Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Capung
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman dan Dominansi Jenis Capung (Odonata) di Kawasan Agrowisata Air Terjun Karungan dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar dalam Pembelajaran Biologi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman dan dominansi jenis capung (Odonata) di Kawasan Agrowisata Air Terjun Karungan, Kota Tarakan, serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian dilakukan dengan metode jelajah (field method), menggunakan jaring serangga untuk menangkap capung, serta pengukuran faktor lingkungan Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung indeks keanekaragaman dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies capung yang berasal dari dua famili, yaitu Libellulidae dan Coenagrionidae, dengan jumlah total 348 individu. Indeks keanekaragaman (H') yang diperoleh sebesar 1,85 termasuk kategori sedáng, sedangkan nilai indeks dominansi (C) sebesar 0,19 termasuk kategori rendah, menunjukkan bahwa kawasan penelitian memiliki ekosistem yang relatif stabil dengan penyebaran spesies yang cukup merata dan tidak ada spesies yang mendominasi secara berlebihan. Hasil penelitian berpotensi dijadikan sumber belajar kontekstual pada materi keanekaragaman hayati, dan ekologi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MAJALAH CAPUNG (ODONATA) BERBASIS KONTEKSTUAL DI KOTA TARAKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI KELAS X SMA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan majalah capung (odonata) berbasis kontekstual di Kota Tarakan sebagai sumber belajar Biologi Kelas X SMA. Yang layak digunakan berdasakan penilaian para ahli terhadap majalah yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D) dengan desain penelitian model Bord and Gall (1983). Langkah-langkah model Bord and Gall (1983) yang digunakan pada penelitian ini sampai dengan tahap tiga yaitu penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan, dan pengembangan produk awal. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil pengembangan produk awal majalah berdasarkan nilai validasi ahli media dengan presentase 73% yang menunjukan kriteria layak, validasi ahli materi dengan presentase 81% yang menunjukan kriteria sangat layak, dan hasil validasi ahli praktisi dengan 92% yang menunjukan kriteria sangat layak. Rata-rata skor dari para ahli sebesar 82%, sehingga majalah capung (Odonata) yang dikembangkan sangat layak dan dapat digunakan sebagai sumber. This study aimed to produce a contextual-based dragonfly magazine (Odonata) in Tarakan for learning Biology sources of the Tenth grade, which is valid to be implemented. This research is Research and Development (R&D) with the Bord and Gall (1983) model research design. The Bord and Gall (1983) model used providing three stages: research and initial data collection, planning, and initial product development. Data analysis used descriptive qualitative and quantitative descriptive approaches. The initial product development result of expert validation based was very appropriate, with a score of 73%, material expert validation showed that the product was a feasible category with 81% valid, and expert practitioner validation indicated that it is very disserving with a score of 92%. The expert judgment means the score is 82%, with the result that the developed Dragonfly magazine (Odonata) is feasible and can be used as a student learning resource.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DAYA PIKAT TANAMAN REFUGIA TERHADAP PREDATOR CAPUNG PADA AREAL PERTANIAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DAYA PIKAT TANAMAN REFUGIA TERHADAP PREDATOR CAPUNG PADA AREAL PERTANIAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Abstrak Capung merupakan musuh alami bagi hama pada areal budidaya tanaman padi. Alternatif konservasi musuh alami bisa lakukan dengan menanam tanaman refugia disekitar areal tanaman budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya pikat tanaman refugia. Dan membandingkan daya pikat dari dua jenis tanaman refugia yang berbeda pada predator capung. Penelitian menggunakan uji ketertarikan tanaman refugia yakni tanaman kenikir dan tanaman bunga kertas. Pengujian dilakukan pada 3 (tiga) titik lokasi yang berbeda dan diulang sebanyak 15 kali. Analisis data menggunakan Uji Kruskall Wallis untuk membandingkan beberapa rata-rata perlakuan dan antar perlakuan menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil penelitan menunjukkan terdapat perbedaan jumlah dan waktu kunjungan predator capung terhadap tanaman refugia, dengan rata-rata kunjungan pada bunga kenikir 0.7 – 0.9 kali dan bunga kertas 0.2 kali. Sedangkan, waktu kunjungan pada bunga kenikir 44.3 – 112.7 detik, dan pada bunga kertas 2.6 – 2.9 detik. Predator capung juga melakukan kunjungan 0.03 kali pada bagian non bunga tanaman kenikir dan 0.01 – 0.005 kali pada bunga kertas, sedangkan waktu kunjungan pada bunga kenikir 1.12 detik, dan 0.02 – 0.03 detik pada bunga kertas. Hasil ini menunjukkan bahwa organ bunga tanaman kenikir lebih memiliki daya pikat dibandingkan tanaman bunga kertas. Kata Kunci: Capung, Padi Tanaman Refugia. Diketahui/Disetujui Pembimbing Skripsi Abdul Rahim, S.P, M.Si, Ph.D

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRUKTUR LANSKAP AREAL BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DAN HUBUNGANNYA TERHADAP KEANEKARAGAMAN CAPUNG DI PULAU TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS STRUKTUR LANSKAP AREAL BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DAN HUBUNGANNYA TERHADAP KEANEKARAGAMAN CAPUNG DI PULAU TARAKAN Ruben Sampe, abdul Rahim Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan Jalan AmaL Lama Nomor 1 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, 77123 Email: [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan; (1) melakukan analisis struktur lanskap pada area budidaya tanaman hortikultura berdasarkan SIG di pulau Tarakan; dan (2) mengetahui hubungan karakteristik lanskap dengan keanekaragaman capung (Ordo: Odonata) di pulau Tarakan. Pengambilan contoh capung pada 4 lokasi yakni Tarakan Timur, Tarakan Utara, Tarakan Barat, dan Tarakan Tengah. Selain itu, dilakukan analisi lanskap, pengambilan data suhu, kelembaban, intensitas cahaya, dan Ph air. Indeks keanekaragaman lanskap(H), indeks kekayaan jenis (R), indeks keanekaragaman Shannon (H), indeks kemerataan(E), regresi, diagram venn dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan struktur lanskap terdiri dari beberapa jenis tapak yakni tapak budidaya tanaman sayuran, tanaman buahbuahan, rawa/kolam, pemukiman, hutan sekunder. Indeks keanekaragaman lanskap tertinggi di Tarakan Barat. Komposisi spesies capung di Pulau Tarakan terdiri dari 3 famili, 10 genus, 17 spesies. Indeks kekayaan spesies tertinggi di Tarakan Timur, sedangkan indeks keanekaragaman dan indeks kemerataan tertinggi di Tarakan Barat. Terdapat hubungan antara keanekaragaman lanskap dan keanekaragman capung, misalnya tanaman sayuran menyebabkan area lebih terbuka dan disukai oleh capung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kemerataan dan Dominansi Capung (Odonata) di Area Teresterial Kota Tarakan serta Potensi Implementasi pada Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA/MA

2021•

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemerataan dan dominasi capung di area teresterial Kota Tarakan serta potensi implementasi pada pembelajaran Biologi siswa kelas X SMA/MA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terbagi menjadi tiga yaitu Persawahan Mamburungan, Hutan Kota Sawah lunto SKIP dan Lahan Pertanian Kampung Enam. Parameter yang diukur adalah kemerataan dan dominansi capung. Parameter lingkungan dalam penelitian ini diantaranya suhu, kelembaban, kecepatan angin, intensitas cahaya dan ketinggian. Hasil penelitian capung di area teresterial Kota Tarakan ditemukan delapan belas spesies dari dua famili diantaranya Libellulidae dan Coenagrionidae. Analisis tingkat kemerataan capung di area teresterial Kota Tarakan sebesar 0.932302 yang menunjukan bahwa nilai tersebut mendekati angka 1 dan termasuk dalam kriteria kondisi komunitas yang stabil. Kemudian indeks dominansi jenis capung yang terdapat di area teresterial Kota Tarakan ialah jenis Crocothemis servilia dengan nilai tertinggi 0.02% yang masuk dalam kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada jenis capung yang yang mendominasi. Dominansi pada ketiga lokasi penelitian ini menunjukkan bahwa persebaran jenis capung merata sehingga lingkungan di ketiga lokasi tersebut stabil. Selanjutnya dilakukan analisis keterkaitan penelitian kemerataan dan dominansi capung dengan pembelajaran Biologi, pada materi Animalia kelas X SMA/MA dengan Kompetensi Dasar 3.8, dituangkan dalam bentuk Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dan handout. Persyaratan yang diperlukan untuk mengintegrasi siswa dengan objek kejadian sebagai sumber belajar harus disesuaikan dengan kejelasan potensi, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, kejelasan sasaran, kejelasan informasi, kejelasan dan pedoman eksplorasi serta kejelasan perolehan yang ingin dicapai. Kata Kunci: Capung, Kemerataan, Dominansi, Potensi Implementasi

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman dan kelimpahan capung (Ordo odonata) di area teresterial Kota Tarakan dan potensi implementasinya terhadap pembelajaran biologi kelas X SMA/MA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keanekaragaman dan kelimpahan capung di area teresterial Kota Tarakan menjadi potensi implementasi terhadap pembelajaran Biologi kelas X SMA/MA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Lokasi penelitian terbagi menjadi tiga yaitu Persawahan Mamburungan, Hutan Kota Sawahlunto SKIP dan Lahan Pertanian Kampung Enam. Parameter yang diukur adalah keanekaragaman dan kelimpahan capung. Parameter lingkungan turut menjadi hal yang penting dalam penelitian ini diantaranya suhu, kelembaban, kecepatan angin, intensitas cahaya dan ketinggian. Hasil penelitian capung di area teresterial Kota Tarakan ditemukan delapan belas spesies dari dua famili diantaranya Libellulidae dan Coenagrionidae. Analisis tingkat keanekaragaman capung di area teresterial Kota Tarakan sebesar 2.69 yang menunjukan kriteria keanekaragaman jenis dalam kategori tingkat sedang. Kemudian nilai indeks kelimpahan capung tertinggi terdapat pada spesies Crocothemis servilia sebesar 14.41% yang dikategorikan dalam tingkat tendah, sedangkan spesies yang memiliki nilai kelimpahan terendah terdapat pada spesies Copera marginipes sebesar 0.71% yang dikategorikan dalam tingkat rendah. Selanjutnya dilakukan analisis keterkaitan penelitian keanekaragaman dan kelimpahan capung dengan pembelajaran Biologi, terdapat pada materi keanekaragaman hayati Indonesia kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.2 dan 4.2. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi antara lain : (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) Kejelasan sasaran; (4) Kejelasan pedoman eksplorasi; (5) Kejelasan perolehan yang ingin di capai.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail