ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Dekomposisi serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan Danau Manuk Bungkul. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju dekomposisi serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) di Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – Desember 2019 menggunakan metode deskriptif dan kuantatif. Pengambilan sampel serasah daun kratom dilakukan pada tiga titik stasiun, dimana stasiun 1 terletak di muara sungai, stasiun 2 terletak di bagian tengah atau di depan dermaga dan stasiun 3 terletak di ujung danau. Persentase laju dekomposisi serasah daun kratom di Danau Manuk Bungkul adalah 56,5% - 67% dengan rata rata laju dekomposisi berkisar 0,21–0,31 gram/hari. Laju dekomposisi serasah daun kratom pada area tergenang lebih tinggi dibandingkan area tidak tergenang, laju dekomposisi serasah area tergenang berkisar 0,22 – 0,43 gram/hari sedangkan area tidak tergenang berkisar 0,17 – 0,21 gram/hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Keberadaan tanaman kratom di Danau Munuk Bungkul tidak hanya bernilai ekonomis tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesuburan perairan melalui produksi serasah. Tujuan penilitian adalah untuk mengetahui produksi serasah tanaman kratom (Mitragyna speciosa) di Danau Manuk Bungkul, Kecamatan Sembakung. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai dengan November 2019 menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Pengambilan sampel serasah tanaman kratom dilakukan pada tiga titik stasiun. Pada masing-masing stasiun diletakkan sebanyak 6 jaring penampung pada area tergenang dan tidak tergenang dengan ukuran 2m x 2m. Produksi serasah pada tanaman kratom di kawasan Danau Manuk Bungkul yaitu sebesar 2,15 gram/m2/hari. Produksi serasah tertinggi terdapat pada area tidak tergenang yaitu sebesar 1,11 gram/m2/hari sedangkan pada area tergenang sebesar 1,04 gram/m2/hari. Komponen produksi serasah yang paling banyak berasal dari daun yaitu sebesar 1,91 gram/m2/hari sedangkan komponen terendah terdapat pada buah dan bunga sebesar 0,003 gram/m2/hari. Sumbangan serasah paling besar berasal dari stasiun 1 dikarenakan lokasi ini memiliki jumlah kerapatan yang tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA SEDIMEN BERDASARKAN KEDALAMAN DI KAWASAN DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN ABSTRAK Bakteri memegang peran penting sebagai pengurai di dalam sedimen dan meningkatkan pertumbuhan produksi tanaman sehubungan dengan kemampuannya mengikat N2 dari udara dan mengubah ammonium menjadi nitrat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri yang terdapat pada sedimen berdasarkan kedalaman 10 cm, 20 cm dan 30 cm serta menguji kualitas air pada perairan danau di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Desember 2019. Metode yang digunakan yaitu identifikasi morfologi,, deskriptif dan kuantitatif dengan mendeskripsikan keanekaragaman bakteri pada sedimen berdasarkan kedalaman disetiap stasiun penelitian. Pengambilan sampel dilakukan di Kawasan Danau Manuk Bungkul dengan pengambilan sampel di 3 titik stasiun yaitu daerah hulu danau, tengan danau dan hilir danau. Identifikasi bakteri dilakukan di Laboratorium Balai Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman bakteri pada sedimen sebanyak 3 genus bakteri yaitu Aeromonas sp., Actinobacillus sp., dan Bacillus sp., dengan genus yang dominan ditemukan yaitu Bacillus sp. Pada kedalaman 10 cm terdapat 2 genus Bakteri yaitu Aeromonas sp., dan Bacillus sp., kedalaman 20 cm terdapat 2 genus bakteri Aeromonas sp dan kedalaman 30 cm terdapat 3 genus bakteri yaitu Actinobacillus sp, Aeromonas sp, dan Bacillus sp. Kata Kunci : Bakteri, Danau Manuk Bungkul, Identifikasi, Sedimen
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Danau Manuk Bungkul berada disekitar permukiman warga di Desa Manuk Bungkul dan dimanfaatkan sebagai sumber mata pencaharian. Danau Manuk Bungkul ini memiliki beragam biota, sehingga biota yang ada saling berinteraksi dalam proses rantai makanan. Rantai makanan yang paling utama yaitu fitoplankton dan tahap akhir dalam rantai makanan adalah dekomposer yang akan menghasilkan unsur hara berupa nitrat dan fosfat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara kandungan nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton di Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober – November 2019, dengan menggunakan metode eksploratif, deskriptif dan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik stasiun. Metode kerja meliputi pengambilan sampel air untuk menguji kandungan nitrat dan fosfat serta pengambilan sampel fitoplankton, dilakukan juga pengambilan data pendukung sepert suhu, oksigen terlarut dan pH. Sampel fitoplankton diidentifikasi kemudian penghitungan kelimpahan dan keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan kandungan nitrat berkisar 0,004-0,111 mg/l dan fosfat berkisar 0,001-0,319 mg/l. Fitoplankton yang ditemukan terdapat 6 spesies dari 4 kelas yaitu Bacillariophyceae 3 spesies, Chlorophyceae 1 spesies, Euglenoidae 1 spesies dan Dinophyceae 1 spesies. Kelimpahan fitoplankton berkisar 3-60 sel/l, indeks keanekaragaman berkisar 0,120-1,436. Berdasarkan pengujian statistik, terdapat korelasi antara nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Makrozoobentos merupakan organisme yang keberadaanya banyak terdapat di ekosistem air tawar termaksud di Danau Manuk Bungkul. Tujuan penelitian adalah untuk mengindentifikasi makrozoobentos serta menghitung kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi makrozoobentos di Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 sampai dengan Januari 2020 metode yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif. Pengambilan sampel makrozoobentos di Danau Manuk Bungkul dilakukan pada 3 titik stasiun, setiap stasiun terdiri dari 3 substasiun dan masing-masing stasiun dilakukan pengambilan sampel sebanyak 3 kali pengulangan. Hasil penelitian kelimpahan makrozoobentos di perairan Danau Manuk Bungkul terdiri 2 kelas yaitu kelas Gastropoda dan Crutacea. Kelas Gastropoda berjumlah 44% dan Crustacea berjumlah 56%. Indeks keanekaragaman makrozoobentos standar deviasi adalah 0,38�0,31. Indeks keseragaman makrozoobentos standar deviasi adalah 0,9�0,4. Indeks dominansi makrozoobentos standar deviasi adalah 0,6�0,4. Kelimpahan makrozoobentos standar deviasi yaitu sebesar 4,41�3,15.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA SERASAH DAUN KRATOM (Mitragyna Speciosa Kroth) YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN ABSTRAK Bakteri memegang peranan penting dalam proses dekomposisi serasah daun kratom di Kawasan Danau Manuk Bungkul dalam menghasilkan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi genus bakteri pada serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) yang terdekomposisi di Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2019. Metode yang digunakan yaitu experimen, deskriptif dan kuantitatif melalui 2 tahap yaitu pengambilan serasah kratom di Danau Manuk Bungkul dan identifikasi bakteri di Laboratorium Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas II Tarakan. Hasil identifikasi bakteri serasah daun Mitragyna speciosa yang terdekomposisi sebanyak 4 genus bakteri yaitu Actinobacillus sp., Aeromonas sp., Bacillus sp., dan Enterobacteria sp. Bakteri yang paling dominan ditemukan yaitu Aeromonas sp. Rata-rata hasil laju dekomposisi yaitu 0,19 – 0,27 gram/hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peranan bakteri yang sangat vital pada ekosistem perairan adalah sebagai dekomposer dengan hasil dekomposisi sebagai sumber nutrien pada rantai makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri pada Danau Manuk Bungkul. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2019 dengan menggunakan metode deskriptif dengan melakukan identifikasi bakteri pada perairan melalui beberapa tahapan pengujian yaitu uji gram, uji utama dan uji lanjut yang dilakukan di laboratorium Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bakteri pada perairan Danau Manuk Bungkul ditemukan sebanyak 2 genus bakteri yaitu Actinobacillus sp., dan Bacillus sp dan yang paling dominan ditemukan adalah Actinobacillus sp.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfor (P) pada sedimen berperan sebagai proses fotosintesis, respirasi, serta pembentuk protein bagi tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfor (P) pada sedimen berdasarkan kedalaman10 cm, 20 cm, dan 30 cm di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dimulai pada bulan September 2019 sampai dengan Januari 2020 metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan mendeskripsikan kandungan Karbon (C), Nitrogen (N), dan Fosfor (P) pada sedimen berdasarkan kedalaman disetiap stasiun penelitian. Pengambilan sampel dilakukan di 3 titik stasiun yaitu daerah muara sungai, tengah danau, dan hulu danau dengan 3 kali pengulangan. Kandungan karbon (C) pada sedimen di kedalaman 10 cm berkisar antar 1,35 – 1.83%, kedalaman 20 cm berkisar antar 0,73 – 0,78% dan kedalaman 30 cm berkisar antar 0,81 – 1,54%. Kandungan nitrogen (N) berdasarkan kedalaman 10 cm berkisar antar 0,21 – 0,25%, kedalaman 20 cm berkisar antar 0,14 – 0,16% dan kedalaman 30 cm berkisar antar 0,18 – 0,21%. Serta kandungan fosfor (P) berdasarkan kedalaman 10 cm berkisar antar 3,71 – 5,09 mg/l, kedalaman 20 cm berkisar antar 5,15 – 5,39 mg/l dan kedalaman 30 cm berkisar antar 3,37 – 5,15 mg/l di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan.