Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

123 hasil
Subjek: Strategi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SARANG BURUNG WALET RUMAHAN(Collocalia fuciphaga) (STUDI KASUS DI DESA PAGALUYON KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Reko Imanuel Bureni. 1640202041. 2020. “Strategi Pengembangan Usaha Sarang Burung Walet Rumahan Studi Kasus di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Usaha sarang burung walet rumahan merupakan usaha yang dikembangkan di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai. Numun belum adanya pengetahuan pengusaha sarang burung walet rumahan yang ada di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai tentang strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, Kecamatan Sembakung Atulai. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis matriks IFAS dan EFAS dan analisis SWOT. Hasil penelitian di peroleh strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, terletak pada kuadran I (Growth oriented strategy), maka alternatif strategi yang tepat digunakan adalah Strategi S-O, yaitu (1) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, harga jual sarang walet yang tinggi, dan kualitas produk sarang walet yang baik, dengan memanfaatkan pada penggolongan harga jual, permintaan pasar ekspor yang besar, festival hari-hari besar membuat meningkatnya harga sarang walet, dan kemajuan dibidang teknologi, informasi komunikasi dan transportasi yang mendukung peningkatan, promosi dan penjualan sarang walet dalam pengembangan usaha sarang burung walet, (2) Memberikan jaminan terhadap produk dalam hal bentuk dan warna sarang walet, kualitas produk sarang walet dengan khasiat sarang burung walet sebagai bahan pangan fungsional yang sangat bermanfaat bagi kesehatan sehingga menjadikan permintaan pasar ekspor yang semakin besar, (3) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, bentuk dan warna sarang walet, dan kualitas sarang walet untuk memperluas jaringan pasar sarang walet dengan melakukan promosi melalui kamajuan dibidang teknologi, informasi, komunikasi dan transportasi dalam memenuhi permintaan pasar ekspor yang besar. Adapun saran dari hasil penelitian ini adalah (1) Bagi pemerintah agar dapat memperhatikan usaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon, karena belum adanya perhatian dan kerja sama dari pemerintah dengan para pengusaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon sehingga para pengusaha terkendala dalam hal pengetahuan pengembangan sumber daya manusia dan permodalan yang minim kiranya pemerintah dapat berpartisipasi dalam hal tersebut sehingga para pengusaha sarang burung walet dapat mengembangkan usahanya, (2) Bagi pengusaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon. Dapat meningkatkan usaha sarang walet rumahan dengan memanfaatkan segala kekuatan dan peluang yang ada dalam usaha sarang burung walet dan meminimalisir kelemahan sehingga dapat mengatasi ancaman-ancaman yang ada dalam usaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PEMASARAN PISANG KEPOK DESA SUNGAI LIMAU KECAMATAN SEBATIK TENGAH KABUPATEN NUNUKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jamal. 15.201020.078. 2019. “ Strategi Pemasaran Pisang Kepok Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan”. dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani yang ada yakni pemasaran merupakan suatu usaha untuk menyampaikan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sejauh ini pemasaran pisang yang ada di Desa Sungai Limau telah mencapai di negara tetangga (Malaysia). Dari sektor pemasaran menghadapi beberapa kendala dalam hal produk, harga, tempat, dan promosi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pemasaran pisang kepok yang ada desa sungai limau kecamatan sebatik tengah. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Metode pengolahan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, Analisis data yang digunakan adalah Analisis SWOT (IFAS dan EFAS). Hasil menunjukkan Faktor strategi internal dan eksternal menunjukkan bahwa jumlah untuk faktor kekuatan sebesar 1.60 lebih kecil dari ada jumlah faktor kelemahan sebesar 1.75 keadaan ini mengidentifikasi bahwa faktor kekuatan untuk pemasaran pisang kepok yang ada disungai limau lebih kecil dari pada faktor kelemahan yang akan menghambatnya. Sedangkan Analisis kuadran didapatkan dengan melakukan pengurangan antara jumlah total faktor dengan jumlah total kemudian dibagi 2. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai X = 0.71 dan nilai Y = 1.07 Kesimpulan bahwa faktor internal, dari aspek kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Desa, yaitu: (1) produk berkualitas, (2) pengetahuan SDM yang baik tentang budidaya pisang kepok, (3) letak wilayah strategis. (4) modal usaha terbatas, (5) minimnya kegiatan promosi, (6) kemasan produk pisang kurang menarik, (7) saluran pemasaran yang panjang. Pada sektor eksternal dari aspek peluang dan ancaman yang dimiliki oleh desa, yaitu: (1) adanya bantuan dari dinas pertanian, (2) tersedianya pemasaran pisang kepok yang masih luas baik dalam negeri maupun luar negeri (3) adanya kemajuan teknologi informasi, (4) stabilitas nilai tukar mata uang, (5) sulitnya akses perizinan, (6) harga beli hasil pertanian ditetapkan oleh tengkulak, (7) pesaing dari desa lain. Adapun strategi yang ditetapkan yaitu: (1) memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi informasi, (2) meningkatkan sumber daya manusia (SDM) serta kerjasama dengan pihak dinas pertanian. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian ini maka diberikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dengan cara membuat program workshop, pelatihan, studi banding poktan yang difasilitasi oleh pemerintah atau swasta, (2) Sebaiknya dilakukan pembimbingan dan pengawasan secara bertahap dari hasil alternatif strategi pemasaran pisang kepok di Desa Sungai Limau sesuai dengan prioritas sehingga tujuan dari pelaksanaan strategi tersebut dapat tercapai dan tepat sasaran (3) Disarankan pada peneliti berikutnya yang ingin melakukan penelitian dengan topik yang sama maka diharapkan dapat mengkaji lebih dalam masing-masing bagian dalam sistem strategi pemasaran pisang kepok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Bertanya Najwa Shihab dalam Program Mata Najwa Episode Narasi Eksklusif "Prabowo Subianto Bicara" (Kajian Pragmatik)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STRATEGI BERTANYA NAJWA SHIHAB DALAM PROGRAM MATA NAJWA EPISODE NARASI EKSKLUSIF “PRABOWO SUBIANTO BICARA” (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi bertanya yang digunakan Najwa Shihab dalam wawancara Narasi Eksklusif: Prabowo Subianto Bicara pada program Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan pertanyaan Najwa Shihab kepada Prabowo Subianto. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak bebas cakap dan teknik catat dengan sumber data berupa tayangan wawancara pada kanal YouTube Najwa Shihab. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan strategi bertanya serta memperhatikan konteks penggunaannya. Hasil penelitian terhadap 64 tuturan pertanyaan menunjukkan adanya lima strategi bertanya, yaitu Open Question sebanyak 17 data, Closed Question sebanyak 20 data, Probing Question sebanyak 6 data, Clarification Question sebanyak 11 data, dan Leading Question sebanyak 10 data. Open Question merupakan strategi yang paling banyak digunakan, sedangkan Probing Question paling sedikit ditemukan. Kelima strategi tersebut digunakan secara kontekstual untuk memperoleh, menggali, memperjelas, dan mengarahkan informasi selama proses wawancara. Dengan demikian, penggunaan strategi bertanya Najwa Shihab menunjukkan variasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif dalam mendukung proses penggalian dan pengembangan informasi dalam wawancara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENYULUHAN PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN USAHATANI HORTIKULTURA DI KELURAHAN MAMBURUNGAN TIMUR KECAMATAN TARAKAN TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usahatani hortikultura berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan, gizi, dan pendapatan masyarakat, termasuk di Kelurahan Mamburungan Timur, Kecamatan Tarakan Timur. Namun, penyuluhan pertanian di wilayah ini belum optimal karena rendahnya partisipasi petani, terbatasnya pemanfaatan media digital, jumlah penyuluh, kebiasaan berusahatani turun-temurun, dan beban administrasi penyuluh. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi penyuluhan pertanian dalam meningkatkan usahatani hortikultura. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 16 responden petani dan ketua kelompok tani serta 1 penyuluh pertanian sebagai key informan. Analisis data menggunakan SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal memiliki nilai IFAS sebesar 1,24, dengan kekuatan berupa penguasaan materi, kemampuan komunikasi, kesesuaian metode, dan intensitas penyuluhan, sedangkan kelemahannya meliputi rendahnya partisipasi petani dan terbatasnya pemanfaatan media digital. Faktor eksternal memiliki nilai EFAS sebesar 1,14, dengan peluang berupa metode partisipatif, media digital, pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya, dan komunikasi dua arah, sedangkan ancamannya berupa kebiasaan pertanian turun-temurun, beban administrasi penyuluh, dan informasi media sosial yang tidak terverifikasi. Nilai X sebesar 1,24 dan Y sebesar 1,14 menempatkan strategi pada Kuadran I (SO). Strategi diarahkan pada pemanfaatan kekuatan penyuluh melalui metode partisipatif, demonstrasi, media digital, komunikasi dua arah, serta pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan dan usahatani hortikultura.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi pemasaran petani semangka dalam menghadapi fluktuasi harga (studi kasus kelurahan juata permai kota tarakan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fluktuasi harga semangka menjadi permasalahan yang berdampak terhadap pendapatan dan keberlanjutan usahatani. Petani semangka di Kelurahan Juata Permai masih menghadapi kendala dalam memasarkan hasil panennya, terutama karena terbatasnya saluran pemasaran serta adanya ketergantungan terhadap pedagang pengumpul. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran petani semangka dalam menghadapi fluktuasi harga serta merumuskan alternatif strategi pemasaran berdasarkan kondisi internal dan eksternal melalui analisis SWOT. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada bulan Juni–Agustus 2026. Responden dalam penelitian ini berjumlah 15 orang petani semangka yang ditentukan menggunakan metode sensus atau total sampling. Selain itu, informan kunci terdiri atas ketua kelompok tani, pedagang pengumpul, dan konsumen yang ditentukan menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi SO, WO, ST, dan WT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi kekuatan berupa perputaran modal cepat, kualitas semangka baik, perawatan rutin, hubungan baik dengan pembeli, dan kekompakan antar petani, sedangkan kelemahan berupa ketergantungan pada harga pasar, keterbatasan pemasaran dan akses pasar alternatif, sifat semangka yang harus segera dijual, dan biaya produksi relatif tinggi. Faktor eksternal mencakup peluang berupa tingginya permintaan, peningkatan permintaan pada hari besar, media sosial, penjualan langsung, dan kerja sama antarpetani, serta ancaman berupa semangka dari luar daerah, panen bersamaan, perubahan cuaca, hama dan penyakit, serta fluktuasi harga. Hasil analisis SWOT menunjukkan koordinat (0,30; -0,34) yang menempatkan petani pada Kuadran II (ST). Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kualitas semangka, pengaturan waktu tanam, penguatan kerja sama, dan perluasan jaringan pemasaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Sosial Dengan Strategi Koping Perawat di Ruang Intensif

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perawat di ruang intensif menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan dan kondisi pasien yang kompleks sehingga membutuhkan strategi koping yang sesuai. Strategi koping merupakan upaya yang dilakukan perawat untuk menghadapi dan mengelola berbagai tekanan serta permasalahan yang muncul selama bekerja. Penggunaan strategi koping yang sesuai dapat membantu perawat dalam menghadapi tuntutan pekerjaan di ruang intensif. Dukungan sosial dapat membantu perawat dalam menghadapi berbagai tuntutan dan permasalahan selama bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 79 perawat yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Brief COPE untuk mengukur strategi koping. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif dengan nilai p-value = 0,017 (p 0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,269 dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan dalam kategori lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Semakin tinggi skor dukungan sosial yang diterima perawat, maka cenderung semakin tinggi skor strategi koping yang digunakan dalam menghadapi berbagai situasi selama bekerja di ruang intensif. Disarankan bagi rumah sakit untuk meningkatkan dukungan sosial bagi perawat melalui penciptaan lingkungan kerja yang suportif, penguatan kerja sama antarperawat, serta dukungan dari atasan guna membantu perawat dalam menghadapi berbagai tekanan dan tuntutan pekerjaan di ruang intensif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENERAPAN DAN PENGARUH STRATEGI BERSAING TERHADAP PENINGKATAN KEUNGGULAN KOMPETITIF USAHA HIDROPONIK MERPATI DI KECAMATAN TANJUNG SELOR HILIR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PENERAPAN DAN PENGARUH STRATEGI BERSAING TERHADAP PENINGKATAN KEUNGGULAN KOMPETITIF USAHA HIDROPONIK MERPATI DI KECAMATAN TANJUNG SELOR HILIR Persaingan usaha sayuran hidroponik yang semakin meningkat menuntut pelaku usaha untuk menerapkan strategi bersaing yang tepat guna mempertahankan dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi strategi bersaing serta menganalisis pengaruh strategi kepemimpinan biaya (cost leadership), diferensiasi (differentiation), dan strategi fokus (focus strategy) terhadap keunggulan kompetitif usaha sayuran hidroponik berdasarkan persepsi pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara pada 3 informan pemilik usaha hidroponik, dan kuesioner kepada 30 responden pelanggan Usaha Hidroponik Merpati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi kepemimpinan biaya dilakukan melalui efisiensi penggunaan sumber daya dan biaya produksi, strategi diferensiasi melalui peningkatan kualitas produk, penggunaan bibit unggul, pengemasan, serta pelayanan kepada konsumen, sedangkan strategi fokus diterapkan melalui penyesuaian produksi dan pemasaran terhadap kebutuhan pasar. Hasil uji hipotesis menggunakan aplikasi SPSS versi 26, hasil pada uji simultan menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan strategi fokus dengan nilai (sig=0,000), maka secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif. Secara parsial, strategi (kepemimpinan biaya) (sig=0,000) dan diferensiasi (sig=0,000), maka berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif, sedangkan strategi fokus (sig=0,446), maka tidak berpengaruh signifikan. Dengan demikian, penerapan strategi bersaing, khususnya kepemimpinan biaya dan diferensiasi, terbukti mampu meningkatkan keunggulan kompetitif serta mendukung keberlanjutan dan perkembangan usaha hidroponik di Tanjung Selor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan (MANTAP) dan Strategi Pengembangannya pada Kelompok Produsen Benih di Kabupaten Bulungan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Pangan (MANTAP) tahun 2024 pada kelompok produsen benih di Kabupaten Bulungan serta Merumuskan strategi pelaksanaannya. Evaluasi dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan MANTAP telah berjalan sesuai dengan petunjuk operasional, khususnya pada komponen input dan produk. Namun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian pada komponen konteks dan proses, terutama terkait mekanisme pengusulan calon penerima bantuan melalui aplikasi elektronik serta belum optimalnya sosialisasi program dari tingkat pusat kepada calon penerima manfaat. Analisis SWOT menunjukkan bahwa kondisi internal kelompok produsen benih berada pada kategori cukup kuat dengan skor IFE sebesar 2,75, sementara lingkungan eksternal memberikan peluang yang besar dengan skor EFE sebesar 3,35. Posisi strategis berada pada kuadran “Grow and Build”, yang mengindikasikan perlunya strategi agresif melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan kelompok, pengembangan pasar, serta optimalisasi dukungan pemerintah guna meningkatkan keberlanjutan pelaksanaan kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan di Kabupaten Bulungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSA KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL ABSTRAK Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan perilaku menarik diri, menghindari interaksi sosial, kurangnya komunikasi, dan ketidakmampuan menjalin hubungan yang bermakna dengan orang lain. Studi kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Studi kasus menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua klien yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Diagnosis utama yang ditemukan pada kedua klien adalah isolasi sosial, disertai diagnosis pendukung berupa halusinasi dan harga diri rendah. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1 sampai SP 4 yang berfokus pada identifikasi penyebab isolasi sosial, latihan berkenalan, bercakap-cakap dengan orang lain, serta latihan komunikasi sosial. Hasil evaluasi menunjukkan kedua klien mengalami kemajuan secara bertahap dalam kemampuan berinteraksi sosial, ditandai dengan meningkatnya kemauan berkenalan, bercakap-cakap, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial meskipun belum optimal. Keberhasilan asuhan keperawatan didukung oleh hubungan terapeutik yang baik antara perawat dan klien. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis melalui Strategi Pelaksanaan (SP) mampu membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRATEGI PENETAPAN HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING USAHA KEDAI KOPI DI KOTA TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Strategi Penetapan Harga dan Kualitas Produk terhadap Keunggulan Bersaing pada usaha kedai kopi di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh usaha kedai kopi yang terdata di Kota Tarakan yang berjumlah 100 kedai kopi. Penentuan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode Sampling Jenuh (Sensus), sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian sebanyak 100 responden. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pemilik atau manajer kedai kopi. Analisis data dilakukan melalui uji asumsi klasik dan regresi linear berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Strategi Penetapan Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai t-hitung sebesar 4,297 > t-tabel 1,984. Kualitas Produk juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai t-hitung sebesar 6,010, serta menjadi variabel yang paling dominan. Secara simultan, Strategi Penetapan Harga dan Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai F-hitung sebesar 81,676 dan signifikansi 0,001. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,620 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan pengaruh sebesar 62% terhadap Keunggulan Bersaing, sedangkan sisanya sebesar 38% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan daya saing usaha kedai kopi di Kota Tarakan dapat didukung melalui penetapan harga yang tepat serta kualitas produk yang konsisten.. Kata-kata Kunci: Kedai Kopi, Keunggulan Bersaing, Kualitas Produk, Strategi Penetapan Harga.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi BAURAN Pemasaran dalam Meningkatkan Daya Saing Produk USAHA MIKRO KECIL MENENGAH di Era Digital

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak bauran pemasaran yang terdiri dari produk, tempat, dan promosi terhadap strategi pemasaran dan pengaruhnya terhadap daya saing UMKM di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis partial least squares (PLS). Responden penelitian ini adalah pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel produk dan lokasi memiliki pengaruh signifikan terhadap strategi pemasaran, tetapi tidak terhadap promosi. Produk terbukti memiliki pengaruh langsung terhadap daya saing UMKM dan juga berperan sebagai perantara dalam strategi pemasaran mereka. Di sisi lain, promosi tidak memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap daya saing. Kesimpulan penting lainnya adalah bahwa strategi pemasaran memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap peningkatan daya saing UMKM. Temuan penelitian menunjukkan bahwa UMKM perlu memprioritaskan pengembangan dan inovasi kualitas produk, pemilihan lokasi bisnis yang strategis, dan implementasi strategi pemasaran yang tepat sasaran. Aktivitas periklanan perlu dievaluasi agar lebih kreatif, terukur, dan adaptif terhadap perkembangan digital sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi BAURAN Pemasaran dalam Meningkatkan Daya Saing Produk USAHA MIKRO KECIL MENENGAH di Era Digital

2026•

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak bauran pemasaran yang terdiri dari produk, tempat, dan promosi terhadap strategi pemasaran dan pengaruhnya terhadap daya saing UMKM di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis partial least squares (PLS). Responden penelitian ini adalah pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel produk dan lokasi memiliki pengaruh signifikan terhadap strategi pemasaran, tetapi tidak terhadap promosi. Produk terbukti memiliki pengaruh langsung terhadap daya saing UMKM dan juga berperan sebagai perantara dalam strategi pemasaran mereka. Di sisi lain, promosi tidak memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap daya saing. Kesimpulan penting lainnya adalah bahwa strategi pemasaran memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap peningkatan daya saing UMKM. Temuan penelitian menunjukkan bahwa UMKM perlu memprioritaskan pengembangan dan inovasi kualitas produk, pemilihan lokasi bisnis yang strategis, dan implementasi strategi pemasaran yang tepat sasaran. Aktivitas periklanan perlu dievaluasi agar lebih kreatif, terukur, dan adaptif terhadap perkembangan digital sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Industri Batik Kabupaten Malinau

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Industri batik Kabupaten Malinau merupakan kegiatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang menggabungkan nilai budaya dari lebih dari sebelas etnis asli Kalimantan Utara, khususnya suku Dayak, Kenyah, dan Lundayeh, ke dalam produk batik bermotif khas daerah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis peran industri batik dalam mendukung perekonomian daerah Kabupaten Malinau, dan (2) mengidentifikasi strategi pengembangan usaha industri batik yang relevan dan aplikatif bagi pelaku industri maupun pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Responden penelitian berjumlah enam orang yang dipilih secara purposif, terdiri dari lima pelaku usaha batik aktif dan satu perwakilan pemerintah daerah. Adapun strategi pengembangan usaha yang teridentifikasi mencakup lima prioritas utama: penguatan akses bahan baku lokal melalui pengembangan pewarna alami dari tanaman endemik Kalimantan Utara; penguatan kapasitas permodalan melalui skema KUR khusus pengrajin skala kecil; profesionalisasi pemasaran berbasis platform digital; regenerasi pengrajin melalui integrasi keterampilan membatik dalam kurikulum muatan lokal SMP dan SMK; serta pelembagaan kolaborasi multipihak dalam forum industri batik yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa industri batik Kabupaten Malinau memiliki potensi besar sebagai pilar ekonomi kreatif berbasis budaya yang berkelanjutan. Namun realisasi potensi tersebut membutuhkan kerja kolektif yang terkoordinasi dari seluruh pemangku kepentingan, didukung oleh kebijakan yang konsisten dan program pembinaan yang berkesinambungan dari pemerintah daerah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EXPLORING SELF-EFFICACY IN VOCABULARY LEARNING AMONG EIGHTH-GRADE STUDENTS AT MTS NEGERI TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menyelidiki bagaimana faktor-faktor efikasi diri memengaruhi pembelajaran kosakata siswa kelas VIII dan menganalisis strategi pembelajaran kosakata yang dianggap efektif oleh siswa serta hubungan antara strategi tersebut dengan efikasi diri mereka. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui lembar analisis dokumen, observasi kelas, dan wawancara semi-terstruktur. Peserta penelitian berasal dari kelas VIII-A yang berjumlah 32 siswa. Dari jumlah tersebut, enam siswa serta dua guru Bahasa Inggris di MTs Negeri Tarakan pada tahun ajaran 2024/2025 dipilih sebagai informan penelitian melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keempat sumber efikasi diri yang diidentifikasi oleh Bandura, yaitu pengalaman penguasaan, pengalaman tidak langsung, persuasi verbal, dan kondisi fisiologis, sangat memengaruhi kepercayaan diri dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran kosakata, dengan pengalaman penguasaan terbukti sebagai faktor yang paling berpengaruh. Siswa yang mengalami kegagalan berulang menunjukkan penurunan motivasi dan menghindari tugas-tugas yang berkaitan dengan kosakata, sementara dorongan guru secara konsisten memperkuat kepercayaan diri siswa. Ditinjau dari tiga dimensi efikasi diri, yaitu besaran, kekuatan, dan generalitas, siswa menunjukkan keyakinan yang terbatas yang sebagian besar hanya mencakup kosakata yang sudah familiar dan tugas pengenalan sederhana, dengan transfer yang minim ke berbagai jenis tugas dan konteks pembelajaran yang berbeda. Berkaitan dengan strategi pembelajaran kosakata, para siswa sebagian besar mengandalkan strategi determinasi seperti penggunaan kamus dan alat penerjemah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efikasi diri dan penggunaan strategi pembelajaran kosakata memiliki hubungan yang bersifat dua arah, di mana kepercayaan diri yang lebih tinggi mendorong penggunaan strategi yang lebih kompleks. Pada gilirannya, penggunaan strategi tersebut menghasilkan pengalaman keberhasilan yang semakin memperkuat perkembangan efikasi diri siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BURDEN DAN STRATEGI KOPING FAMILY CAREGIVER PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISIS

2026•

Chronic Kidney Disease, penyakit kronis yang memerlukan hemodialisis jangka panjang dan berdampak pada family caregiver. Tuntutan perawatan berkelanjutan dapat menimbulkan beban finansial, fisik, sosial, emosional, dan perawatan, serta diperlukan strategi koping yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi burden family caregiver dan strategi koping family caregiver pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional deskriptif. Kuesioner Zarit Burden Interview (ZBI) digunakan untuk mengukur burden family caregiver dan kuesioner Brief Cope digunakan untuk mengukur strategi koping family caregiver. Sampel penelitian berjumlah 133 responden yang mendampingi pasien hemodialisis dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami burden ringan sebanyak 84 responden (63,2%) dan strategi koping yang paling banyak digunakan yaitu emotion-focused coping dengan nilai median 24 (minimum 13 dan maksimum 34). Sebagian besar family caregiver pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis mengalami burden pada tingkat ringan dan cenderung menggunakan emotion-focused coping sebagai strategi utama dalam menghadapi tuntutan perawatan jangka panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-B SDN 031 TARAKAN

2025•

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-B SDN 031 TARAKAN ABSTRAK Kemampuan membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar karena menjadi fondasi untuk memahami pelajaran selanjutnya. Namun, hasil observasi di kelas II-B SDN 031 Tarakan menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca, seperti belum mengenal huruf dengan baik, salah menyebutkan bunyi huruf, kesulitan menggabungkan suku kata, serta kurang berminat membaca. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang tepat untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca siswa sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II-B SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan ultisenso. Keabsahan data diperoleh melalui ultis triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi, yaitu strategi SAS (Struktural Analitik Sintetik), strategi ultisensory, pendampingan individual, serta program literasi harian 15 menit membaca. Strategi tersebut membantu siswa mengenal huruf dan bunyi dengan lebih baik, menggabungkan huruf menjadi kata, serta meningkatkan kelancaran membaca. Selain itu, guru juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memberikan motivasi kepada siswa. Dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan siswa berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II. Kata kunci: strategi guru, membaca permulaan, siswa sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRATEGI MANAJEMEN OPERASIONAL PADA BEKAWAN COFFEE, TERACE COFFEE, BIUS COFFEE DAN LAIN COFFEE DI KOTA TARAKAN

2025•

Penelitian ini menganalisis strategi manajemen operasional pada empat coffee shop di Kota Tarakan: Bekawan Coffee, Terace Coffee, Bius Coffee, dan Lain Coffee. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa meskipun industri coffee shop berkembang pesat sebagai bagian dari gaya hidup urban, rata-rata pengunjung mingguan di keempat coffee shop belum mencapai target yang ditetapkan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan strategi manajemen operasional yang diterapkan dan mengevaluasi efektivitasnya berdasarkan persepsi pelanggan. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan teknik purposive sampling, melibatkan 30 responden per coffee shop. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert. Strategi manajemen operasional diukur melalui empat dimensi: komitmen, kondisi perusahaan, proses transformasi, dan kompetensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen operasional pada keempat coffee shop berada pada kategori baik hingga sangat baik. Lain Coffee memperoleh skor tertinggi pada dimensi komitmen (Mean 4.22) dan kondisi perusahaan (Mean 4.35). Terace Coffee unggul pada dimensi proses transformasi (Mean 4.23), sedangkan Bekawan Coffee memiliki skor tertinggi pada dimensi kompetensi (Mean 4.07). Meskipun strategi operasional sudah diimplementasikan dengan baik, pencapaian target pengunjung belum optimal, mengindikasikan perlunya integrasi dengan strategi pemasaran digital dan komunikasi yang lebih efektif.Penelitian merekomendasikan penambahan tenaga kerja di Bekawan Coffee, penyesuaian strategi harga di Terace Coffee, perluasan lahan parkir di Bius Coffee, dan pengembangan variasi menu di Lain Coffee untuk meningkatkan daya saing dan pencapaian target bisnis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Strategi Koping Dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Baru Rantau Universitas Borneo Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan adaptasi, seperti tekanan akademik, perubahan lingkungan, dan keterbatasan dukungan sosial, yang dapat menurunkan kemampuan penyesuaian diri. Strategi koping yang efektif diperlukan agar mahasiswa mampu mempertahankan resiliensi dalam menghadapi situasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi koping dengan resiliensi pada mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 1.211 responden, dengan sampel berjumlah 300 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dan instrumen berupa kuesioner strategi koping (Brief-COPE) serta kuesioner resiliensi (CD-RISC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa rantau Universitas Borneo Tarakan, mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sebagian besar menggunakan strategi koping adaptif (80,7%), sementara tingkat resiliensi terbagi merata antara kategori tinggi dan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara strategi koping dan tingkat resiliensi (p = 0,001). Mahasiswa yang menggunakan strategi koping adaptif cenderung memiliki resiliensi tinggi, sedangkan mereka yang menggunakan strategi koping maladaptif lebih banyak menunjukkan resiliensi rendah. Dengan demikian, penggunaan strategi koping adaptif berperan penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Kata kunci: Mahasiswa Rantau, Resiliensi, Strategi Koping. Migrant students face various adaptation challenges, including academic pressure, environmental changes, and limited social support, which may reduce their ability to adjust effectively. Effective coping strategies are therefore required to enable students to maintain resilience in dealing with these challenges. This study aimed to examine the relationship between coping strategies and resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The study population consisted of 1,211 respondents, with a sample of 300 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using the Brief COPE questionnaire to assess coping strategies and the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) to measure resilience. The results showed that the majority of migrant students at Universitas Borneo Tarakan were female and predominantly enrolled in the Faculty of Teacher Training and Education. Most participants employed adaptive coping strategies (80.7%), while levels of resilience were evenly distributed between high and low categories. The findings demonstrated a significant relationship between coping strategies and resilience levels (p = 0.001). Students who employed adaptive coping strategies tended to exhibit higher resilience, whereas those who relied on maladaptive coping strategies were more likely to demonstrate lower resilience. These findings indicate that the use of adaptive coping strategies plays an important role in enhancing resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. Keywords: Migrant Students; Resilience; Coping Strategies

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUMDES TUNAS MEKAR JAYA DESA KARANG AGUNG KEC. TANJUNG PALAS UTARA KAB. BULUNGAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan (i) untuk menganalisis kinerja keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Mekar Jaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Desa Karang Agung, serta (ii) merumuskan strategi pengembangan usaha BUMDes Tunas Mekar Jaya di Desa Karang Agung. Metode yang digunakan adalah mix method. Analisis keuangan dilakukan melalui perhitungan rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas, sedangkan analisis kualitatif menggunakan pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan BUMDes berada dalam kondisi baik, dan rasio profitabilitas yang mencerminkan efisiensi penggunaan aset dan modal. Berdasarkan analisis SWOT, posisi BUMDes Tunas Mekar Jaya berada pada kuadran I (strategi agresif/SO), yang berarti memiliki kekuatan dan peluang besar untuk berkembang. Strategi yang direkomendasikan adalah strategi SO, yaitu mengoptimalkan kemampuan pengelola, memanfaatkan lokasi strategis dan dukungan masyarakat, memperluas kerja sama dengan pihak luar, serta memperkuat kebijakan desa guna meningkatkan kontribusi terhadap PADes.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Strategi Guru dalam Mengajar Bahasa Inggris di SMPN 4 Tarakan pada Tahun Ajaran 2024/2025

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan pembelajaran di SMPN 4 Tarakan dalam kerangka Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2024/2025. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi yang efektif, tantangan yang dihadapi guru Bahasa Inggris, serta aspek-aspek yang perlu ditingkatkan untuk lebih mendukung perkembangan holistik peserta didik. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan guru Bahasa Inggris di SMPN 4 Tarakan sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi, di mana wawancara dan observasi dianggap sebagai instrumen yang paling penting. Triangulasi data digunakan untuk memastikan kredibilitas dan konsistensi temuan dengan cara membandingkan hasil dari berbagai metode dan sumber.Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, guru Bahasa Inggris umumnya menerapkan strategi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), yang mendorong siswa lebih aktif, kritis, dan kolaboratif sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi serta pemecahan masalah. Kedua, proses pembelajaran Bahasa Inggris menekankan pendekatan berpusat pada siswa yang memungkinkan mereka berpartisipasi secara aktif melalui kolaborasi dan pembelajaran berbasis pengalaman, selaras dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Ketiga, guru menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan akses fasilitas dan media digital, perbedaan tingkat kemampuan siswa, beban kerja yang meningkat akibat tuntutan administrasi dan asesmen, waktu persiapan yang terbatas, serta pemahaman yang masih kurang terhadap kurikulum baru. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan bagi guru berupa ketersediaan sumber daya yang memadai, pelatihan, serta sosialisasi kurikulum guna mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail