ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Reko Imanuel Bureni. 1640202041. 2020. “Strategi Pengembangan Usaha Sarang Burung Walet Rumahan Studi Kasus di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Usaha sarang burung walet rumahan merupakan usaha yang dikembangkan di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai. Numun belum adanya pengetahuan pengusaha sarang burung walet rumahan yang ada di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai tentang strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, Kecamatan Sembakung Atulai. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis matriks IFAS dan EFAS dan analisis SWOT. Hasil penelitian di peroleh strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, terletak pada kuadran I (Growth oriented strategy), maka alternatif strategi yang tepat digunakan adalah Strategi S-O, yaitu (1) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, harga jual sarang walet yang tinggi, dan kualitas produk sarang walet yang baik, dengan memanfaatkan pada penggolongan harga jual, permintaan pasar ekspor yang besar, festival hari-hari besar membuat meningkatnya harga sarang walet, dan kemajuan dibidang teknologi, informasi komunikasi dan transportasi yang mendukung peningkatan, promosi dan penjualan sarang walet dalam pengembangan usaha sarang burung walet, (2) Memberikan jaminan terhadap produk dalam hal bentuk dan warna sarang walet, kualitas produk sarang walet dengan khasiat sarang burung walet sebagai bahan pangan fungsional yang sangat bermanfaat bagi kesehatan sehingga menjadikan permintaan pasar ekspor yang semakin besar, (3) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, bentuk dan warna sarang walet, dan kualitas sarang walet untuk memperluas jaringan pasar sarang walet dengan melakukan promosi melalui kamajuan dibidang teknologi, informasi, komunikasi dan transportasi dalam memenuhi permintaan pasar ekspor yang besar. Adapun saran dari hasil penelitian ini adalah (1) Bagi pemerintah agar dapat memperhatikan usaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon, karena belum adanya perhatian dan kerja sama dari pemerintah dengan para pengusaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon sehingga para pengusaha terkendala dalam hal pengetahuan pengembangan sumber daya manusia dan permodalan yang minim kiranya pemerintah dapat berpartisipasi dalam hal tersebut sehingga para pengusaha sarang burung walet dapat mengembangkan usahanya, (2) Bagi pengusaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon. Dapat meningkatkan usaha sarang walet rumahan dengan memanfaatkan segala kekuatan dan peluang yang ada dalam usaha sarang burung walet dan meminimalisir kelemahan sehingga dapat mengatasi ancaman-ancaman yang ada dalam usaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal numerasi di SDN 006 Tarakan. Kemampuan berpikir kreatif dalam penelitian ini mengacu pada tiga indikator menurut Silver, yaitu kefasihan (fluency), keluwesan (flexibility), dan kebaruan (novelty). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas V. Instrumen yang digunakan berupa soal numerasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kefasihan tampak dominan ditunjukkan oleh siswa. Mereka mampu menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan serta menyelesaikan soal numerasi dengan langkah yang jelas dan runtut. Keluwesan muncul pada beberapa siswa yang dapat menggunakan lebih dari satu strategi penyelesaian soal, seperti menyamakan penyebut atau mengubah pecahan ke bentuk desimal. Sementara itu, kebaruan hanya ditemukan pada satu siswa melalui pendekatan visual dengan teknik mengarsir. Secara keseluruhan, kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal numerasi tergolong pada tingkat kreatif (TKBK 3) karena sebagian besar siswa memenuhi dua dari tiga indikator berpikir kreatif. Hasil ini menunjukkan perlunya upaya pengembangan pembelajaran numerasi yang lebih bervariasi agar dapat mendorong munculnya aspek kebaruan dalam berpikir kreatif siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus pada PT FAP AGRI, Tbk, di mana penurunan motivasi kerja di kalangan Supervisor telah teridentifikasi, berpotensi mempengaruhi keputusan mereka untuk berhenti bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi kerja dan strategi peningkatan motivasi kerja supervisor (Mandor Tanaman) di PT. FAP AGRI, Tbk Kalimantan Utara. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Waktu penelitian mulai dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2023 sampai dengan bulan Maret tahun 2024. Data dikumpulkan melalui metode sensus terhadap 109 supervisor lulusan training center (TC) yang masih bekerja di PT. FAP AGRI, Tbk. Pengumpulan data pengaruh faktor intrinsik dan ekstrinsik terhadap motivasi kerja dilakukan menggunakan kuesioner dengan Skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling – Partial Least Square (SEM–PLS), sedangkan untuk strategi peningkatan motivasi kerja supervisor menggunakan analisis SWOT dan selanjutnya akan dianalisis dengan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk menetapkan strategi alternatif yang diprioritaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor intrinsik yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja meliputi persepsi diri, harga diri, harapan pribadi dan kebutuhan pribadi. Faktor ekstrinsik yang berpengaruh meliputi jenis dan sifat pekerjaan, kelompok kerja, lingkungan kerja serta gaji. Analisis menunjukkan bahwa faktor ekstrinsik memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor intrinsik terhadap motivasi kerja supervisor. Berdasarkan Matrik IFAS dan EFAS maka peningkatan motivasi kerja Supervisor (Mandor Tanaman) berada pada tahap tumbuh dan membangun (grow and build), sehingga strategi yang tepat untuk digunakan adalah strategi yang intensif (penetrasi pasar dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke depan). Berdasarkan hasil analisis QSPM maka didapat urutan prioritas strategi peningkatan motivasi kerja Supervisor (Mandor Tanaman) PT FAP AGRI, Tbk 1. Pengembangan Program Penghargaan dan Insentif, 2. Peningkatan Komunikasi dan Manajemen Beban Kerja, 3. Peningkatan Pengawasan dan Penilaian, 4. Optimalisasi Program Pengembangan Karir dan Pelatihan, 5. Pemanfaatan Teknologi, 6. Kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan dan 7. Pemanfaatan Dukungan Pemerintah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berpikir kreatif merupakan proses berpikir dari berbagai gagasan dalam menyelesaikan suatu persoalan dan menghasilkan suatu produk dalam memecahkan masalah matematika yang memenuhi aspek kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyelesaian masalah operasi hitung pecahan pada siswa yang berpikir kreatif. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan penyelesaian masalah operasi hitung pecahan yang kemudian dikonfirmasi dengan proses wawancara. Sebanyak 25 siswa kelas V yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes kemampuan penyelesaian masalah operasi hitung pecahan, yang kemudian dipilih yang memenuhi indikator berpikir kreatif. Setelah itu peneliti memilih 3 siswa yang memenuhi indikator berpikir kreatif untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa hanya memenuhi 2 indikator yaitu kefasihan dan fleksibilitas. Pada tahap preparasi siswa dapat menuliskan informasi awal baik hal yang diketahui maupun yang ditanya pada soal dengan benar. Tetapi dalam hal menjelaskan maksud soal cenderung merasa kesulitan menyusun kata-kata. Pada tahap inkubasi siswa cenderung diam dengan memperhatikan informasi yang ada pada soal dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Pada tahap iluminasi, siswa mendapatkan ide atau strategi untuk memecahkan masalah yang dituangkan langsung pada kertas yang disediakan. Pada tahap verifikasi siswa memeriksa kembali ide yang diperolehnya atau jawaban yang sudah dituliskan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Agrowisata merupakan suatu jenis usaha berbasis agribisnis atau pertanian yang menggunakan lahan pertanian untuk dijadikan obyek wisata. Agrowisata tanaman anggur milik Bapak Maryanto telah berhasil produksi dengan jumlah 21 pohon anggur dengan 12 jenis varian buah anggur import. Kebun anggur pak Maryanto adalah satu-satunya kebun anggur yang berhasil membudidayakan jenis varian buah anggur import yang menjadi daya tarik bagi masyarakat luar untuk datang ke Desa Tana Merah sambil berwisata. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apa saja faktor internal dan eksternal Agrowisata Tanaman Anggur (Vitis Vinifera) di Desa Tana Merah. (2) mengetahui strategi pengembangan Agrowisata Tanaman Anggur (Vitis Vinifera) di Desa Tana Merah. Penelitian ini meneliti strategi pengembangan agrowisata tanaman anggur di kebun anggur milik Bapak Maryanto dengan menggunakan Analisis SWOT. Teknik penentuan sampel dengan menggunakan Key informan dan pengambilan sampel dengan teknik Snowball sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 responden. Hasil penelitian: matriks IFAS, kekuatan agrowisata tanaman anggur di Desa Tana Merah dengan jumlah skor 3,00 dan kelemahan agrowisata tanaman anggur di Desa Tana Merah dengan jumlah skor 2,00. Kekuatan yang ada dimanfaatkan untuk mengatasi kelemahannya, maka pada penelitian ini didapat skor 1,00. Matriks EFAS, peluang agrowisata tanaman anggur di Desa Tana Merah dengan jumlah skor 3,00 dan ancaman pada pengembangan agrowisata tanaman anggur di Desa Tana Merah dengan jumlah skor 2,00. Dalam hal ini jika peluang yang ada dimanfaatkan untuk mengatasi ancamannya, maka pada penelitian ini didapat skor 1,00. posisi X dan Y berada di kuandrat I sehingga rekomendasikan strategi yang dapat diberikan adalah strategi agresif. Strategi yang dapat diberikan adalah strategi agresif yaitu strategi S-O yang yang mengunakan kekuatan internal objek kajian untuk memanfaatkan potensi sumberdaya alam dan peluang eksternal yaitu dengan mengoptimalkan pemasaran dan promosi hasil produksi anggur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN CABAI DI KOTA TARAKAN ( STUDI KASUS KELOMPOK TANI HARAPAN SEJAHTERA KAMPUNG ENAM ) ABSTRAK Peningkatan produksi melalui strategi sangat berperan penting untuk mencapai target hasil produksi yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui peningkatkan produksi tanaman cabai di Kelompok Tani Harapan Sejahtera. (2) Untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam peningkatan produksi tanaman cabai di Kelompok Tani Harapan Sejahtera. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling, pengambialan sampel yaitu kepada seluruh anggota Kelompok Tani Harapan Sejahtera yang berusahatani tanaman cabai. Jenis sumber data yaitu Data Primer dan Data Sekunder. Analisis data yaitu dengan menggunakan teknik analisis Deskriktif, Matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT dan Analisis SWOT. (1) Hasil wawancara dengan Ketua Kelompok Tani Harapan Sejahtera Bapak Jabir mengatakan pada tahun 2022 bahwa hasil panen cabai aggota kelompoknya mulai meningkat dengan adanya bantunan dari pemerintah untuk Kelompok Tani Harapan Sejahtera berupa handspayer, mulsa, cangkul, handtractor, pupuk, bibit, dan obat-obatan hama dan penyakit tanaman cabai. (2) hasil data yang diperoleh dari Kelompok Tani Harapan Sejahtera pada hasil Analisis Diagram SWOT berada pada titik Kuadran I dengan nilai EFAS 2,1 dan nilai IFAS 1,9 yang artinya Kelompok Tani Harapan Sejahtera mendukung strategi agresif . Strategi yang dapat digunakan Kelompok Tani Harapan Sejahtera dalam peningkatan produksi tanaman cabai, yaitu strategi SO,1) Menjaga agar produksi meningkat dengan tenaga yang baik dengan ketersedian yang cukup, Menggunakan bibit yang unggul akan menghasilkan produksi yang meningkat., dengan tenaga yang cukup guna memaksimalkan produksi untuk olahan cabai, dengan dukungan pemerintah untuk memaksimalkan kebutuhan cabai di pasa, memanfaatkan adanya alsintan dapat memudahkan pengolahan lahan dengan cepat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Tahu Di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi untuk menjawab permasalahan: (1) Bagaimana karakteristik pengusaha tahu dan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan (2) Apa saja faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal dalam pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan (3) Bagaimana strategi pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentifikasi karakteristik pengusaha tahu dan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal dalam pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan. (3) Untuk merumuskan strategi pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan Sampel Jenuh (teknik sensus) dengan 10 pengusaha industri tahu. Metode analisis menggunakan kualitatif deskriptif, Matriks IFAS dan EFAS, Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal kekuatan sesuai dengan urutan skor tertinggi hingga terendah yaitu; lahan produksi luas, kualitas bahan baku sangat baik, pengalaman usaha dalam usaha tahu, kualitas produk tahu baik, tahu yang dihasilkan bebas bahan kimia. Faktor eskternal peluang sesuai dengan urutan skor tertinggi hingga terendah yaitu; harga tahu terjangkau, kesadaran masyarakat mengonsumsi tahu tinggi, produk tahu bisa dikreasikan dalam berbagai produk, pangsa pasar luas. Strategi pengembangan usaha tahu di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan adalah Strategi Agresif (strategi menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang) yang terdiri dari: (1) Memanfaatkan lahan tempat produksi yang cukup luas untuk melakukan penyimpanan bahan baku kedelai ditengah tidak stabilnya atau mahalnya harga bahan baku dan mempertahankan kualitas bahan baku guna meningkatkan keunggulan produk dan meciptakan kualitas tahu yang baik serta mempertahankan harga tahu yang terjangkau (2) Memanfaatkan bahan baku yang bisa dikreasikan dalam berbagai produk dengan memanfaatkan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi tahu yang tinggi (3) Memanfaatkan pengalaman dalam usaha guna mempertahankan kualitas tahu dan kembangkan produk dengan memperluas kerja sama dengan berbagai pihak mitra usaha dan memanfaatkan pasar tahu yang luas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengembangan usaha pada suatu industri sangatlah diharuskan apabila ingin berkembang menjadi lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentisifasi karakterisik usaha tahu dan tempe di UMKM Andi Mappatoba. (2) Untuk mengidentisifasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi strategi pengembangan usaha tahu dan tempe di UMKM Andi Mappatoba. (3) Untuk merumuskan strategi pengembangan usaha tahu dan tempe di UMKM Andi Mappatoba. Metode penelitian menggunakan purposive sampling dengan key informen pihak internal yaitu pemilik usaha dan karyawan serta pihak eksternal yaitu 5 orang konsumen. Metode analisis menggunakan kualitatif deskiptif, Matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan (1) Usaha tahu dan tempe sudah berjalan selama 4 tahun, dalam setahun usaha ini memperoleh pendapatan ± Rp. 800.000.000. (2) Hasil wawancara terhadap pihak internal UMKM Andi Mappatoba yang menjadi faktor internal kekuatan yaitu : Memiliki lahan yang luas, penggunaan teknologi dalam produksi, mempunyai tempat pembuangan limbah, produk merupakan makanan favorit semua kalangan dan harga produk lebih murah, sedangkan faktor eksternal peluang yaitu : Permintaan tahu dan tempe, pusat perdagangan masih banyak, jarak antara UMKM dekat dengan pasar, dukungan pemerintah terhadap UMKM dan bahan baku kedelai bisa dikreasikan dalam berbagai produk. (3) Strategi yang dapat digunakan UMKM Andi Mappatoba yaitu strategi SO dengan menambah jumlah produksi, meningkatkan kualitas produk menjadi lebih baik, melakukan penjualan dibeberapa lokasi pasar serta memanfaatkan bantuan dari pihak pemerintah untuk mengusulkan atau meminta sosialisasi tentang produk-produk olahan kedelai.