Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Coping Strategies
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

BURDEN DAN STRATEGI KOPING FAMILY CAREGIVER PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISIS

2026•

Chronic Kidney Disease, penyakit kronis yang memerlukan hemodialisis jangka panjang dan berdampak pada family caregiver. Tuntutan perawatan berkelanjutan dapat menimbulkan beban finansial, fisik, sosial, emosional, dan perawatan, serta diperlukan strategi koping yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi burden family caregiver dan strategi koping family caregiver pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional deskriptif. Kuesioner Zarit Burden Interview (ZBI) digunakan untuk mengukur burden family caregiver dan kuesioner Brief Cope digunakan untuk mengukur strategi koping family caregiver. Sampel penelitian berjumlah 133 responden yang mendampingi pasien hemodialisis dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami burden ringan sebanyak 84 responden (63,2%) dan strategi koping yang paling banyak digunakan yaitu emotion-focused coping dengan nilai median 24 (minimum 13 dan maksimum 34). Sebagian besar family caregiver pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis mengalami burden pada tingkat ringan dan cenderung menggunakan emotion-focused coping sebagai strategi utama dalam menghadapi tuntutan perawatan jangka panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Strategi Koping Dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Baru Rantau Universitas Borneo Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan adaptasi, seperti tekanan akademik, perubahan lingkungan, dan keterbatasan dukungan sosial, yang dapat menurunkan kemampuan penyesuaian diri. Strategi koping yang efektif diperlukan agar mahasiswa mampu mempertahankan resiliensi dalam menghadapi situasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi koping dengan resiliensi pada mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 1.211 responden, dengan sampel berjumlah 300 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dan instrumen berupa kuesioner strategi koping (Brief-COPE) serta kuesioner resiliensi (CD-RISC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa rantau Universitas Borneo Tarakan, mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sebagian besar menggunakan strategi koping adaptif (80,7%), sementara tingkat resiliensi terbagi merata antara kategori tinggi dan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara strategi koping dan tingkat resiliensi (p = 0,001). Mahasiswa yang menggunakan strategi koping adaptif cenderung memiliki resiliensi tinggi, sedangkan mereka yang menggunakan strategi koping maladaptif lebih banyak menunjukkan resiliensi rendah. Dengan demikian, penggunaan strategi koping adaptif berperan penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Kata kunci: Mahasiswa Rantau, Resiliensi, Strategi Koping. Migrant students face various adaptation challenges, including academic pressure, environmental changes, and limited social support, which may reduce their ability to adjust effectively. Effective coping strategies are therefore required to enable students to maintain resilience in dealing with these challenges. This study aimed to examine the relationship between coping strategies and resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The study population consisted of 1,211 respondents, with a sample of 300 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using the Brief COPE questionnaire to assess coping strategies and the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) to measure resilience. The results showed that the majority of migrant students at Universitas Borneo Tarakan were female and predominantly enrolled in the Faculty of Teacher Training and Education. Most participants employed adaptive coping strategies (80.7%), while levels of resilience were evenly distributed between high and low categories. The findings demonstrated a significant relationship between coping strategies and resilience levels (p = 0.001). Students who employed adaptive coping strategies tended to exhibit higher resilience, whereas those who relied on maladaptive coping strategies were more likely to demonstrate lower resilience. These findings indicate that the use of adaptive coping strategies plays an important role in enhancing resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. Keywords: Migrant Students; Resilience; Coping Strategies

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail