Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

71 hasil
Subjek: Padi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penggunaan Faktor Produksi Terhadap Produksi Padi Sawah (ORYZA SATIVA) di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yusran. 15201020044. 2020 “Pengaruh Penggunaan Faktor Produksi Terhadap Produksi Padi Sawah (Oryza sativa) Di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan” Dibimbing oleh Sekar Inten Mulyani. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Faktor-faktor produksi merupakan syarat mutlak dalam sebuah proses produksi. Dalam penelitian ini, faktor-faktor produksi terdiri dari luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk, dan pestisida. Masing-masing faktor produksi tersebut mempunyai fungsi serta manfaat yang berbeda dan saling berpengaruh satu sama lainnya. Jika salah satu dari faktor produksi tidak terpenuhi maka proses produksi dalam pertanian terhambat dan tidak bisa berjalan. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengetahui bagaimana sistem budidaya padi sawah di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan. (2) untuk menganalisis pengaruh luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk,dan pestisida terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Metode di lakukan secara random sampling berdasarkan karakteristik responden. Jumlah responden di peroleh dari masyarakat yang bertempat tinggal di lokasi penelitian berjumlah 35 orang dari 122 petani yang mengusahakan usahatani padi sawah. Hasil analisis data menunjukan bahwa (1). Berdasarkan hasil deskriptif sistem budidaya padi sawah di Kecamatan Sebatik Timur meliputi kegiatan pengolahan lahan, perbaikan irigasi, pemilihan benih, perendaman benih, penganginan benih, persemaian benih, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. (2).Berdasarkan hasil analisis penggunaan faktor produksi padi sawah diperoleh hasil yaitu variabel luas lahan yang paling banyak dimilki oleh 30 responden atau (85,7%) adalah 1.0-1.2 ha. Unuk variabel benih yang terbesar diperoleh 23 responden atau (65.7%) yaitu antara 16-21 kg. variabel pupuk jumlah terbanyak digunakan oleh 22 responden atau (62,8%) yaitu antara 251-351 kg. variabel pestisida terbanyak digunakan oleh 24 responden atau (68.6%) yaitu antara 3.501-5.501 ml. dan variabel tenaga kerja HOK terbanyak diperoleh 26 responden atau (74.2%) yaitu antara 164-174 HOK .Sedangkan variabel produksi yang terbesar diperoleh 30 responden atau (85,7%) yaitu antara 4.551-5.600 kg. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan SPSS versi 25, faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Sebatik Timur adalah faktor luas lahan, penggunaan pupuk anorganik, dan tenaga kerja. Kata Kunci : Faktor Produksi, Produksi Padi

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI SAWAH (STUDI KASUS KELOMPOK TANI HARAPAN BARU DESA KARANG AGUNG, KABUPATEN BULUNGAN)

•

Peran Kelompok Tani Dalammeningkatkan Produktivitas Usahatani Padi Sawah (Studi Kasus Kelompok Tani Harapan Baru Desa Karang Agung, Kabupaten Bulungan) ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk (1) Mengetahui peran kelompok tani bagi anggota kelompok tani di Desa Karang Agung (2) Mengetahui hubungan antara peran kelompok tani dengan peningkatan produktivitas usahatani padi sawah. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, metode skoring, dan analisis statistik Korelasi Spearman dengan jumlah sampel responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Sebagian responden menilai tingkat keseluruhan peran Kelompok Tani Harapan Baru di Desa Karang Agung sudah cukup berperan. Hal ini dapat dilihat dari anggota kelompok tani yang menilai kategori cukup berperan sebanyak 11 anggota dengan persentase (47.83%). Adapun parameter peran kelompok tani adalah sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. (2) Hasil perhitungan korelasi Rank Spearman diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0.543 yang artinya tingkat kekuatan hubungan (korelasi) antar peran kelompok tani Harapan Baru dengan produktivitas padi sawah adalah sebesar 0.543 atau hubungan sedang. Dari hasil yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa (1) Peran kelompok tani memiliki persentase tertinggi (47.83%) dengan kategori cukup berperan (2) Adanya hubungan antara peran kelompok tani Harapan Baru dengan peningkatan produktivitas usahatani padi sawah yang dibuktikan dengan koefisien korelasi sebesar 0.543 dengan signifikansi 0,007 (signifikan) Kata Kunci : Padi sawah, Peran Kelompok Tani, Produktivitas

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

peran penyuluh pertanian dalam mengakses informasi teknologi budidaya padi sawah di desa tideng pale, kabupaten tana tidung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyuluh dalam mengakses petani terhadap informasi teknologi budidaya padi sawah, akses petani terhadap informasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo-12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh berperan sebagai edukator, fasilitator dan penghubung, motivator dan dinamisator, serta penasihat dan konsultan. Penyuluh menyampaikan informasi melalui diskusi, pendampingan, demonstrasi, dan komunikasi digital. Petani memperoleh informasi melalui penyuluh, kelompok tani, sesama petani, serta media digital seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok. Informasi yang paling dibutuhkan meliputi benih, pemupukan, dan pengendalian hama. Faktor pendukung meliputi kemampuan komunikasi penyuluh, pendampingan, dan ketersediaan perangkat komunikasi. Faktor penghambat meliputi jaringan internet yang tidak stabil, biaya kuota, perbedaan kemampuan digital petani, serta ketidaksesuaian informasi dengan kondisi lahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DAYAK KENYAH DALAM SISTEM AGRIBISNIS PADI LADANG DI DESA NAWANG BARU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sebagian besar praktik agribisnis padi ladang di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, masih bertumpu pada pengetahuan adat masyarakat Dayak Kenyah yang diwariskan lintas generasi, namun kajian yang mengaitkan pengetahuan tersebut dengan seluruh subsistem agribisnis sekaligus dimensi keberlanjutannya masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan penerapan kearifan lokal pada tiap subsistem agribisnis padi ladang, dan (2) menganalisis perannya terhadap keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian dilakukan pada Maret–Mei 2026 dengan pendekatan kualitatif deskriptif di lokasi yang dipilih secara purposive. Sebanyak 30 informan dijaring melalui snowball sampling, diawali dari kepala desa dan tetua adat, dengan data dihimpun lewat wawancara mendalam dan observasi, lalu dianalisis mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan bahwa praktik adat hadir pada kelima subsistem: pemilihan lahan dan penentuan waktu tanam lewat Ungun Tau pada subsistem hulu, pertukaran benih dan pengendalian hama alami pada usahatani, pengeringan serta penyimpanan di lumbung adat pada subsistem hilir, musyawarah penentuan harga pada pemasaran, hingga peran kelembagaan adat pada subsistem penunjang. Praktik-praktik tersebut terindikasi berkontribusi pada efisiensi biaya usaha (ekonomi), penguatan solidaritas dan modal sosial warga (sosial), serta pembatasan eksploitasi lahan dan hutan (lingkungan), meski kontribusi ekologisnya lebih menonjol pada subsistem hulu hingga hilir dibanding pemasaran dan kelembagaan. Dominasi informan berusia lanjut mengindikasikan adanya risiko kesenjangan regenerasi pengetahuan, sehingga dokumentasi dan pewarisan kearifan lokal kepada generasi muda perlu terus diupayakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah di Desa Nawang Baru Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KEBERLANJUTAN USA HATANI PADI SAWAH DI DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau berdasarkan aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya serta mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberlanjutannya. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2026 dengan melibatkan seluruh petani padi sawah di Desa Nawang Baru sebagai responden, yaitu sebanyak 45 orang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Rapfish dengan metode Multidimensional Scaling (MDS). Analisis leverage juga digunakan untuk mengetahui atribut yang memiliki pengaruh paling besar terhadap tingkat keberlanjutan pada setiap dimensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks keberlanjutan usahatani padi sawah secara multidimensi sebesar 70,46 yang berada pada kategori cukup berkelanjutan. Jika dilihat berdasarkan dimensinya, nilai indeks ekologi sebesar 41,85 dengan status kurang berkelanjutan, dimensi ekonomi sebesar 74,58 dengan status cukup berkelanjutan, dimensi sosial sebesar 74,49 dengan status cukup berkelanjutan, dan dimensi budaya sebesar 90,93 dengan status berkelanjutan. Faktor yang mendukung keberlanjutan antara lain konservasi tanah dan air, pemanfaatan pupuk organik, kelayakan ekonomi usahatani, kerja sama antarpetani, serta penerapan kearifan lokal dan gotong royong. Adapun faktor yang menjadi kendala meliputi pengelolaan pupuk dan air yang belum maksimal, perubahan harga hasil produksi, terbatasnya akses pasar dan informasi pertanian, ketersediaan tenaga kerja yang terbatas, serta belum optimalnya regenerasi dan penerusan pengetahuan pertanian kepada generasi muda. Oleh karena itu, upaya peningkatan keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Nawang Baru perlu lebih diarahkan pada perbaikan aspek ekologi dengan tetap menjaga kondisi ekonomi, sosial, dan budaya yang telah mendukung keberlanjutan usahatani.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh metode penyuluhan terhadap adopsi inovasi teknologi rice transplanter pada petani padi sawah di desa tideng pale kecamatan sesayap kabupaten tana tidung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas padi sawah di Kabupaten Tana Tidung masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Utara, sehingga diperlukan dorongan adopsi teknologi mekanisasi pertanian, salah satunya melalui penerapan teknologi rice transplanter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode penyuluhan yang digunakan dalam mendukung adopsi inovasi teknologi rice transplanter serta menganalisis pengaruh metode ceramah, demonstrasi, dan kursus tani, baik secara parsial maupun simultan, terhadap adopsi inovasi teknologi tersebut pada petani padi sawah di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang merupakan petani padi sawah anggota kelompok tani di Desa Tideng Pale. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda yang didahului dengan uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, metode demonstrasi merupakan pendekatan yang paling optimal karena memberikan kesempatan kepada petani untuk menyebarkan langsung pengoperasian rice transplanter, meskipun kompleksitas teknis pada tahap persemaian sistem dapog masih menjadi kendala. Secara simultan, metode ketiga penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap adopsi inovasi teknologi rice transplanter dengan nilai F hitung sebesar 35,829 dan nilai signifikansi 0,000 0,05, serta memberikan kontribusi sebesar 74,9% terhadap variabel adopsi inovasi. Secara parsial, metode demonstrasi merupakan faktor paling dominan dan signifikan (Sig. = 0,000), metode ceramah berpengaruh signifikan (Sig. = 0,049), sedangkan metode kursus tani tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan petani dalam mengadopsi teknologi rice transplanter. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi metode penyuluhan, khususnya demonstrasi, merupakan kunci strategi dalam mengakselerasi penerapan inovasi teknologi pertanian di tingkat petani.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI DESA SAJAU HILIR KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2026•

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, guna mendukung ketahanan pangan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium untuk mengidentifikasi karakteristik fisik serta kimia tanah. Parameter pengamatan meliputi temperatur (tc), ketersediaan air (wa), media perakaran (rc), retensi hara (nr), bahaya banjir (fh) dan penyiapan lahan (lp). Evaluasi dilakukan dengan metode pencocokan (matching) antara persyaratan tumbuh tanaman padi sawah berdasarkan kriteria BBPPSLP (2011) dengan kualitas lahan yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual di lokasi tersebut tergolong dalam kelas S1 (Sangat Sesuai) dan S2 (Cukup Sesuai). Faktor pembatas utama yang ditemukan meliputi retensi hara akibat pH tanah yang masam dan rendahnya kandungan bahan organik, serta faktor fisik berupa permeabilitas tanah yang tergolong agak cepat sehingga profil tanah sulit mempertahankan lengas, terutama saat suhu udara ekstrem mencapai 35,48°C. Meskipun demikian, seluruh lahan memiliki potensi untuk ditingkatkan menjadi kelas kesesuaian potensial S1 (Sangat Sesuai) melalui upaya perbaikan seperti pengapuran untuk menetralkan pH, pemberian pupuk organik guna meningkatkan ketersediaan hara, serta penerapan teknik pelumpuran (puddling) untuk membentuk lapisan kedap air agar pengelolaan air lebih efisien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA KANDUNGAN FLAVONOID DAN FENOLIK PADA EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH ECENG PADI (Monochoria vaginalis)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eceng padi (Monochoria vaginalis) yang sering dianggap sebagai gulma, dilaporkan memiliki potensi bioaktif, namun eksplorasi pada bagian buah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan serta kandungan total fenolik dan flavonoid pada ekstrak etil asetat buah eceng padi. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etil asetat. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH dan ABTS, yang hasilnya dinyatakan dalam nilai IC50, sementara kadar fenolik dan flavonoid total dianalisis secara spektrofotometri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dan kompleksisasi AlCl₃.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat buah eceng padi memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan konsisten pada kedua metode uji, dengan nilai rata rata IC50 sebesar 52,78 ± 14,792 µg/mL (DPPH) dan 51,01 ± 21,19 µg/mL (ABTS). Kandungan senyawa fenolik total yang terukur adalah 137,03 ± 6,523 mg GAE/g ekstrak, sedangkan flavonoid total sebesar 175,54 ± 9,889 mg QE/g ekstrak. Meskipun kadar fenolik dan flavonoid totalnya tergolong lebih rendah jika dibandingkan dengan bagian herba dari tanaman yang sama, ekstrak buah justru menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih poten. Kesimpulan dari penelitian ini adalah buah eceng padi merupakan sumber antioksidan alami yang potensial. Pemanfaatan buah yang selama ini sering terbuang dapat memberikan nilai tambah dan kontribusi dalam pengembangan bahan baku untuk industri pangan fungsional maupun farmasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK EKSTRAK ETANOL KUNCUP BUNGA ECENG PADI (Monochoria sp.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eceng padi (Monochoria sp.) meskipun dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma), memiliki potensi sebagai sumber senyawa antioksidan alami. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis kapasitas antioksidan serta mengkuantifikasi kandungan total flavonoid dan senyawa fenolik dalam ekstrak etanol kuncup bunga Monochoria sp. Proses ekstraksi menggunakan teknik maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) yang hasilnya diekspresikan dalam nilai IC50, sementara analisis fenolik total dan flavonoid total masing-masing menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dan metode pembentukan kompleks AlCl3 secara spektrofotometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol kuncup bunga eceng padi memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 136,7 ± 24,905 μg/mL, yang termasuk dalam kategori sedang. Kandungan total fenolik terukur sebesar 28,030 ± 7,838 mg GAE/g ekstrak, dan total flavonoid sebesar 23,788 ± 5,040 mg QE/g ekstrak. Disimpulkan bahwa kuncup bunga eceng padi menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan kandungan fenolik yang cukup tinggi, sehingga berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber antioksidan alami.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA DAN SIMBOL DALAM PROSESI MECAQ UNDAT (PANEN PADI) DI DESA AGUNG BARU KECAMATAN SUNGAI BOH (KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas tentang makna dan simbol dalam prosesi Mecaq Undat, yaitu tradisi panen padi masyarakat Dayak Kenyah di Desa Agung Baru. Tradisi ini sarat dengan simbol-simbol budaya yang mencerminkan nilai spiritualitas, kebersamaan, dan hubungan harmonis antara manusia, alam, serta leluhur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian semiotika Charles Sanders Pierce yang memfokuskan pada analisis sign (tanda), object (objek), dan interpretant (interpretasi) dalam setiap rangkaian upacara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai simbol, seperti gong, alu kayu, pakaian adat, serta sesaji, memiliki makna mendalam yang tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan upacara, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya yang menegaskan identitas Dayak Kenyah. Gong misalnya melambangkan panggilan sakral untuk kebersamaan, alu kayu menggambarkan kerja sama dan ketekunan, sedangkan pakaian adat dan hiasannya menjadi simbol status, kesucian, serta penghormatan terhadap leluhur. Interpretasi dari simbol-simbol tersebut memperlihatkan bahwa prosesi Mecaq Undat bukan hanya kegiatan panen, melainkan sebuah ritual sakral yang mengandung pesan syukur, solidaritas, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa semiotika Pierce mampu mengungkap kedalaman makna simbolik dalam tradisi Dayak Kenyah dan pentingnya menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KORELASI MODAL SOSIAL DAN KEBERLANJUTAN USAHATANI PADI LADANG (Oryza sativa L.) DI DESA MARA SATU KECAMATAN TANJUNG PALAS BARAT, KABUPATEN BULUNGAN, KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usahatani padi ladang di wilayah ini merupakan bagian dari tradisi dan warisan budaya masyarakat, terutama Suku Dayak Kayan, yang dilakukan secara turun-temurun dengan sistem pertanian tradisional berbasis gotong royong. Disisi lain, petani di Desa ini memiliki modal sosial yang kuat berupa kepercayaan, norma, jaringan, partisipasi dan gotong royong. Penelitian ini bertujuan : (1) Mendeskripsikan modal sosial petani padi ladang di Desa Mara Satu (2) Mengetahui hubungan modal sosial dengan keberlanjutan usahatani padi ladang di Desa Mara Satu. Jumlah responden 30 orang petani padi ladang, dengan menggunakan analisis data deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial petani tergolong baik, dengan dominasi pada aspek kepercayaan dan gotong royong. Selain itu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara modal sosial dan keberlanjutan usahatani padi ladang. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kuat modal sosial petani, maka semakin besar peluang usahatani padi ladang berkelanjutan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI PADI SAWAH DIDESA SALIMBATU KEC TANJUNG PALAS TENGAH

2025•

Strategi pengembangan yang terjadi di Desa Salimbatu adalah rendahnya penguasaan teknologi, karena petani masih belajar melalui media online. Selain itu, keterbatasan modal menjadi kendala, karena petani masih mengandalkan sumber pendanaan sendiri tanpa adanya jaminan ketersediaan modal di setiap musim. Pengelolaan padi sawah juga belum optimal, dengan berbagai kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Penelitian ini bertujuan : (1) Mengetahui faktor internal pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. (2) Mengetahui faktor eksternal pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. (3) Merumuskan strategi pengembangan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu. Penelitian ini melibatkan 15 responden yang terlibat dalam usahatani padi sawah, analisis data yang digunakan yaitu SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi SO (Strengths – Opportunities) merupakan pendekatan yang tepat untuk mengembangkan usahatani padi sawah di Desa Salimbatu, dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada. Langkah-langkah yang dapat diterapkan meliputi peningkatan kuantitas dan kualitas padi melalui teknologi pertanian modern, diversifikasi usaha untuk memperluas pasar dan mengurangi risiko, serta penggunaan bibit unggul yang tahan terhadap perubahan cuaca, hama, dan penyakit. Implementasi strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi usahatani padi sawah di desa tersebut dan meningkatkan kesejahteraan petani.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kearifan Lokal dan Pembagian Kerja Pada Budidaya Padi (Oryza sativa L) Ladang Suku Dayak Ga'ai Di Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan

2025•

Budidaya padi ladang di Desa Long Beluah masih dilakukan secara tradisional dengan memanfaatkan kearifan lokal masyarakat Dayak Ga'ai dan hasil panen yang diperoleh umumnya hanya digunakan untuk konsumsi pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifanlokal pada budidaya padi ladang suku Dayak Ga'ai di Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan, dan mendeskripsikan sistem pembagian kerja pada budidaya padi ladang suku Dayak Ga'ai di Desa Long Beluah Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode penentuan informan secara purposive method.Informan ditentukan berdasarkan kriteria seperti petani yang menanam padi ladang,pengalaman usaha tani minimal 1 tahun, luas minimal 1 ha. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokaI tercermin dalam penggunaan benih lokal seperti padi cina, bungkirip, miu, batu bulan, hatu bulan, mayang, imban, ketan putih, ketan hitam,langsat, lawas, lanuk, puput, mas, pulan, dan senuan, serta pemanfaatan alat-alat tradisional seperti ani-ani (lekapan), rotan (ngan), tempat simpan benih (sa'aw), dan tempat injak padi dari kayu dan rotan. Sistem pembagan kerja dilakukan secara turun-temurun berdasarkan jenis kelamin, di mana laki-laki bertugas membuka lahan, menugal,mengangkut dan menyimpan hasil panen, serta menjaga ladang. Perempuan bertugas memilih benih,menanam,merawat tanaman, memanen, menjemur padi, dan menanam tumpang sari. Sistem gotong royong menjadi ciri khas dalam seluruh proses bertani, dari tanam hingga panen.Praktik bertani ini tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat Dayak Ga'ai.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGELOMPOKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI DI KALIMANTAN UTARA MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING K-MEANS

2025•

Penelitian ini di latar belakangi oleh keinginan untuk menjawab permasalahan: (1) Berapa klaster potensi padi yang dapat dibentuk berdasarkan variabel luas panen, produksi, dan produktivitas padi tahun 2021-2023 di Provinsi Kalimantan Utara; (2) Berapa klaster tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan variabel luas panen, produksi, dan produktivitas padi di Provinsi Kalimantan Utara. Oleh karena itu Provinsi Kalimantan Utara perlu mengelompokkan kabupaten/kota penghasil padi menggunakan metode clustering untuk mengetahui daerah dengan potensi produksi padi. Clustering yang digunakan adalah dengan menggunakan algoritma k-means. Clustering k-means mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan kesamaan dalam tiga variabel utama yaitu luas panen, produksi, dan produktivitas. Hasil yang didapatkan dari metode ini yaitu 3 Cluster antara lain C1, C2 dan C3. Penelitian ini mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan luas panen, produksi, dan produktivitas padi. Cluster 1 (Malinau dan Tarakan), peningkatan kapasitas menjadi prioritas kedua untuk cluster ini, yang berada pada kategori cluster sedang. Memiliki produktivitas yang mendekati rata-rata dengan nilai z-score sebesar -0,10209. Namun, luas panen dan produksi rendah, dengan nilai z-score masing-masing -0,55757 dan -0,56876. Jarak euclidean untuk wilayah Malinau dan Tarakan, yaitu 0,65416. Cluster 2 (Bulungan dan Nunukan), upaya menjaga keberlanjutan menjadi prioritas ketiga untuk cluster ini, yang berada pada kategori cluster tinggi. Menunjukkan kinerja yang tinggi di semua variabel, dengan nilai z-score sebagai berikut: 1,01700 untuk luas panen, 1,02876 untuk produksi, dan 0,87317 untuk produktivitas. Jarak euclidean untuk wilayah Bulungan dan Nunukan, yaitu 0,19420. Cluster 3 (Tana Tidung), perbaikan produktivitas secara signifikan menjadi prioritas utama untuk cluster ini, yang berada pada kategori cluster rendah. Memiliki kinerja yang rendah di semua variabel, dengan nilai z-score sebagai berikut: -0,91887 untuk luas panen, -0,92000 untuk produksi, dan -1,54216 untuk produktivitas. Jarak euclidean untuk wilayah Tana Tidung, yaitu 0.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PRAKTIK BUDIDAYA DAN PENDAPATAN USAHA TANI PADI SAWAH DI DESA SAPARI KECAMATAN MURUK RIAN KABUPATEN TANA TIDUNG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas petani padi sawah di Desa Sapari mempengaruhi pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik budidaya padi sawah dan Menganalisis pendapatan usahatani padi sawah di Desa Sapari Kecamatan Muruk Rian Kabupaten Tana Tidung. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode sensus. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, baik data bersifat kualitatif maupun kuantitatif, data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung di lapangan, pengisian kuisioner (daftar pertanyaan) dan wawancara secara langsung kepada petani padi sawah terkait tentang praktik budidaya dan pendapatan padi sawah yang dihadapi petani. Rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp. 778,687 Penerimaan yang diperoleh petani padi sebesar Rp 5.270.400/ha dan rata-rata pendapatan yang diperoleh petani ladang di Desa Sapari sebesar Rp.4.491.713/ha untuk satu kali proses produksi atau musim tanam.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SISTEM BUDIDAYA USAHATANI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PADI ADAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu tradisi kearifan lokal petani padi Adan Krayan sebelum perendaman benih adalah mengajak seluruh petani, melalui denominasi gereja, untuk membawa benih padi berkualitas guna didoakan di gereja, dengan harapan benih tersebut tumbuh subur, dilaksanakan secara intensif dengan metode pengelolaan pertanian padi sawah yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mendeskripsikan praktik budidaya usahatani padi Adan yang berkaitan dengan kearifan lokal. 2. Menganalisis strategi pengembangan usahatani yang meliputi strategi peningkatan produksi dan pemasaran. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara purposive (sengaja) artinya tempat lokasi penelitian sengaja dipilih karena terdapat petani yang berusahatani padi sawah Adan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Dengan kearifan lokal, mempertahankan tradisi budidaya padi sawah dari orang tua yang terdahulu, terdapat beberapa istilah Bahasa lokal Dayak dalam penyebutan setiap kegiatan budidaya padi Adan seperti Ngarapen adalah budaya gotong royong petani Krayan, persiapan bibit disebutkan temina Ulun pade, jemur atau penjemuran disebutkan midang, kemudian ada penyiapan lahan dan pengendalian gulma dengan menggunakan kerbau, serta pengendalian hama dengan itik yg dimasukkan ke sawah. Strategi pengembangan usahatani yang meliputi strategi peningkatan produksi dan pemasaran adalah Temuan matriks EFAS dan matriks IFAS dicocokkan sehingga membentuk matriks IE, adalah dalam fase pertumbuhan stabilitas (diversivication) fokus pada peningkatan produksi, kualitas, dan perluasan pasar

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Epidemiologi Penyakit Blas Pada Tanaman Padi di Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara Kabupaten Bulungan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit blas merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kerugian cukup banyak pada tanaman padi. Penyakit blas disebabkan oleh cendawan Pycularia Oryzae. Penyakit ini bisa menyerang beberapa bagian pada tanaman padi seperti bagian daun tanaman padi, batang tanaman padi, leher daun tanaman padi, malai, serta biji pada tanaman padi. Gejala yang ditimbulkan oleh serangan blas antara lain bercak yang berbentuk belah ketupat dan bewarna coklat pada pinggiran bercak, serta bewarna putih keabu-abuan pada bagian tengah bercak. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau survey, data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder dan data primer. Data primer yaitu terdiri dari data insidensi penyakit blas tahun 2020-2022, data kondisi iklim yang diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan serta data insidensi blas tahun 2024 yang diperoleh dari lahan sawah di Desa Karang Agung. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari wawancara petani di Desa Karang Agung, data ini berisi tentang pola budidaya tanaman padi. Bedasarkan hasil survey yang dilakukan bahwa insidensi blas pada tanaman padi pada tahun 2020 nilai insidensi blas tertinggi yaitu (38,18%), untuk tahun 2021 nilai insidensi blas tertinggi yaitu (36,5%), sedangkan pada tahun 2022 nilai blas paling tinggi yaitu (33,13%), dan untuk tahun 2024 didapatkan insidensi blas tertinggi dengan nilai (45,39%). Faktor yang mempengaruhi blas menjadi tinggi antara lain faktor lingkungan seperti curah hujan dan kelembaban, faktor varietas, serta faktor pola budidaya tanaman padi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAN PADI TERHADAP SEMEN PADA PEMBUATAN BATA BETON PEJAL (STUDI KASUS = 0%,2%,2,5%DAN 3%)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Abu sekam padi merupakan limbah yang diperoleh dari hasil pembakaran sekam padi. Abu sekam padi mengandung senyawa karbon dan silika yang berpengaruh terhadap kekuatan beton, hasil pembakaran senyawa sekam padi yang alami mengandung senyawa karbon aktif memiliki struktur amorf dan ruang pori yang berukuran sangat kecil dan dapat berbentuk seperti celah panjang yang dapat mengikat kapur bebas pada saat proses hidrasi semen. Perbandingan campuran yang digunakan ialah 1 semen : 6 pasir dengan penambahan variasi presentasi campuran abu sekam padi yaitu 0%; 2%; 2,5%; dan 3% terhadap berat semen. Hasil penelitian ini memperoleh nilai rata-rata kuat tekan BBP 0% sebesar 70,31 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu II, BBP 2% sebesar 65,17 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III, BBP 2,5% sebesar 59,83 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III, BBP 3% sebesar 57,71 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III. Variasi campuran abu sekam padi yang optimum pada pembuatan bata beton pejal yaitu variasi campuran BBP 2% dengan nilai kuat tekan sebesar 65,17 kg/cm².

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAN PADI TERHADAP SEMEN PADA PEMBUATAN BATA BETON PEJAL (STUDI KASUS = 0%,3,5%,4%DAN 4,5%)

2024•

Abu sekam padi merupakan limbah yang diperoleh dari hasil pembakaran sekam padi. Abu sekam padi mengandung senyawa karbon dan silika yang berpengaruh terhadap kekuatan beton, hasil pembakaran senyawa sekam padi yang alami mengandung senyawa karbon aktif memiliki struktur amorf dan ruang pori yang berukuran sangat kecil dan dapat berbentuk seperti celah panjang yang dapat mengikat kapur bebas pada saat proses hidrasi semen. Perbandingan campuran yang digunakan ialah 1 semen : 6 pasir dengan penambahan variasi BPP yaitu 0%; 3,5%; 4%; dan 4,5% terhadap berat semen. Hasil penelitian ini memperoleh nilai rata-rata kuat tekan pada variasi BBP 0% sebesar 70,31 kg/cm2 klasifikasi mutu II, Variasi BBP 3,5% sebesar 51,92 kg/cm2 klasifikasi mutu III, Variasi BBP 4,0% sebesar 50,39 kg/cm2 klasifikasi mutu III, Variasi BBP 4,5% sebesar 45,04 kg/cm2 klasifikasi mutu III. Variasi BBP yang optimum digunakan diantara 3,5%; 4%; dan 4,5% pada pembuatan bata beton pejal yaitu variasi BBP 3,5% dengan nilai kuat tekan sebesar 51,92 kg/cm².

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

uji media tanam yang dimodifikasi dengan bahan organik terhadap pertumbuhan dan pembungaan melati mini (Jasminum officinale. L)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UJI MEDIA TANAM YANG DIMODIFIKASI DENGAN BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN MELATI MINI (Jasminum officinale. L) Abstrak Tanaman Melati mini (Jasminum officinale. L ) merupakan tanaman hias yang berupa tanaman perdu yang memiliki ciri khas bunga berwarna putih dan memiliki berbagai macam jenis lainnya. Tanaman melati mini dapat diperbanyak baik secara vegetatif maupun secara generatif. Adapun Tujuan Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok 1 faktor dengan 10 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, Perlakuan M0 (tanah (kontrol)), M1 (tanah + arang sekam), M2 (tanah + sekam padi), M3 (tanah + ketaman kayu ), M4 (tanah + arang sekam + sekam padi), M5 (tanah + sekam padi + ketaman kayu), M6 (tanah + ketaman kayu + arang sekam), M7 (tanah + sekam padi + arang sekam), M8 (tanah + sekam padi + ketaman kayu), M9 (tanah + ketaman kayu + arang sekam). Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman melati mini, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga dan jumlah akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat data berbeda nyata maka dilanjut dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan M9 menunjukan hasil terbaik pada semua parameter tanaman melati mini yang berpotensi untuk menambah produksi tanaman hias melati mini. Kata kunci: Melati mini (Jasminum officinale. L), Arang sekam, Sekam padi, Ketaman kayu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail