ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menginvestigasi determinan kinerja karyawan pada PT. Banua Gemilang di Kota Tarakan dengan memfokuskan analisis pada kontribusi beban kerja, kondisi lingkungan organisasi, dan atribut karakteristik individu. Secara khusus, studi ini berupaya mengelaborasi peran stres kerja sebagai mekanisme mediasi dalam hubungan antar-variabel tersebut. Dengan mengadopsi pendekatan kuantitatif melalui metode survei, penelitian ini mengevaluasi sejauh mana keselarasan antara tuntutan tugas dan kapasitas personal memengaruhi efektivitas performa di lingkungan perusahaan. Dengan menggunakan strategi pengambilan sampel jenuh, 110 karyawan dipilih sebagai bagian dari populasi penelitian. Data dikumpulkan melalui survei Google Forms dengan skala Likert dari 1 hingga 5. Analisis data dalam studi ini diimplementasikan menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa beban kerja dan kondisi lingkungan organisasi merupakan determinan signifikan yang memicu dinamika stres kerja, yang pada gilirannya memberikan implikasi terhadap capaian performa karyawan. Lebih lanjut, ditemukan bahwa stres kerja berfungsi sebagai mekanisme mediasi dalam hubungan antara beban kerja, atmosfer lingkungan, serta karakteristik personal terhadap efektivitas kinerja di lokasi penelitian. Temuan ini menggarisbawahi urgensi manajemen dalam mengelola alokasi tugas secara proporsional, merevitalisasi kualitas ekosistem kerja, serta memperhatikan aspek psikologis individu guna mengoptimalisasi produktivitas organisasi secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas sumber daya manusia dan beban kerja terhadap kinerja pelayanan kesehatan melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada Puskesmas se-Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada 213 responden yang terdiri dari tenaga medis, tenaga kesehatan, dan tenaga pendukung di Puskesmas. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelayanan kesehatan. Selain itu, kualitas sumber daya manusia dan beban kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelayanan kesehatan serta berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kualitas sumber daya manusia dan beban kerja dengan kinerja pelayanan kesehatan. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan beban kerja yang proporsional, serta penguatan motivasi kerja tenaga merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan di Puskesmas se-Kabupaten Tana Tidung. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa beban kerja yang dikelola secara proporsional justru berperan sebagai faktor pendorong yang meningkatkan kinerja, serta motivasi kerja lebih dipengaruhi faktor non-finansial dibandingkan faktor finansial seperti gaji, tunjangan, dan fasilitas kerja, yang menunjukkan karakteristik motivasi yang berbeda dalam konteks pelayanan Kesehatan di Kabupaten Tana Tidung
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dan kinerja pada Puskesmas di kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan dengan motivasi kerja sebagai mediasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori dan karakteristik desain cross-sectional survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada seluruh pegawai pada dia Puskesmas yang ada di Kecamatan Tanjung Palas, yaitu UPTD Puskesmas Tanjung Palas dan UPTD Puskesmas Antutan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai dan Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa beban kerja tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja pegawai. Meskipun arah hubungan bersifat negatif, pengaruh tersebut tidak memenuhi kriteria signifikansi statistik. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pegawai dengan tingkat motivasi kerja yang tinggi cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik, baik pada aspek kualitas pelayanan, tanggung jawab kerja, maupun pencapaian target organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa motivasi kerja merupakan determinan utama kinerja pegawai sektor pelayanan kesehatan. Jadi penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan beban kerja pada Puskesmas tidak dapat dilepaskan dari upaya menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dengan menggunakan keseimbangan kehidupan kerja sebagai variabel mediasi, penelitian ini berupaya untuk mengkaji dampak beban kerja dan lingkungan kerja terhadap stres kerja di kalangan tenaga kesehatan di Pusat Kesehatan Kota Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif survei dengan 100 tenaga kesehatan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh beban kerja dan kondisi tempat kerja. Selain itu, keseimbangan kehidupan kerja dipengaruhi secara signifikan oleh beban kerja dan tempat kerja, yang pada gilirannya memediasi hubungan antara keduanya dan stres kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa, bahkan dalam situasi ketika ekspektasi pekerjaan sangat tinggi atau tempat kerja tidak mendukung, keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi berfungsi sebagai mekanisme pelindung yang membantu mengurangi tekanan psikologis. Berdasarkan temuan ini, studi ini menyarankan inisiatif yang mendorong keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, peningkatan fasilitas dan budaya tempat kerja, serta penyesuaian beban kerja yang proporsional. Diharapkan intervensi ini akan meningkatkan layanan perawatan kesehatan primer di lokasi terpencil dan kesejahteraan para profesional kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Dengan menggunakan keseimbangan kehidupan kerja sebagai variabel mediasi, penelitian ini berupaya untuk mengkaji dampak beban kerja dan lingkungan kerja terhadap stres kerja di kalangan tenaga kesehatan di Pusat Kesehatan Kota Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif survei dengan 100 tenaga kesehatan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh beban kerja dan kondisi tempat kerja. Selain itu, keseimbangan kehidupan kerja dipengaruhi secara signifikan oleh beban kerja dan tempat kerja, yang pada gilirannya memediasi hubungan antara keduanya dan stres kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa, bahkan dalam situasi ketika ekspektasi pekerjaan sangat tinggi atau tempat kerja tidak mendukung, keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi berfungsi sebagai mekanisme pelindung yang membantu mengurangi tekanan psikologis. Berdasarkan temuan ini, studi ini menyarankan inisiatif yang mendorong keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, peningkatan fasilitas dan budaya tempat kerja, serta penyesuaian beban kerja yang proporsional. Diharapkan intervensi ini akan meningkatkan layanan perawatan kesehatan primer di lokasi terpencil dan kesejahteraan para profesional kesehatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja pegawai sektor publik menjadi faktor kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang berkualitas. Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat, pegawai pemerintah dihadapkan pada kompleksitas pekerjaan, keterbatasan sumber daya, serta tekanan administratif yang tinggi. Dalam konteks ini, kompetensi dan motivasi dipandang sebagai determinan utama kinerja, namun efektivitas keduanya sangat bergantung pada kondisi beban kerja yang dialami pegawai. Beban kerja yang terlalu tinggi berpotensi melemahkan kemampuan dan motivasi pegawai dalam menghasilkan kinerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap kinerja pegawai sektor publik serta menguji peran beban kerja dalam memoderasi hubungan tersebut pada aparatur pemerintah di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pegawai sektor publik di Kabupaten Bulungan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling untuk menguji hubungan langsung dan efek moderasi antar variabel, dengan terlebih dahulu memastikan validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sementara beban kerja terbukti berperan sebagai variabel moderasi yang memperlemah hubungan antara kompetensi dan kinerja serta antara motivasi dan kinerja ketika beban kerja berada pada tingkat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan beban kerja yang tidak proporsional dapat menghambat pemanfaatan kompetensi dan energi motivasional pegawai, sehingga secara praktis pemerintah daerah perlu menyeimbangkan distribusi beban kerja dengan pengembangan kompetensi dan sistem motivasi agar kinerja aparatur dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh beban kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan disiplin kerja sebagai variabel mediasi pada Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian mencakup seluruh ASN di Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan yang berjumlah 115 orang, dengan sampel sebanyak 92 responden yang diambil menggunakan teknik probability sampling berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Beban kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja ASN; (2) Motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja ASN; (3) Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja; (4) Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja; (5) Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN; (6) Disiplin kerja secara signifikan memediasi pengaruh beban kerja terhadap kinerja ASN; dan (7) Disiplin kerja secara signifikan memediasi pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja ASN. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa disiplin kerja merupakan variabel kunci yang mampu menjembatani beban kerja dan motivasi untuk menghasilkan kinerja optimal. Pimpinan disarankan untuk memperkuat sistem pengawasan waktu dan memberikan apresiasi yang transparan guna menjaga konsistensi disiplin pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran motivasi kerja sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara digitalisasi, kompetensi, dan beban kerja terhadap kinerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Bulungan. Dalam era transformasi digital dan reformasi birokrasi, peningkatan kinerja aparatur pemerintah menjadi tuntutan penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan efisien. Faktor digitalisasi, kompetensi pegawai, serta beban kerja diduga memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja yang pada akhirnya berdampak pada kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian verifikatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada PPPK di Kabupaten Bulungan sebagai responden penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi, kompetensi, dan beban kerja memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja. Selain itu, motivasi kerja terbukti berperan dalam meningkatkan kinerja PPPK. Motivasi kerja juga berfungsi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara digitalisasi, kompetensi, dan beban kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja PPPK tidak hanya dipengaruhi oleh faktor organisasi secara langsung, tetapi juga melalui peningkatan motivasi kerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia sektor publik serta menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kinerja aparatur melalui penguatan digitalisasi, pengembangan kompetensi, dan pengelolaan beban kerja yang efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan work life balance terhadap kinerja pegawai pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh pegawai yang berjumlah 75 orang menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian diukur dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Pengujian meliputi evaluasi outer model (validitas dan reliabilitas) serta inner model (R², Q², f², dan uji hipotesis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β = 0,680; p 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa beban kerja yang terstruktur dan masih dalam batas kapasitas pegawai mampu meningkatkan fokus, tanggung jawab, serta produktivitas kerja. Sebaliknya, *work life balance* berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja (β = -0,188; p 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan orientasi pada kehidupan pribadi dalam konteks tertentu dapat mengurangi intensitas dan fokus terhadap pekerjaan. Nilai R² sebesar 0,609 menunjukkan bahwa 60,9% variasi kinerja dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja yang proporsional serta kebijakan keseimbangan kerja yang terintegrasi agar kinerja tetap optimal tanpa mengabaikan kesejahteraan pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja, beban kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Tarakan Fisherindo Sipatuo (PT. TFS) Kota Tarakan, sebuah perusahaan manufaktur pengolahan ikan bandeng tanpa duri dan bandeng beku yang berorientasi ekspor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) melalui aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang ditunjukkan melalui indikator kehadiran tepat waktu sebagai aspek paling dominan. Variabel beban kerja berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti beban kerja yang dirasakan tidak terlalu memengaruhi produktivitas. Sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, di mana indikator komitmen terhadap tujuan perusahaan menjadi faktor paling menonjol. Dengan demikian, peningkatan disiplin dan motivasi kerja menjadi kunci utama dalam mendukung kinerja karyawan PT. Tarakan Fisherindo Sipatuo (PT.TFS) Kota Tarakan secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Puskesmas di Kecamatan Tana Lia, menghadapi berbagai tantangan serta keterbatasan dari sisi tenaga kerja maupun sarana prasarana yang belum memadai, sehingga berpengaruh terhadap beban kerja dan menurunkan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tenaga kerja kesehatan dan sarana prasarana terhadap beban kerja serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Tana Lia. Ketersediaan tenaga kerja kesehatan dan kondisi sarana prasarana merupakan dua faktor krusial yang memengaruhi kinerja pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode analisis jalur, responden pada penelitian ini menggunakan seluruh tenaga kesehatan berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan beban kerja, dan kualitas pelayanan kesehatan. Sedangkan, sarana prasarana berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas pelayanan, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap beban kerja. Beban kerja tenaga kesehatan ternyata tidak berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara tenaga kerja maupun sarana prasarana dengan kualitas pelayanan. Evaluasi model menunjukkan bahwa variabel tenaga kerja dan sarana prasarana mampu menjelaskan 69,7% varians kualitas pelayanan, sedangkan varians beban kerja yang dapat dijelaskan oleh variabel independen relatif rendah, yakni sebesar 17,6%. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dipengaruhi secara langsung oleh ketersediaan tenaga kerja dan sarana prasarana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan bagian produksi (bata, batako, dan readymix) pada PT. Krist Inti Perkasa Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik sampling jenuh, yaitu dengan memilih seluruh anggota populasi sebagai sampel yang berjumlah 50 karyawan bagian produksi (bata, batako dan readymix) pada PT. krist Inti Perkasa, Kota Tarakan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan uji t (parsial) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti peningkatan beban kerja cenderung menurunkan kinerja. Sebaliknya, stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, yang mengindikasikan bahwa stres dalam tingkat wajar dapat memacu motivasi dan meningkatkan kinerja karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
PENGARUH DISIPLIN KERJA, BEBAN KERJA DAN STRESS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT. BULUNGAN HIJAU PERKASA KABUPATEN NUNUKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Displin Kerja, Beban Kerja, Stres Kerja terhadap kinerja karyawan PT. Bulungan Hijau Perkasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non probability sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Bulungan Hijau Perkasa bagian produksi dan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dan uji t (parsial) dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel displin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, variabel beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karywan, variabel stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci : Displin Kerja, Beban Kerja , Stress Kerja, Kinerja Karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Early Warning Score (EWS) merupakan sistem yang dirancang untuk mendeteksi dini perburukan kondisi pasien melalui pemantauan tanda-tanda vital. Meskipun telah diterapkan di Rumah Sakit X Kota Tarakan, pelaksanaan EWS belum sepenuhnya optimal. Kepatuhan perawat dalam melakukan monitoring EWS dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja mental. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja perawat dengan kepatuhan dalam monitoring EWS di ruang rawat inap Rumah Sakit X Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 49 perawat yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (85,7%), telah mengikuti pelatihan EWS (71,4%), dan menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi dalam monitoring EWS (95,9%). Sebagian besar responden juga mempersepsikan beban kerja mental tinggi (63,3%). Hasil uji Gamma menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,182), pelatihan (p = 0,153), dan beban kerja mental (p = 0,885) dengan kepatuhan monitoring EWS. Pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan perawat dalam monitoring Early Warning Score. Diperlukan pendekatan lain dalam meningkatkan kepatuhan, seperti supervisi rutin, evaluasi implementasi EWS, dan perbaikan sistem pendokumentasian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan Pengaruh Beban Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei dengan instrumen pernyataan dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengukuran dalam kuesioner menggunakan skala Likert 1 sampai 5. Metode penarikan sampel menggunakan Teknik Non Probability Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel, dengan model sampling jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 38 Pegawai berstatus PNS. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dan uji t, didukung dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS Versi 25. Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel beban kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai, artinya tinggi rendahnya beban kerja, kinerja pegawai tetap terlaksana dengan baik. Hasil berikutnya membuktikan variabel kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, artinya semakin tinggi kepuasan kerja pegawai maka akan semakin tinggi dan meningkat kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja, beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan PDAM Tirta Alam Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PDAM Tirta Alam Kota Tarakan dengan pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan pengukuran variabel menggunakan skala likert. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda yang diolah menggunakan SPSS versi 29. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Stres Kerja tidak berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja karyawan, variabel Beban Kerja berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja karyawan, dan variabel Lingkungan Kerja berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja karyawan. Secara simultan Stres Kerja, Beban Kerja, dan Lingkungan Kerja berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Burnout pada perawat dapat disebabkan oleh stres kerja dan beban kerja berlebih yang dialami perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara persepsi stres kerja dan beban kerja terhadap burnout perawat di Rumah Sakit “X”. Desain penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah 100 perawat. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian adalah Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan perawat pada kategori burnout sedang sebanyak 70% (70 perawat), burnout ringan 30% (30 perawat) dan tidak ada yang mengalami burnout berat. Stres kerja ringan sebanyak 85% (85 perawat), stres kerja sedang sebanyak 15% (15 perawat) dan tidak ada yang mengalami stres kerja berat. Beban kerja ringan sebanyak 54% (54 perawat), beban kerja sedang sebanyak 35% (35 perawat) dan beban kerja berat sebanyak 11% (11 perawat). Hasil uji korelasi didapatkan adanya hubungan antara stres kerja dengan burnout perawat (r=0,275, p=0,006), sedangkan untuk beban kerja dengan burnout perawat tidak terdapat hubungan (r=0,113, p=0,265). Kesimpulan: ada hubungan antara stres kerja dengan burnout perawat sedangkan untuk beban kerja dengan burnout perawat tidak terdapat hubungan. Saran: diperlukan penambahan jumlah perawat untuk mengurangi beban kerja dan kepada perawat disarankan mengerjakan pekerjaan sesuai dengan kompetensinya untuk mencegah terjadinya burnout.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel mediasi di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 135 pegawai menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan untuk menguji validitas, reliabilitas, hubungan antar variabel, serta peran mediasi Kepuasan Kerja dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Beban Kerja memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai. Lingkungan Kerja juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja, namun tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Kepuasan Kerja, sebagai variabel mediasi, memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap Kinerja Pegawai dan memperkuat hubungan tidak langsung antara Beban Kerja dan Kinerja Pegawai, serta Lingkungan Kerja dan Kinerja Pegawai. Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan bahwa Beban Kerja dan Lingkungan Kerja memengaruhi Kinerja Pegawai terutama melalui Kepuasan Kerja sebagai mediator. Lingkungan kerja yang kondusif dan beban kerja yang sesuai dapat meningkatkan tingkat kepuasan kerja pegawai, yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja mereka. Temuan ini menekankan pentingnya manajemen organisasi untuk fokus pada peningkatan Kepuasan Kerja melalui pengelolaan beban kerja yang efektif dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja, beban kerja dan kepuasan kerja terhadap turnover intention pada PT. Idec Abadi Wood Industries yang berlokasi Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Sampel yang digunakan sebanyak 93 responden karyawan. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan kueisoner dengan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji realibilitas, regresi linear berganda, uji asumsi klasik dengan menggunakan uji normalitas, uji heterokedastisitas, uji multikolonialitas, dan pengujian hipotesis uji parsial (t). Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan. Variabel beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan. Dan, variabel kepuasan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh beban kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru Sekolah Dasar IT Ibnu Sina Nunukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan (Kuesioner dan Wawancara). Sampel penelitian diambil dengan menggunakan nonprobability sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel jenuh (semua anggota populasi dijadikan sampel) dengan jumlah sampel 51 guru di Sekolah Dasar IT Ibnu Sina Nunukan. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan model analisis regresi linear berganda dan uji t (parsial) dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil yang didapatkan membuktikan bahwa beban kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja guru, beban kerja yang dirasakan guru tidak berpengaruh karena guru Sekolah Dasar IT Ibnu Sina Nunukan sangat menikmati profesinya sebagai guru dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru Sekolah Dasar IT Ibnu Sina Nunukan, semakin tinggi tingkat kepuasan guru maka semakin meningkat kinerja guru Sekolah Dasar IT Ibnu Sina Nunukan.