Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: Analisis SWOT
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SARANG BURUNG WALET RUMAHAN(Collocalia fuciphaga) (STUDI KASUS DI DESA PAGALUYON KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Reko Imanuel Bureni. 1640202041. 2020. “Strategi Pengembangan Usaha Sarang Burung Walet Rumahan Studi Kasus di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Usaha sarang burung walet rumahan merupakan usaha yang dikembangkan di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai. Numun belum adanya pengetahuan pengusaha sarang burung walet rumahan yang ada di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai tentang strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, Kecamatan Sembakung Atulai. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis matriks IFAS dan EFAS dan analisis SWOT. Hasil penelitian di peroleh strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, terletak pada kuadran I (Growth oriented strategy), maka alternatif strategi yang tepat digunakan adalah Strategi S-O, yaitu (1) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, harga jual sarang walet yang tinggi, dan kualitas produk sarang walet yang baik, dengan memanfaatkan pada penggolongan harga jual, permintaan pasar ekspor yang besar, festival hari-hari besar membuat meningkatnya harga sarang walet, dan kemajuan dibidang teknologi, informasi komunikasi dan transportasi yang mendukung peningkatan, promosi dan penjualan sarang walet dalam pengembangan usaha sarang burung walet, (2) Memberikan jaminan terhadap produk dalam hal bentuk dan warna sarang walet, kualitas produk sarang walet dengan khasiat sarang burung walet sebagai bahan pangan fungsional yang sangat bermanfaat bagi kesehatan sehingga menjadikan permintaan pasar ekspor yang semakin besar, (3) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, bentuk dan warna sarang walet, dan kualitas sarang walet untuk memperluas jaringan pasar sarang walet dengan melakukan promosi melalui kamajuan dibidang teknologi, informasi, komunikasi dan transportasi dalam memenuhi permintaan pasar ekspor yang besar. Adapun saran dari hasil penelitian ini adalah (1) Bagi pemerintah agar dapat memperhatikan usaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon, karena belum adanya perhatian dan kerja sama dari pemerintah dengan para pengusaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon sehingga para pengusaha terkendala dalam hal pengetahuan pengembangan sumber daya manusia dan permodalan yang minim kiranya pemerintah dapat berpartisipasi dalam hal tersebut sehingga para pengusaha sarang burung walet dapat mengembangkan usahanya, (2) Bagi pengusaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon. Dapat meningkatkan usaha sarang walet rumahan dengan memanfaatkan segala kekuatan dan peluang yang ada dalam usaha sarang burung walet dan meminimalisir kelemahan sehingga dapat mengatasi ancaman-ancaman yang ada dalam usaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan (MANTAP) dan Strategi Pengembangannya pada Kelompok Produsen Benih di Kabupaten Bulungan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Pangan (MANTAP) tahun 2024 pada kelompok produsen benih di Kabupaten Bulungan serta Merumuskan strategi pelaksanaannya. Evaluasi dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan MANTAP telah berjalan sesuai dengan petunjuk operasional, khususnya pada komponen input dan produk. Namun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian pada komponen konteks dan proses, terutama terkait mekanisme pengusulan calon penerima bantuan melalui aplikasi elektronik serta belum optimalnya sosialisasi program dari tingkat pusat kepada calon penerima manfaat. Analisis SWOT menunjukkan bahwa kondisi internal kelompok produsen benih berada pada kategori cukup kuat dengan skor IFE sebesar 2,75, sementara lingkungan eksternal memberikan peluang yang besar dengan skor EFE sebesar 3,35. Posisi strategis berada pada kuadran “Grow and Build”, yang mengindikasikan perlunya strategi agresif melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan kelompok, pengembangan pasar, serta optimalisasi dukungan pemerintah guna meningkatkan keberlanjutan pelaksanaan kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan di Kabupaten Bulungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP OBJEK WISATA MANGROVE SETABU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di kawasan perbatasan merupakan instrumen krusial dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi lokal dengan kelestarian ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi pengunjung terhadap pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Wisata Mangrove Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner terstruktur berskala Likert kepada 48 responden yang ditentukan melalui teknik quoted accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pemetaan matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis pengembangan Wisata Mangrove Setabu berada pada Kuadran Strategi ST (Strengths–Threats). Faktor kekuatan utama kawasan terletak pada keasrian lanskap alami hutan bakau (S1) serta ketersediaan fasilitas spot foto/jembatan boardwalk (S2) yang sangat diminati oleh wisatawan usia muda (15–29 tahun). Namun, kendala internal yang krusial adalah rusaknya infrastruktur jembatan kayu yang berlubang (W2) akibat keterbatasan finansial karena tidak adanya pemungutan biaya tiket masuk maupun parkir (W5). Di sisi eksternal, ancaman terbesar berasal dari maraknya aktivitas penggalian pasir ilegal oleh oknum masyarakat (T4) serta bencana abrasi pantai (T2). Formulasi strategi terbaik menitikberatkan pada pemanfaatan seluruh kekuatan internal untuk memitigasi ancaman eksternal melalui penerapan sistem zonasi (Zona Pemanfaatan Wisata dan Zona Konservasi Inti) serta penguatan regulasi lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI INTEGRASI ANGKUTAN BARANG KOTA TARAKAN (STUDI KASUS: PELABUHAN MALUNDUNG DAN TENGKAYU 1)

2026•

Distribusi barang merupakan komponen vital dalam sistem logistik yang mendukung ekonomi Kota Tarakan. Namun, saat ini terdapat ketidakselarasan antara jaringan jalan, tata ruang, dan pusat logistik, di mana aktivitas bongkar muat sering dilakukan di badan jalan yang memicu kemacetan dan ketidakteraturan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sistem distribusi barang dari pelabuhan ke gudang dan ritel, serta menganalisis kondisi integrasi sistem tersebut menggunakan pendekatan SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif melalui pemberian bobot dan rating pada faktor internal (IFAS) dan eksternal (EFAS). Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner terhadap lima entitas utama, termasuk Dinas Perhubungan, pengelola pelabuhan, operator logistik, pengelola gudang, dan pelaku ritel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik distribusi barang di Tarakan didominasi oleh pergerakan truk kontainer dan box truck dari Pelabuhan Malundung dan Tengkayu I menuju gudang di pusat kota (Jl. Yos Sudarso, Jl. Diponegoro, dan Jl. KH. Agus Salim). Hasil analisis matriks SWOT menempatkan sistem distribusi Kota Tarakan pada Kuadran IV (skor strategi Weaknesses-Threats tertinggi sebesar 3,92), yang mengindikasikan situasi defensif. Kelemahan utama meliputi ketiadaan terminal logistik terintegrasi dan keterbatasan fasilitas bongkar muat, sementara ancaman utama adalah konflik lalu lintas dengan kendaraan pribadi dan keterbatasan lahan logistik di pusat kota. Penelitian ini merekomendasikan strategi minimalisasi kelemahan internal melalui penyusunan regulasi teknis distribusi, penguatan koordinasi antarinstansi, serta perencanaan pembangunan zona logistik di wilayah pinggiran kota untuk mengurangi beban pusat kota.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI DESA MALINAU SEBERANG KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU (STUDI KASUS: PADA KELOMPOK TANI SIANG BARANG TIGA)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Padi sawah adalah Salah satu komoditas pangan yang sangat penting di seluruh dunia adalah Tanaman Padi (Oryza sativa L). Peningkatan produktivitas tanaman padi menjadi prioritas yang utama dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya populasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi pengembangan padi sawah di Desa Malinau Seberang, Mengetahui strategi yang di lakukan untuk mengidentifikasi IFAS dan EFAS, Mengetahui rumusan strategi pengembangan padi sawah di Desa Malinau Seberang. Metode penentuan sampel pada penelitian ini yaitu Pengambilan sampel key informan tidak semua sampel memiliki kriteria tertentu yang sesuai dengan penulis tentukan. sehingga diperoleh petani sebanyak 27 orang sebagai sampel/responden. Dengan pengumpulan data yaitu wawancara, kuesioner, observasi, dokumentasi. Dengan analisis SWOT yaitu dilakukan indentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Hasil yang didapatkan Pengolahan hasil padi sawah Siang Barang Tiga perlu mempertimbangkan secara seksama beberapa aspek yang merupakan karakteristik padi sawah yang melatar belakangi keberhasilan produksi padi sawah tersebut: Aspek sumber daya alam, Aspek produksi, aspek pemerintah, Rekomdasi strategi yang dapat diberikan adalah strategi agresif S-O yang menggunakan kekuatan internal objek kajian untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam dan peluang eksternal yaitu dengan mengoptimalkan produksi hasil panen padi unggul serta mengembangkan kualitas padi sawah dengan menggunakan pupuk organik dan bahan cairan dengan menggunakan bahan dari alam guna mendukung pertanian berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

strategi pengembangan agribisnis padi adan (Oryza sativa L.) Di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan

2024•

Strategi pengembagan agribisnis padi Adan di Kecamatan Krayan meliputi meningkatkan produksi padi, mengasah skill petani, memperadakan bank dan koperasi dan pengembangan lebih lanjut sistem tanam jajar legowo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk Mengidentifikasi Kekuatan Dan Kelemahan (IFAS) Strategi Pengembangan Agribisnis Padi Adan di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan.(2) Untuk Mengetahui Peluang Dan Ancaman (EFAS) Strategi Pengembangan Agribisnis Padi Adan di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan. (3) Untuk Mengidentifikasi Strategi Pengembangan Agribisnis Padi Adan Di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan. Adapun metode analisis yang digunakan adalah SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai faktor IFAS didominasi oleh faktor kekuatan sebesar 3,13, sedangkan faktor kelemahan hanya sebesar 2,07 dengan selisih mencapai 1,06. Dari hasil perhitungan analisis IFAS dapat diketahui bahwa memanfaatkan kekuatan adalah cara terbaik agar bisa meningkatkan pengembangan agribisnis padi adan di Kecamatan Krayan. Hasil dari analisis EFAS menunjukkan bahwa nilai faktor eksternal didominasi oleh faktor peluang sebesar 2,26, sedangkan faktor ancaman hanya sebesar 2,00 dengan selisih 0,26. Dari perhitungan hasil analisis EFAS dapat diketahui bahwa memanfaatkan peluang adalah salah satu cara untuk meningkatkan pengembangan agribisnis padi adan di kecamatan krayan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut di Kabupaten Nunukan (Studi Kasus UMKM An Nur Kelurahan Nunukan Barat).

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UMKM An Nur merupakan UMKM yang khusus mengolah produk rumput laut. Salah satu metode inovasi UMKM An Nur adalah penambahan senyawa kimia esensial dari rumput laut, seperti gelatin, keragenan, dan alginat yang semuanya merupakan bentuk polisakarida. Hal ini menghasilkan olahan rumput laut yang tidak hanya menjadi sumber nutrisi yang berharga bagi tubuh manusia, namun juga mempunyai nilai ekonomi yang cukup besar. Meski demikian, pemasaran produk olahan rumput laut tersebut saat ini masih terbatas di wilayah Nunukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut di Kelurahan Nunukan Barat Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2023 – Februari 2024, jumlah responden sebanyak 11 orang. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis SWOT, dengan menganalisis faktor internal dan eksternal dari industri UMKM An Nur. Berdasarkan analisis SWOT, strategi UMKM An Nur berada pada kuadran III yang terletak diantara peluang dan kelemahan, dimana sumbu X= 3,70+ (-4,00) = -0,30 dan sumbu Y = 4,00 + (-3,80) = 0,20. Strategi yang digunakan disebut dengan strategi Turn Arround, Yaitu terletak diposisi strategi Kelemahan – Peluang (WO), hasil penelitian didapatkan pada industri UMKM An Nur yaitu (a) Memanfaatkan peluang permintaan tinggi dan menambah jumlah tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan produksi yang banyak, (b) Memanfaatkan stok produk yang ada sehingga banyak keuntungan apabila banyak konsumen yang datang membeli produk, (c) Memanfaatkan berkembangkan media promosi yang saat ini jauh lebih efektif, (d) memanfaatkan pameran atau bazar untuk memperkenalkan kepada konsumen sehingga konsumen dapat mengetahui produk dan mengetahui lokasi dari usaha UMKM An Nur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi peningkatan produksi tanaman cabai di kota Tarakan (studi kasus kelompok tani harapan sejahtera kampung enam)

2024•

STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN CABAI DI KOTA TARAKAN ( STUDI KASUS KELOMPOK TANI HARAPAN SEJAHTERA KAMPUNG ENAM ) ABSTRAK Peningkatan produksi melalui strategi sangat berperan penting untuk mencapai target hasil produksi yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui peningkatkan produksi tanaman cabai di Kelompok Tani Harapan Sejahtera. (2) Untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam peningkatan produksi tanaman cabai di Kelompok Tani Harapan Sejahtera. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling, pengambialan sampel yaitu kepada seluruh anggota Kelompok Tani Harapan Sejahtera yang berusahatani tanaman cabai. Jenis sumber data yaitu Data Primer dan Data Sekunder. Analisis data yaitu dengan menggunakan teknik analisis Deskriktif, Matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT dan Analisis SWOT. (1) Hasil wawancara dengan Ketua Kelompok Tani Harapan Sejahtera Bapak Jabir mengatakan pada tahun 2022 bahwa hasil panen cabai aggota kelompoknya mulai meningkat dengan adanya bantunan dari pemerintah untuk Kelompok Tani Harapan Sejahtera berupa handspayer, mulsa, cangkul, handtractor, pupuk, bibit, dan obat-obatan hama dan penyakit tanaman cabai. (2) hasil data yang diperoleh dari Kelompok Tani Harapan Sejahtera pada hasil Analisis Diagram SWOT berada pada titik Kuadran I dengan nilai EFAS 2,1 dan nilai IFAS 1,9 yang artinya Kelompok Tani Harapan Sejahtera mendukung strategi agresif . Strategi yang dapat digunakan Kelompok Tani Harapan Sejahtera dalam peningkatan produksi tanaman cabai, yaitu strategi SO,1) Menjaga agar produksi meningkat dengan tenaga yang baik dengan ketersedian yang cukup, Menggunakan bibit yang unggul akan menghasilkan produksi yang meningkat., dengan tenaga yang cukup guna memaksimalkan produksi untuk olahan cabai, dengan dukungan pemerintah untuk memaksimalkan kebutuhan cabai di pasa, memanfaatkan adanya alsintan dapat memudahkan pengolahan lahan dengan cepat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pengembangan Usaha Amplang Ikan Bulan-Bulan (Megalops Cyprinoides) Pada UMKM Amplang Azzahra di Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UMKM Amplang Azzahra mengalami permasalahan yaitu pada kendala yang dihadapi dalam proses pengiriman keluar kota misalnya (Pulau Jawa) memerlukan biaya yang cukup tinggi dan juga kurangnya tenaga kerja yang menyebabkan terlambatnya proses pengemasan dan pengiriman. Lokasi penelitian dilakukan di UMKM Amplang Azzahra yang berlokasi di Perumahan Graha Dipta Regency Blok A1, Mamburungan Timur, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Tujuan penelitian (1) Untuk mendeskripsikan proses pengolahan Amplang pada Usaha Amplang Azzahra, (2) Untuk mengetahui kendala yang dihadapi pihak pengelola UMKM Amplang Azzahra dalam upaya pengembangan UMKM, (3) Untuk membuat strategi pengembangan UMKM Amplang Azzahra di Kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan key informan yaitu pemilik UMKM Amplang Azzahra Bapak Fadly Rizaly. Metode pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka dengan metode analisis menggunakan deskriptif kualitatif, matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT, dan Matriks SWOT. Adapun hasil penelitian yaitu proses pengolahan kerupuk amplang,(1)Persiapan bahan baku,(2)Pembuatan racikan bumbu,(3)Proses pencampuran bahan baku, tepung tapioca dan bumbu menjadi adonan,(4)Proses pembentukan adonan(5)Kerupuk amplang yang sudah dicetak(6)Proses penggorengan(7)Penirisan kerupuk amplang(8)Pendinginan kerupuk amplang(9)Proses pengemasan kerupuk amplang. Berdasarkan hasil wawancara terhadap pemilik UMKM Amplang Azzahra yang menjadi faktor internal kekuatan yaitu : kualitas produk terjaga, rasa dan tekstur tidak berubah, kemasan produk praktis, tidak menggunakan bahan pengawet, mempunyai ciri khas sendiri, sedangkan untuk kelemahan: kurangnya tenaga kerja, biaya distribusi tinggi. Faktor eksternal yang menjadi peluang: adanya pelanggan tetap, adanya dukungan dari pemerintah, digemari masyarakat Kota Tarakan, sedangkan untuk ancaman: banyak pesaing sesama UMKM, perubahan selera konsumen, harga bahan berfluktuasi. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi UMKM Amplang Azzahra berada di kuadran 1 yang artinya mendukung strategi agresif. Strategi yang dapat digunakan UMKM Amplang Azzahra yaitu strategi S-O dengan meningkatkan kapasitas produksi dengan memanfaatkan teknologi yang lebih modern agar proses produksi lebih efektif serta mengembangkan pemasaran yang luas ke luar wilayah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan usaha Kecil, dan Menengah di Kota Tarakan

2023•

ABSTRAK PERANAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI KOTA TARAKAN Uly Farikha Maula Sulistya Rini Pratiwi, S.E., M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kota Tarakan, terkait Kredit Usaha Rakyat dan Subsidi dengan menggunakan analisis SWOT berdasarkan persepsi dari responden penelitian yaitu pihak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui pengisian kuesioner yang terkait dengan kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman Usaha Mikro, Kecil dan Menengah terkait Kredit Usaha Rakyat dan Subsidi di Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang sebaiknya dilakukan berada pada kuadran I atau terletak pada peluang dan kekuatan, kondisi ini menandakan bahwa keadaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah terkait Kredit Usaha Rakyat dan Subsidi berada pada situasi yang menguntungkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang diterapkan yaitu mendukung kebijakan pertumbuhan yang mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah untuk terus memaksimalkan kekuatan serta peluang yang ada untuk terus berkembang dan meraih kesuksesan yang lebih besar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pemasaran Beras Pada Pabrik Mamminase Di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kegiatan pemasaran produk beras di pabrik Mamminase. (2) Mengetahui alternatif strategi pemasaran beras di pabrik Mamminase. Data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data primer, yaitu dengan melakukan wawancara langsung kepada informan. Metode penentuan informan menggunakan teknik Snowball Sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi pabrik Mamminase berada di Kuadran I yang artinya mendukung strategi (agresif). Strategi alternatif yang dapat dilakukan untuk pemasaran beras di pabrik Mamminase Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan yaitu (1) Mempertahankan beras produksi pabrik Mamminase yang berkualitas dan mengutamakan mutu dengan melakukan pengawasan terhadap beras tersebut (2) Mempromosikan merek (brand) Burung Enggang produk Mamminase sebagai daya tarik konsumen agar tetap menjadi pelanggan (3) Memanfaatkan dukungan pemerintah berupa subsidi untuk pabrik Mamminase.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas dan Strategi Pengelolaan Dana Desa Untuk Pembangunan di Desa Bunyu Barat Kecamatan Bunyu

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFEKTIVITAS DAN STRATEGI PENGELOLAAN DANA DESA UNTUK PEMBANGUNAN DI DESA BUNYU BARAT KECAMATAN BUNYU Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan dana desa di Desa Bunyu Barat Kecamatan Bunyu dengan menganalisis efektivitas pengelolaan dana desa dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta transparansi dan strategi yang tepat untuk pengelolaan dana desa dengan menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini dilakukan karena dana desa memiliki implikasi yang sangat besar dan juga signifikan terhadap pembangunan desa serta masih terdapat banyak desa di Indonesia yang belum dapat mengelola dan memanfaatkan dana desa sesuai yang diharapkan oleh masyarakat desa. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data primer. Hasil penelitian ini adalah secara keseluruhan proses pengelolaan dana desa sudah berjalan dengan efektif, namun pada tahap transparansi pengelolaan dana desa belum sepenuhnya berjalan dengan efektif dikarenakan belum tersedianya media untuk memuat informasi terkait pengelolaan dana desa serta masih banyaknya masyarakat yang kurang mendapatkan informasi mengenai pemanfaatan dana desa. Dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) diperoleh kesimpulan bahwa strategi yang tepat untuk pengelolaan dana desa adalah : meningkatkan kualitas SDM aparat desa, meningkatkan kualitas kelembagaan BUMDES, meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana serta peningkatan pelayanan publik dan mengoptimalkan penataan administrasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PEMASARAN PRODUK-PRODUK OLAHAN RUMPUT LAUT (STUDI KASUS: UMKMAR-RAIHAN DI KELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR)

2023•

STRATEGI PEMASARAN PRODUK-PRODUK OLAHAN RUMPUT LAUT (STUDI KASUS: UMKMAR-RAIHAN DI KELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR) ABSTRAK Penelitian ini berujuan untuk mengetahui Strategi Pemasaran Produk-Produk Olahan Rumput Laut di Kelurhan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Desember 2022, jumlah responden sebanyak 6 orang. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis SWOT, dengan menganalisis faktor internal dan eksternal dari industri UMKM Ar-Raihan. Berdasarkan hasil analisis SWOT bahwa strategi industri UMKM Ar-Raihan berada pada kuadran 1 yaitu pada posisi strategi Kekuatan – Peluang (SO), hasil penelitian didapatkan pada industri UMKM Ar-Raihan yaitu (a) Memanfaatkan ketersediaan bahan baku untuk meningkatkan produksi guna menangkap peluang permintaan permintaan yanng tinggi, (b) Memanfaatkan kemasan produk yang menarik serta harga produk yang terjangkau guna menangkap peluang melalui perkembangan media promosi yang cepat, (c) Terus menjaga kualitas produk guna menangkap adanya peluang dari pemerintah melalui bantuan-bantuan seta kegiatan-kegiatan yang diadakan pemerintah seperti pameran. Kata Kunci : Analisis SWOT, UMKM Ar-Raihan, strategi pemasaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pengembangan usaha roti gembung pada UMKM Paguntaka Food Di Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menenngah (UMKM) menjadi sangat strategi, karena potensinya yang besar dalam menggerakan kegiatan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi tumpuan sumber pendapatan sebagian masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Internal (IFAS) dan Faktor Eksternal (EFAS) Pada UMKM Paguntaka Food dan Merumuskan strategi pengembangan usaha pada UMKM Paguntaka Food. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan analisis Faktor IFAS Strategi pengembangan usaha roti gembung terdapat faktor kekuatan yaitu: 1) Harga terjangkau, 2) Perizinan usaha lengkap dan mendpatkan label halal dari MUI, 3) Ketersedian bahan muda dicari, 4) Skill Karyawan dalam memproduksi roti, 5) Peralatan sudah modern, 6) Varian rasa beragam dan faktor kelemahan yaitu: 1) Jangkauan pemasaran sempit, 2) Tidak adanya bantuan pemerintah, 3)Produk tidak tahan lama, 4) Belum ada komposisi di label kemasan, 5) Tidak adanya bantuan pemodalan. Faktor EFAS Pengembagan usaha roti gembung faktor peluang yaitu: 1) Meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap makanan jadi, 2) Loyalitas konsumen, 3) Berhubungan baik dengan pemasok, 4) Pertumbuhan pasar yang baik, 5) UMKM lokasinya strategis/ muda dijangkau dan Faktor kelemahan yaitu: 1) Banyaknya produk sibtitusi, 2) Banyak saingan menjual roti gembung, 3) Daya beli semakin menurun 4) Fluktuasi harga bahan baku, 5) Produk muda ditiru. Strategi rekomendasi SO yaitu ada dua strategi: 1) Harga roti gembung yang terjangkau. 2) Menambah penggunaan peralatan modern.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TAHU DI KELURAHAN KARANG ANYAR KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisis Strategi Pengembangan Usaha Tahu Di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi untuk menjawab permasalahan: (1) Bagaimana karakteristik pengusaha tahu dan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan (2) Apa saja faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal dalam pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan (3) Bagaimana strategi pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentifikasi karakteristik pengusaha tahu dan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal dalam pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan. (3) Untuk merumuskan strategi pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan Sampel Jenuh (teknik sensus) dengan 10 pengusaha industri tahu. Metode analisis menggunakan kualitatif deskriptif, Matriks IFAS dan EFAS, Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal kekuatan sesuai dengan urutan skor tertinggi hingga terendah yaitu; lahan produksi luas, kualitas bahan baku sangat baik, pengalaman usaha dalam usaha tahu, kualitas produk tahu baik, tahu yang dihasilkan bebas bahan kimia. Faktor eskternal peluang sesuai dengan urutan skor tertinggi hingga terendah yaitu; harga tahu terjangkau, kesadaran masyarakat mengonsumsi tahu tinggi, produk tahu bisa dikreasikan dalam berbagai produk, pangsa pasar luas. Strategi pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan adalah Strategi Agresif (strategi menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang) yang terdiri dari: (1) Memanfaatkan lahan tempat produksi yang cukup luas untuk melakukan penyimpanan bahan baku kedelai ditengah tidak stabilnya atau mahalnya harga bahan baku dan mempertahankan kualitas bahan baku guna meningkatkan keunggulan produk dan meciptakan kualitas tahu yang baik serta mempertahankan harga tahu yang terjangkau (2) Memanfaatkan bahan baku yang bisa dikreasikan dalam berbagai produk dengan memanfaatkan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi tahu yang tinggi (3) Memanfaatkan pengalaman dalam usaha guna mempertahankan kualitas tahu dan kembangkan produk dengan memperluas kerja sama dengan berbagai pihak mitra usaha dan memanfaatkan pasar tahu yang luas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ANYAMAN ROTAN DAYAK AGABAG DESA LUBOK BUAT KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ANYAMAN ROTAN DAYAK AGABAG DESA LUBOK BUAT KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha anyaman rotan dayak agabag di Desa Lubok Buat Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan. Metode analisis data yang digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini adalah analisis matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan internal utama UMKM anyaman rotan dayak agabag dengan menggunakan matriks IFAS, maka dapat diketahui bahwa faktor kekuatan utama UMKM terdiri dari empat faktor, yaitu produk anyaman memiliki ukuran yang bervariasi, jenis produk yang ditawarkan bervariasi, bahan yang digunakan nyaman, produk anyaman tidak mudah rusak dan untuk kelemahan utama dari UMKM adalah pemasaran yang kurang/promosi kurang maksimal, kurangnya branding produk/jasa belum dikenal luas. Faktor- faktor lingkungan eksternal utama UMKM dengan menggunakan matriks EFAS, maka dapat diketahui bahwa faktor peluang utama UMKM adalah berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi dan untuk ancaman utama UMKM terdiri dari dua faktor, yaitu tingkat penjualan yang terganggu dikarenakan pandemi Covid-19, bertambah banyak produk inovatif yang dipasarkan. analisis data menggunakan diagram cartesius SWOT menejelaskan bahwa UMKM anyaman rotan dayak agabag berada pada kuadran 1 dengan nilai (x;y) (3.4;1.85). Posisi ini menunjukkan bahwa UMKM anyaman rotan dayak agabag merupakan usaha yang berkembang, kuat dan berpeluang. Kata Kunci: Strategi Pengembangan Usaha, Analisis SWOT, Anyaman Rotan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pengembangan Usaha Jamur Tiram Di Tideng Pale Kecamatan Sesayap

2022•

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA JAMUR TIRAM DI TIDENG PALE KECAMATAN SESAYAP Abstrak Prospek pengembangan budidaya jamur tiram putih di Indonesia cukup prospektif yang kegiatan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran biaya, penerimaan dan pendapatan usaha budidaya jamur tiram putih di Tideng Pale, mengetahui Faktor Internal (IFAS) dan Faktor Eksternal (EFAS) pada usaha jamur tiram putih di Tideng Pale, dan mengetahui Mengetahui strategi pengembangan usaha industri budidaya jamur tiram putih di Tideng Pale. Metode penentuan informan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria tertentu dan informan dalam penelitian ini adalah pemilik atau pengelolah usaha budidaya jamur tiram putih di Tideng Pale yaitu Bapak Anang Hermanysah serta 30 konsumen jamur tiram. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Adapun analisis data yang di gunakan analisis deskriptif, analisis usaha dan analisis swot. Hasil analisis usaha menunjukkan besaran total biaya tetap penyusutan peralatan dalam kegiatan usaha jamur tiram per bulannya adalah sebesar Rp. 296.111 untuk skala luas lahan 4x8 m2 dengan priode produksi 1 bulan, untuk biaya variabel sebesar Rp. 4.175.000, penerimaan sebesar Rp. 9.000.000 dan untuk pendapatn sebesar 4.825.000. Faktor Internal (IFAS) Strategi pengembangan usaha budidaya jamur tiram putih di tidung pale kecamatan sesayap untuk faktor kekuatan dan kelemahan masing-masing terdapat lima indikator dan Faktor Eksternal (EFAS) Strategi Pengembangan usaha jamur tiram di tideng pale untuk faktor peluang dan ancaman juga terdapat masing-masing lima indikator sedangkan untuk strategi yang di rekomendasi adalah strategi SO yaitu ada 2 strategi,antara lain : 1) Mengoptimalkan jumlah produksi jamur tiram dengan memanfaatkan bantuan permodalan. (S1,O3), 2). Mengoptimalkan bantuan permodalan, sarana dan prasarana yang memadai untuk mengembangkan usaha agribisnis (S4,O4,).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis strategi pengembangan usaha tahu dan tempe di umkm andi mappatoba kecamatan malinau kota kabupaten malinau

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengembangan usaha pada suatu industri sangatlah diharuskan apabila ingin berkembang menjadi lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentisifasi karakterisik usaha tahu dan tempe di UMKM Andi Mappatoba. (2) Untuk mengidentisifasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi strategi pengembangan usaha tahu dan tempe di UMKM Andi Mappatoba. (3) Untuk merumuskan strategi pengembangan usaha tahu dan tempe di UMKM Andi Mappatoba. Metode penelitian menggunakan purposive sampling dengan key informen pihak internal yaitu pemilik usaha dan karyawan serta pihak eksternal yaitu 5 orang konsumen. Metode analisis menggunakan kualitatif deskiptif, Matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan (1) Usaha tahu dan tempe sudah berjalan selama 4 tahun, dalam setahun usaha ini memperoleh pendapatan ± Rp. 800.000.000. (2) Hasil wawancara terhadap pihak internal UMKM Andi Mappatoba yang menjadi faktor internal kekuatan yaitu : Memiliki lahan yang luas, penggunaan teknologi dalam produksi, mempunyai tempat pembuangan limbah, produk merupakan makanan favorit semua kalangan dan harga produk lebih murah, sedangkan faktor eksternal peluang yaitu : Permintaan tahu dan tempe, pusat perdagangan masih banyak, jarak antara UMKM dekat dengan pasar, dukungan pemerintah terhadap UMKM dan bahan baku kedelai bisa dikreasikan dalam berbagai produk. (3) Strategi yang dapat digunakan UMKM Andi Mappatoba yaitu strategi SO dengan menambah jumlah produksi, meningkatkan kualitas produk menjadi lebih baik, melakukan penjualan dibeberapa lokasi pasar serta memanfaatkan bantuan dari pihak pemerintah untuk mengusulkan atau meminta sosialisasi tentang produk-produk olahan kedelai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail