Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

29 hasil
Subjek: SEM-PLS
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh work life balance dan flexible work arrangement terhadap kinerja pegawai non ASN dengan motivasi sebagai variabel mediasi pada dinas lingkungan hidup kota tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work life balance dan flexible work arrangement terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada pegawai lapangan non-ASN di Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 200 orang. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexible work arrangement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan motivasi kerja. Work life balance juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap motivasi kerja. Namun demikian, motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, hasil pengujian efek tidak langsung menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi hubungan antara flexible work arrangement maupun work life balance terhadap kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN (PLP) DAN SOFT SKILLS DENGAN PERSEPSI KESIAPAN MENJADI GURU PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi mahasiswa mengenai Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan soft skills dengan persepsi kesiapan menjadi guru pada mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri pada mahasiswa Pendidikan Biologi serta tantangan geografis di wilayah dekat perbatasan yang menuntut kesiapan mental yang kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif jenis ex post facto dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden yang diambil melalui teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, persepsi PLP dan soft skills berhubungan signifikan terhadap kesiapan menjadi guru dengan kontribusi sebesar 80,1% (R-square 0,801). Secara parsial, soft skills memiliki hubungan positif yang sangat signifikan (p = 0,000), sedangkan persepsi mengenai PLP tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p = 0,381). Hal ini mengindikasikan bahwa kesiapan mahasiswa lebih ditentukan oleh kematangan kualitas personal (soft skills) dibandingkan pengalaman lapangan yang masih bersifat administratif. Penelitian ini merekomendasikan peneliti selanjutnya untuk memperluas jumlah sampel, menggunakan instrumen dengan pernyataan negatif untuk menghindari bias, serta mempertimbangkan analisis Rasch Model untuk memperoleh akurasi pengukuran yang lebih presisi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PENGAWASAN INTERNAL DALAM MEMODERASI PENGARUH KUALITAS APARATUR DAERAH DAN KEPATUHAN REGULASI TERHADAP PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas aparatur daerah dan kepatuhan regulasi terhadap pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) dengan pengawasan internal sebagai variabel moderasi di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan. Pengelolaan aset yang akuntabel dan transparan merupakan instrumen krusial bagi pemerintah daerah dalam mempertahankan opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Explanatory Research. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 149 responden yang terdiri dari Pejabat Penatausahaan Barang, Pengurus Barang, dan staf pengelola aset di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tarakan. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kualitas aparatur tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan BMD, mengindikasikan bahwa kompetensi individu memerlukan dukungan sistem kerja yang kuat. Sebaliknya, kepatuhan regulasi dan pengawasan internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan BMD, di mana pengawasan internal ditemukan sebagai faktor determinan yang paling dominan dalam model. Pengujian efek moderasi membuktikan bahwa pengawasan internal berperan sebagai katalisator yang memperkuat pengaruh kualitas aparatur terhadap kualitas pengelolaan aset. Namun, pengawasan internal ditemukan memitigasi pengaruh kepatuhan regulasi terhadap pengelolaan BMD (efek substitusi), yang menunjukkan bahwa kontrol sistemik yang ketat cenderung mengambil alih peran kepatuhan normatif aparatur secara mandiri. Nilai R-Square sebesar 0,917 menunjukkan bahwa model ini mampu menjelaskan 91,7% variasi pengelolaan BMD. Implikasi penelitian ini menekankan urgensi peningkatan kapabilitas APIP dan integrasi fungsi pengawasan untuk mengoptimalisasi potensi aparatur dalam menjaga akuntabilitas aset daerah secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KUNJUNGAN DAN KEPUASAN PASIEN: PERAN MEDIASI KEPERCAYAAN PASIEN DI UPTD. PUSKESMAS TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kunjungan dan kepuasan pasien, dengan kepercayaan pasien sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan variabel pada UPTD Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada pasien Puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui prosedur bootstrapping untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kunjungan pasien dan kepuasan pasien. Selain itu, kualitas pelayanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan pasien. Kepercayaan pasien terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kunjungan dan kepuasan pasien. Pada pengujian mediasi, kepercayaan pasien terbukti mampu memediasi secara signifikan pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kunjungan pasien dan kepuasan pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan, Perlu diarahkan pada pembentukan kepercayaan pasien sebagai faktor kunci untuk meningkatkan tingkat kunjungan dan kepuasan pasien secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengelola Puskesmas untuk memperkuat mutu pelayanan, komunikasi interpersonal, serta kenyamanan layanan guna membangun kepercayaan dan meningkatkan kepuasan pasien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP KINERJA ANGGOTA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA DI KABUPATEN BULUNGAN PERAN MODERASI DUKUNGAN ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai dalam tata kelola desa di Kabupaten Bulungan, dengan dukungan organisasi dan lingkungan kerja sebagai variabel moderating. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan langsung dan moderasi di antara variabel-variabel ini. Pendekatan kuantitatif diterapkan pada data survei dari 196 anggota Badan Permusyawaratan Desa, dan data dianalisis menggunakan SmartPLS dengan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, dukungan organisasi, dan lingkungan kerja berdampak positif pada kinerja. Dukungan organisasi secara signifikan memoderasi hubungan secara negatif, sementara moderasi lingkungan kerja tidak signifikan. Temuan tersebut menyiratkan bahwa peningkatan kinerja tata kelola desa membutuhkan penguatan kompetensi individu dan sistem dukungan kelembagaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MANAJEMEN PENGETAHUAN, DUKUNGAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA OPERATOR KEPEGAWAIAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai, serta menganalisis peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau dengan responden yang terdiri dari operator kepegawaian pada berbagai organisasi perangkat daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai. Selain itu, manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini juga menemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa kepuasan kerja berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh faktor organisasi secara langsung, tetapi juga melalui peningkatan kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia sektor publik, khususnya terkait pentingnya pengelolaan pengetahuan organisasi serta dukungan pimpinan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi perlu memperkuat praktik manajemen pengetahuan serta meningkatkan kualitas dukungan manajerial untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan mendorong peningkatan kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA TOKO ENIQ COSMETIC DI KABUPATEN MALINAU.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kepercayaan terhadap loyalitas pelanggan dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi pada Toko Eniq Cosmetic Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Toko Eniq Cosmetic, dengan jumlah sampel sebanyak 140 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS 3.2.9. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa mutu layanan dan kepercayaan memberikan dampak positif yang nyata terhadap kepuasan konsumen. Di samping itu, ketiga variabel yakni mutu layanan, kepercayaan, dan kepuasan konsumen secara konsisten berpengaruh signifikan terhadap kesetiaan pelanggan. Kepuasan konsumen terbukti berfungsi sebagai mediasi parsial antara mutu layanan dan kepercayaan dengan kesetiaan pelanggan. Nilai koefisien R Square mengindikasikan bahwa model yang dibangun mampu menjelaskan variasi kepuasan maupun kesetiaan pelanggan secara memadai. Secara praktis, hasil penelitian ini menegaskan bahwa upaya peningkatan mutu layanan dan penguatan kepercayaan konsumen menjadi prioritas strategis dalam rangka mendorong kepuasan dan kesetiaan jangka panjang. Implikasi manajerial dari studi ini mengarahkan perusahaan untuk secara konsisten meningkatkan standar layanan, membangun fondasi kepercayaan yang kuat, serta merancang pengalaman berbelanja yang bernilai positif guna mempertahankan basis pelanggan yang setia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA TOKO ENIQ COSMETIC DI KABUPATEN MALINAU.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kepercayaan terhadap loyalitas pelanggan dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi pada Toko Eniq Cosmetic Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Toko Eniq Cosmetic, dengan jumlah sampel sebanyak 140 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS 3.2.9. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa mutu layanan dan kepercayaan memberikan dampak positif yang nyata terhadap kepuasan konsumen. Di samping itu, ketiga variabel yakni mutu layanan, kepercayaan, dan kepuasan konsumen secara konsisten berpengaruh signifikan terhadap kesetiaan pelanggan. Kepuasan konsumen terbukti berfungsi sebagai mediasi parsial antara mutu layanan dan kepercayaan dengan kesetiaan pelanggan. Nilai koefisien R Square mengindikasikan bahwa model yang dibangun mampu menjelaskan variasi kepuasan maupun kesetiaan pelanggan secara memadai. Secara praktis, hasil penelitian ini menegaskan bahwa upaya peningkatan mutu layanan dan penguatan kepercayaan konsumen menjadi prioritas strategis dalam rangka mendorong kepuasan dan kesetiaan jangka panjang. Implikasi manajerial dari studi ini mengarahkan perusahaan untuk secara konsisten meningkatkan standar layanan, membangun fondasi kepercayaan yang kuat, serta merancang pengalaman berbelanja yang bernilai positif guna mempertahankan basis pelanggan yang setia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MANAJEMEN PENGETAHUAN, DUKUNGAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA OPERATOR KEPEGAWAIAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai, serta menganalisis peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau dengan responden yang terdiri dari operator kepegawaian pada berbagai organisasi perangkat daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai. Selain itu, manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini juga menemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa kepuasan kerja berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh faktor organisasi secara langsung, tetapi juga melalui peningkatan kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia sektor publik, khususnya terkait pentingnya pengelolaan pengetahuan organisasi serta dukungan pimpinan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi perlu memperkuat praktik manajemen pengetahuan serta meningkatkan kualitas dukungan manajerial untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan mendorong peningkatan kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TANDA TANGAN ELEKTRONIK (TTE) DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA DIMEDIASI MOTIVASI KERJA PEGAWAI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan Komitmen Pegawai terhadap Kinerja Pegawai yang dimediasi oleh Motivasi Kerja pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malinau. Penelitian ini didasarkan pada Teori Hierarki Kebutuhan Maslow (1943) dan Teori Komitmen Organisasional Meyer dan Allen (1991) sebagai landasan teoretis dalam menjelaskan peran motivasi kerja dan komitmen pegawai terhadap pencapaian kinerja di sektor publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 60 pegawai yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pegawai yang telah menggunakan atau memahami penerapan TTE dalam proses pelayanan administrasi kependudukan. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi PLS SEM 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TTE dan Komitmen Pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai dan Motivasi Kerja. Selain itu, Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Hasil pengujian juga membuktikan bahwa Motivasi Kerja memediasi secara signifikan hubungan antara TTE dan Kinerja Pegawai, serta antara Komitmen Pegawai dan Kinerja Pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan teknologi digital yang didukung oleh komitmen pegawai dan motivasi kerja yang tinggi mampu meningkatkan kinerja pegawai secara optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow dan Teori Komitmen Organisasional, serta memberikan implikasi praktis bagi instansi pemerintah dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui digitalisasi dan pengelolaan sumber daya manusia yang efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

"PENGARUH PERSEPSI HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN YANG DI MEDIASI KEPUASAN KONSUMEN KAFE DI KABUPATEN MALINAU"

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menganalisis hubungan antara persepsi harga, kualitas produk, kepuasan konsumen, dan keputusan pembelian pada industri kafe di Kabupaten Malinau dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari 160 responden yang memiliki pengalaman membeli di kafe lokal, kemudian dianalisis menggunakan metode SEM-PLS untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan kepuasan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, persepsi harga tidak memiliki pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian, tetapi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen lebih mempertimbangkan nilai dan keadilan harga dibandingkan harga sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan. Selain itu, kepuasan konsumen terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang menghubungkan persepsi harga dan kualitas produk dengan keputusan pembelian. Kualitas produk yang meliputi rasa, konsistensi, kebersihan, dan presentasi menjadi faktor penting dalam membentuk kepuasan konsumen. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya kepuasan konsumen sebagai faktor kunci dalam mendorong keputusan pembelian serta memberikan implikasi strategis bagi pelaku usaha kafe.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TANDA TANGAN ELEKTRONIK (TTE) DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA DIMEDIASI MOTIVASI KERJA PEGAWAI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan Komitmen Pegawai terhadap Kinerja Pegawai yang dimediasi oleh Motivasi Kerja pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malinau. Penelitian ini didasarkan pada Teori Hierarki Kebutuhan Maslow (1943) dan Teori Komitmen Organisasional Meyer dan Allen (1991) sebagai landasan teoretis dalam menjelaskan peran motivasi kerja dan komitmen pegawai terhadap pencapaian kinerja di sektor publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 60 pegawai yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pegawai yang telah menggunakan atau memahami penerapan TTE dalam proses pelayanan administrasi kependudukan. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi PLS SEM 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TTE dan Komitmen Pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai dan Motivasi Kerja. Selain itu, Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Hasil pengujian juga membuktikan bahwa Motivasi Kerja memediasi secara signifikan hubungan antara TTE dan Kinerja Pegawai, serta antara Komitmen Pegawai dan Kinerja Pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan teknologi digital yang didukung oleh komitmen pegawai dan motivasi kerja yang tinggi mampu meningkatkan kinerja pegawai secara optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow dan Teori Komitmen Organisasional, serta memberikan implikasi praktis bagi instansi pemerintah dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui digitalisasi dan pengelolaan sumber daya manusia yang efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

"PENGARUH PERSEPSI HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN YANG DI MEDIASI KEPUASAN KONSUMEN KAFE DI KABUPATEN MALINAU"

2026•

Penelitian ini menganalisis hubungan antara persepsi harga, kualitas produk, kepuasan konsumen, dan keputusan pembelian pada industri kafe di Kabupaten Malinau dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari 160 responden yang memiliki pengalaman membeli di kafe lokal, kemudian dianalisis menggunakan metode SEM-PLS untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan kepuasan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sebaliknya, persepsi harga tidak memiliki pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian, tetapi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen lebih mempertimbangkan nilai dan keadilan harga dibandingkan harga sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan. Selain itu, kepuasan konsumen terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang menghubungkan persepsi harga dan kualitas produk dengan keputusan pembelian. Kualitas produk yang meliputi rasa, konsistensi, kebersihan, dan presentasi menjadi faktor penting dalam membentuk kepuasan konsumen. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya kepuasan konsumen sebagai faktor kunci dalam mendorong keputusan pembelian serta memberikan implikasi strategis bagi pelaku usaha kafe.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA DENGAN KOMITMEN SEBAGAI VARIABLE MEDIASINYA PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN MALINAU

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan pelatihan terhadap kinerja karyawan, dengan komitmen organisasi berfungsi sebagai variabel mediasi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malinau. Latar belakang penelitian didasarkan pada berbagai isu yang berkaitan dengan kinerja karyawan, antara lain keterbatasan kompetensi teknis, efektivitas pelatihan yang tidak optimal, dan variasi tingkat komitmen karyawan dalam melaksanakan tugas pelayanan publik. Teori Resource-Based View (RBV) digunakan untuk menjelaskan bagaimana kompetensi dan pelatihan berkontribusi pada peningkatan kemampuan organisasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif menggunakan analisis jalur untuk memeriksa hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Temuan ini menyoroti bahwa peningkatan kinerja tidak hanya bergantung pada keterampilan dan pengetahuan teknis karyawan, tetapi juga pada tingkat keterikatan psikologis mereka dengan organisasi. Selain berkontribusi secara teoritis di bidang manajemen sumber daya manusia, penelitian ini memberikan rekomendasi praktis, antara lain pengembangan program pelatihan berbasis kebutuhan, penguatan budaya organisasi, dan penerapan kebijakan pengembangan kompetensi berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kinerja pegawai di lingkungan lembaga pemerintah daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA DENGAN KOMITMEN SEBAGAI VARIABLE MEDIASINYA PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN MALINAU

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan pelatihan terhadap kinerja karyawan, dengan komitmen organisasi berfungsi sebagai variabel mediasi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malinau. Latar belakang penelitian didasarkan pada berbagai isu yang berkaitan dengan kinerja karyawan, antara lain keterbatasan kompetensi teknis, efektivitas pelatihan yang tidak optimal, dan variasi tingkat komitmen karyawan dalam melaksanakan tugas pelayanan publik. Teori Resource-Based View (RBV) digunakan untuk menjelaskan bagaimana kompetensi dan pelatihan berkontribusi pada peningkatan kemampuan organisasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif menggunakan analisis jalur untuk memeriksa hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Temuan ini menyoroti bahwa peningkatan kinerja tidak hanya bergantung pada keterampilan dan pengetahuan teknis karyawan, tetapi juga pada tingkat keterikatan psikologis mereka dengan organisasi. Selain berkontribusi secara teoritis di bidang manajemen sumber daya manusia, penelitian ini memberikan rekomendasi praktis, antara lain pengembangan program pelatihan berbasis kebutuhan, penguatan budaya organisasi, dan penerapan kebijakan pengembangan kompetensi berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kinerja pegawai di lingkungan lembaga pemerintah daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BEBAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA ASN MELALUI DISIPLIN KERJA PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh beban kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan disiplin kerja sebagai variabel mediasi pada Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian mencakup seluruh ASN di Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan yang berjumlah 115 orang, dengan sampel sebanyak 92 responden yang diambil menggunakan teknik probability sampling berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Beban kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja ASN; (2) Motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja ASN; (3) Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja; (4) Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja; (5) Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN; (6) Disiplin kerja secara signifikan memediasi pengaruh beban kerja terhadap kinerja ASN; dan (7) Disiplin kerja secara signifikan memediasi pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja ASN. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa disiplin kerja merupakan variabel kunci yang mampu menjembatani beban kerja dan motivasi untuk menghasilkan kinerja optimal. Pimpinan disarankan untuk memperkuat sistem pengawasan waktu dan memberikan apresiasi yang transparan guna menjaga konsistensi disiplin pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Perilaku Kerja Terhadap Kompetensi dan Dampaknya Pada Kinerja Karyawan (Studi kasus PT. Krist Inti Perkasa Kota Tarakan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kinerja karyawan pada sektor jasa konstruksi menghadapi tantangan peningkatan produktivitas dan profesionalisme di tengah dinamika perilaku kerja dan kesenjangan kompetensi tenaga kerja. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan faktor perilaku dan kapabilitas individu sebagai determinan utama kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku kerja terhadap kinerja karyawan, menguji pengaruh perilaku kerja terhadap kompetensi, serta mengkaji peran kompetensi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara perilaku kerja dan kinerja karyawan pada PT. Krist Inti Perkasa Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 91 karyawan yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi dan kinerja karyawan. Kompetensi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja serta berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara perilaku kerja dan kinerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan perilaku kerja yang disertai pengembangan kompetensi secara sistematis merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan pada perusahaan jasa konstruksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Perilaku Kerja Terhadap Kompetensi dan Dampknya Pada Kinerja Karyawan (Studi kasus PT. Krist Inti Perkasa Kota Tarakan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kinerja karyawan pada sektor jasa konstruksi menghadapi tantangan peningkatan produktivitas dan profesionalisme di tengah dinamika perilaku kerja dan kesenjangan kompetensi tenaga kerja. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan faktor perilaku dan kapabilitas individu sebagai determinan utama kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku kerja terhadap kinerja karyawan, menguji pengaruh perilaku kerja terhadap kompetensi, serta mengkaji peran kompetensi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara perilaku kerja dan kinerja karyawan pada PT. Krist Inti Perkasa Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 91 karyawan yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi dan kinerja karyawan. Kompetensi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja serta berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara perilaku kerja dan kinerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan perilaku kerja yang disertai pengembangan kompetensi secara sistematis merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan pada perusahaan jasa konstruksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh beban kerja dan work life balance terhadap kinerja pegawai imigrasi kelas II TPI Tarakan

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan work life balance terhadap kinerja pegawai pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh pegawai yang berjumlah 75 orang menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian diukur dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Pengujian meliputi evaluasi outer model (validitas dan reliabilitas) serta inner model (R², Q², f², dan uji hipotesis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β = 0,680; p 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa beban kerja yang terstruktur dan masih dalam batas kapasitas pegawai mampu meningkatkan fokus, tanggung jawab, serta produktivitas kerja. Sebaliknya, *work life balance* berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja (β = -0,188; p 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan orientasi pada kehidupan pribadi dalam konteks tertentu dapat mengurangi intensitas dan fokus terhadap pekerjaan. Nilai R² sebesar 0,609 menunjukkan bahwa 60,9% variasi kinerja dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja yang proporsional serta kebijakan keseimbangan kerja yang terintegrasi agar kinerja tetap optimal tanpa mengabaikan kesejahteraan pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail