Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

60 hasil
Subjek: Pelatihan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI SANKSI PELATIHAN KERJA SEBAGAI PENGGANTI PIDANA DENDA BAGI ANAK BINAAN DI BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hukum serta penerapan sanksi pelatihan kerja sebagai pengganti denda pidana bagi anak binaan dalam sistem pidana pidana anak, khususnya di Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang mengatur bahwa pidana denda yang dijatuhkan kepada anak dapat diganti dengan pelatihan kerja. Meskipun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala karena belum adanya pengaturan teknis yang secara rinci mengatur tata cara pelaksanaan, mekanisme pengawasan, serta bentuk pelatihan kerja yang harus diberikan kepada anak binaan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan peraturan-undangan dan pendekatan lapangan melalui wawancara serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif pengaturan sanksi pelatihan kerja sebagai pengganti denda pidana telah diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, namun belum didukung oleh peraturan pelaksana yang lebih komprehensif. Dalam implementasinya di Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan, pelatihan kerja dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai pihak dan diwujudkan dalam kegiatan pertanian, perikanan, sablon, pengelasan, barista, serta keterampilan produktif lainnya yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kemandirian anak binaan. Namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya tenaga pembimbing, minimnya anggaran, serta rendahnya tingkat kehadiran anak binaan yang dipengaruhi faktor sosial dan ekonomi. Oleh karena itu diperlukan regulasi yang lebih jelas, dukungan sumber daya yang memadai, serta sinergi antarlembaga agar sanksi pelaksanaan pelatihan kerja dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung pelatihan dan reintegrasi sosial anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pelatihan Berbasis AI Terhadap Kepuasan Kerja Yang di Mediasi Oleh Motivasi Pada Guru di SMK Negeri 2 Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pelatihan Berbasis Artificial Intelligence (AI) terhadap Kepuasan Kerja yang di mediasi oleh Motivasi pada Guru di SMK Negeri 2 Kota Tarakan. SMK Negeri 2 Kota Tarakan merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan unggulan di Kota Tarakan yang berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi berbasis teknologi dan industri, serta memiliki beberapa program keahlian seperti Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan sampel sebanyak 98 guru. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berbasis AI berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan kerja dan motivasi kerja. Motivasi kerja juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dan tidak mampu memediasi hubungan tersebut. Nilai R² yang rendah menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian Pelatihan Berbasis AI dalam konteks pendidikan vokasi dengan hasil yang menunjukkan bahwa teknologi tidak secara langsung meningkatkan Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja tanpa dukungan organisasi dan kesiapan individu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELATIHAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN YANG DIMEDIASI OLEH KEPUASAN KERJA STUDI PADA LEMBAGA LPPTKA DI KOTA TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh kepuasan kerja pada Lembaga LPPTKA di Kota Tarakan. Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari pentingnya peningkatan kinerja karyawan melalui pengelolaan sumber daya manusia yang efektif, khususnya melalui program pelatihan dan pemberian kompensasi yang tepat.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan LPPTKA di Kota Tarakan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik sampling tertentu sesuai dengan karakteristik populasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi dan uji mediasi untuk mengetahui hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, begitu pula kompensasi yang juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, kepuasan kerja terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara pelatihan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. Artinya, semakin baik pelatihan dan kompensasi yang diberikan, maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja karyawan.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi lembaga dalam meningkatkan kinerja karyawan melalui pengembangan program pelatihan yang efektif serta sistem kompensasi yang adil dan memadai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN TRUST SEBAGAI MEDIASI DALAM PENGARUH KNOWLEDGE SHARING DAN ABSORTIVE CAPACITY TERHADAP INNOVATION CAPABILITY PEGAWAI (STUDI PADA ALUMNI PELATIHAN KEPEMIMPINAN PEGAWAI PROVINSI KALIMANTAN UTARA TAHUN 2024)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Riset ini dikonstruksikan bermaksud memverifikasi serta menelaah kontribusi Trust sebagai variabel perantara pada keterkaitan antara knowledge sharing dan absorptive capacity terhadap Innovation Capability pegawai yang berstatus lulusan Diklat Kepemimpinan Provinsi Kalimantan Utara era 2024. Studi ini mengaplikasikan metode kuantitatif melalui rancangan riset kausalitas (explanatory research) yang bermaksud mendeskripsikan interaksi kausalitas antar seluruh variabel yang diobservasi. Ekstraksi data dilaksanakan lewat sirkulasi instrumen survei kepada subjek penelitian. Lingkup populasi pada riset ini mencakup keseluruhan lulusan Diklat Kepemimpinan selama rentang waktu 2024. Prosedur penentuan sampel ditempuh dengan menyalurkan daftar pertanyaan kepada populasi dimaksud, sehingga didapatkan total 88 partisipan yang menyerahkan umpan balik. Evaluasi data pada studi ini menerapkan teknik Analisis Jalur (Path Analysis) yang dioperasikan via aplikasi SPSS, guna memfasilitasi pemeriksaan dampak langsung ataupun sirkuit tersembunyi antarseluruh variabel. Temuan riset memaparkan bahwa variabel knowledge sharing mempunyai dampak searah serta meyakinkan terhadap innovation capability. Di samping itu, absorptive capacity turut terkonfirmasi menyumbangkan efek nyata terhadap innovation capability, selaras dengan variabel Trust yang mengekspresikan impak substansial terhadap Innovation Capability pegawai. Seterusnya, hasil verifikasi fungsi perantara memperlihatkan bahwa Trust secara faktual teruji sanggup menjembatani korelasi antara knowledge sharing dan innovation capability. Tidak sebatas itu, Trust pun berfungsi selaku mediator yang krusial dalam keterhubungan antara absorptive capacity dan innovation capability. Hasil ini memberikan gambaran bahwa derajat keyakinan yang terbentuk di antara pegawai memiliki kontribusi penting dalam memperkuat pemanfaatan pengetahuan serta kemampuan menyerap pengetahuan baru guna meningkatkan kemampuan berinovasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN, PELATIHAN DAN KOMPETENSI TERHADAP PENINGKATAN KINERJA ASN DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BULUNGAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan, pelatihan dan kompetensi terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN dengan nilai signifikansi sebesar 0,844, pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN, kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN serta merupakan variable yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja ASN dan secara simultan pendidikan, pelatihan dan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh variable penelitian memiliki nilai Cronbach’s Alpa diatas 0,60, sehingga seluruh instrument dinyatakan reliabel. Berdasarkan temuan tersebut, penelian menyimpulkan bahwa upaya peningkatan kinerja ASN tidak hanya ditentukan oleh tingkat pendidikan formal semata, tetapi lebih dipengaruhi oleh efektivitas pelatihan yang berkelanjutan serta penguatan kompetensi yang sesuai dengan tugas dan fungsi jabatan. Oleh karena itu,disarankan agar instansi terkait lebih memprioritaskan pengembangan kompetensi dan program pelatihan yang terarah sebagai strategi peningkatan kinerja ASN.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN EFEKTIVITAS PELATIHAN DARING TERHADAP KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA MELALUI MOTIVASI BELAJAR (Studi : Peserta Latsar CPNS Tahun 2025 di Provinsi Kalimantan Utara)

2026•

Studi ini memiliki maksud guna menelaah pengaruh efektivitas pelatihan daring terhadap kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan motivasi belajar sebagai variabel mediasi pada peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2025 di Provinsi Kalimantan Utara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan kompetensi ASN di era digital serta meningkatnya penggunaan metode pelatihan daring yang menuntut efektivitas dalam pelaksanaannya. Namun, keberhasilan pelatihan daring tak sekadar ditentukan melalui dimensi teknis, melainkan pula unsur kejiwaan subjek, utamanya motivasi belajar. Riset ini menerapkan metodologi numerik berlandaskan klasifikasi explanatory research. Totalitas subjek riset mencakup segenap anggota Latsar CPNS periode 2025 pada Wilayah Kalimantan Utara berjumlah 300 individu, lewat kuantitas representasi terendah 169 informan yang ditetapkan lewat formulasi Krejcie serta Morgan. Prosedur perolehan informasi dilaksanakan memakai angkutan instrumen bergradasi Likert scale, sementara pemrosesan data mengoperasikan teknik Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) memanfaatkan perangkat lunak SmartPLS. Temuan riset diharap memaparkan bahwasanya efektivitas pelatihan daring memberikan dampak searah bagi kompetensi ASN, secara lurus ataupun sirkular melewati motivasi belajar. Di samping itu, efektivitas pelatihan daring pun diproyeksikan berkontribusi selaras atas motivasi belajar, serta motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kompetensi ASN. Peran motivasi belajar selaku variabel perantara mengokohkan keterkaitan antara efektivitas pelatihan daring serta kompetensi ASN. Karya ilmiah ini menyumbangkan nilai konseptual dalam evolusi pola edukasi daring lewat penyertaan motivasi belajar selaku variabel penengah, serta manfaat aplikatif bagi penyelenggara pelatihan ASN dalam mengonsep skema pelatihan yang semakin berdaya guna, fleksibel, dan menitikberatkan pada peningkatan kompetensi ASN di era digital.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELATIHAN, PENGEMBANGAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN DIMODERASI OLEH KOMITMEN ORGANISASI PADA INSPEKTORAT KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja pegawai dipengaruhi oleh pelatihan, pengembangan, dan tempat kerja, serta menganalisis peran komitmen organisasi sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan sampel 50 pegawai pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda, analisis regresi moderasi (MRA), analisis karakteristik responden, uji validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik (autokorelasi, heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan normalitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan tempat kerja, pelatihan, dan pengembangan memiliki dampak besar pada kinerja pekerja. Ketiga faktor ini terbukti diperkuat oleh komitmen organisasi, yang menunjukkan bahwa semakin berkomitmen pegawai, semakin efektif pelatihan, pengembangan, dan lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan kinerja individu. Kesimpulannya, jika dipadukan dengan taktik untuk memperkuat komitmen organisasi (seperti internalisasi nilai-nilai integritas, pembinaan karier, dan peningkatan keterlibatan karyawan), investasi terstruktur dalam program pelatihan dan pengembangan SDM, Jika didukung oleh lingkungan kerja yang sehat, hal itu akan berdampak lebih besar pada kinerja. Kesimpulan kajian tersebut mendukung arah kebijakan pengawasan berbasis risiko dan pengembangan kemampuan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) Kabupaten Malinau, khususnya dalam mendorong kinerja pengawasan yang profesional, berintegritas tinggi, dan berorientasi pada hasil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELATIHAN, PENGEMBANGAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN DIMODERASI OLEH KOMITMEN ORGANISASI PADA INSPEKTORAT KABUPATEN MALINAU

2026•

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja pegawai dipengaruhi oleh pelatihan, pengembangan, dan tempat kerja, serta menganalisis peran komitmen organisasi sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan sampel 50 pegawai pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda, analisis regresi moderasi (MRA), analisis karakteristik responden, uji validitas dan reliabilitas, serta uji asumsi klasik (autokorelasi, heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan normalitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berkaitan dengan tempat kerja, pelatihan, dan pengembangan memiliki dampak besar pada kinerja pekerja. Ketiga faktor ini terbukti diperkuat oleh komitmen organisasi, yang menunjukkan bahwa semakin berkomitmen pegawai, semakin efektif pelatihan, pengembangan, dan lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan kinerja individu. Kesimpulannya, jika dipadukan dengan taktik untuk memperkuat komitmen organisasi (seperti internalisasi nilai-nilai integritas, pembinaan karier, dan peningkatan keterlibatan karyawan), investasi terstruktur dalam program pelatihan dan pengembangan SDM, Jika didukung oleh lingkungan kerja yang sehat, hal itu akan berdampak lebih besar pada kinerja. Kesimpulan kajian tersebut mendukung arah kebijakan pengawasan berbasis risiko dan pengembangan kemampuan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) Kabupaten Malinau, khususnya dalam mendorong kinerja pengawasan yang profesional, berintegritas tinggi, dan berorientasi pada hasil.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN TERHADAP KINERJA DIMEDIASI MANAJEMEN TALENTA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI INSTANSI PEMERINTAHAN KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini merupakan penelitian survei yang bertujuan mengembangkan model manajemen talenta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Malinau yang efektif dan efisien. Penelitian ini didasarkan pada kerangka Human Capital Theory (Gary Becker, 1964) dan Resource-Based View (Jay Barney, 1991) sebagai landasan teoritis dalam menganalisis peran strategis pelatihan, pengembangan, dan manajemen talenta terhadap kinerja pegawai. Sebanyak 60 responden berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan teknik purposive sampling yang menyasar PNS yang telah mengikuti atau memiliki pemahaman tentang program pelatihan dan pengembangan di instansi pemerintahan Kabupaten Malinau. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form, dan dianalisis dengan pendekatan PLS-SEM menggunakan aplikasi PLS-SEM 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil. Selain itu, pelatihan dan pengembangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen talenta, serta manajemen talenta terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja PNS. Lebih lanjut, hasil pengujian menunjukkan bahwa manajemen talenta mampu memediasi pengaruh pelatihan dan pengembangan terhadap kinerja PNS secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja PNS tidak hanya dipengaruhi secara langsung oleh pelatihan dan pengembangan, tetapi juga diperkuat melalui peran manajemen talenta sebagai mekanisme mediasi yang efektif dalam meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan instansi pemerintahan Kabupaten Malinau. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi instansi pemerintah untuk mengevaluasi dan meningkatkan program pelatihan, pengembangan, dan manajemen talenta agar berdampak nyata pada kinerja pegawai.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELATIHAN, SELF EFFICACY DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN MALINAU TAHUN 2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kerja, self efficacy, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik melalui uji t (parsial) dan uji F (simultan) dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung 2,446 > ttabel 1,988 dan signifikansi 0,017 0,05. Self efficacy juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung 2,685 > ttabel 1,988 dan signifikansi 0,009 0,05. Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung 2,241 > ttabel 1,988 dan signifikansi 0,028 0,05. Selain itu, hasil uji simultan menunjukkan bahwa pelatihan kerja, self efficacy, dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai Fhitung 9,324 dan signifikansi 0,000 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kinerja pegawai dapat dicapai melalui penguatan program pelatihan kerja, peningkatan keyakinan diri pegawai, serta penciptaan lingkungan kerja yang kondusif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA DENGAN KOMITMEN SEBAGAI VARIABLE MEDIASINYA PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN MALINAU

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan pelatihan terhadap kinerja karyawan, dengan komitmen organisasi berfungsi sebagai variabel mediasi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malinau. Latar belakang penelitian didasarkan pada berbagai isu yang berkaitan dengan kinerja karyawan, antara lain keterbatasan kompetensi teknis, efektivitas pelatihan yang tidak optimal, dan variasi tingkat komitmen karyawan dalam melaksanakan tugas pelayanan publik. Teori Resource-Based View (RBV) digunakan untuk menjelaskan bagaimana kompetensi dan pelatihan berkontribusi pada peningkatan kemampuan organisasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif menggunakan analisis jalur untuk memeriksa hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Temuan ini menyoroti bahwa peningkatan kinerja tidak hanya bergantung pada keterampilan dan pengetahuan teknis karyawan, tetapi juga pada tingkat keterikatan psikologis mereka dengan organisasi. Selain berkontribusi secara teoritis di bidang manajemen sumber daya manusia, penelitian ini memberikan rekomendasi praktis, antara lain pengembangan program pelatihan berbasis kebutuhan, penguatan budaya organisasi, dan penerapan kebijakan pengembangan kompetensi berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kinerja pegawai di lingkungan lembaga pemerintah daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELATIHAN, SELF EFFICACY DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN MALINAU TAHUN 2025

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kerja, self efficacy, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik melalui uji t (parsial) dan uji F (simultan) dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung 2,446 > ttabel 1,988 dan signifikansi 0,017 0,05. Self efficacy juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung 2,685 > ttabel 1,988 dan signifikansi 0,009 0,05. Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai thitung 2,241 > ttabel 1,988 dan signifikansi 0,028 0,05. Selain itu, hasil uji simultan menunjukkan bahwa pelatihan kerja, self efficacy, dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai Fhitung 9,324 dan signifikansi 0,000 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kinerja pegawai dapat dicapai melalui penguatan program pelatihan kerja, peningkatan keyakinan diri pegawai, serta penciptaan lingkungan kerja yang kondusif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA DENGAN KOMITMEN SEBAGAI VARIABLE MEDIASINYA PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN MALINAU

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan pelatihan terhadap kinerja karyawan, dengan komitmen organisasi berfungsi sebagai variabel mediasi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malinau. Latar belakang penelitian didasarkan pada berbagai isu yang berkaitan dengan kinerja karyawan, antara lain keterbatasan kompetensi teknis, efektivitas pelatihan yang tidak optimal, dan variasi tingkat komitmen karyawan dalam melaksanakan tugas pelayanan publik. Teori Resource-Based View (RBV) digunakan untuk menjelaskan bagaimana kompetensi dan pelatihan berkontribusi pada peningkatan kemampuan organisasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif menggunakan analisis jalur untuk memeriksa hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan pelatihan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Temuan ini menyoroti bahwa peningkatan kinerja tidak hanya bergantung pada keterampilan dan pengetahuan teknis karyawan, tetapi juga pada tingkat keterikatan psikologis mereka dengan organisasi. Selain berkontribusi secara teoritis di bidang manajemen sumber daya manusia, penelitian ini memberikan rekomendasi praktis, antara lain pengembangan program pelatihan berbasis kebutuhan, penguatan budaya organisasi, dan penerapan kebijakan pengembangan kompetensi berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kinerja pegawai di lingkungan lembaga pemerintah daerah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERILAKU BERBAGI PENGETAHUAN SEBAGAI MEDIATOR PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA APARAT DESA DI KABUPATEN BULUNGAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan pelatihan terhadap kinerja aparat desa dengan perilaku berbagi pengetahuan sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan pada aparat desa di Kabupaten Bulungan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja memiliki hubungan positif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparat desa. Lingkungan kerja juga tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap perilaku berbagi pengetahuan. Sebaliknya, pelatihan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparat desa serta terhadap perilaku berbagi pengetahuan. Selain itu, perilaku berbagi pengetahuan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja aparat desa. Pengujian efek tidak langsung menunjukkan bahwa perilaku berbagi pengetahuan tidak mampu memediasi hubungan antara lingkungan kerja dan kinerja. Namun demikian, perilaku berbagi pengetahuan berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara pelatihan dan kinerja aparat desa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja aparat desa lebih efektif dilakukan melalui penguatan program pelatihan yang mendorong praktik berbagi pengetahuan di lingkungan kerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Anggaran Pelatihan Terhadap Pengangguran dan Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas anggaran pelatihan kerja terhadap pengangguran dan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan. Permasalahan pengangguran dan belum optimalnya penyerapan tenaga kerja menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi daerah, sehingga diperlukan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah, khususnya melalui alokasi anggaran pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Latihan Kerja (LLK) Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan selama periode 2019–2024. Teknik analisis yang digunakan adalah Incremental Capital Output Ratio (ICOR) untuk mengukur efektivitas penggunaan anggaran terhadap perubahan tingkat pengangguran dan penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas anggaran pelatihan kerja terhadap pengangguran dan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan bersifat fluktuatif. Pada beberapa tahun, anggaran pelatihan kerja menunjukkan efektivitas dalam menurunkan tingkat pengangguran dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, namun pada tahun-tahun tertentu efektivitasnya menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan anggaran pelatihan kerja belum sepenuhnya konsisten dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pelatihan kerja agar alokasi anggaran dapat memberikan dampak yang lebih optimal terhadap penurunan pengangguran dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Monitoring Early Warning Score (EWS) Diruang Rawat Inap Rumah Sakit X Kota Tarakan

2025•

Early Warning Score (EWS) merupakan sistem yang dirancang untuk mendeteksi dini perburukan kondisi pasien melalui pemantauan tanda-tanda vital. Meskipun telah diterapkan di Rumah Sakit X Kota Tarakan, pelaksanaan EWS belum sepenuhnya optimal. Kepatuhan perawat dalam melakukan monitoring EWS dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja mental. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja perawat dengan kepatuhan dalam monitoring EWS di ruang rawat inap Rumah Sakit X Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 49 perawat yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (85,7%), telah mengikuti pelatihan EWS (71,4%), dan menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi dalam monitoring EWS (95,9%). Sebagian besar responden juga mempersepsikan beban kerja mental tinggi (63,3%). Hasil uji Gamma menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,182), pelatihan (p = 0,153), dan beban kerja mental (p = 0,885) dengan kepatuhan monitoring EWS. Pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan perawat dalam monitoring Early Warning Score. Diperlukan pendekatan lain dalam meningkatkan kepatuhan, seperti supervisi rutin, evaluasi implementasi EWS, dan perbaikan sistem pendokumentasian.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pelatihan dan Karakteristik Wirausaha Terhadap Perkembangan IKM Oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data yang menunjukkan kontribusi signifikan pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan terhadap pertumbuhan Wira Usaha Baru (WUB) IKM selama beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan karakteristik wirausaha terhadap perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) yang difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 80 responden yang dipilih melalui teknik random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS Versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pelatihan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan IKM, sementara variabel karakteristik wirausaha memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap perkembangan IKM.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA UMKM MELALUI ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING STUDI KASUS UMKM SEKTOR OLAHAN MAKANAN DI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan motivasi kerja terhadap peningkatan kinerja UMKM dengan menempatkan orientasi kewirausahaan sebagai variabel intervening. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini dilakukan melalui metode survei dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, melibatkan 125 responden yang merupakan pelaku UMKM di sektor olahan makanan di Kota Tarakan. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square (PLS) menggunakan aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelatihan berpengaruh positif tapi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja UMKM, sementara motivasi kerja menunjukkan pengaruh positif yang signifikan. Pelatihan terbukti memengaruhi orientasi kewirausahaan, begitu pula motivasi kerja. Selain itu, pelatihan dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja UMKM melalui orientasi kewirausahaan. Orientasi kewirausahaan sendiri memiliki dampak positif terhadap kinerja UMKM. Secara teoritis, temuan ini mendukung ResourceBased View (RBV) Theory dengan menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi kinerja UMKM. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk merancang program pelatihan yang relevan, terstruktur, dan berkelanjutan guna mendukung pengembangan UMKM secara lebih efektif dan berdaya saing.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PELATIHAN PEGAWAI, PENGEMBANGAN KARIR, MOTIVASI KERJA DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berguna dalam penganalisisan pengaruh pelatihan pegawai, pengembangan karir, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau, serta peran karakteristik pekerjaan dalam memoderasi hubungan antar variabel tersebut. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang diisi oleh 110 responden merupakan metode yang dipakai. Analisis data dengan teknik pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan pegawai berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap kinerja mereka. Pengembangan karir pun memiliki pengaruh positif yang signifikan. Namun, motivasi kerja tidak memengaruhi kinerja pegawai secara signifikan, meskipun secara deskriptif motivasi kerja responden berada pada kategori tinggi. Dalam hal moderasi, karakteristik pekerjaan tidak memoderasi hubungan antara pelatihan pegawai dan kinerja karyawan. Temuannya mengungkapkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja tanpa dipengaruhi oleh variasi karakteristik pekerjaan. Sebaliknya, karakteristik pekerjaan terbukti memoderasi hubungan antara pengembangan karir dan kinerja pegawai, yakni pekerjaan yang menyediakan peluang untuk menggunakan banyak keterampilan, memiliki tanggung jawab yang jelas, memberi dampak signifikan, dan memberikan kebebasan dalam pengambilan keputusan memperkuat pengaruh pengembangan karir terhadap kinerja. Karakteristik pekerjaan tidak memoderasi hubungan antara motivasi kerja dan kinerja pegawai, yang mengindikasikan bahwa motivasi kerja lebih bersifat independen dalam memengaruhi kinerja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemenuhan Hak Pelatihan Kerja Bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan

2024•

Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara hukum sekaligus merupakan negara kesejahteraan, hukum merupakan subjek pembangunan yang memberi arah kepada pembangunan di berbagai sektor, hukum tidak lepas dari kehidupan manusia karena setiap manusia memiliki kepentingan yang diusahakan untuk terpenuhi dan pada prosesnya tidak menutup kemungkinan dapat melakukan perbuatan buruk yang memicu terjadinya tindak pidana. Sebagai warga binaan pemasyarakatan dalam Lembaga Pemasyarakatan, narapidana harus mendapatkan hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran, agar mereka yang sedang menjalani masa pidana tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan. Pembinaan terhadap narapidana berkaitan erat dengan tujuan pemidanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan hak pemberian pelatihan kerja warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan dan untuk mengetahui kendala Lembaga Pemasyarakatan dalam pelaksanaan pelatihan kerja bagi warga binaan kelas IIA Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif, dengan teknik pengambilan bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan mengimplementasikan pelatihan kerja diperuntukan bagi warga binaan demi meningkatkan keterampilan warga binaan yang menghuni di tempat tersebut. Masih ada data residivis pada Lapas Kelas IIA Tarakan yang menjadi fakta bahwa program pembinaan yang berjalan pada pelaksanaannya belum cukup maksimal, karena belum mampu mengubah secara signifikan kehidupan pada diri narapidana sendiri. Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Tarakan sudah berupaya untuk memenuhi hak narapidana untuk mendapatkan pelatihan kerja dalam bentuk pelatihan seperti manufaktur, agribisnis, pertanian, kontruksi, dan jasa. Namun dalam pelaksanaan Pelatihan Kerja belum sepenuhnya terlaksana karena terhambat persediaan fasilitas sarana dan prasarana dan over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail