ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan kerja perawat masih menjadi permasalahan penting karena dapat memengaruhi kinerja, keselamatan pasien, dan kualitas pelayanan keperawatan. Di tengah tingginya beban kerja dan tekanan emosional, perawat membutuhkan resiliensi agar mampu beradaptasi dan mempertahankan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit X Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 230 perawat yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner resiliensi adaptasi dari Resilience Quotient Test (Reivich & Shatté) dan Job Satisfaction Survey (Spector), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat resiliensi tinggi sebanyak 100 orang (43,5%) dan tingkat kepuasan kerja pada kategori puas sebanyak 135 orang (58,7%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan kepuasan kerja perawat (0,001 (p 0,005)) dengan koefisien korelasi sebesar 0,716 yang berarti kekuatan hubungan kuat dan arah positif. Kesimpulan penelitian ini, semakin tinggi tingkat resiliensi perawat maka semakin tinggi pula kepuasan kerjanya. Diperlukan upaya penguatan resiliensi perawat melalui program pelatihan dan dukungan institusi agar dapat meningkatkan resiliensi perawat yang masih rendah sehingga tingkat kepuasan juga dapat meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT RS PRATAMA DI PERBATASAN NEGARA INDONESIA-MALAYSIA PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Rumah Sakit Pratama di wilayah perbatasan menghadapi berbagai keterbatasan yang dapat memengaruhi lingkungan kerja dan kepuasan kerja perawat. Lingkungan kerja yang kurang kondusif berpotensi menurunkan kepuasan kerja serta berdampak pada mutu pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat di RS Pratama Perbatasan Indonesia–Malaysia Provinsi Kalimantan Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan hubungan faktor lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat RS Pratama di Perbatasan Indonesia-Malaysia Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan total responden sebanyak 70 orang. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antaraactoror lingkungan dengan kepuasan kerja perawat dengan nilai orelasi sedang dan positif, yang artinya yang berarti semakin baik faktor lingkungan, maka kepuasan kerja cenderung semakin tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja guna meningkatkan kepuasan kerja perawat dan mutu pelayanan keperawatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepuasan kerja karyawan dalam mendukung efektivitas pelayanan publik pada Perumda Air Minum Apa’ Mening Kabupaten Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, disiplin kerja, dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 93 responden, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, koefisien determinasi, dan uji t dengan bantuan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 3,156 dan signifikansi 0,002. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 4,958 dan signifikansi 0,000. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 3,799 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,522 menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, disiplin kerja, dan motivasi kerja mampu menjelaskan kepuasan kerja sebesar 52,2 persen, sedangkan 47,8 persen dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja karyawan dapat ditingkatkan melalui kepemimpinan yang konsisten, disiplin kerja yang jelas dan adil, serta motivasi kerja melalui apresiasi dan peluang pengembangan diri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL , STRES KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TARAKAN FARIDAH SYAHIRA Budi Hasyim, S.E., M.Sc., P.hD Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana kecerdasan emosional, tingkat stres kerja, serta kepuasan kerja memengaruhi komitmen organisasi pada karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tarakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui teknik survei, dengan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dan stres kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi. Sebaliknya, kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi karyawan. Hal ini mengindikasikan bahwa kepuasan dalam bekerja menjadi faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan komitmen dibandingkan variabel lainnya. Secara umum, hasil penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan kondisi kerja yang kondusif, pemberian penghargaan yang adil, serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai langkah strategis dalam memperkuat komitmen organisasi. Adapun kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengujian ketiga variabel secara parsial dalam sektor perbankan, khususnya pada BRI Cabang Tarakan, sekaligus memberikan bukti empiris bahwa tidak seluruh faktor psikologis memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pelatihan Berbasis Artificial Intelligence (AI) terhadap Kepuasan Kerja yang di mediasi oleh Motivasi pada Guru di SMK Negeri 2 Kota Tarakan. SMK Negeri 2 Kota Tarakan merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan unggulan di Kota Tarakan yang berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi berbasis teknologi dan industri, serta memiliki beberapa program keahlian seperti Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan sampel sebanyak 98 guru. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berbasis AI berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan kerja dan motivasi kerja. Motivasi kerja juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dan tidak mampu memediasi hubungan tersebut. Nilai R² yang rendah menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian Pelatihan Berbasis AI dalam konteks pendidikan vokasi dengan hasil yang menunjukkan bahwa teknologi tidak secara langsung meningkatkan Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja tanpa dukungan organisasi dan kesiapan individu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI SEKRETARIAT DAERAH KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengkaji pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di Sekretariat Daerah Kota Tarakan. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dan didasarkan pada survei. Populasi penelitian ini mencakup seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bagian Urusan Umum Sekretariat Daerah Kota Tarakan, sebanyak 113 orang, sedangkan sampel terdiri dari 53 responden yang dipilih melalui Teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukann dengan memakai kuesioner, sedangkan analisis data dilaksanakan dengan memakai teknik regresi linier berganda berbasis perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya motivasi kerja memengaruhi secara positif serta signifikan terhadap kinerja pegawai, sehingga semakin tinggi motivasi kerja pegawai, semakin baik juga kinerja pegawai. Demikian pula, kepuasan kerja menunjukkan pengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja pegawai, yang berarti bahwasanya semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan oleh pegawai, semakin baik juga kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja staf Kantor Camat Krayan Long Bawan. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih rendahnya disiplin kerja, belum optimalnya motivasi kerja, serta kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung, yang berpotensi memengaruhi kepuasan kerja staf. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dengan populasi sebanyak 46 staf yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan wawancara dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS melalui uji parsial (t) dan uji simultan (F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja staf. Dengan demikian, peningkatan disiplin kerja dan perbaikan lingkungan kerja menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepuasan kerja staf, sementara motivasi kerja perlu dikelola secara lebih efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian Ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi Terhadap turnover Intention dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada karyawan Pt Sumber Kalimantan Abadi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mediasi kepuasan kerja dalam pengaruh stres kerja dan kualitas kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Intracawood Manufacturing Tarakan. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya kinerja karyawan dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 191 karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan stres kerja tidak berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja maupun kinerja karyawan. Kualitas kehidupan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja serta kinerja karyawan. Kepuasan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Uji mediasi menunjukkan kepuasan kerja tidak memediasi pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan, namun memediasi pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya kualitas kehidupan kerja dalam meningkatkan kepuasan dan kinerja karyawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mediasi kepuasan kerja dalam pengaruh stres kerja dan kualitas kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Intracawood Manufacturing Tarakan. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya kinerja karyawan dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 191 karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner yang dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan stres kerja tidak berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja maupun kinerja karyawan. Kualitas kehidupan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja serta kinerja karyawan. Kepuasan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Uji mediasi menunjukkan kepuasan kerja tidak memediasi pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan, namun memediasi pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya kualitas kehidupan kerja dalam meningkatkan kepuasan dan kinerja karyawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pegawai pada beberapa instalasi pelayanan di RSUD dr. H. Jusuf SK, dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Budaya organisasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan pengaruh yang lebih dominan dibandingkan lingkungan kerja. Selain itu, lingkungan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Namun, budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Kepuasan kerja juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selanjutnya, hasil pengujian variabel mediasi menunjukkan bahwa kepuasan kerja tidak mampu memediasi pengaruh lingkungan kerja maupun budaya organisasi terhadap kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan yang dimediasi oleh kepuasan kerja pada Lembaga LPPTKA di Kota Tarakan. Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari pentingnya peningkatan kinerja karyawan melalui pengelolaan sumber daya manusia yang efektif, khususnya melalui program pelatihan dan pemberian kompensasi yang tepat.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan LPPTKA di Kota Tarakan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik sampling tertentu sesuai dengan karakteristik populasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi dan uji mediasi untuk mengetahui hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, begitu pula kompensasi yang juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, kepuasan kerja terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara pelatihan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. Artinya, semakin baik pelatihan dan kompensasi yang diberikan, maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja karyawan.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi lembaga dalam meningkatkan kinerja karyawan melalui pengembangan program pelatihan yang efektif serta sistem kompensasi yang adil dan memadai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan jumlah responden sebanyak 385 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Selain itu, kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kecerdasan emosional secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Sebaliknya, work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja maupun kinerja. Pengaruh tidak langsung work-life balance terhadap kinerja melalui kepuasan kerja juga tidak menunjukkan dukungan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sementara itu, work-life balance belum menunjukkan peran yang signifikan dalam model penelitian ini. Oleh karena itu, peningkatan kinerja pegawai lebih efektif dilakukan melalui penguatan aspek kecerdasan emosional dan kepuasan kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Meningkatnya tuntutan kinerja dalam lingkungan pemerintahan daerah, khususnya pada daerah otonomi baru, menempatkan aparatur sipil negara pada situasi kerja yang semakin kompleks. Keterbatasan sumber daya organisasi dan tingginya kebutuhan koordinasi antarunit kerja menuntut pegawai untuk mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi serta mempertahankan keterlibatan yang tinggi dalam pekerjaan. Dalam konteks tersebut, kepuasan kerja dipandang sebagai mekanisme psikologis yang berperan penting dalam menjelaskan hubungan antara kondisi kerja dan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan work engagement terhadap kinerja pegawai serta menguji peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert kepada 182 pegawai Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan work-life balance tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja. Namun, kedua variabel tersebut berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Selanjutnya, kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dan berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara work-life balance, work engagement, dan kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya aspek psikologis pegawai dalam upaya meningkatkan kinerja di sektor publik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Peran ganda yang dijalankan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) wanita berpotensi menimbulkan tekanan psikologis yang dapat memengaruhi stres kerja dan kinerja. Kondisi ini menjadi perhatian penting dalam manajemen sumber daya manusia di sektor publik. Penelitian ini, yang dilakukan di Pemerintah Kota Tarakan, bertujuan untuk menguji pengaruh konflik peran ganda dan stres kerja terhadap kinerja ASN, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 468 ASN wanita yang telah menikah sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran ganda dan stres kerja masing-masing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sementara kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Adapun stres kerja tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kinerja. Namun, kepuasan kerja terbukti memediasi hubungan antara konflik peran ganda dan stres kerja dengan kinerja ASN. Temuan ini menegaskan peran kepuasan kerja sebagai mekanisme psikologis dalam menjelaskan hubungan antara tuntutan peran dan kinerja ASN wanita.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Meningkatnya tuntutan kinerja dalam lingkungan pemerintahan daerah, khususnya pada daerah otonomi baru, menempatkan aparatur sipil negara pada situasi kerja yang semakin kompleks. Keterbatasan sumber daya organisasi dan tingginya kebutuhan koordinasi antarunit kerja menuntut pegawai untuk mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi serta mempertahankan keterlibatan yang tinggi dalam pekerjaan. Dalam konteks tersebut, kepuasan kerja dipandang sebagai mekanisme psikologis yang berperan penting dalam menjelaskan hubungan antara kondisi kerja dan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan work engagement terhadap kinerja pegawai serta menguji peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert kepada 182 pegawai Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan work-life balance tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja. Namun, kedua variabel tersebut berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Selanjutnya, kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dan berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara work-life balance, work engagement, dan kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya aspek psikologis pegawai dalam upaya meningkatkan kinerja di sektor publik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap kinerja pegawai serta mengkaji peran motivasi kerja sebagai variabel intervening pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai BPSDM Provinsi Kalimantan Utara yang berjumlah 52 orang dan seluruhnya dijadikan sebagai sampel dengan teknik sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (SmartPLS 4.0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,276, sedangkan OCB juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,359. Kepuasan kerja dan OCB terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dengan nilai koefisien masing-masing sebesar 0,463 dan 0,384. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,441. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa motivasi kerja berperan dalam memediasi hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja pegawai secara signifikan, namun tidak memediasi secara signifikan hubungan antara OCB dan kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Utara. Studi ini mengaplikasikan quantitative approach lewat teknik survey melalui distribusi questionnaire bagi segenap pegawai yang mencapai kuantitas 93 individu memakai mekanisme census. Informasi yang dihimpun dievaluasi memanfaatkan teknik Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) via dukungan software SmartPLS edisi 4.0. Konklusi riset memaparkan bahwa motivasi kerja berkontribusi nyata pada kinerja pegawai. lingkungan kerja tak memiliki imbas berarti secara langsung bagi kinerja pegawai. motivasi kerja serta lingkungan kerja tervalidasi berdampak esensial pada kepuasan kerja, sementara itu kepuasan kerja memiliki andil substansial bagi kinerja pegawai. Di samping itu, kepuasan kerja terkonfirmasi menjalankan fungsi partial mediation atas interaksi di lingkup motivasi kerja dan kinerja pegawai, juga menjalankan full mediation atas korelasi di lingkup lingkungan kerja dan kinerja pegawai. Hasil riset tersebut mengindikasikan bahwa eskalasi kinerja pegawai di dalam instansi tidak cuma ditentukan oleh aspek motivasi dan lingkungan kerja secara langsung, namun pula lewat penguatan kepuasan kerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai, serta menganalisis peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau dengan responden yang terdiri dari operator kepegawaian pada berbagai organisasi perangkat daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai. Selain itu, manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini juga menemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa kepuasan kerja berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh faktor organisasi secara langsung, tetapi juga melalui peningkatan kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia sektor publik, khususnya terkait pentingnya pengelolaan pengetahuan organisasi serta dukungan pimpinan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi perlu memperkuat praktik manajemen pengetahuan serta meningkatkan kualitas dukungan manajerial untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan mendorong peningkatan kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai, serta menganalisis peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau dengan responden yang terdiri dari operator kepegawaian pada berbagai organisasi perangkat daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai. Selain itu, manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini juga menemukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa kepuasan kerja berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara manajemen pengetahuan dan dukungan manajerial terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh faktor organisasi secara langsung, tetapi juga melalui peningkatan kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia sektor publik, khususnya terkait pentingnya pengelolaan pengetahuan organisasi serta dukungan pimpinan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi perlu memperkuat praktik manajemen pengetahuan serta meningkatkan kualitas dukungan manajerial untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan mendorong peningkatan kinerja pegawai.