ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman dan dominansi spesies kantong semar (Nepenthes sp.) di Kawasan Hutan Bukit Mas Tarakan, serta menganalisis potensinya sebagai bahan ajar pada pembelajaran biologi. Penelitian dilakukan dengan metode adaptif sampling design, menggunakan area aktivitas manusia untuk pengambilan Nepenthes, serta pengukuran faktor lingkungan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung indeks keanekaragaman dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 spesies Nepenthes yaitu Nepenthes ampullaria Jack, Nepenthes mirabilis (Lour) Druce, Nepenthes rafflesiana Jack dan Nepenthes hirsuta Hook.f yang berasal dari satu family Nepenthaceae, dengan jumlah total 386 individu. Indeks keanekaragaman (H’) yang diperoleh sebesar 1,07 termasuk kategori sedang, sedangkan nilai indeks dominansi (C) sebesar 0,37 termasuk kategori rendah, menunjukkan bahwa Kawasan penelitian memiliki ekosistem yang relatif stabil dengan penyebaran spesies yang cukup merata dan tidak ada spesies yang mendominasi secara berlebihan. Hasil penelitian berpotensi dijadikan bahan ajar pada pembelajaran biologi di sekolah, pada tingkat SMP/MTs kelas 8 dapat dikaitkan pada materi pembelajaran struktur dan fungsi tumbuhan dan pada Tingkat SMA/MA kelas 10 dapat dikaitkan pada materi pembelajaran keanekaragaman hayati. Kata Kunci: kantong semar, Nepenthes, keanekaragaman hayati, dominansi, bahan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman dan dominansi jenis capung (Odonata) di Kawasan Agrowisata Air Terjun Karungan, Kota Tarakan, serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian dilakukan dengan metode jelajah (field method), menggunakan jaring serangga untuk menangkap capung, serta pengukuran faktor lingkungan Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung indeks keanekaragaman dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies capung yang berasal dari dua famili, yaitu Libellulidae dan Coenagrionidae, dengan jumlah total 348 individu. Indeks keanekaragaman (H') yang diperoleh sebesar 1,85 termasuk kategori sedáng, sedangkan nilai indeks dominansi (C) sebesar 0,19 termasuk kategori rendah, menunjukkan bahwa kawasan penelitian memiliki ekosistem yang relatif stabil dengan penyebaran spesies yang cukup merata dan tidak ada spesies yang mendominasi secara berlebihan. Hasil penelitian berpotensi dijadikan sumber belajar kontekstual pada materi keanekaragaman hayati, dan ekologi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mangrove ecosystems play a vital role in sustaining life. These ecosystems are commonly found in most Indonesian archipelago coastal areas. Mangrove ecosystems provide habitats for various organisms to feed, breed, and spawn. This study aims to investigate the structure of the mangrove community on Malu Island in Bulungan Regency. Environmental factors influencing the area's distribution and diversity of mangroves include salinity levels of 20 ppt and a pH value of 6.12. Impact of traditional aquaculture activities on mangroves The method was the line transect method. A line transect was drawn along a 100-meter stretch at each station, and at each transect, a 10m x 10m plot was established. The mangrove species found at the study site included Nypa Fruticans, Sonneratia sp, and Rhizophora sp. The mangrove community structure included a mangrove diversity index of 0.314, an evenness index (E) of 0.285, and a dominance index (C) of 0.592.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Perairan Pulau Bunyu dipengaruhi oleh sirkulasi massa air estuari dan Laut Sulawesi yang menjadikannya sebagai potensi sumber daya perikanan yang sangat besar. Penelitian mengenai keanekaragaman ikan di kawasan Pulau Bunyu telah banyak dilakukan, oleh karena itu perlu ada penelitian lanjutan untuk melengkapi data dan informasi ilmiah tentang keanekaragaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ikan, kelimpahan jenis (Kj), keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dan dominansi (D) spesies yang terdapat di perairan laut Pulau Bunyu. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024 sampai dengan Maret 2025. Metode perolehan sampel dilakukan secara eksploratif dan tidak bersifat time series. Beberapa alat tangkap yang digunakan seperti pukat gondrong, bubu dasar, dan rengge pada 8 stasiun penangkapan. Proses identifikasi jenis ikan dilakukan melalui identifikasi morfologi yang dilakukan dengan mengamati struktur tubuh ikan dari bentuk luar ikan, pola pewarnaan, bentuk mulut, bentuk ekor dan ciri- ciri yang terlihat pada ikan. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan jenis yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 1.786 individu yang diklasifikasikan menjadi 74 Famili 80 genus dengan 115 spesies. Hasil Kelimpahan ikan yang telah dilakukan didapatkan komposisi tertinggi terdapat pada spesies ikan puput (Ilisha elongata) dengan nilai kelimpahan 29% dan komposi terendah terdapat pada jenis ikan bulu ayam (Coilia neglecta) senilai 13%. Nilai indeks keanekaragaman (H’) keseluruhan lokasi pengamatan berada pada retang 1,76–2,89, nilai keseragaman (E) berada pada rentang 0,23-0,57, dan dominansi (D) 0,11-0,50. Nilai indeks keanekaragaman keseluruhan lokasi pengamatan menunjukkan tingkat keanekaragaman spesies berada pada kondisi sedang dengan nilai keseragaman menunjukkan sebagian besar lokasi pengamatan berada pada kondisi yang tertekan, dan dominansi yang sebagian besar lokasi pengamatan berada pada lokasi pengamatan pada kondisi yang rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kepiting. Berdasarkan indeks keanekaragaman dan indeks dominansi di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan. menjadi potensi implementasi terhadap pembelajaran Biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ini memiliki luas 1,102 ha, terdapat 3 stasiun dengan 6 tarnsek setiap stasiun memiliki 10 plot. Prameter yang di ukur faktor lingkungan yaitu Suhu, pH tanah, salinitas, intensitas cahaya. Berdasarkan hasil penelitian jenis kepiting di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan ditemukan 2 famili dan 6 spesies kepiting. Yaitu famili Ocypodidae dengan nama spesies Uca tetragonon, Uca (Paraleptuca) crassipes, Uca vocans, Uca demani, Uca rosea, famili Perisesarma eumolpe. Total individu yang didapatkan selama penelitian di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan sebanyak 625 individu. Indeks keanekaragaman pada stasiun I memiliki nilai indeks keanekaragaman 1,48 dikategorikan sedang. Indeks keanekaragaman pada stasiun II memiliki nilai 1,08 dikategorikan sedang. Indeks keanekaragaman pada stasiun III memiliki nilai indeks keanekaragaman 1,49 termasuk dalam kategori sedang. Indeks dominansi stasiun I memiliki nilai 0,28 yang tergolong dalam kategori rendah. Indeks dominansi pada stasiun II memiliki nilai 0,45 yang tergolong dalam kategori sedang. Indeks dominansi pada stasiun III memiliki nilai 0,26 yang tergolong dalam kategori rendah. Hasil pada penelitian ini berpotensi sebagai bahan ajar pada pembelajaran biologi pada jenjang SMA kelas X KD 3.2 dan 4.2 kurikulum 2013, yaitu pada materi klasifikasi makhluk hidup dan pada perkuliahan pada materi kuliah invertebrata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kota Tarakan memiliki cakupan laut yang cukup luas sehingga memiliki potensi perikanan yang cukup berlimpah. Juata Laut merupakan salah satu daerah di Kota Tarakan yang memiliki potensi perikanan di bidang hasil tangkapan. Salah satu faktor pendukung potensi perikanan adalah terpenuhinya kebutuhan oksigen bagi para biota perairan yang disuplai oleh plankton. Maka dari itu perlu dilakukannya penelitian tentang struktur komunitas plankton di perairan Juata Laut Kota Tarakan dan kondisi kualitas air dari perairan Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian dilakukan selama ± 2 (dua) bulan dengan metode deskriptif kuantitatif dan survei sampel. Dari Hasil penelitian diperoleh 36 jenis plankton yang terdiri dari 7 kelas, 4 kelas jenis fitoplankton dan 3 kelas dari jenis zooplankton. Jenis fitoplankton yang paling sering ditemukan yaitu pada kelas Bacillariophyceae dan pada jenis zooplankton yaitu kelas Crustacea. Kelimpahan plankton termasuk dalam kategori rendah. Indeks keanekaragaman di dua stasiun pada jenis fitoplankton sedang dan pada jenis zooplankton rendah. Indeks keseragaman jenis fitoplankton termasuk kategori tinggi dan tidak ada jenis yang mendominasi dan indeks keseragaman zooplankton termasuk kategori rendah dan ada jenis yang mendominasi. Kondisi kualitas air pada perairan Juata Laut Kota Tarakan masih dalam kondisi yang optimal bagi keberlangsungan hidup plankton.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ekosistem estuaria dan mangrove di Perairan Muara Sesayap merupakan habitat dari berbagai jenis ikan, telah banyak dikonversi menjadi tambak. Dalam Proses budidaya komoditas yang ditebar hanya udang windu dan ikan bandeng, namun saat proses pemanenan terdapat berbagai jenis ikan non budidaya yang ikut tertangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman ikan non budidaya dan menganalisis nilai indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi ikan dalam tambak tradisional Pulau Tibi. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai Februari 2024, pengumpulan sampel dilakukan dengan menggunakan alat tangkap jala pada saat pemeliharaan dan semua jenis ikan pada saat pemanenan. Pengumpulan sampel dilakukan sebanyak 3 kali yang dimulai satu bulan setelah proses penebaran dan saat pemanenan. Ikan yang tertangkap kemudian diidentifikasi secara morfologi dengan mengacu pada buku identifikasi. Pengukuran kualitas air dilakukan secara insitu yang dilakukan setelah alat tangkap terpasang dan sebelum proses pemanenan. Berdasarkan identifikasi yang telah dilakukan selama penelitian didapatkan 22 jenis ikan non budidaya yang tergolong dalam 2 filum, 12 ordo, 19 famili, dan 22 genus. Tingkat keanekaragaman dapat digambarkan dalam bentuk nilai indeks keanekaragaman dengan rata-rata 0,642 kategori rendah, indeks keseragaman dengan nilai rata-rata 1,535 kategori sedang, dan nilai indeks dominansi rata-rata 0,042 kategori rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sektor pertanian budidaya di Tarakan Barat didominasi tanaman sayuran yang rentan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman sehingga berakibat pada penurunan produksi. Salah satu OPT yang berkaitan langsung dengan budidaya sayuran adalah gulma dengan segala jenis, dampak, dan biologinyaa. Oleh sebab itu perlu tindakan identiikasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi keragaman gulma dengan mengetahui spesies gulma dan spesies gulma yang dominan dimana pelaksanaan penelitian ini pada lahan budidaya tanaman sayuran di Kecamatan Tarakan Barat yang berlangsung dari bulan Januari 2021 hingga Februari 2021. Pengambilan sampel gulma menggunakan metode kuadrat secara acak, sebanyak 50 sampel dengan ukuran petakan 1 m x 1 m. Hasil penelitian menemukan 38 jenis/spesies gulma, 24 spesies termasuk gulma golongan berdaun lebar, 10 spesies rumputan dan 4 jenis diantaranya golongan tekian. Spesies gulma dominan ialah gulma Eleusin indica dengan nilai SDR tertinggi sebesar 13,82.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi Kelimpahan dan Dominansi Ikan di Sungai Segah dan Implementasinya Terhadap Pembelajaran Biologi Kelas X SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kelimpahan dan Dominansi Ikan di Sungai Segah Kecamatan Segah dan implementasinya pada pembelajaran biologi Kelas X SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh spesies ikan yang terdapat di Sungai Segah Kecamatan Segah. Analisis data penelitian ini adalah indeks kelimpahan dan indeks dominansi serta identifikasi hasil penelitian sebagai potensi implementasinya pada pembelajaran Biologi. Hasil penelitian ini dengan indeks kelimpahan yang didapatkan pada saat dikategorikan tinggi adalah jenis Barbonymus balleroides dengan indeks kelimpahan 37,5%, kemudian 4 jenis laiinna dikategorikan sedang karena memiliki nilai kelimpahan 20%. Hasil indeks Dominansi ikan di Sungai Segah Kecamatan Segah rata-rata bernilai 0,38 yang menunjukkan bahwa tidak ada spesies yang mendominansi Hasil analisis keterkaitan penelitian kelimpahan dan dominansi ikan dengan pembelajaran Biologi, terdapat materi animalia vertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuai dengan tujuan pembelajaran; (3) kejelasan sasar; (4) kejelasan informasi; (5) pedoman eksplorasi; (6) kejelasan perolehan yang ingin dicapai
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI EMBUNG RAWASARI KELURAHAN KARANG HARAPAN KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian mengenai struktur komunitas plankton di Embung Rawasari dilakukan untuk memahami kondisi perairan secara biologis dalam upaya pemenuhan kebutuhan air di Kota Tarakan. Plankton merupakan salah satu organisme di suatu perairan yang sangat penting dalam menentukan kesuburan pada suatu perairan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas plankton yang terdiri dari kelimpahan plankton, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi plankton di perairan Embung Rawasari Kota Tarakan, dan untuk mengetahui keterkaitannya terhadap kualitas air. Metode penelitian yang digunakan adalah deskrtiptif, kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan dua data, yaitu data utama dan data penunjang. Identifikasi Plankton dilakukan di Laboratorium Nutrisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2021. Pengambilan sampel plankton dilakukan di 3 stasiun pengamatan. Identifikasi jenis plankton dilakukan sebanyak 8 kali ulangan disetiap stasiun. Identifikasi plankton dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Kelimpahan fitoplankton didapatkan berkisar 2-19 sel/L dan zooplankton 3-13 ind/L. Nilai indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar 0,824-1,0363 dan zooplankton berkisar 0,9010-1,0712. Nilai indeks keseragaman fitoplankton berkisar 0,8196-0,8393 dan zooplankton 0,81870-0,8783. Nilai indeks dominansi fitoplankton berkisar 0,422-0,540 dan zooplankton 0,3804-0,4725. Kelimpahan plankton di perairan Embung Rawasari termasuk dalam kategori rendah. Indeks keanekaragaman plankton di perairan Embung Rawasari termasuk dalam kategori sedang. Indeks keseragaman plankton di perairan Embung Rawasari termasuk dalam kategori tinggi. Indeks dominansi plankton di perairan Embung Rawasari termasuk kedalam kategori rendah. Kata Kunci : Kelimpahan, Keanekaragaman, Keseragaman, Indeks Dominansi, Kelurahan Karang Harapan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KERAGAMAN JENIS SERANGGA PADA LAHAN POLIKULTUR TANAMAN BAYAM HIJAU (Amaranthus sp) DI KELOMPOK TANI SINAR HARAPAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Tingkat keragaman jenis serangga memiliki peran yang penting dalam kesetabilan ekosistem. Sistem bertani di Kelurahan Kampung Enam merupakan sistem pertanian polikultur. Pertanian polikultur akan meningkatkan stabilitas ekosistem karena menyediakan lingkungan yang lebih baik bagi serangga predator dan parasitoid sehingga dapat mengendalikan populasi hama secara alamiah pada suatu komoditas. Komoditas hortikultura yang terdapat pada lahan polikultur di Kelompok Tani Sinar Harapan Kota Tarakan salah satunya yaitu bayam. Menurunnnya hasil kualitas dan produksi tanaman bayam disebabkan oleh beberapa organisme pengganggu tanaman seperti serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis serangga dan serangga dominan yang ada pada lahan polikultur tanaman bayam hijau (Amaranthus sp) di Kelompok Tani Sinar Harapan Kota Tarakan. Pengambilan data ini menggunakan metode pengoleksian aktif dengan pengambilan secara langsung dan pengoleksian pasif menggunakan perangkap seperti yellow trap dan pitfal trap. Selanjutnya dilakukan identifikasi di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon Wiener dan dominansi Simpson. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, serangga yang didapatkan sebanyak 9 ordo, 36 famili, 58 spesies dengan jumlah total individu sebanyak 912 individu. Berdasarkan hasil analisis mengguankan indeks keanekaragaman Shannon Wiener dan dominansi Simpson, keanekaragaman serangga pada lahan polikultur tanaman bayam hijau yaitu 3,12 (H’) dimana keanekaragaman tersebut merupakan keanekaragaman yang tinggi. Sedangkan nilai indeks dominansi serangganya yaitu 0,02 dengan jenis serangga dominan yaitu capung Pantala flavescens dengan jumlah total individu yang didapatkan sebanyak 115 individu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
KEANEKARGAMAN, KEMERATAAN DAN DOMINANSI LABA-LABA JARING (ARACHNIDA) DI HUTAN WANA WISATA PERSEMAIAN DAN POTENSI IMPLEMENTASI TERHADAP PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA/MA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi laba-laba jaring yang ada di hutan wana wisata persemaian. Skripsi ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan keanekaragaman, kemerataan dan dominansi laba-laba jaring (arachnida) di Hutan Wana Wisata Persemaian Tarakan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan potensi implementasi pada pembelajaran Biologi kelas X SMA/MA. Sampel penelitian ini sebanyak 369 laba-laba jaring dari 8 famili. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman laba-laba jaring yang ada di Hutan Wana Wisata Persemaian Tarakan kategori sedang dengan nilai indeks berkisar pada stasiun 1 sebesar 1,863 dan stasiun 2 sebesar 1,818. Kemerataan laba-laba jaring yang yang ada di Hutan Wana Wisata Persemaian Tarakan termasuk kategori tingkat kemerataan antar spesier rendah dengan nilai indeks rata-rata pada stasiun 1 sebesar 0,103 dan stasiun 2 sebesar sedang dengan nilai indeks rata-rata sebesar 0,147. Dominansi laba-laba jaring yang ada di Hutan Wana Wisata Persemaian termasuk kategori rendah dengan nilai indeks dominansi pada stasiun 1 sebesar 0,182 dan stasiun 2 sebesar 0,156.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan parameter lingkungan terhadap indeks dominansi dan kemerataan belalang di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan dan Potensi implementasinya pada pembelajaran Biologi kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jenis belalang yang terdapat di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh spesies belalang yang didapatkan pada saat penelitian. Data yang dipeoleh kemudian di analisis mengunakan rumus dominansi, kemerataan dan uji korelasi sperman-rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 spesies belalang yaitu Acrida ungarica, Acrida ungarica, Acrida conica, Oxya chinensis, Oxya japonica, Caryanda spuria, Trilophidia annulata, valanga nigricornis, xenocatantops humilis, Phlaeoba fumosa, Traulacris sp., Pseudoxya diminuta, Traulia borneensis, Oxya Serville, Xenacatantops humilis nymph, Elimaea sp, Conocephalus fasciatus, Ceraeocercus fuscipennis, dan Conocephalus Maculatus dari 2 famili yaitu Acrididae dan Tettigonidae. Berdasarkan perhitungan indeks dominansi yang dilakukan, dominansi belalang pada kedua stasiun tergolong dalam kategori rendah dengan nilai D pada stasiun I berkisar sebesar 0,00-0,08 sedangkan pada stasiun II berkisar sebesar 0,00-0,02. Hasil perhitungan Indeks kemerataan pada kedua stasiun tergolong relatif merata/stabil dengan nilai E pada stasiun I sebesar 0,81 dan pada stasiun II sebesar 2,27. Hasil analisi hubungan parameter lingkungan terhadap dominansi pada kedua stasiun yaitu tidak terdapat hubungan antar parameter lingkungan terhadap dominansi di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan. Adapun hasil analis keterkaitan penelitian pada pembelajaran biologi yaitu pada materi keanekaragaman hayati kompetensi dasar 3.2 mengenai berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia, beserta ancaman dan pelestariannya dan kompetensi dasar 4.2 menyajikan hasil observasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia serta usulan upaya pelestariannya. This study aims to determine the relationship of environmental parameters to the dominance and evenity of grasshopper (ordo orthoptera) in the forests of Borneo Tarakan University and its potential of implementation in biology learning for class X SMA. This research was correlation research with a quantitative descriptive approach. The population were all types of grasshoppers found in the research Forest of Borneo Tarakan University. The sampel in this research were all species of grasshoppers obtained at the study time. The data obtained were then analyzed using the dominance, evenness and sperm-rho correlation test. The results showed 19 spesies of grasshoppers, namely Acrida hungarica, Acrida conica, Oxya chinensis, Oxya japonica, Caryanda spuria, Trilophidia annulata, Valanga nigricornis, Xencatantops humilis, Phlaeba fumosa, Traulacris sp, Serville, Xenacatantops humulis nymph, Elimaea sp, Conocephalus fasciatus, Ceraeocercus fuscipennis, and Conocephalus maculatus frm 2 families, namaly Acrididae and Tettigonidae. Based on the calculation of the dominance index, the dominance of grasshoppers at both stations was classified in the low category, with the value of D at the station I ranging from 0,00-0,08 while at station II was ranging from 0,00-0,02. The calculation results of the evenness index at both stations were relatively even/stable, with the value of E at the station I of 0,81 and station II of 2,27. The analysis of the relationship between environmental parameters and dominance at the two stations showed no association between ecological parameters and sovereignty in the Research Forest of Borneo Tarakan University. The results of the analysis of the linkage of research to biology learning, namaly on the subject of biodiversity, basic competence 3.2 regarding various levelsn of biodiversity in indonesia, along with threats and conservation, and basic competence 4.2 presenting the results of observations of different levels of biodiversity in indonesia and proposed conservation efforts.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan adalah kota yang memiliki Sumber Daya Alam yang potensial untuk dikembangkan. Salah satu daerah yang ada di kota Tarakan yaitu Tanjung Pasir dimana para penduduknya tinggal di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan tanjung pasir dengan menggunakan struktur komunitas plankton sebagai bioindikator perairan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, lokasi penelitian dilakukan di dua titik tempat yaitu stasiun I di daerah kawasan mangrove dan di stasiun II dekat dengan pemukiman penduduk. Pengambilan sampel dilakukan 2 hari sekali selama 15 kali turun kelapangan. komunitas plankton di perairan Tanjung Pasir sebagai objek penelitian meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi. Jenis fitoplankton yang ditemukan pada stasiun I dan Stasiun II yaitu terdiri dari 5 kelas yaitu kelas Bacillariophyceae, Coscinodiscophyceae, Cyanophyceae, Mediophyceae dan Dinophycea dan zooplankton dari kelas Crustacea. Jenis fitoplankton yang paling banyak ditemukan pada stasiun I dan stasiun II adalah dari kelas Bacillariophyceae dan Dinophyceae karena kedua kelas ini mendominasi semua jenis fitoplankton di seluruh dunia. dengan nilai kelimpahan fitoplankton pada stasun I yaitu 354 sel/l dan stasiun II yaitu 202 sel/l. kelimpahan zooplankton pada stasiun I yaitu 40 ind/l, dan stasiun II 38 ind/l Indeks kanekaragaman pada kedua stasiun tergolong kategori sedang dengan indeks keseragaman tegolong kategori keseragaman tinggi dan dominansi yang rendah. Berdasarkan dari nilai struktur komunitas plankton perairan Tanjung Pasir tergolong kategori tercemar ringan. Faktor lingkungan perairan Tanjung Pasir kota Tarakan meliputi faktor fisika dan faktor kimia pada stasiun I dan stasiun II masih baik untuk kehidupan organisme perairan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ABSTRAK Makrozoobenthos adalah organisme yang hidup pada dasar perairan, dan merupakan bagian dari rantai makanan yang keberadaannya bergantung pada populasi organisme yang tingkatnya lebih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos yang meliputi keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi makrozoobenthos di Pantai Tanjung Pasir Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2021 di Pantai Tanjung Pasir Kota Tarakan. Pengambilan sampel makrozoobenthos dilakukan di Pantai Tanjung Pasir pada 2 stasiun yaitu stasiun 1 merupakan daerah mangrove dan stasiun 2 merupakan daerah pemukiman dan industri hasil Perikanan. Pada setiap stasiun dilakukan pengambilan sampel sebanyak 3 plot dengan setiap plot dilakukan 3 kali pengulangan. Makrozoobenthos yang ditemukan pada penelitian ini, terdiri dari 2 kelas yaitu gastropoda dan bivalvia yang terdiri dari 8 spesies dengan jumlah individu keseluruhan 124. Indeks Keanekaragaman makrozoobenthos di stasiun 1 yaitu 0,91 dan stasiun 2 yaitu 1,52 kedua stasiun menunjukkan hasil bahwa keanekaragaman rendah sampai sedang, kondisi lingkungan perairan di Pesisir Pantai Tanjung Pasir diindikasikan dalam keadaan tercemar ringan, nilai indeks keseragaman pada stasiun 1 yaitu 0,83 dan stasiun 2 yaitu 0,85 tergolong dalam kategori tinggi, nilai indeks dominansi pada stasiun 1 yaitu 0,44 dan stasiun 2 yaitu 0,26 tergolong dalam kategori rendah atau tidak ada yang mendominansi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis studi kelimpahan dan dominansi ikan di sungai kecamatan sembakung dan potensi implementasinya pada pembelajaran biologi kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian meliputi seluruh jenis spesies dari kelas pisces yang terdapat di Sungai Kecamatan Sembakung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 5 spesies yang termasuk ke dalam 5 genus yang berbeda yaitu Hemibagrus planiceps, Kryptoterus cryptoterus, Hemibagrus capitulum, Acanthogobius flavinamus, Puntius javanicus. (1) Kelimpahan tertinggi yang terdapat di Sungai Kecamatan Sembakung adalah jenis Puntius javanicus dengan indeks kelimpahan 48.28%, yang termasuk kategori tinggi sedangkan kelimpahan terendah yaitu Hemibagrus capitulum dengan indeks kelimpahan 3.56%, yang termasuk kategori rendah. (2) Dominansi tertinggi dominansi tertinggi di Sungai Kecamatan Sembakung yaitu spesies Puntius javanicus dengan indeks dmoninansi sebesar 0,23 sedangkan dominansi terendah yaitu Hemigabrus capitulum dengan indeks dominansi sebesar 0,00 yang masing-masing berkategori rendah. (3) Hasil penelitian yang telah dilakukan berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber belajar pada pembelajaran biologi kelas X SMA pada materi Kingdom Animalia, submateri Kelas Pisces. This research investigates the abundance and dominance of fish in the Sembakung sub-district river and its potential implementation in biology class X SMA. The research is exploratory, descriptive research with quantitative and qualitative approaches. The research sample comprises all types of species from the Pisces class found in the Sembakung District River. The results showed that five species belonged to 5 different genera: Hemibagrus Planiceps, Kryptoterus Cryptoterus, Hemibagrus Capitulum, and Acanthogobius Flavinamus, Puntius javanicus. (1) The highest abundance found in the Sembakung District River is the Puntius javanicus species, with an abundance index of 48.28%, which is included in the high category, which is included in the high category. The lowest abundance is the Hemibagrus capitulum, with an abundance index of 3.56%, included in the low category. (2) The highest dominance in Sungai Sembakung District is Puntius javanicus species with a dominance index of 0.23, while the lowest dominance is Hemigabrus capitulum with a dominance index of 0.00, each of which is in the low category. (3) The results of the research that have been carried out can be used as learning resources in biology learning for class X SMA in Kingdom Animalia, sub-material for Class Pisces.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI SUNGAI NGINGITAN KELURAHAN MAMBURUNGAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN Abstrak Plankton terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu plankton tumbuhan (fitoplankton) dan plankton hewani (zooplankton). Plankton merupakan salah organisme di suatu perairan yang sangat penting dalam menentukan kesuburan pada suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui struktur komunitas plankton yang terdiri dari kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi serta keterkaitannya dengan kondisi kualitas perairan di Sungai Ngingitan Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada tanggal 24 Februari hingga 7 April 2021. Pengambilan sampel plankton dilakukan 3 stasiun pengamatan yaitu stasiun 1 (hulu sungai), stasiun 2 (hilir sungai), dan tasiun 3 muara. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pangan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Kelimpahan Fitoplankton didapatkan berkisar 4-37 sel/L. Kelimpahan zooplankton didapatkan berkisar 1-34 Ind/L. Nilai indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar 0,608-1,226. Nilai indeks keanekaragaman zooplankton berkisar 0,637-1,318. Nilai Indeks keseragamaan fitoplankton berkisar 0,588- 0,686. Nilai Indeks keseragamaan zooplankton berkisar 0,812-0,918. Nilai indeks dominansi fitoplankton berkisar 0,455-0,868 nilai indeks dominansi zooplankton berkisar. 0,321-0,556. Kelimpahan plankton di Sungai Ngingitan termaksuk dalam katagori rendah. Kata Kunci : Kelimpahan, Keanekaragaman, Keseragaman, indeks Dominansi, Kelurahan Mamburungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Makrozoobentos adalah organisme yang hidup pada dasar perairan dan merupakan bagian dari rantai makanan yang keberadaannya bergantung pada populasi organisme yang tingkatnya lebih rendah. Kelimpahan dan keanekaragaman komunitas makrozoobentos juga ditentukan oleh jenis organisme dalam perairan diantaranya adalah produsen yang merupakan sumber makanan bagi hewan makrozoobentos. Tujuan penelitian ini untuk menentukan jumlah kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi makrozoobentos di pantai timur pesisir Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan. Metode penelitian pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun yang berbeda dengan 1 kali pengulangan di setiap stasiun diambil dengan metode plot transek dengan luasan 1 x 1 m menggunakan bantuan alat besi lalu disaring dengan mesh size 3 mm. Selanjutnya sampel yang ada dibersihkan dengan air dan direndam dengan formalin 4% selama 1 hari. Berdasarkan hasil penelitian, kelimpahan makrozoobentos pada kawasan Pantai Timur Pulau Sebatik paling tinggi terdapat pada stasiun 1 dengan nilai 5,1 ind/m2, keanekaragaman paling tinggi terdapat pada stasiun 1 sebesar 2,459 dikategorikan sedang, keseragaman paling tinggi terdapat pada stasiun 2 sebesar 0,946 dengan kategori keseragaman tinggi dan dominansi tertinggi dari ketiga stasiun adalah pada stasiun 3 yaitu 0,193 tidak ada mendominasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa makrozoobentos di pantai Timur Pulau Sebatik masih memiliki banyak jumlah spesies.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemerataan dan dominasi capung di area teresterial Kota Tarakan serta potensi implementasi pada pembelajaran Biologi siswa kelas X SMA/MA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terbagi menjadi tiga yaitu Persawahan Mamburungan, Hutan Kota Sawah lunto SKIP dan Lahan Pertanian Kampung Enam. Parameter yang diukur adalah kemerataan dan dominansi capung. Parameter lingkungan dalam penelitian ini diantaranya suhu, kelembaban, kecepatan angin, intensitas cahaya dan ketinggian. Hasil penelitian capung di area teresterial Kota Tarakan ditemukan delapan belas spesies dari dua famili diantaranya Libellulidae dan Coenagrionidae. Analisis tingkat kemerataan capung di area teresterial Kota Tarakan sebesar 0.932302 yang menunjukan bahwa nilai tersebut mendekati angka 1 dan termasuk dalam kriteria kondisi komunitas yang stabil. Kemudian indeks dominansi jenis capung yang terdapat di area teresterial Kota Tarakan ialah jenis Crocothemis servilia dengan nilai tertinggi 0.02% yang masuk dalam kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada jenis capung yang yang mendominasi. Dominansi pada ketiga lokasi penelitian ini menunjukkan bahwa persebaran jenis capung merata sehingga lingkungan di ketiga lokasi tersebut stabil. Selanjutnya dilakukan analisis keterkaitan penelitian kemerataan dan dominansi capung dengan pembelajaran Biologi, pada materi Animalia kelas X SMA/MA dengan Kompetensi Dasar 3.8, dituangkan dalam bentuk Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dan handout. Persyaratan yang diperlukan untuk mengintegrasi siswa dengan objek kejadian sebagai sumber belajar harus disesuaikan dengan kejelasan potensi, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, kejelasan sasaran, kejelasan informasi, kejelasan dan pedoman eksplorasi serta kejelasan perolehan yang ingin dicapai. Kata Kunci: Capung, Kemerataan, Dominansi, Potensi Implementasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS DOMINANSI DAN PERSEBARAN KELAS PISCES DI SUNGAI DESA PUNAN GONG SOLOK SEBAGAI IMPLEMENTASI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hewan kelas Pisces berdasarkan indeks Dominansi dan Persebaran kelas Pisces di Sungai Gong Solok Malinau menjadi potensi implementasi terhadap pembelajaran Biologi kelas X SMA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripstif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terbagi atas tujuh transek penelitian, setiap transek berjarak 1 km. Parameter yang diukur yaitu Dominansi dan Persebaran Kelas Pisces. Parameter lingkungan turut menjadi hal penting dalam penelitian ini diantaranya suhu, pH, Kecerahan air, kedalaman air, Dissolved oxygen (DO), Total Dissolve Solid (TDS) dan kecepatan arus sungai. Hasil penelitian Kelas Pisces di Sungai Gong Solok Malinau ditemukan lima spesies di antaranya Gastromyzon lepidogaster, Mastcembelus unicolor, Parachela oxigastroides, Osteochilus wandersii dan Barbonymus balleroides. Analisis Pada spesies Barbonymus Balleroides, nilai indeks dominansi sebesar 0.63 kategori tinggi, Sedangkan indeks dominansi yang masuk kategori rendah antara lain Parachela oxygastroides 0.01, Osteochilus wandersii 0.01, Gastromyzon Lepidogaster 0.00, dan Mastacembelus Unicolor 0.00. indeks persebaran dari tujuh transek didapatkan beberapa spesies dengan katagori yang luas, diantaranya Osteochilus Wandersii dan Barbonymus Balleroides. Diantaranya Osteochilus Wandersii dengan kategori sedang dengan nilai 100% dan Barbonymus Balleroides dengan kategori sedang dengan nilai 100%. Persebaran dengan presentase dengan katagori yang sedang diantaranya Parachela Oxygastroides dengan kategori sempit dengan nilai 71.4% . Persebaran dalam kategori sempit ditemukan pada spesies Gastromyzon Lepidogaster dengan nilai ditemukan pada spesies 42.9%, dan dalam kategori sangat sempit ditemukan pada spesies Mastecembelus Unicolor dengan nilai 14.3%.Hasil analisis keterkaitan penelitian kelas Pisces dengan pembelajaran Biologi, terdapat pada materi Ekologi kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) Kejelasan sasaran; (4) kejelasan pedoman eksplorasi; (5) kejelasan perolehan yang ingin dicapai.