Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Ekstrinsik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 015 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor intrinsik dan ekstrinsik yang memengaruhi motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 015 Tarakan dengan subjek penelitian siswa kelas V-B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi mengenai motivasi belajar siswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. 1). Faktor intrinsik meliputi aktivitas belajar yang tinggi, ketekunan dalam mengerjakan tugas, dan keuletan dalam menghadapi kesulitan. Sebagian besar siswa telah menunjukkan aktivitas belajar yang cukup baik, seperti memperhatikan penjelasan guru, mengikuti kegiatan pembelajaran, mengerjakan tugas, serta berusaha menyelesaikan kesulitan secara mandiri. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang kurang berkonsentrasi, kurang percaya diri dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan, serta masih memerlukan bimbingan dalam menyelesaikan tugas. 2). Faktor ekstrinsik meliputi adanya informasi dari guru, pemberian motivasi dari guru, dan penguatan. Informasi dan arahan yang diberikan guru membantu siswa mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkan pemberian motivasi dan penguatan berupa pujian, penghargaan, serta kata-kata positif dapat meningkatkan semangat, kepercayaan diri, dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, beberapa siswa masih memerlukan motivasi dan penguatan secara berkelanjutan agar motivasi belajar tetap terjaga. Dengan demikian, faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik sama-sama berperan dalam membentuk motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH FATOR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI KERJA SUPERVISOR (MANDOR TANAMAN) DI PT FAP AGRI, Tbk KABUPATEN NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada PT FAP AGRI, Tbk, di mana penurunan motivasi kerja di kalangan Supervisor telah teridentifikasi, berpotensi mempengaruhi keputusan mereka untuk berhenti bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi kerja dan strategi peningkatan motivasi kerja supervisor (Mandor Tanaman) di PT. FAP AGRI, Tbk Kalimantan Utara. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Waktu penelitian mulai dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2023 sampai dengan bulan Maret tahun 2024. Data dikumpulkan melalui metode sensus terhadap 109 supervisor lulusan training center (TC) yang masih bekerja di PT. FAP AGRI, Tbk. Pengumpulan data pengaruh faktor intrinsik dan ekstrinsik terhadap motivasi kerja dilakukan menggunakan kuesioner dengan Skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling – Partial Least Square (SEM–PLS), sedangkan untuk strategi peningkatan motivasi kerja supervisor menggunakan analisis SWOT dan selanjutnya akan dianalisis dengan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk menetapkan strategi alternatif yang diprioritaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor intrinsik yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja meliputi persepsi diri, harga diri, harapan pribadi dan kebutuhan pribadi. Faktor ekstrinsik yang berpengaruh meliputi jenis dan sifat pekerjaan, kelompok kerja, lingkungan kerja serta gaji. Analisis menunjukkan bahwa faktor ekstrinsik memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor intrinsik terhadap motivasi kerja supervisor. Berdasarkan Matrik IFAS dan EFAS maka peningkatan motivasi kerja Supervisor (Mandor Tanaman) berada pada tahap tumbuh dan membangun (grow and build), sehingga strategi yang tepat untuk digunakan adalah strategi yang intensif (penetrasi pasar dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke depan). Berdasarkan hasil analisis QSPM maka didapat urutan prioritas strategi peningkatan motivasi kerja Supervisor (Mandor Tanaman) PT FAP AGRI, Tbk 1. Pengembangan Program Penghargaan dan Insentif, 2. Peningkatan Komunikasi dan Manajemen Beban Kerja, 3. Peningkatan Pengawasan dan Penilaian, 4. Optimalisasi Program Pengembangan Karir dan Pelatihan, 5. Pemanfaatan Teknologi, 6. Kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan dan 7. Pemanfaatan Dukungan Pemerintah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Peran Motivasi Ekstrinsik Pada Siswa Kelas IV-A SDN 015 Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada peran motivasi ekstrinsik terhadap minat dan semangat belajar pada siswa kelas IV-A SDN 015 Tarakan penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian yaitu SDN 015 Tarakan informan dalam penelitian ini adalah siswa, guru kelas dan kepala sekolah SDN 015 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memberikan motivasi belajar kepada siswa dengan tujuan siswa mengikuti proses pembelajaran tanpa rasa bosan dan memiliki semangat serta minat yang tinggi dalam belajar. Kepala sekolah juga mendukung adanya pemberian motivasi yang diberikan oleh guru untuk siswa yang berguna agar siswa menjadi lulusan yang terbaik di sekolah dasar tersebut. Adapun dari siswa kelas IV-A SD 015 Tarakan sangat menyukai adanya pemberian motivasi yang diberikan oleh guru melalui 1. pemberian penghargaan dalam belajar, 2. pemberian kegiatan yang menarik dalam belajar, 3. pemberian dorongan dan kebutuhan dalam belajar dan 4. pemberian lingkungan belajar yang kondusif. Kegiatan pemberian motivasi ini mampu menumbuhkan minat dan semangat belajar siswa karena siswa merasa diperhatikan dan dipedulikan oleh guru sehingga siswa akan memiliki minat yang tinggi dalam belajar serta mampu mencapai tujuan yang diinginkan yaitu mendapatkan nilai di atas rata-rata.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail