it can absorb N in the from of nitrates that such rhizobacteria can provide. This study aimed to determine the extent of the ability of 14 N-bonding bacterial isolates to provide nitrate (NO3-). This research used a complete randomized design that consisted of 16 treatmenst and 2 replicates. The treatments were K0 (soil without treatmen), K1 (Nutrient Broth) P1 (B1(17)) P2 (B1(19)), P3 (B3(10)), P4 (B4(15)), P5 (B3(12)), P6 (B3(16)), P7 (B3(19)) P8 (B3(9)), P9 (B4(12)), P10 (B4(5)), P11 (B5(13)), P12 (B5(15)), P13 (B5(19)) dan P14 (B5(9)). At P1 to P14 treatments the soil was irrigated whit nitogen-fixing bacterial isolates suspension at a densityof 108 cfu/mL. The treatment of K0 was soil without the addition of Nutrient Broth (NB) and bacterial whereas K1 was soil added with 100 mL organic Nutrient Broth (NB). The soil was then incubated for 21 dasy. The parameters of this study were soil pH analysis and soil nitrate (NO3-) analysis.The results showed that the bacterial isolate was able to provide N in the from of nitrates ranging from 35,06 ppm to 45,42 ppm and bacterial isolate B3(12), was able to provide N of 45,42 ppm. The results of soil pH parameters showed that the isolates with the highest pH score was isolate B3(10) , (P3) with pH acore of 4,69 the lowest pH was of 4,20 obtained from isolates B4(12), (P9).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN KUALITAS AIR PEMELIHARAAN PADA BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon) PADA TAMBAK TRADISIONAL DI PULAU TEKOLANG DESA SAJAU HILIR, KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas air merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon), terutama pada tambak tradisional yang pengelolaan airnya bergantung pada pasang surut alami. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi kualitas air pemeliharaan udang windu pada tambak tradisional di Pulau Tekolang, Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan, yang dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 di tiga petak tambak menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, kecerahan, oksigen terlarut (DO), pH, alkalinitas, amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat, yang dibandingkan dengan baku mutu budidaya udang windu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 75 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata suhu 30,1–30,4 °C, salinitas 15,6 ppt, dan kecerahan 33–34 cm masih mendukung budidaya. Nilai rata-rata pH berkisar 7,6–8,1 dan DO 4,6–4,8 mg/L, meskipun DO minimum pada beberapa pengamatan mencapai 2,8 mg/L. Alkalinitas berfluktuasi cukup tinggi, khususnya pada Petak 1 dan Petak 3. Amonia menjadi parameter paling kritis dengan rata-rata 0,24 mg/L (Petak 1), 0,09 mg/L (Petak 2), dan 0,06 mg/L (Petak 3), sehingga seluruh petak melebihi baku mutu 0,01 mg/L. Nitrit juga melampaui baku mutu pada sejumlah periode pengamatan, terutama di Petak 2 dan Petak 3. Rata-rata nitrat sebesar 0,57 mg/L (Petak 1), 0,39 mg/L (Petak 2), dan 0,81 mg/L (Petak 3), dengan Petak 3 menunjukkan akumulasi tertinggi. Sebaliknya, rata-rata fosfat relatif rendah (0,062–0,086 mg/L) dan umumnya belum mencapai standar minimal 0,1 mg/L. Secara umum, kondisi fisik air mendukung pemeliharaan udang windu, sedangkan akumulasi senyawa nitrogen, fluktuasi alkalinitas, rendahnya DO pada periode tertentu, dan rendahnya fosfat menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan tambak tradisional. Pengelolaan bahan organik dasar, pengapuran sesuai kebutuhan, pergantian air pasang surut terencana, serta pemantauan kualitas air rutin diperlukan untuk menjaga kestabilan lingkungan budidaya. Kata kunci: kualitas air; udang windu; tambak tradisional; senyawa nitrogen; Pulau Tekolang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN PEMBERIAN PROBIOTIK TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS AIR DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG WINDU (Panaeus monodon) PADA TAMBAK TRADISIONAL DI KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas air merupakan faktor pembatas utama dalam keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon). Akumulasi senyawa beracun akibat penurunan kualitas air sering kali memicu penurunan kesehatan udang hingga mortalitas massal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi probiotik RICA dalam memperbaiki kondisi lingkungan perairan serta dampaknya terhadap kelangsungan hidup (Survival Rate) udang windu pada sistem tambak tradisional. Penelitian dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2025 di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan membandingkan petak perlakuan probiotik RICA dan petak kontrol (non-probiotik), dengan parameter kualitas air merujuk pada Baku Mutu Permen KP No. 75 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petak tambak dengan perlakuan probiotik memiliki kondisi lingkungan yang lebih stabil, ditandai dengan konsentrasi oksigen terlarut (5,7–7,1 mg/L), pH (8,08–8,48), dan amonia (0,01–0,31 mg/L) yang lebih baik dibandingkan dengan petak non-probiotik. Meskipun beberapa parameter seperti amonia, nitrit, dan alkalinitas pada kedua perlakuan belum sepenuhnya memenuhi baku mutu, aplikasi probiotik RICA terbukti mampu menekan akumulasi senyawa nitrogen berbahaya (Amonia dan Nitrit) lebih efektif dari pada petak non-probiotik. Hal ini sesuai dengan kelangsungan hidup udang windu yang mencapai 24,7% pada petak perlakuan probiotik, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan petak non-probiotik yang hanya sebesar 7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian probiotik RICA lebih baik dalam perbaikan kualitas air serta peningkatan kelangsungan hidup udang windu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFISIENSI SERAPAN HARA N DAN PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PADA PEMBERIAN JENIS PUPUK N YANG BERBEDA

2026•

EFISIENSI SERAPAN HARA N DAN PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PADA PEMBERIAN JENIS PUPUK N YANG BERBEDA ABSTRAK Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan komoditas perkebunan strategis di Indonesia yang produktivitasnya sangat ditentukan oleh kualitas bibit, terutama pada fase pembibitan awal pre nursery. Salah satu faktor penting dalam pembibitan adalah pemupukan nitrogen, karena unsur ini berperan besar dalam pertumbuhan vegetatif namun memiliki efisiensi serapan yang relatif rendah akibat sifatnya yang mudah hilang dari tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk nitrogen terhadap efisiensi serapan hara N dan pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery, serta menentukan jenis pupuk yang memberikan pertumbuhan terbaik. Penelitian dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada bulan Agustus hingga November 2024 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan tiga perlakuan, yaitu tanpa pemupukan (P0), pupuk Urea (P1), dan pupuk NPK 16-16-16 (P2), masing-masing dengan sembilan ulangan. Parameter yang diamati meliputi kandungan N-total tanah, kandungan N jaringan tanaman, serapan dan efisiensi serapan hara N, serta pertumbuhan bibit yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot basah, dan bobot kering tanaman. Data dianalisis menggunakan Anova dan uji lanjut BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan memiliki kandungan N-total tanah dengan kriteria rendah. Serapan hara nitrogen tertinggi diperoleh pada perlakuan tanpa pemupukan, sedangkan efisiensi serapan hara nitrogen pada perlakuan pupuk Urea dan pupuk NPK menunjukkan nilai negatif. Meskipun demikian, pupuk NPK memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, terutama pada parameter tinggi bibit, diameter batang bibit, dan bobot kering bibit, serta menunjukkan hasil terbaik dibandingkan pupuk Urea. Kata kunci: Nitrogen, pembibitan awal, pupuk majemuk, pupuk tunggal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DINAMIKA AMONIA, NITRIT, DAN NITRAT PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SISTEM RESIRKULASI

2025•

Ikan nila (O. niloticus) merupakan salah satu jenis komoditas ikan air tawar bernilai ekonomis dengan kandungan protein yang tinggi. Hal ini selaras dengan meningkatnya permintaan benih ikan nila untuk proses pembesaran. Salah satu permasalahan dalam budidaya ikan nila adalah kualitas air yang dapat mempengaruhi ikan nila sehingga dapat mengalami kematian pada fase benih. Teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) merupakan solusi alternatif teknologi dalam menjaga kualitas air. Kelebihan penerapan teknologi ini adalah penggunaan air lebih hemat, kepadatan tebar tinggi, kemudahan dalam mempertahankan kualitas air tetap baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji dinamika kualitas air sesuai standar baku mutu serta korelasinya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (O. niloticus) pada sistem resirkulasi selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara kuantitatif deskriptif. Parameter pengukuran antara lain suhu, DO, pH, amonia, nitrit, nitrat, pertumbuhan bobot mutlak, dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian diproleh bahwa dinamika kualitas air masih sesuai dengan standar baku mutu budidaya ikan nila yaitu Suhu rata-rata 29-31°C, Oksigen terlarut (DO) 5,2 mg/L, Derajat keasaman (pH) dengan rata-rata 7,2, Amonia (NH3) 0,008 mg/L, Nitrit 0,1 mg/L dan Nitrat dengan rata-rata 0,6-0,7 mg/L. Titik sampel pada inlet dan outlet menghasilkan grafik yang cukup stabil, sedangkan grafik pada sampel outlet cenderung kurang stabil. Hasil analisis korelasi nitrogen terhadap pertumbuhan bobot dan kelangsungan hidup memiliki berbagai macam tingkatan yaitu berkolerasi kuat, sedang, rendah dan tidak berkolerasi serta berkolerasi searah dan tidak searah. Selama 42 hari pemeliharaan menunjukkan penerapan sistem resirkulasi mampu menjaga kualitas air yang berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot yang mencapai 9,89 gram dan kelangsungan hidup ikan nila sebesar 97,57%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MACAM BAHAN COATING UREA PADA SLOW RELEASE FERTILIZER TERHADAP PELEPASAN NITROGEN MENGGUNAKAN KINETIKA PELEPASAN FIRST ORDER

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketersediaan Nitrogen dalam tanah merupakan salah satu permasalahan dalam pemupukan nitrogen (N). Nitrogen merupakan unsur hara makro primer yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak, namun ketersediaannya dalam tanah tergolong sangat rendah. Dinamika cepat tersedia dari pupuk N anorganik serta tingginya kehilangan nitrogen melalui pencucian dan penguapan menjadikan aplikasi pupuk N anorganik kurang efisien. Teknologi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi N adalah dengan teknologi pupuk lambat tersedia (slow release fertilizer) menggunakan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji formula pupuk SRF dengan menggunakan bahan pendukung urea-organik dalam melepaskan hara N di tanah marginal dan mengetahui laju dan pola pelepasan nitrogen dari formula SRF yang dihitung menggunakan kinetika pelepasan first orde. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu Kontrol (K), P1 (Urea tanpa coating), P2: Urea-Arang sekam (1:1), P3: Urea-Arang tempurung kelapa (1:1), P4: Urea-Limbah udang (1:1). Percobaan diinkubasi dilakukan selama 2, 4, 6 dan 8 minggu di dua lokasi berbeda yaitu laboratorium dan lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa arang tempurung kelapa dan limbah udang sangat baik sebagai pendukung dalam formula SRF. Formulasi Urea-Arang tempurung kelapa sangat baik dalam mengontrol pelepasan NO3-. Sedangkan formulasi Urea-Limbah udang sangat baik dalam mengontrol pelepasan NO3- berdasarkan pelepasan kinetika first order.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kandungan Nitrogen Total Pada Serasah daun Mangrove Avicennia alba yang terdekomposisi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan

2024•

Nitrogen adalah sumber nutrien pada serasah yang dibutuhkan oleh organisme sebagai sumber makanan yang pada umumnya berada pada substrat dasar. Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan anorganik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah nitrogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan nitrogen total yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis Avicennia alba di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai dengan Agustus 2023 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak dialiran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak didekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak didekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan laju dekomposisi serasah daun mangrove Avicennia alba semakin berkurang berdasarkan perubahan harinya yaitu berkisar 0,71 g/hari – 0,17 g/hari, sedangkan kandungan nitrogen total pada serasah daun Avicennia alba yang terdekomposisi selama 56 hari berdasarkan stasiun berkisar 0,66 - 0,71 %. Tingginya kadar nitrogen tersebut disebabkan oleh daerah sampling yang memiliki substrat berlumpur. Perairan berlumpur menjadi tempat menumpuknya bahan organik yang terbawa aliran air, sedangkan tekstur dan ukuran partikel halusnya memudahkan penyerapan bahan organik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aplikasi pembenah tanah plus pupuk hayati penambat nitrogen pada budidaya jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) di tanah margina

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah marginal memilik tingkat kesuburan tanah yang rendah hal ini dicirikan dengan sifat kimia tanah yaitu C-organik, pH dan N-total rendah. Nitrogen merupakan salah satu unsur hara yang banyak dibutuhkan oleh tanaman, akan tetapi unsur tersebut mudah terjadi kehilangan baik melalui volatilitas maupun pencucian menyebabkan pemberian pupuk N tidak efisien. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemberian pembenah tanah dan pupuk hayati penambat nitrogen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi pembenah tanah dan bakteri penambat nitrogen pada pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis serta pengaruhnya dalam meningkatkan produktivitas lahan dan menurunkan penggunaan pupuk N anorganik di tanah marginal. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan, dengan perlakuan yaitu : BO (tanpa perlakuan), B1 (100% Urea + 100% KCL + 100% SP-36), B2 (arang sekam 20 ton/ha+ isolat B5(19) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B3 (arang sekam 20 ton/ha + isolat B5(9) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B4 (arang sekam 20 ton/ha + isolat B3(9) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B5 (limbah udang 20 ton/ha + isolat B5(19) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B6 (limbah udang 20 ton/ha + isolat B5(9) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B7 (limbah udang 20 ton/ha + isolat B3(9) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan B6 memberikan nilai tertinggi pada parameter pertumbuhan maupun produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) dibandingkan perlakuan lainnya. Semua perlakuan yang diberikan pembenah tanah plus isolat bakteri penambat nitrogen dengan 50% pupuk urea bisa meningkatkan nilai C-organik, sehingga dapat mempengaruhi produktivitas tanah dan mampu menurunkan penggunaan dosis pupuk N anorganik hingga 50 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kandungan Bahan Organik Nitrogen Total Pada Serasah Daun Mangrove R. mucronata yang Terdekomposisi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah nitrogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan kandungan bahan organik nitrogen total yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2022 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak di aliran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak didekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak didekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan laju dekomposisi serasah daun mangrove R. mucronata di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan berkisar 0,38-0,43 g/hari, sedangkan kandungan nitrogen total pada serasah daun R. mucronata yang terdekomposisi selama 56 hari berkisar 0,66-0,72 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN PENGARUH JENIS DAN DOSIS BIOCHAR TERHADAP PENCUCIAN UNSUR HARA NITROGEN (N) PADA TANAH MASAM DI SEBATIK

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketersediaan unsur hara nitrogen pada tanah masam sangat rendah. Penambahan nitrogen melalui pemupukan pupuk anorganik seringkali tidak efektif akibat terjadinya kehilangan nitrogen melalui pencucian. Biochar merupakan material yang sangat potensi untuk menekan kehilangan unsur hara melalui pencucian. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh jenis, dan dosis biochar serta kombinasinya terhadap pencucian nitrogen pada tanah di Sebatik. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), 2 faktor yaitu jenis biochar (B) dan dosis biochar (D). Hasil menjunjukkan bahwa aplikasi jenis dan dosis biochar mampu menurunkan pencucian N pada tanah di sebatik. Pada semua lama inkubasi, pemberian biochar tempurung kelapa (B1) dan cangkang sawit (B2) sama-sama mampu menurunkan jumlah N-nitrat tercuci, sedangkan dosis biochar yang paling baik menurunkan jumlah N-Nitrat tercuci adalah 1,5 g (D3), yaitu berturut-turut 30,43, 11,24, dan 7,75 mg/kg pada 0, 21 dan 42 hari. Kombinasi biochar tempurung kelapa dengan dosis 1,5 g (B1D3) adalah kombinasi terbaik dalam menurunkan jumlah N-Nitrat tanah yang tercuci, baik pada lama inkubasi 0, 21 hari maupun 42 hari, berturut-turut 31,11, 12,41, dan 8,75 mg/kg.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KANDUNGAN NITROGEN TOTAL PADA SEDIMEN BERDASARKAN KEDALAMAN DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN KEPITING KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nitrogen dalam sedimen merupakan unsur esensial bagi tumbuhan yang berperan dalam proses fotosintesis dan merangsang pertumbuhan. Penelitianaini bertujuan untukamenguji kandunganaNitrogena(N) total padaasedimen berdasarkan perbedaan kedalaman di KawasanaKonservasi Mangroveadan Kepiting KelurahanaPamusian KotaaTarakan. Penelitianadilaksanakan padaabulanaFebruariasampaiadenganaApril 2021. Metode yangadigunakanadalamapenelitian adalahametode deskriptif kuantitatif denganamendeskripsikan kandungan Nitrogen (N) pada sedimen berdasarkan perbedaan kedalaman di setiap stasiun penelitian dan penentuan lokasi titik sampling untuk pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada 3 titik stasiun yaitu daerah aliran Sungai Pamusian, daerah menara pengawas dan daerah dekat pemukiman penduduk. Pengujian sampel sedimen dilakukan di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan Nitrogen (N) pada sedimen di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian kedalaman 10 cm berkisar 0,25 – 0,32 %, kedalaman 20 cm berkisar 0,19 – 0,24 %, dan kedalaman 30 cm berkisar 0,14 – 0,20 %. Jenis tekstur sedimen yang mendominasi yaitu substrat lempung hingga lempung berpasir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kandungan Bahan Organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) pada Serasah Daun Kratom (Mitragyna speciosa kroth) yang Terdekomposisi di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan

2020•

KANDUNGAN BAHAN ORGANIK C (KARBON), N (NITROGEN) DAN FOSFOR (P) PADA SERASAH DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa kroth) YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Dekomposisi serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan Danau Manuk Bungkul. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) pada serasah daun kratom yang terdekomposisi di Kawasan Danau Manuk Bungkul. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019 – Januari 2020 menggunakan metode deskriptif dan kuantatif dengan mendeskripsikan kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) di setiap stasiun. Pengambilan sampel serasah daun kratom dilakukan pada tiga titik stasiun, dimana stasiun 1 terletak di muara sungai, stasiun 2 terletak di bagian tengah atau di depan dermaga dan stasiun 3 terletak di ujung danau dengan 3 kali pengulangan. Pada setiap stasiun memiliki sub stasiun yaitu tergenang dan tidak tergenang. Laju dekomposisi serasah daun kratom sebesar 0,19 – 0,27 gram/hari. Kandungan bahan organik Karbon (C) pada serasah daun kratom sebesar 13,56 – 23,81 %, bahan organik Nitrogen (N) sebesar 1,02 – 2,59 % dan bahan organik Fosfor (F) sebesar 0,014 – 0,031 % di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KANDUNGAN BAHAN ORGANIK KARBON (C), NITROGEN (N), DAN FOSFOR (P) PADA SEDIMEN BERDASARKAN KEDALAMAN DI KAWASAN DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfor (P) pada sedimen berperan sebagai proses fotosintesis, respirasi, serta pembentuk protein bagi tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfor (P) pada sedimen berdasarkan kedalaman10 cm, 20 cm, dan 30 cm di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dimulai pada bulan September 2019 sampai dengan Januari 2020 metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan mendeskripsikan kandungan Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfor (P) pada sedimen berdasarkan kedalaman disetiap stasiun penelitian. Pengambilan sampel dilakukan di 3 titik stasiun yaitu daerah muara sungai, tengah danau, dan hulu danau dengan 3 kali pengulangan. Kandungan karbon (C) pada sedimen di kedalaman 10 cm berkisar antar 1,35 – 1.83%, kedalaman 20 cm berkisar antar 0,73 – 0,78% dan kedalaman 30 cm berkisar antar 0,81 – 1,54%. Kandungan nitrogen (N) berdasarkan kedalaman 10 cm berkisar antar 0,21 – 0,25%, kedalaman 20 cm berkisar antar 0,14 – 0,16% dan kedalaman 30 cm berkisar antar 0,18 – 0,21%. Serta kandungan fosfor (P) berdasarkan kedalaman 10 cm berkisar antar 3,71 – 5,09 mg/l, kedalaman 20 cm berkisar antar 5,15 – 5,39 mg/l dan kedalaman 30 cm berkisar antar 3,37 – 5,15 mg/l di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail