Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

36 hasil
Subjek: Kelimpahan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI DAN KELIMPAHAN KEPITING BAKAU (SCYLLA SPP) PADA TAMBAK TRADISIONAL DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kepiting bakau dan kelimpahannya di tambak tradisional kota Tarakan. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan mengambarkan dan menguraikan data primer yang diperoleh di lapangan, serta didukung dengan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kepiting bakau yang tertangkap sebanyak 32 ekor. Berdasarkan data bobot dan panjang dari ketiga lokasi yang diperoleh dari empat kali sampling, didapatkan kisaran bobot tubuh sebesar 443,5 g dan panjang 12,3 cm. Kepiting yang tertangkap di tambak daerah Mulawarman, memiliki ukuran tubuh dan bobot yang lebih besar dibandingkan dengan kepiting dari kedua lokasi tambak tradsional lainnya. Jenis kepiting bakau yang tertangkap adalah spesies Scylla serrate. Rasio jenis kelamin kepiting bakau dari ketiga lokasi, yaitu. Pasar Tenguyun, Kampung Empat dan Mulawarman, menunjukkan rasio jenis kelamin didominasi oleh individu jantan. Untuk status reproduksi pada individu betina, ditemukan TKG yang bervariasi, yaitu; TKO I, TKO II dan TKO III. Kesimpulan dari tiga lokasi tambak tradisional jenis kepiting bakau yang teridentifikasi adalah Scylla serrate. Jumlah kepiting yang tertangkap paling banyak didapatkan pada lokasi tambak trandisional Kampung Empat sebanyak 13 ekor sedangkan untuk rasio jenis kelamin dari tiga lokasi tambak tradisional, didominasikan individu jantan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Mikroplastik Pada Sedimen Perairan Sungai Kayan Kalimantan Utara

2025•

Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat di Tanjung Selor menyebabkan peningkatan sampah plastik hingga 94 ton per hari. Sampah plastik yang masuk ke perairan Sungai Kayan mengalami proses degradasi akibat paparan sinar matahari, arus air, perubahan cuaca, dan mikroorganisme, yang kemudian menghasilkan partikel kecil yang dikenal sebagai mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroplastik pada sedimen Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel diambil di empat stasiun menggunakan metode purposive sampling dan teknik grab sampling. Lokasi pengambilan sampel meliputi Stasiun 1 (Tanjung Palas), Stasiun 2 (Tugu Cinta Damai), Stasiun 3 (PDAM Sabanar), dan Stasiun 4 (Selimau). Pengambilan dilakukan pada pagi dan sore hari. Parameter yang dianalisis meliputi kelimpahan, bentuk, warna, dan ukuran mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk mikroplastik: fragmen (529 partikel), film (317 partikel), fiber (215 partikel), dan pellet (9 partikel). Warna yang ditemukan mencakup transparan, hitam, coklat, merah, kuning, hijau, biru, dan putih, dengan warna dominan transparan (354 partikel). Ukuran mikroplastik yang paling umum adalah 100–500 µm (291 partikel), sedangkan ukuran 20 µm paling sedikit ditemukan (2 partikel). Lokasi dengan kelimpahan mikroplastik tertinggi adalah Stasiun 3 (PDAM Sabanar) sebesar 3,08 partikel/gram, dan terendah di Stasiun 2 (Tugu Cinta Damai) sebesar 2,03 partikel/gram. Hasil ini menunjukkan adanya pencemaran mikroplastik pada sedimen Sungai Kayan yang berpotensi berdampak terhadap ekosistem perairan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENCEMARAN MIKROPLASTIK : IDENTIFIKASI DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DI PERAIRAN SUNGAI KAYAN KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang banyak ditemukan di lingkungan perairan dan berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem serta kesehatan manusia. Sungai Kayan di Kalimantan Utara merupakan salah satu sungai utama yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti transportasi, perikanan, dan kebutuhan domestik, sehingga berpotensi mengalami pencemaran mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan menentukan kelimpahan mikroplastik di perairan Sungai Kayan. Pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun menggunakan metode purposive sampling dengan volume air 10 liter setiap titik. Sampel kemudian disaring, dipreparasi menggunakan larutan H₂O₂ dan NaCl, serta dianalisis secara mikroskopis untuk menentukan bentuk, ukuran, dan warna mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik bervariasi pada setiap stasiun, dengan nilai tertinggi di Stasiun 1 sebesar 12,5 partikel/L dan terendah di Stasiun 4 sebesar 6,4 partikel/L. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi paling dominan fragmen (35%), paling sedikit ditemukan bentuk mikroplastik pellet (14%). Berdasarkan warna, partikel hitam mendominasi dengan (30%), sedangkan merah paling sedikit dengan (1%). Dari segi ukuran, kelompok 100–500 µm merupakan yang terbanyak dengan (36%), sedangkan kelompok 1000–5000 µm hanya (1%). Temuan ini mengindikasikan bahwa Sungai Kayan telah tercemar mikroplastik dengan tingkat kelimpahan yang bervariasi, terutama dipengaruhi oleh aktivitas domestik dan antropogenik di sekitar sungai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengelolaan lingkungan serta memberikan gambaran mengenai potensi risiko mikroplastik terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN IKAN HASIL TANGKAPAN JALA LEMPAR (CAST NET) DI PERAIRAN SUNGAI MALINAU KABUPATEN MALINAU

2025•

Kabupaten Malinau memiliki ekosistem lahan perairan air tawar berbentuk Sungai dan anak-anak Sungai, yang dimanfaatkan oleh Masyarakat setempat sebagai salah satu daerah perikanan tangkap dengan berbagai macam alat tangkap. Cast Net merupakan salah satu alat tangkap yang digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis ikan yang tertangkap menggunakan alat tangkap Cast net, dan menganalisis kelimpahan masing-masing jenis ikan hasil tangkapan Cast net. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan mulai dari Mei - july 2024, bertempatan diperairan Sungai Malinau Kabupaten Malinau, menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini di dapatkan total sampel sebanyak 154 ekor yang terdiri dari 8 jenis ikan yaitu ikan Salap (B. atlus), ikan Barog (Hampala sp), ikan Pelian (Tor. tambara), ikan Baung (H. nemurus), ikan Lais (Cryptoterus sp.), ikan Tetigas (C. apogon), ikan Patin (Pangasius sp.) dan udang galah (M. rosenbergii). Kelimpahan jenis dengan presentase berkisar 0,64% - 87,01%, dan frekuensi relative hasil tangkapan 2 jenis 23,08%, B. atlus dan Hampala, 1 jenis 15,38%, Tor. Tambara, 5 jenis 7,69%, H. nemurus, Cryptoterus sp, C. apogon, Pangasius sp, M. rosenbergi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA KEPITING BAKAU (Scylla spp) DI HUTAN MANGROVE KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan dan padatnya jumlah penduduk di wilayah pesisir menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar hutan mangrove. Sampah plastik yang akan terakumulasi dan terfragmentasi menjadi ukuran yang kecil hingga berukuran 5 mm yang disebut mikroplastik. Mikroplastik dapat membahayakan biota yang hidup disekitaran hutan mangrove, seperti kepiting bakau (Scylla spp) yang merupakan mata perdagangan masyarakat dengan nilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keberadaan, karakteristik, dan kelimpahan mikroplastik pada insang kepiting bakau (Scylla spp) di KKMB dan Muara Sungai Karungan kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan meliputi identifikasi kebradaan, karakteristik mikroplastik yaitu bentuk, warna, ukuran dan analisis kelimpahan. Keberadaan mikroplastik pada insang Kepiting bakau (Scylla spp) telah teridentifikasi pada semua lokasi. Pada bentuk yang ditemukan KKMB fiber 3 partikel, film 9 partikel, filamen 16 partikel, fragmen 20 partikel. Untuk Muara Sungai Karungan film 3 partikel, fiber 11 partikel, fragmen 13 partikel, filamen 30 partikel. Warna yang ditemukan KKMB merah 1 partikel, hijau 1 partikel, hitam 9 partikel, coklat 37 partikel. Untuk Muara Sungai Karungan hijau 8 partikel, hitam 14 partikel, coklat 35 partikel. Ukuran yang ditemukan di KKMB 20-40 µm 1 partikel, 40-60 µm 5 partikel, 60-80 µm 4 partikel, 80-100 µm 2 partikel, 100-500 µm 23 partikel, 500-1000 µm 10 partikel, 1000-5000 µm 3 partikel. Untuk Muara Sungai Karungan 20-40 µm 0 partikel, 40-60 µm 1 partikel, 60-80 µm 2 partikel, 80-100 µm 1 partikel, 100-500 µm 23 partikel, 500-1000 µm 22 partikel, 1000-5000 µm 8 partikel. Dengan kelimpahan mikroplastik pada lokasi KKMB terdapat sebanyak 48 partikel, sedangkan lokasi Muara Sungai karungan 57 partikel.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur Komunitas Plankton Di Perairan Juata Laut Kota Tarakan

2024•

Kota Tarakan memiliki cakupan laut yang cukup luas sehingga memiliki potensi perikanan yang cukup berlimpah. Juata Laut merupakan salah satu daerah di Kota Tarakan yang memiliki potensi perikanan di bidang hasil tangkapan. Salah satu faktor pendukung potensi perikanan adalah terpenuhinya kebutuhan oksigen bagi para biota perairan yang disuplai oleh plankton. Maka dari itu perlu dilakukannya penelitian tentang struktur komunitas plankton di perairan Juata Laut Kota Tarakan dan kondisi kualitas air dari perairan Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian dilakukan selama ± 2 (dua) bulan dengan metode deskriptif kuantitatif dan survei sampel. Dari Hasil penelitian diperoleh 36 jenis plankton yang terdiri dari 7 kelas, 4 kelas jenis fitoplankton dan 3 kelas dari jenis zooplankton. Jenis fitoplankton yang paling sering ditemukan yaitu pada kelas Bacillariophyceae dan pada jenis zooplankton yaitu kelas Crustacea. Kelimpahan plankton termasuk dalam kategori rendah. Indeks keanekaragaman di dua stasiun pada jenis fitoplankton sedang dan pada jenis zooplankton rendah. Indeks keseragaman jenis fitoplankton termasuk kategori tinggi dan tidak ada jenis yang mendominasi dan indeks keseragaman zooplankton termasuk kategori rendah dan ada jenis yang mendominasi. Kondisi kualitas air pada perairan Juata Laut Kota Tarakan masih dalam kondisi yang optimal bagi keberlangsungan hidup plankton.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA IKAN GULAMAH (Johnius trachycephalus) DI PERAIRAN KABUPATEN NUNUKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan gulamah menjadi bagian konsumsi masyarakat Kabupaten Nunukan baik dalam bentuk segar maupun olahan. Ikan yang menjadi target pasar lokal dan luar pulau menjadi perhatian serius utamanya kualitas mutu ikan. Salah satu penyebab penurunan kualitas tersebut yakni terpaparnya mikroplastik. Keberadaan mikroplastik diperairan sangat berbahaya jika paparan dalam jangka waktu yang lama bagi biota yang hidup didalamnya. Mikroplastik masuk ke dalam tubuh melalui mekanisme pernafasan dan makanan, hingga pada akhirnya mikroplastik dapat merusak saluran pencernaan. Berdasarkan permasalahan tersebut disusunlah tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik dan kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada ikan gulamah di Perairan Kecamatan Nunukan Selatan dan Kecamatan Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Identifikasi mikroplastik dilakukan di bawah Mikroskop di Laboratorium LSIH Universitas Borneo Tarakan. Hasil menunjukkan bahwa dari 20 ekor ikan gulamah yang diambil dari lokasi Kecamatan Nunukan Selatan dan Kecamatan Nunukan ditemukan keberadaan mikroplastik yaitu dengan rata-rata jumlah mencapai 8-22 dan 11-29 partikel/ekor. Kelimpahan total mikroplastik dari 2 lokasi tersebut ditemukan sebanyak 448 -536 partikel. Hasil identifikasi karakteristik mikroplastik pada ikan gulamah di perairan Kabupaten Nunukan ditemukan 4 bentuk mikroplastik yaitu fiber, film, fragmen dan pelet. Mikroplastik di 2 lokasi yang paling dominan adalah fragmen dan film sebanyak 324-303 partikel. Identifikasi berdasarkan warna ditemukan 7 warna yaitu hitam, biru, merah, coklat, hijau, kuning dan transparan. Warna yang paling dominan yaitu hitam sebanyak 484 partikel. Identifikasi berdasarkan ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu berukuran 100-500 µm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA IKAN NOMEI (Harpodon nehereus) DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberadaan mikroplastik diperairan sangat berbahaya bagi biota yang hidup didalamnya mikroplastik dapat merusak saluran pencernaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada ikan nomei di Perairan Juata Laut. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan yaitu dari bulan Mei sampai bulan Oktober 2023. Sampel ikan diperoleh dari nelayan Juata Laut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Identifikasi mikroplastik dilakukan dibawah Mikroskop di Laboratorium LSIH. Hasil menunjukkan bahwa dari 10 ekor ikan nomei teridentifikasi mikroplastik dengan rata-rata jumlah mencapai 70 partikel/sampel. Kelimpahan total mikroplastik yang ditemukan sebanyak 4 bentuk yaitu fiber, film, fragmen, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang paling dominan adalah fragmen sebanyak 252 partikel. Ditemukan 8 warna yaitu hitam, biru, merah, coklat, hijau, kuning, jingga, dan transparan. Paling dominan adalah transparan sebanyak 309 partikel. Berdasarkan ukuran mikroplastik yang paling dominan berukuran >20-500 πm. Kata kunci: Bentuk, Kelimpahan, Mikroplastik, Ukuran, Warna, Ikan Nomei

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA AIR DI PERAIRAN SUNGAI KAYAN KALIMANTAN UTARA

2023•

Mikroplastik merupakan hasil turunan dari produk-produk berbahan plastik yang mengalami fragmentasi dengan ukuran 5 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mikroplastik pada air diperairan sungai Kayan Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode Random Sampling pada 6 stasiun yang berbeda. Air sampel kemudian dipisahkan dari partikel organik menggukan larutan hidrogen peroksida (H2O2) dengan konsentrasi 30% setalah itu disaring menggunakan kertas whatman dengan pore zise 1,5 µm kemudian diidentifikasi menggunakan mikroskop Nikon Eclipse Ti2 dan bantuan software NIS-Elements. Hasil identifikasi menunjukan bahwa bentuk mikroplastik yang ditemukan pada perairan sungai Kayan didominasi oleh jenis fragmen dengan persentase mencapai 42% dan jumlah paling sedikit ditempati oleh jenis pellet dengan sekitar 14%. Berdasarkan warnanya mikroplastik yang ditemukan pada keseluruhan stasiun didominasi oleh warna coklat dengan persentase sebasar 32,4% dan warna dengan jumlah terkecil yakni warna ungu dengan hanya menempati 0,1%. Berdasarkan ukurannya didominasi oleh kelompok ukuran dengan rentang 100-500 µm sebanyak 57,7% dan jumlah terkecil ditempati oleh kelompok ukuran 20-40 µm sebanyak 0,9%. Sedangkan berdasarkan kelimpahannya didominasi oleh stasiun 4 dengan rata-rata kelimpahan sekitar 8 partikel/liter dan kelimpahan terkecil ditempati oleh stasiun 3 dengan jumlah 2,9 partikel/liter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Mikroplastik Pada Saluran Pencernaan Ikan Patin (Pangasius rheopilus) Di Perairan Sungai Kayan Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN PATIN (Pangasius rheopilus) DI PERAIRAN SUNGAI KAYAN KALIMANTAN UTARA Abstrak Indonesia adalah negara dengan pemasok sampah plastik terbesar ke-2 di dunia yaitu sebesar 187,2 ton/tahun. Sampah plastik yang berada dilingkungan perairan akan mengalami fragmentasi menjadi partikel-partikel plastik berukuran 5 mm yanng disebut sebagai mikroplastik. Keberadaan mikroplastik dalam lingkungan perairan menyebabkan terjadinya pencermaran sehingga biota yang mengkonsumsinya beresiko mendapatkan dampak negatif dari adanya mikroplastik tersebut terutama pada biota yaitu dapat merusak saluran pencernaan, mengurangi tingkat pertumbuhan, menghambat produksi enzim, menurunkan kadar hormon steroid, dan mempengaruhi reproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan kelimpahan serta mengidentifikasi bentuk, warna, dan ukuran mikroplastik pada saluran pencernaan ikan patin di Perairan Sungai Kayan Kalimantan Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai juli 2023. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan mengambil ikan patin sebanyak 15 ekor kemudian dilakukan pengujian untuk mengidentifikasi mikroplastik di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 ekor ikan patin di Perairan Sungai Kayan Kalimantan Utara telah teridentifikasi mikroplastik dengan rata-rata jumlah mencapai 22 partikel/sampel. Kelimpahan total mikroplastik yang ditemukan pada saluran pencernaan ikan patin sebanyak 330 partikel. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi pada saluran pencernaan ikan patin di Perairan Sungai Kayan berdasarkan bentuk ditemukan 4 bentuk mikroplastik yaitu fiber, film, fragmen dan pelet. Mikroplastik yang dominan adalah fiber sebanyak 143 partikel. Berdasarkan warna ditemukan 7 warna yaitu hitam, biru, merah, coklat, hijau, putih dan transparan. Warna yang paling dominan yaitu hitam sebanyak 143 partikel. Berdasarkan ukuran mikroplastik yang paling dominan ditemukan yaitu berukuran 100-500 µm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN DI WILAYAH PERAIRAN KOTA TARAKAN

2023•

Penggunaan plastik di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat yang mengakibatkan semakin meningkat pula potensi volume limbah plastik yang di hasilkan. Limbah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pencemar bagi lingkungan. Sampah plastik besar yang tersebar di laut jika dibiarkan terus-menerus akan terdegredasi oleh sinar matahari (fotodegredasi) sehingga membentuk partikel-partikel plastik berukuran 5 mm yang disebut dengan mikroplastik. Keberadaan mikroplastik di lingkungan perairan dapat menjadi ancaman bagi biota perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk, warna dan ukuran mikroplastik serta mengetahui kelimpahan mikroplastik pada sedimen di wilayah perairan Kota Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan 5 lokasi sampling. Keberadaan mikroplastik di identifikasi menggunakan mikroskop dengan parameter yang diamati yaitu bentuk, warna dan ukuran mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik paling dominan terdapat di Lokasi 1 (Juata Laut) yaitu rata-rata 63,3 dengan persentase kelimpahan sebesar 28,79%. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi pada sedimen di perairan Kota Tarakan adalah fragmen, film, fiber, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang paling dominan adalah fragmen sebanyak 303 partikel. Warna mikroplastik yang teridentifikasi adalah transparan, kuning, cokelat, biru, ungu, hitam dan merah. Warna yang paling dominan adalah transparan sebanyak 195 partikel. Untuk ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu pada ukuran 20 µm sebanyak 220 partikel, sedangkan ukuran yang paling sedikit teridentifikasi adalah pada ukuran >1000 µm yaitu hanya memperoleh 4 partikel.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI TAMBAK KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan dan padatnya jumlah penduduk di wilayah pesisir menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan terutama bagi usaha budidaya di tambak. Sampah plastik yang akan terakumulasi dan terfragmentasi menjadi ukuran yang kecil hingga berukuran 5 mm atau lebih kecil yang disebut mikroplastik. Mikroplastik dapat membahayakan biota yang dibudidayakan di tambak, seperti udang Windu (Penaeus monodon) yang merupakan komoditi dengan nilai ekonomis tinggi. Bukan hanya berbahaya bagi udang, namun juga berbahaya untuk manusia yang mengkonsumsinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keberadaan, bentuk, warna, ukuran dan kelimpahan mikroplastik pada udang windu (Penaeus monodon) di tambak tradisional Kota Tarakan. Metode penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling berdasarkan aktivitas di lokasi Tambak Juwata permai Tarakan Utara (1), lokasi Bandara Tarakan Barat (2), dan tambak dilokasi Islamic center Tarakan Timur (3). Organ target yang dianalisis adalah insang dan usus. Ekstraksi sampel menggunakan metode Lumban Tobing (2020), yaitu melalui ekstraksi destruksi alkali dengan penambahan larutan KOH 10%, dan Penyaringan sampel menggunakan Cellulose Nitrate Membrane Filter 0,45 um, 47 mm, kemudian diamati menggunakan mikroskop Nikon type eclipse Ti2- U dengan perbesaran paling rendah 4x/0.10. Keberadaan mikroplastik pada tubuh Udang windu (Penaeus monodon) telah terindentifikasi pada semua lokasi tambak. Pada lokasi (1) di ditemukan mikroplastik sebanyak 172 partikel, tambak (2) 208 partikel, dan tambak (3) 160 partikel. Bentuk mikroplastik yang ditemukan adalah fiber, film, fragmen dan filamen. Warna mikroplastik yang teridentifikasi adalah wama hitam, merah, biru, coklat, putih, ungu, dan hijau, Ukuran yang ditemukan yaitu mulai dari 20 um- >5000 µm. Kelimpahan mikroplastik pada lokasi tambak (1) yaitu 11,47 partikel/individu, tambak (2) 13,87 partikel/individu dan lokasi tambak (3) 10,67 partikel/individu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan Selumit Pantai Kota Tarakan Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mikroplastik merupakan bahan pencemar yang berasal dari plastik dengan berbagai macam bentuk serta memiliki ukuran kurang dari 5 mm. Mikroplastik berbahaya dibandingkan dengan material plastik yang berukuran besar. Mikroplastik di perairan dapat dimakan oleh organisme laut dan dapat dicerna karena ukurannya yang kecil menyerupai makanan. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu mengidentifikasi mikroplastik berdasarkan warna, ukuran dan bentuk serta menghitung kelimpahan mikroplastik pada perairan Selumit Pantai Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan dari bulan Juli sampai dengan November 2022 di perairan Selumit Pantai. Metode penelitian titik sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan 3 stasiun pengamatan. Sampel yang diidentifikasi adalah sampel air di 3 stasiun Perairan Selumit Pantai. Sampel kemudian diidentifikasi menggunakan mikroskop Nikon eclipse ti² dengan perbesaran 10x. Data hasil Identifikasi mikroplastik berupa penampakan karakteristik, morfologi partikel mikroplastik meliputi warna, dan bentuk partikel pada masing-masing sampel. Hasil penelitian yang didapatkan, mikroplastik yang ditemukan pada sampel air di perairan Selumit Pantai memiliki kisaran 142 partikel/ 15 liter dengan rata-rata kelimpahan 9,46/15 liter, 141 partikel/ 15 liter dengan rata-rata kelimpahan 9,40/ 15 liter, sampai dengan 140 partikel/ 15 liter dengan rata-rata kelimpahan 9,33/ 15 liter. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi yaitu fiber, film, fragmen, dan pelet dengan warna biru, coklat, hijau, hitam, merah, kuning, transparan, dan ungu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman dan kelimpahan ikan asli desa atap, kecamatan sembakung, kabupaten nunukan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK- Keanekaragaman adalah jumlah total spesies dalam suatu area sebagai jumlah spesies antar jumlah total individu dari spesies yang ada di dalam suatu komunitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui keanekaragaman serta kelimpahan ikan asli Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan. Pengumpulan sampel dilakukan di Sembakung Desa Atap, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara pada bulan Desember – Februari 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Sampel ikan dikumpulkan dengan menggunakan alat tangkap tugu, jala, Gill net dan bubu. Ikan yang tertangkap diidentifikasi secara morfologi dan dilihat keanekaragamanya. Keanekaragaman ikan yang didapatkan sebanyak 3595 ekor dan didistribusikan kedalam 2 filum, 2 kelas, 7 ordo, 15 famili dan 21 genus. Kelimpahan hasil tangkapan yang tertinggi terdapat 3 genus dengan persentase yaitu, Cryptopterus 64.09%, Barbodes 11.32%, Labiobarbus 10.74%. Sebaliknya untuk jenis dengan kelimpahan yang terendah terdapat 3 genus dengan persentase yaitu, Nematabramis, Trichogaster, Macrognathus yaitu masing-masing 0.03%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kelimpahan dan Komposisi Hasil Tangkapan Utama Perikanan Tugu (Stownet) Di Perairan Muara Ancam Kabupaten Bulungan

2022•

Wilayah pesisir kabupaten Bulungan memiliki ragam hasil tangkapan ikan pelagis dan ikan demersal, salah satunya berada di perairan muara Ancam. Unit penangkapan dominan di wilayah perairan muara Ancam yaitu unit penangkapan tugu (stowner) Nilai produktivitas perikanan tangkap di wilayah kabupaten Bulungan dipengaruhi oleh produktivitas perikanan tugu. Alat tangkap tugu termasuk kategori alat tangkap perangkap yang memanfaatkan arus pasang dan surut perairan laut. Aspek penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan nilai ekonomis bagi masyarakat adalah faktor efektivitas dengan adanya informasi ilmiah tentang kelimpahan dan struktur hasil tangkapan (jenis dan ukuran). Penelitian bertujuan menerangkan kelimpahan hasil tangkapan utama, komposisi hasil tangkapan dan distribusi frekuensi ukuran panjang dan berat. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif pendekatan observasi terhadap sampel Hasil tangkapan Utama (HTU) selama Januari Februari 2022, dengan purposive sampling selama 8 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 jenis Hasil Tangkapan Utama (HTU) yaitu udang yellow. udang dogol, udang mantis, udang merah, udang putih, udang loreng, udang windu dan udang pistol dengan total tangkapan 49.74 kg dan rata rata kelimpahannya 49.48%. Jenis udang dengan nilai kelimpahan terbesar dan dominan tertangkap adalah udang putih. Persentase komposisi jenis hasil tangkapan utama tugu yaitu udang yellow 11% dengan struktur ukuran rerata Panjang Total (PT) 8.18 cm dan rerata Berat Total (BT) 6.67 gram; udang brown 7% dengan 9.23 cm dan 9.05 gram: udang mantis 7% dengan 10.84 cm dan 10.51 gram; udang merah 6% dengan 8.85 cm dan 7.60 gram, udang putih 51% dengan 8.92 cm dan 8.15 gram; udang loreng 18% dengan 10.62 cm dan 11.15 gram; udang windu 11% dengan 9.94 cm dan 8.67 gram, serta udang tembak 0,28% dengan 8.05 cm dan 7.60 gram.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

studi kelimpahan dan dominansi ikan di sungai segah dan implementasi terhadap pembelajaran Biologi Kelas X SMA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi Kelimpahan dan Dominansi Ikan di Sungai Segah dan Implementasinya Terhadap Pembelajaran Biologi Kelas X SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kelimpahan dan Dominansi Ikan di Sungai Segah Kecamatan Segah dan implementasinya pada pembelajaran biologi Kelas X SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh spesies ikan yang terdapat di Sungai Segah Kecamatan Segah. Analisis data penelitian ini adalah indeks kelimpahan dan indeks dominansi serta identifikasi hasil penelitian sebagai potensi implementasinya pada pembelajaran Biologi. Hasil penelitian ini dengan indeks kelimpahan yang didapatkan pada saat dikategorikan tinggi adalah jenis Barbonymus balleroides dengan indeks kelimpahan 37,5%, kemudian 4 jenis laiinna dikategorikan sedang karena memiliki nilai kelimpahan 20%. Hasil indeks Dominansi ikan di Sungai Segah Kecamatan Segah rata-rata bernilai 0,38 yang menunjukkan bahwa tidak ada spesies yang mendominansi Hasil analisis keterkaitan penelitian kelimpahan dan dominansi ikan dengan pembelajaran Biologi, terdapat materi animalia vertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuai dengan tujuan pembelajaran; (3) kejelasan sasar; (4) kejelasan informasi; (5) pedoman eksplorasi; (6) kejelasan perolehan yang ingin dicapai

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN KEPITING BIOLA (UCA SP) DI KAWASAN EKOSISTEM MANGROVE KOTA TARAKAN DAN POTENSI IMPLEMENTASI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kawasan ekosistem mangrove Kota Tarakan memiliki beragam flora dan fauna dimana kelompok yang dominan adalah fauna invertebrata seperti siput dan kepiting, salah satu jenis kepiting dalam ekosistem mangrove adalah Kepiting Biola (Uca sp). Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif eksplorasi dengan kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis distribusi Kepiting Biola (Uca sp) nilai persentase distribusi dikategorikan sebagai kelompok kecuali untuk vocan Uca yang dikategorikan normal. Stasiun II, daerah perumahan Lingkas Ujung, Uca demani, Uca tetragonon, Uca chlorophthalmus crassipes, persentase distribusi dikategorikan dalam kelompok. Untuk hasil kelimpahan kepiting biola (Uca sp) yang memiliki kelimpahan relatif tinggi spesies di stasiun I, Uca demani 69,41% dikategorikan sebagai yang tertinggi dan Uca vocans 0% dikategorikan sebagai yang terendah dan terendah. Stasiun II di kawasan perumahan Lingkas Ujung Uca dengan 79,58% dikategorikan sebagai yang tertinggi dan Uca chlorophthalmus crassipes 9,54% dikategorikan sebagai yang terendah. Terakhir, untuk hasil analisis hubungan antara penelitian dan pembelajaran Biologi mengenai penelitian kepiting biola terkait silabus untuk mata pelajaran biologi SMA, yaitu kompetensi dasar 3.2 Menganalisis berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia dan ancaman serta konservasinya serta 4.2 Menyajikan hasil pengamatan berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI EMBUNG RAWASARI KELURAHAN KARANG HARAPAN KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI EMBUNG RAWASARI KELURAHAN KARANG HARAPAN KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian mengenai struktur komunitas plankton di Embung Rawasari dilakukan untuk memahami kondisi perairan secara biologis dalam upaya pemenuhan kebutuhan air di Kota Tarakan. Plankton merupakan salah satu organisme di suatu perairan yang sangat penting dalam menentukan kesuburan pada suatu perairan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas plankton yang terdiri dari kelimpahan plankton, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi plankton di perairan Embung Rawasari Kota Tarakan, dan untuk mengetahui keterkaitannya terhadap kualitas air. Metode penelitian yang digunakan adalah deskrtiptif, kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan dua data, yaitu data utama dan data penunjang. Identifikasi Plankton dilakukan di Laboratorium Nutrisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2021. Pengambilan sampel plankton dilakukan di 3 stasiun pengamatan. Identifikasi jenis plankton dilakukan sebanyak 8 kali ulangan disetiap stasiun. Identifikasi plankton dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Kelimpahan fitoplankton didapatkan berkisar 2-19 sel/L dan zooplankton 3-13 ind/L. Nilai indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar 0,824-1,0363 dan zooplankton berkisar 0,9010-1,0712. Nilai indeks keseragaman fitoplankton berkisar 0,8196-0,8393 dan zooplankton 0,81870-0,8783. Nilai indeks dominansi fitoplankton berkisar 0,422-0,540 dan zooplankton 0,3804-0,4725. Kelimpahan plankton di perairan Embung Rawasari termasuk dalam kategori rendah. Indeks keanekaragaman plankton di perairan Embung Rawasari termasuk dalam kategori sedang. Indeks keseragaman plankton di perairan Embung Rawasari termasuk dalam kategori tinggi. Indeks dominansi plankton di perairan Embung Rawasari termasuk kedalam kategori rendah. Kata Kunci : Kelimpahan, Keanekaragaman, Keseragaman, Indeks Dominansi, Kelurahan Karang Harapan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Hasil Tangkapan Jaring Gondrong (Trammel net) yang Tertangkap oleh Nelayan Tanjung Batu Kota Tarakan

2022•

IDENTIFIKASI HASIL TANGKAPAN JARING GONDRONG (Trammel Net) YANG TERTANGKAP OLEH NELAYAN TANJUNG BATU KOTA TARAKAN Abstrak Masyarakat Kota Tarakan sebagian besar memanfaatkan perairan sebagai sumber mata pencaharian karena rata-rata masyarakat Kota Tarakan bekerja sebagai nelayan. Jenis alat tangkap yang digunakan diantaranya yaitu rawai, bubu, tugu, kelong, dan jaring gondrong. Tanjung Batu merupakan salah satu daerah pesisir yang mengoperasikan alat tangkap trammel net dengan berbagai jenis hasil tangkapan. Konstruksi trammel net terdiri dari tali ris atas dan bawah, tali pelampung, pelampung, serampat, jaring lapis luar dan dalam, tali pemberat dan, pemberat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi jenis dan kelimpahan ikan yang tertangkap menggunakan alat tangkap trammel net dari nelayan Tanjung Batu Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2021. Penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu metode observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Keanekaragaman dari hasil penelitian ini diperoleh ikan sebanyak 719 ekor ikan yang terdistribusikan kedalam 2 filum, 5 ordo, 17 famili, 19 genus dan 23 jenis ikan. Jenis ikan yang tertangkap yaitu Penaeus merguensis, Penaeus monodon, Metapenaeus tenuipes, Anodontostoma chacunda, Thryssa mystax, Ilisha striatula, Eleutheronema tetradactylum, Pomadasys kaakan, Polydactylus microstomus, Terapon jarbua, Drepane punctata, Upeneus sulphureus, Pseudorhombus arsius, Leiognathus equulus, Trichiurus lepturus, Johnius belangeri, Johnius borneensis, Johnius amblycephalus, Otolithes ruber, Pennahia anea, Paraplagusia bilineata, Harpadon nehereus, dan Arius thalassinus. Kelimpahan jenis ikan berdasarkan jumlah ekor tertinggi yaitu pada jenis Penaeus merguensis sebesar 41,03 % dan kelimpahan terendah terdiri dari 3 jenis ikan yaitu Eleutheronema tetradactylum, Drepane punctata, dan Otolithes ruber dengan jumlah 0,14%. Kelimpahan jenis ikan berdasarkan berat paling tinggi yaitu pada jenis Penaeus merguensis sebesar 21,77%, sebaliknya kelimpahan terendah yang didapatkan yaitu pada jenis ikan Otolithes ruber 0,09%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI PERAIRAN PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN

2022•

Plankton merupakan parameter biologi yang dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengetahui kualitas dan tingkat kesuburan suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas plankton yang ada di perairan Pantai Amal Lama Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan, mulai bulan Juni sampai Agustus 2021, dilakukan pada 2 stasiun dimana stasiun 1 daerah muara Sungai Mambulua dan stasiun 2 kawasan mangrove. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriftif kuantitatif dengan mempelajari objek secara mendalam pada waktu, tempat serta populasi yang terbatas sehingga dapat memberikan gambaran tentang situasi dan kondisi. Kelimpahan fitoplankton pada stasiun 1 berkisar 1000-25.500 sel/L dan stasiun 2 berkisar 2000-50.000 sel/L. Kelimpahan zooplankton pada stasiun 1 berkisar 1000-13.500 ind/L dan stasiun 2 berkisar 1000-21.000 ind/L. Keanekaragaman fitoplankton pada stasiun 1 berkisar 0,67-2,40 sel/L dan stasiun 2 berkisar 0,56-2,31 sel/L. Keanekaragaman zooplankton pada stasiun 1 berkisar 0,35-1,27 ind/L dan stasiun 2 berkisar 0,00-1,27 ind/L. Keseragaman fitoplankton pada stasiun 1 berkisar 0,39-1,00 sel/L dan stasiun 2 berkisar 0,38-0,83 sel/L. keseragaman zooplankton pada stasiun 1 berkisar 0,16-1,00 ind/L dan stasiun 2 berkisar 0,00-1,00 ind/L. Dominansi fitoplankton pada stasiun 1 berkisar 0,12-0,52 dan stasiun 2 berkisar 0,12-0,63. Dominansi zooplankton pada stasiun 1 berkisar 0,31-0,80 dan stasiun 2 berkisar 0,33-1,00. Kelimpahan yang dihasilkan menggambarkan tingkat kesuburan perairan tergolong tinggi dan termasuk perairan eutrofik. Keanekaragaman termasuk kategori sedang untuk jenis fitoplankton dan kategori rendah dari jenis zooplankton. Keseragaman fitoplankton tinggi tergolong stabil dan keseragaman zooplankton rendah dalam kategori tidak stabil. Dominansi fitoplankton tidak terdapat jenis yang mendominansi dan dominansi zooplankton terdapat jenis yang mendominansi disuatu perairan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail