PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA UMKM MELALUI ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING STUDI KASUS UMKM SEKTOR OLAHAN MAKANAN DI KOTA TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan motivasi kerja terhadap peningkatan kinerja UMKM dengan menempatkan orientasi kewirausahaan sebagai variabel intervening. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini dilakukan melalui metode survei dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, melibatkan 125 responden yang merupakan pelaku UMKM di sektor olahan makanan di Kota Tarakan. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square (PLS) menggunakan aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelatihan berpengaruh positif tapi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja UMKM, sementara motivasi kerja menunjukkan pengaruh positif yang signifikan. Pelatihan terbukti memengaruhi orientasi kewirausahaan, begitu pula motivasi kerja. Selain itu, pelatihan dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja UMKM melalui orientasi kewirausahaan. Orientasi kewirausahaan sendiri memiliki dampak positif terhadap kinerja UMKM. Secara teoritis, temuan ini mendukung ResourceBased View (RBV) Theory dengan menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi kinerja UMKM. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk merancang program pelatihan yang relevan, terstruktur, dan berkelanjutan guna mendukung pengembangan UMKM secara lebih efektif dan berdaya saing.