ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI KEANEKARAGAMAN DAN KEMERATAAN IKAN AIR TAWAR KECAMATAN LUMBIS DAN POTENSI IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan kemerataan ikan di Sungai Sembakung Kecamatan Lumbis dan untuk mengetahui potensi implementasinya pada pembelajaran biologi kelas X SMA berdasarkan hasil penelitian. Dari hasil penelitian Ikan air tawar terdapat 14 jenis pisces. Analisis data dalam penelitian ini adalah indeks Keanekaragaman, Indeks Kemerataan dan identifikasi hasil penelitian sebagai potensi implementasinya pada Pembelajaran Biologi. Hasil Indeks Keanekaragaman tinggi yang di dapatkan dari hasil penelitian ini terdapat pada Titik VII dengan nilai 1.40 . Hasil indeks kemerataan ikan di Sungai Sembakung Kecamatan Lumbis yaitu kemerataan jenis ikan tergolong rendah terdapat pada titik I dan II sedangkan indeks kemerataan jenis ikan tergolong sedang terdapat pada titik II,IV,V,VI,VII. Adapun hasil penelitian keanekaragaman dan kemerataan ikan dengan pembelajaran biologi, terdapat pada materi animalia vertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.4 mendeskripsikan ciri-ciri filum dalam dunia hewan dan peranannya bagi kehidupan. Kata kunci: ikan (Pisces), indeks keanekaragaman, indeks kemerataan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
KEANEKARGAMAN, KEMERATAAN DAN DOMINANSI LABA-LABA JARING (ARACHNIDA) DI HUTAN WANA WISATA PERSEMAIAN DAN POTENSI IMPLEMENTASI TERHADAP PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA/MA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi laba-laba jaring yang ada di hutan wana wisata persemaian. Skripsi ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mendeskripsikan keanekaragaman, kemerataan dan dominansi laba-laba jaring (arachnida) di Hutan Wana Wisata Persemaian Tarakan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan potensi implementasi pada pembelajaran Biologi kelas X SMA/MA. Sampel penelitian ini sebanyak 369 laba-laba jaring dari 8 famili. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman laba-laba jaring yang ada di Hutan Wana Wisata Persemaian Tarakan kategori sedang dengan nilai indeks berkisar pada stasiun 1 sebesar 1,863 dan stasiun 2 sebesar 1,818. Kemerataan laba-laba jaring yang yang ada di Hutan Wana Wisata Persemaian Tarakan termasuk kategori tingkat kemerataan antar spesier rendah dengan nilai indeks rata-rata pada stasiun 1 sebesar 0,103 dan stasiun 2 sebesar sedang dengan nilai indeks rata-rata sebesar 0,147. Dominansi laba-laba jaring yang ada di Hutan Wana Wisata Persemaian termasuk kategori rendah dengan nilai indeks dominansi pada stasiun 1 sebesar 0,182 dan stasiun 2 sebesar 0,156.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan parameter lingkungan terhadap indeks dominansi dan kemerataan belalang di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan dan Potensi implementasinya pada pembelajaran Biologi kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jenis belalang yang terdapat di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh spesies belalang yang didapatkan pada saat penelitian. Data yang dipeoleh kemudian di analisis mengunakan rumus dominansi, kemerataan dan uji korelasi sperman-rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 spesies belalang yaitu Acrida ungarica, Acrida ungarica, Acrida conica, Oxya chinensis, Oxya japonica, Caryanda spuria, Trilophidia annulata, valanga nigricornis, xenocatantops humilis, Phlaeoba fumosa, Traulacris sp., Pseudoxya diminuta, Traulia borneensis, Oxya Serville, Xenacatantops humilis nymph, Elimaea sp, Conocephalus fasciatus, Ceraeocercus fuscipennis, dan Conocephalus Maculatus dari 2 famili yaitu Acrididae dan Tettigonidae. Berdasarkan perhitungan indeks dominansi yang dilakukan, dominansi belalang pada kedua stasiun tergolong dalam kategori rendah dengan nilai D pada stasiun I berkisar sebesar 0,00-0,08 sedangkan pada stasiun II berkisar sebesar 0,00-0,02. Hasil perhitungan Indeks kemerataan pada kedua stasiun tergolong relatif merata/stabil dengan nilai E pada stasiun I sebesar 0,81 dan pada stasiun II sebesar 2,27. Hasil analisi hubungan parameter lingkungan terhadap dominansi pada kedua stasiun yaitu tidak terdapat hubungan antar parameter lingkungan terhadap dominansi di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan. Adapun hasil analis keterkaitan penelitian pada pembelajaran biologi yaitu pada materi keanekaragaman hayati kompetensi dasar 3.2 mengenai berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia, beserta ancaman dan pelestariannya dan kompetensi dasar 4.2 menyajikan hasil observasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia serta usulan upaya pelestariannya. This study aims to determine the relationship of environmental parameters to the dominance and evenity of grasshopper (ordo orthoptera) in the forests of Borneo Tarakan University and its potential of implementation in biology learning for class X SMA. This research was correlation research with a quantitative descriptive approach. The population were all types of grasshoppers found in the research Forest of Borneo Tarakan University. The sampel in this research were all species of grasshoppers obtained at the study time. The data obtained were then analyzed using the dominance, evenness and sperm-rho correlation test. The results showed 19 spesies of grasshoppers, namely Acrida hungarica, Acrida conica, Oxya chinensis, Oxya japonica, Caryanda spuria, Trilophidia annulata, Valanga nigricornis, Xencatantops humilis, Phlaeba fumosa, Traulacris sp, Serville, Xenacatantops humulis nymph, Elimaea sp, Conocephalus fasciatus, Ceraeocercus fuscipennis, and Conocephalus maculatus frm 2 families, namaly Acrididae and Tettigonidae. Based on the calculation of the dominance index, the dominance of grasshoppers at both stations was classified in the low category, with the value of D at the station I ranging from 0,00-0,08 while at station II was ranging from 0,00-0,02. The calculation results of the evenness index at both stations were relatively even/stable, with the value of E at the station I of 0,81 and station II of 2,27. The analysis of the relationship between environmental parameters and dominance at the two stations showed no association between ecological parameters and sovereignty in the Research Forest of Borneo Tarakan University. The results of the analysis of the linkage of research to biology learning, namaly on the subject of biodiversity, basic competence 3.2 regarding various levelsn of biodiversity in indonesia, along with threats and conservation, and basic competence 4.2 presenting the results of observations of different levels of biodiversity in indonesia and proposed conservation efforts.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemerataan dan dominasi capung di area teresterial Kota Tarakan serta potensi implementasi pada pembelajaran Biologi siswa kelas X SMA/MA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terbagi menjadi tiga yaitu Persawahan Mamburungan, Hutan Kota Sawah lunto SKIP dan Lahan Pertanian Kampung Enam. Parameter yang diukur adalah kemerataan dan dominansi capung. Parameter lingkungan dalam penelitian ini diantaranya suhu, kelembaban, kecepatan angin, intensitas cahaya dan ketinggian. Hasil penelitian capung di area teresterial Kota Tarakan ditemukan delapan belas spesies dari dua famili diantaranya Libellulidae dan Coenagrionidae. Analisis tingkat kemerataan capung di area teresterial Kota Tarakan sebesar 0.932302 yang menunjukan bahwa nilai tersebut mendekati angka 1 dan termasuk dalam kriteria kondisi komunitas yang stabil. Kemudian indeks dominansi jenis capung yang terdapat di area teresterial Kota Tarakan ialah jenis Crocothemis servilia dengan nilai tertinggi 0.02% yang masuk dalam kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada jenis capung yang yang mendominasi. Dominansi pada ketiga lokasi penelitian ini menunjukkan bahwa persebaran jenis capung merata sehingga lingkungan di ketiga lokasi tersebut stabil. Selanjutnya dilakukan analisis keterkaitan penelitian kemerataan dan dominansi capung dengan pembelajaran Biologi, pada materi Animalia kelas X SMA/MA dengan Kompetensi Dasar 3.8, dituangkan dalam bentuk Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dan handout. Persyaratan yang diperlukan untuk mengintegrasi siswa dengan objek kejadian sebagai sumber belajar harus disesuaikan dengan kejelasan potensi, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, kejelasan sasaran, kejelasan informasi, kejelasan dan pedoman eksplorasi serta kejelasan perolehan yang ingin dicapai. Kata Kunci: Capung, Kemerataan, Dominansi, Potensi Implementasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis studi komunitas mangrove di Pulau Sebatik sebagai sumber belajar siswa kelas X SMA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terbagi menjadi 2 stasiun penelitian. Setiap stasiun terdiri dari 5 transek dengan masing-masing panjang transek 100 m dengan masing masing plot berukuran 10 x 10 m. Parameter yang diukur yaitu keanekaragaman, kemerataan dan dominansi mangrove. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu, pH, salinitas dan intensitas cahaya. Hasil penelitian mangrove di Pulau Sebatik berdasarkan keanekaragaman ditemukan 4 spesies mangrove diantaranya Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, Avecennia alba, dan Bruguiera parviflora. Keempat spesies tersebut memiliki nilai indeks keanekargaman yang masih tergolong rendah. Indeks kemerataan mangrove di Pulau Sebatik sebesar 0,451 yang berarti tegolong tidak stabil. Indeks dominansi di Pulau Sebatik yang tergolong sedang terdapat pada spesies Sonneratia alba memiliki nilai 0,629. Adapun pada spesies Rhizophora apiculata, Avecennia alba, dan Bruguiera parviflora masih tergolong rendah. Hasil analisis keterkaitan hasil penelitian dalam pembelajaran biologi berdasarkan kurikulum 2013 terdapat adanya keterkaitan penelitian terhadap pembelajaran biologi yaitu pada materi keanekaragaman hayati kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar 3.2. Menganalisis data hasil obervasi tentang berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia dan 4.2. Menyajikan hasil identifikasi usulan upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai keanekaragaman hewan dan tumbuhan khas Indonesia yang dikomunikasikan dalam berbagai bentuk media informasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas Echinodermata berdasarkan indeks kelimpahan dan kemerataan Echinodermata di perairan Pulau Derawan menjadi potensi implementasi terhadap pembelajaran Biologi Kelas X SMA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terbagi menjadi enam stasiun penelitian. Setiap stasiun terdiri dari empat transek dengan masing-masing panjang transek kurang lebih 110 meter dengan masing-masing ukuran plot 1x1 m2. Parameter yang diukur yaitu Kelimpahan dan Kemerataan Echinodermata. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu, pH, salinitas, Total Dissolve Solid (TDS) dan Dissolved oxsigen (DO). Hasil penelitian Echinodermata di perairan Pulau Derawan ditemukan delapan spesies di antaranya yaitu Archaster typicus, Linckia leavigata, Nardoa tuberculata, Diadema setosum, Echinothrix calamaris, Leganum leganum, Holothuria atra dan Synapta maculata. Indeks kelimpahan spesies dari Filum Echinodermata di perairan Pulau Derawan yang tergolong tinggi terdapat pada spesies Diadema setosum dengan nilai kelimpahan 60.33%. kelimpahan Echinodermata yang yang tergolong sedang terdapat pada spesies Archaster typicus sebesar 19.48% dan Leganum leganum sebesar 17.81%. Sedangkan kelimpahan yang tergolong rendah terdapat pada spesies Linckia leavigata sebesar 0.48%, Echinothrix calamaris sebesar 1.19%, Nardoa tuberculata, Holothuria atra dan Synapta maculata dengan nilai masing-masing sebesar 0.24%. Indeks kemerataan Echinodermata di perairan Pulau Derawan sebesar 0.505 yang berarti tergolong tidak stabil. Selanjutnya dilakukan analisis keterkaitan penelitian struktur komunitas Echinodermata dengan pembelajaran Biologi. Hasil analisis keterkaitan penelitian struktur komunitas Echinodermata dengan pembelajaran Biologi, terdapat pada materi animalia invertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 dan 4.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) kejelasan sasaran; (4) kejelasan pedoman eksplorasi; (5) kejelasan perolehan yang ingin dicapai.