ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENERAPAN DAN PENGARUH STRATEGI BERSAING TERHADAP PENINGKATAN KEUNGGULAN KOMPETITIF USAHA HIDROPONIK MERPATI DI KECAMATAN TANJUNG SELOR HILIR Persaingan usaha sayuran hidroponik yang semakin meningkat menuntut pelaku usaha untuk menerapkan strategi bersaing yang tepat guna mempertahankan dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi strategi bersaing serta menganalisis pengaruh strategi kepemimpinan biaya (cost leadership), diferensiasi (differentiation), dan strategi fokus (focus strategy) terhadap keunggulan kompetitif usaha sayuran hidroponik berdasarkan persepsi pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara pada 3 informan pemilik usaha hidroponik, dan kuesioner kepada 30 responden pelanggan Usaha Hidroponik Merpati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi kepemimpinan biaya dilakukan melalui efisiensi penggunaan sumber daya dan biaya produksi, strategi diferensiasi melalui peningkatan kualitas produk, penggunaan bibit unggul, pengemasan, serta pelayanan kepada konsumen, sedangkan strategi fokus diterapkan melalui penyesuaian produksi dan pemasaran terhadap kebutuhan pasar. Hasil uji hipotesis menggunakan aplikasi SPSS versi 26, hasil pada uji simultan menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan strategi fokus dengan nilai (sig=0,000), maka secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif. Secara parsial, strategi (kepemimpinan biaya) (sig=0,000) dan diferensiasi (sig=0,000), maka berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif, sedangkan strategi fokus (sig=0,446), maka tidak berpengaruh signifikan. Dengan demikian, penerapan strategi bersaing, khususnya kepemimpinan biaya dan diferensiasi, terbukti mampu meningkatkan keunggulan kompetitif serta mendukung keberlanjutan dan perkembangan usaha hidroponik di Tanjung Selor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Preferensi konsumen sangat penting untuk diketahui oleh para pelaku agribisnis, khususnya para petani hidroponik agar dapat mengetahui permintaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana preferensi konsumen dan mengidentifikasi jenis sayuran hidroponik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket kuesioner tersturktur secara daring atau online dengan menggunakan survei google form. Sebanyak 60 sampel yang mengisi kuesioner dengan menggunakan teknik non probability sampling. Data dari penelitian ini menggunakan analisis konjoin dengan bantuan statistical program for social science (SPSS). Hasil penelitian mengemukakan bahwa yang disukai oleh konsumen mengenai preferensi kombinasi atribut sayuran hidroponik adalah yang memiliki karakteristik fisik daun lebar/besar tidak berlubang, dan memiliki kesegaran 6 hari, dengan harga Rp. 10.000, dan memiliki warna daun yang bewarna hijau muda. Urutan preferensi kombinasi atribut sayuran hidroponik yang paling diprioritaskan oleh konsumen secara berturut-turut adalah fisik daun, kesegaran sayuran, harga, dan warna daun. Serta jenis dari sayuran yang paling banyak diminati oleh konsumen adalah semua jenis sayuran yang terdiri dari sawi hijau (caisim), sawi sendok (pakcoy), kangkung, bayam, dan selada. Berdasarkan hasil penelitian adapun bentuk rekomendasi yaitu produsen perlu memperhatikan lagi mengenai preferensi konsumen dalam pemasaran sayuran hidroponik dan lebih aktif dalam mencari informasi mengenai preferensi konsumen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Budidaya tanaman hidroponik tidak terlepas dari serangan hama dan sering menyebabkan kerugian pada hasil budidaya. Penggunaan pestisida sintetik yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi hama dan pencemaran lingkungan sehingga perlu adanya upaya kajian pemanfaatan bahan sebagai pestisida nabati yang ramah terhadap lingkungan dan memiliki efektivitas sama seperti pestisida sintetik, salah satunya adalah tumbuhan kirinyuh (Chromolaena odorata L.). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian pestisida nabati kirinyuh terhadap intensitas kerusakan daun tanaman pakcoy dan mengetahui hasil tanaman pakcoy dalam budidaya hidroponik. Penelitian dilaksanakan pada lahan yang berada di Juata Laut, Tarakan Utara, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor dan analisis ragam taraf 5%. Parameter dalam penelitian ini diantaranya adalah mengamati tingkat kerusakan daun tanaman dan mengukur berat basah tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pestisida nabati ekstrak kirinyuh memberikan pengaruh tidak nyata terhadap parameter kerusakan tanaman dan berat basah tanaman. Namun memiliki nilai rata-rata kerusakan yang relatif lebih kecil dibandingkan tanpa perlakuan. Selain itu, perlakuan P2 pemberian pestisida nabati ekstrak kirinyuh terhadap parameter kerusakan tanaman sebanyak (30 g) menghasilkan nilai rata-rata yang sama dengan penggunaan bahan pestisida sintetik dengan nilai kerusakan sebesar (33.33%). Hydroponic cultivation is inseparable from pest attacks and often causes losses in cultivation yields. Excessive use of synthetic pesticides can cause pest resistance and environmental pollution, so it is necessary to study the use of materials as vegetable pesticides that are friendly to the environment and have the same effectiveness as synthetic pesticides, one of which is kirinyuh (Chromolaena odorata L.). The purpose of this study was to determine the effect of the application of kirinyuh vegetable pesticides on the intensity of leaf damage of pakcoy plants and to determine the yield of pakcoy plants in hydroponic cultivation. The research was carried out on land located in Juata Laut, North Tarakan, Tarakan City, North Kalimantan. The research design used a Randomized Block Design (RAK) with one factor and 5% level analysis of variance. Parameters in this study include observing the level of damage to plant leaves and measuring the wet weight of the plant. The results showed that the botanical pesticide treatment of kirinyuh extract had no significant effect on the parameters of plant damage and plant wet weight. However, it has an average damage value which is relatively smaller than without treatment. In addition, the P2 treatment with the use of vegetable pesticides of kirinyuh extract on plant damage parameters as much as (30 g) resulted in the same average value as the use of synthetic pesticides with a damage value of (33.33%).