Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: QSPM
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model Pengaruh Faktor Ekonomi, Sosial Dan Lingkungan kerja terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit di PT. Karangjuang Hijau Lestari 1

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berlatar Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia menghadapi tantangan serius terkait produktivitas tenaga kerja pemanen, termasuk di PT. Karangjuang Hijau Lestari 1. Rendahnya produktivitas tidak hanya menurunkan efisiensi produksi, tetapi juga kualitas bahan baku PKS. Tujuan penelitian ini 1. Mengetahui pengaruh faktor ekonomi, sosial dan lingkungan terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 2. Mengetahui faktor yang paling memberikan pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 3. Mengetahui strategi yang tepat untuk diterapkan guna meningkatkan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 4. Menetapkan alternatif prioritas strategi yang diterapkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik sensus terhadap 75 pasangan keluarga tenaga panen. Analisis data dilakukan melalui Partial Least Square (PLS) untuk menguji model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model), serta matriks SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk merumuskan strategi prioritas peningkatan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit PT. Karangjuang Hijau Lestari 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. faktor ekonomi, social dan lingkungan memiliki pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. 2. Faktor Sosial merupakan variabel paling kuat dengan path coefficient 0,409, sedang faktor ekonomi dengan path coefficient 0,339 dan factor lingkungan dengan path coefficient 0,240. 3. Strategi peningkatan produktivitas yang direkomendasikan adalah strategi organisasi yang aplikatif, kontekstual, dan adaptif terhadap dinamika lapangan. Strategi ini berada pada Kuadran II adalah ST 4. Strategi alternatif prioritas yang paling tepat untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja pemanen adalah strategi Weakness–Opportunities (WO), yaitu pelatihan teknis panen dan perbaikan sistem distribusi alat kerja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH FATOR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI KERJA SUPERVISOR (MANDOR TANAMAN) DI PT FAP AGRI, Tbk KABUPATEN NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada PT FAP AGRI, Tbk, di mana penurunan motivasi kerja di kalangan Supervisor telah teridentifikasi, berpotensi mempengaruhi keputusan mereka untuk berhenti bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi kerja dan strategi peningkatan motivasi kerja supervisor (Mandor Tanaman) di PT. FAP AGRI, Tbk Kalimantan Utara. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Waktu penelitian mulai dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2023 sampai dengan bulan Maret tahun 2024. Data dikumpulkan melalui metode sensus terhadap 109 supervisor lulusan training center (TC) yang masih bekerja di PT. FAP AGRI, Tbk. Pengumpulan data pengaruh faktor intrinsik dan ekstrinsik terhadap motivasi kerja dilakukan menggunakan kuesioner dengan Skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling – Partial Least Square (SEM–PLS), sedangkan untuk strategi peningkatan motivasi kerja supervisor menggunakan analisis SWOT dan selanjutnya akan dianalisis dengan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk menetapkan strategi alternatif yang diprioritaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor intrinsik yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja meliputi persepsi diri, harga diri, harapan pribadi dan kebutuhan pribadi. Faktor ekstrinsik yang berpengaruh meliputi jenis dan sifat pekerjaan, kelompok kerja, lingkungan kerja serta gaji. Analisis menunjukkan bahwa faktor ekstrinsik memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor intrinsik terhadap motivasi kerja supervisor. Berdasarkan Matrik IFAS dan EFAS maka peningkatan motivasi kerja Supervisor (Mandor Tanaman) berada pada tahap tumbuh dan membangun (grow and build), sehingga strategi yang tepat untuk digunakan adalah strategi yang intensif (penetrasi pasar dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke depan). Berdasarkan hasil analisis QSPM maka didapat urutan prioritas strategi peningkatan motivasi kerja Supervisor (Mandor Tanaman) PT FAP AGRI, Tbk 1. Pengembangan Program Penghargaan dan Insentif, 2. Peningkatan Komunikasi dan Manajemen Beban Kerja, 3. Peningkatan Pengawasan dan Penilaian, 4. Optimalisasi Program Pengembangan Karir dan Pelatihan, 5. Pemanfaatan Teknologi, 6. Kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan dan 7. Pemanfaatan Dukungan Pemerintah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PETANI SAYURAN DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM KOTA TARAKAN (Studi Kasus: KELOMPOK TANI SINAR BERKAT)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu kendala yang dihadapi sektor pertanian adalah keterbatasan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian. Rendahnya tingkat pendidikan petani menyebabkan kemampuan dalam menyerap informasi dan mengadopsi teknologi relatif terbatas sehingga kurang menghasilkan produk yang berkualitas. Oleh karena itu dibutuhkan peningkatan SDM dan strategi pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan, Mengetahui kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) petani sayuran, mengetahui strategi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) petani sayuran dan mengetahui strategi prioritas Sumber Daya Manusia (SDM) petani sayuran di kelompok tani Sinar Berkat Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan. Jumlah responden pada penelitian ini yaitu 45 orang dan 2 orang informan kunci. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif, analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan amcaman) dan analisis QSPM (Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif). Gambaran umum petani di kelompok tani Sinar Berkat memiliki pendidikan yang rendah, usia petani yang dominan memiliki usia yang produktif, memiliki lahan sendiri yang menjadi motivasi untuk bercocok tanam, memiliki pengalaman bertani yang kurang. Analisis SWOT Faktor internal pada kekuatan memiliki total skor 1,99 untuk kelemahan memiliki skor 1,20. Faktor eksternal total peluang dengan skor 2,31 dan total skor ancaman sebesar 0,55. Berdasarkan diagram SWOT didapatkan strategi SO (Kekuatan - Peluang) atau strategi agresif yaitu dengan meningkatkan pembelajaran melalui penyuluhan pertanian yang ada di Kelompok Tani Sinar Berkat. Hasil Analisis QSPM maka didapatkan prioritas utama dengan nilai TAS (Total Nilai Daya Tarik) terbesar yaitu strategi “mengoptimalkan hubungan dengan kelompok tani lain dalam kegiatan usaha tani untuk meningkatkan SDM yang ada” dengan skor nilai TAS nya sebesar 6,92.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TREND PRODUKSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TANI KOMODITAS NANAS (Ananas comosus L. Merr.) DI KELURAHAN KAMPUNG SATU SKIP KECAMATAN TARAKAN TENGAH KOTA TARAKAN

2023•

Buah nanas dikenal sebagai salah satu tanaman tropis yang masuk dalam peringkat 20 besar dunia karena manfaatnya. Indonesia tercatat sebagai negara eksportir terbesar di dunia pada tahun 2022. Selain itu, penyebaran budidaya komoditas nanas dapat ditemukan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Tarakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui trend produksi buah nanas di Kecamatan Tarakan Tengah; 2) Merumuskan strategi pengembangan usaha tani komoditas nanas di Slipi Kampung Satu Skip; 3) Mengetahui prioritas strategi pengembangan usaha tani komoditas nanas di Slipi Kampung Satu Skip. Metode penelitian ini menggunakan teknik sensus dan purposive sampling untuk penentuan sampel, serta 2 orang key informan yang berasal dari penyuluh. Penelitian ini juga menggunakan tiga (3) analisis data, yaitu analisis trend dengan metode kuadrat terkecil, analisis SWOT, dan QSPM. Hasil trend menunjukkan Kecamatan Tarakan Tengah pada 10 tahun yang akan datang hasil produksinya akan meningkat sebesar 0,312 ton dengan intersept 4,356 setiap tahunnya. Hasil dari analisis lingkungan menunjukkan situasi usaha tani di Slipi Kampung Satu Skip berada pada Kuadran I, yaitu strategi progresif SO: 1) Meningkatkan produksi dengan perluasan lahan dan input produksi serta kemampuan berusaha tani guna memenuhi permintaan pasar. 2) Menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik antar petani dan pedagang setempat agar pemasaran terarah dan permintaan terpenuhi. Hasil prioritas strategi SWOT didapatkan dengan analisis QSPM: meningkatkan produksi dengan perluasan lahan dan input produksi serta kemampuan berusaha tani guna memenuhi permintaan pasar dengan nilai total daya tarik/TAS sebesar 5,34.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) KAMPUNG SALAK KELURAHAN MAMBURUNGAN, KOTA TARAKAN

2021•

KWT Kampung Salak menghadapi berbagai permasalahan agribisnis diantaranya pada subsistem hulu, subsistem hilir dan subsistem on-farm. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan agribisnis bunga telang di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan.; (2) Mengetahui alternatif strategi yang tepat dilakukan dalam pengembangan agribisnis bunga telang di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan.; (3) Mengetahui prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agribisnis bunga telang di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan. Penentuan sampel yang digunakan purposive sampling dengan menggunakan key informan yaitu pihak internal KWT diantaranya ketua, sekertaris, dan bendahara. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Metode analisis menggunakan deskriptif kualitatif, matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT, Matriks SWOT dan QSPM. Berdasarkan hasil wawancara terhadap pihak internal KWT Kampung Salak yang menjadi faktor internal kekuatan yaitu: memiliki lahan yang luas, fasilitas produksi dan operasional menunjang, harga produk bunga telang lebih murah, dan variasi yang ditawarkan, sedangkan yang menjadi kelemahan: manajeman KWT masih sederhana, pemanfaatan lahan belum optimal, penanganan hama dan penyakit kurang dan kurangnya kegiatan promosi. Faktor eksternal yang menjadi peluang yaitu: perkembangan industri obat herbal, perkembangan teknologi dan kebijakan pengembangan UMKM, ancaman: fluktuatif cuaca yang tidak dapat di prediksi dan pesaing usaha. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi KWT berada di kuadran III yang artinya keadaan usahatani bunga telang mendukung strategi trun-around.Strategi yang dapat digunakan KWT Kampung Salak yaitu strategi S-O dengan menggunakan lahan yang luas, fasilitas produksi dan operasional yang menunjang, harga produk, varian yang ditawarkan serta menggunakan perkembangan teknologi baik digunakan dalam proses produksi dan pemasaran dengan memanfaatkan sinergi kebijakan pemerintah yang mendukung perkembangan UMKM dengan konsep usaha agribisnis untuk meningkatkan kualitas produksi dengan nilai QSPM sebagai prioritas utama sebesar 6.610.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail