BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Abstrak Sekitar 30 rumah tangga masyarakat Karungan Kelurahan Mamburungan Timur RT 8 dan RT 9 masih bergantung pada air sumur gali sebagai sumber air bersih. Namun, sumur yang berada di tepi jalan dan di tengah permukiman padat penduduk menjadikannya rentan terhadap berbagai sumber kontaminasi bakteri, seperti bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari septic tank, kandang ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan kitosan dan filter termodifikasi dalam menurunkan kandungan bakteri E. coli pada air sumur gali. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen mengunakan kitosan dan filter termodifikasi dengan bahan ijuk, pasir silika, cangkang kapah, arang aktif dan kerikil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah E. coli mengalami penurunan setelah proses sedimentasi, yaitu dari 100 CFU/100 mL menjadi 47 CFU/100 mL. Setelah melewati filtrasi didapatkan nilai rata-rata pada kandungan bakteri E. coli sekitar 74 CFU/100 mL. Filter termodifikasi belum efektif dalam menurunkan kandungan E.coli pada air sumur gali di Karungan RT 08, Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Abstrak Sekitar 30 rumah tangga masyarakat Karungan Kelurahan Mamburungan Timur RT 8 dan RT 9 masih bergantung pada air sumur gali sebagai sumber air bersih. Namun, sumur yang berada di tepi jalan dan di tengah permukiman padat penduduk menjadikannya rentan terhadap berbagai sumber kontaminasi bakteri, seperti bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari septic tank, kandang ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan kitosan dan filter termodifikasi dalam menurunkan kandungan bakteri E. coli pada air sumur gali. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen mengunakan kitosan dan filter termodifikasi dengan bahan ijuk, pasir silika, cangkang kapah, arang aktif dan kerikil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah E. coli mengalami penurunan setelah proses sedimentasi, yaitu dari 100 CFU/100 mL menjadi 47 CFU/100 mL. Setelah melewati filtrasi didapatkan nilai rata-rata pada kandungan bakteri E. coli sekitar 74 CFU/100 mL. Filter termodifikasi belum efektif dalam menurunkan kandungan E.coli pada air sumur gali di Karungan RT 08, Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk reduplikasi serta menganalisis makna dan fungsi pada sembilan cerita rakyat yang terdapat dalam buku kumpulan cerita rakyat berjudul Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah berupa buku cerita rakyat yang berjudul Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan yang terdapat sembilan cerita rakyat bahasa Punan dan serta terjemahan bahasa Indonesia. Data di peroleh dalam penelitian ini yaitu dengan teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Data di analisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan rumusan masalah, hasil serta pembahasan penelitian reduplikasi yang di lakukan menunjukkan adanya reduplikasi atau kata ulang yang terdapat pada kumpulan ke sembilan cerita rakyat buku yang berjudul Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan yang terdiri dari tiga klasifikasi yaitu reduplikasi utuh (dwilingga) reduplikasi sebagian (dwipurwa) dan reduplikasi berubah bunyi (dwilingga salin suara). Dengan masing-masing di peroleh reduplikasi utuh (dwilingga) (109), reduplikasi sebagian (dwipurwa) (28), dan reduplikasi berubah bunyi (dwilingga salin suara) (9). Dari ke tiga klasifikasi ini kata utuh menjadi yang paling dominan dalam penelitian ini karena hasil analisis sembilan (9). Reduplikasi bermakna (bermakna kelompok 12), (bermakna banyak 5), (bermakna sungguh-sungguh 9), (bermakna masing-masing 7), (bermakna sudah 4), (bernakna kehati-hatian/waspada 6), (bermakna keadan 9), (bermakna perbuatan 24), (bermakna tidak sungguh-sungguh 6), (bermakna penegasan 4), (bermakna sangat 5), (bermakna bertanya 3), (bermakna tindakan 3), (bermakna uruttan 1), (bermakna bunyi 9), (bermakna saling 3), (bermakna memberitahu 3), (bermakna awalan 1), (bermakna takut 3), dan (brmakna keberadaan 1) dengan rinciannya 145 pengulangan bermakna, sedangkan redupliksi berfungsi, reduplikasi berfungsi (Nomina, 33), reduplikasi berfungsi (Verba 42), reduplikasi berfungsi (Adjektiva, 21), dan reduplikasi berfungsi (adverbia, 24), berdasarkan hasil secara keseluruhan reduplikasi berfungsi yaitu 120 data reduplikasi berfungsi data reduplikasi yang telah dianalisis, masing-masing kelas kata menunjukkan peran dari cerita rakyat yang terdapat cerita rakyat suku dayak Punan dalam buku Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan. Menunjukkan kata pengulangan utuh yang paling banyak digunakan dalam cerita tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk reduplikasi serta menganalisis makna dan fungsi pada sembilan cerita rakyat yang terdapat dalam buku kumpulan cerita rakyat berjudul Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah berupa buku cerita rakyat yang berjudul Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan yang terdapat sembilan cerita rakyat bahasa Punan dan serta terjemahan bahasa Indonesia. Data di peroleh dalam penelitian ini yaitu dengan teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Data di analisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan rumusan masalah, hasil serta pembahasan penelitian reduplikasi yang di lakukan menunjukkan adanya reduplikasi atau kata ulang yang terdapat pada kumpulan ke sembilan cerita rakyat buku yang berjudul Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan yang terdiri dari tiga klasifikasi yaitu reduplikasi utuh (dwilingga) reduplikasi sebagian (dwipurwa) dan reduplikasi berubah bunyi (dwilingga salin suara). Dengan masing-masing di peroleh reduplikasi utuh (dwilingga) (109), reduplikasi sebagian (dwipurwa) (28), dan reduplikasi berubah bunyi (dwilingga salin suara) (9). Dari ke tiga klasifikasi ini kata utuh menjadi yang paling dominan dalam penelitian ini karena hasil analisis sembilan (9). Reduplikasi bermakna (bermakna kelompok 12), (bermakna banyak 5), (bermakna sungguh-sungguh 9), (bermakna masing-masing 7), (bermakna sudah 4), (bernakna kehati-hatian/waspada 6), (bermakna keadan 9), (bermakna perbuatan 24), (bermakna tidak sungguh-sungguh 6), (bermakna penegasan 4), (bermakna sangat 5), (bermakna bertanya 3), (bermakna tindakan 3), (bermakna uruttan 1), (bermakna bunyi 9), (bermakna saling 3), (bermakna memberitahu 3), (bermakna awalan 1), (bermakna takut 3), dan (brmakna keberadaan 1) dengan rinciannya 145 pengulangan bermakna, sedangkan redupliksi berfungsi, reduplikasi berfungsi (Nomina, 33), reduplikasi berfungsi (Verba 42), reduplikasi berfungsi (Adjektiva, 21), dan reduplikasi berfungsi (adverbia, 24), berdasarkan hasil secara keseluruhan reduplikasi berfungsi yaitu 120 data reduplikasi berfungsi data reduplikasi yang telah dianalisis, masing-masing kelas kata menunjukkan peran dari cerita rakyat yang terdapat cerita rakyat suku dayak Punan dalam buku Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan. Menunjukkan kata pengulangan utuh yang paling banyak digunakan dalam cerita tersebut.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Produk sayuran organik cenderung memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran non organik, oleh karena itu sebagian besar konsumen menganggap produk sayuran organik sebagai produk makanan yang mahal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesediaan masyarakat Desa Kelubir untuk membayar lebih untuk sayuran organik dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, guna membantu produsen merancang strategi harga yang lebih tepat dan meningkatkan aksesibilitas produk organik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kelubir, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dari November 2024 hingga Januari 2025, dengan 80 responden yang dipilih secara purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui karakteristik konsumen, Contingent Valuation Method (CVM) untuk mengukur kesediaan membayar (WTP) dan regresi linear berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi WTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas berusia 26-65 tahun, perempuan, berpendidikan tinggi, dan memiliki pendapatan di atas Rp 3.000.000. Selain itu, konsumen bersedia membayar dengan harga yang lebih tinggi untuk memperoleh produk sayuran organik, dengan kenaikan 58,44% untuk sayur organik kangkung dan 58,50% untuk sayur organik bayam. Faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi kesediaan membayar konsumen adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan jumlah pendapatan per bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Produk sayuran organik cenderung memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran non organik, oleh karena itu sebagian besar konsumen menganggap produk sayuran organik sebagai produk makanan yang mahal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesediaan masyarakat Desa Kelubir untuk membayar lebih untuk sayuran organik dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, guna membantu produsen merancang strategi harga yang lebih tepat dan meningkatkan aksesibilitas produk organik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kelubir, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dari November 2024 hingga Januari 2025, dengan 80 responden yang dipilih secara purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui karakteristik konsumen, Contingent Valuation Method (CVM) untuk mengukur kesediaan membayar (WTP) dan regresi linear berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi WTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas berusia 26-65 tahun, perempuan, berpendidikan tinggi, dan memiliki pendapatan di atas Rp 3.000.000. Selain itu, konsumen bersedia membayar dengan harga yang lebih tinggi untuk memperoleh produk sayuran organik, dengan kenaikan 58,44% untuk sayur organik kangkung dan 58,50% untuk sayur organik bayam. Faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi kesediaan membayar konsumen adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan jumlah pendapatan per bulan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel mediasi di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 135 pegawai menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan untuk menguji validitas, reliabilitas, hubungan antar variabel, serta peran mediasi Kepuasan Kerja dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Beban Kerja memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai. Lingkungan Kerja juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja, namun tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Kepuasan Kerja, sebagai variabel mediasi, memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap Kinerja Pegawai dan memperkuat hubungan tidak langsung antara Beban Kerja dan Kinerja Pegawai, serta Lingkungan Kerja dan Kinerja Pegawai. Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan bahwa Beban Kerja dan Lingkungan Kerja memengaruhi Kinerja Pegawai terutama melalui Kepuasan Kerja sebagai mediator. Lingkungan kerja yang kondusif dan beban kerja yang sesuai dapat meningkatkan tingkat kepuasan kerja pegawai, yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja mereka. Temuan ini menekankan pentingnya manajemen organisasi untuk fokus pada peningkatan Kepuasan Kerja melalui pengelolaan beban kerja yang efektif dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
The purpose of this research was to determine the effect of ice breaking on students' learning motivation in English subjects of seventh grade students of SMP Negeri 2 Tarakan. This research was categorized as a type of experimental research with a pre-experimental research design. The research population was all seventh-grade students of SMP Negeri 2 Tarakan, with the selected sample were students of class 7D by using purposive sampling method. Data collection techniques in this research consisted of pre-test and post-test using student motivation questionnaire and observation sheet. In this research, the collected data were analyzed using SPSS version 26, with a paired sample t-test used to compare the means of two measurements taken from the same group before and after ice breaking was applied. The results indicated that icebreaking was effective in increasing English learning motivation of seventh grade students of SMP Negeri 2 Tarakan. The result of paired sample t-test showed that the mean difference between pre-test and post-test was - 2.03448, with a standard deviation of 2.35255. This difference was within the 95% confidence interval, the significance level (2-tailed) was 0.000, smaller than 0.05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel mediasi di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 135 pegawai menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan untuk menguji validitas, reliabilitas, hubungan antar variabel, serta peran mediasi Kepuasan Kerja dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Beban Kerja memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai. Lingkungan Kerja juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja, namun tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Kepuasan Kerja, sebagai variabel mediasi, memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap Kinerja Pegawai dan memperkuat hubungan tidak langsung antara Beban Kerja dan Kinerja Pegawai, serta Lingkungan Kerja dan Kinerja Pegawai. Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan bahwa Beban Kerja dan Lingkungan Kerja memengaruhi Kinerja Pegawai terutama melalui Kepuasan Kerja sebagai mediator. Lingkungan kerja yang kondusif dan beban kerja yang sesuai dapat meningkatkan tingkat kepuasan kerja pegawai, yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja mereka. Temuan ini menekankan pentingnya manajemen organisasi untuk fokus pada peningkatan Kepuasan Kerja melalui pengelolaan beban kerja yang efektif dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of this research was to determine the effect of ice breaking on students' learning motivation in English subjects of seventh grade students of SMP Negeri 2 Tarakan. This research was categorized as a type of experimental research with a pre-experimental research design. The research population was all seventh-grade students of SMP Negeri 2 Tarakan, with the selected sample were students of class 7D by using purposive sampling method. Data collection techniques in this research consisted of pre-test and post-test using student motivation questionnaire and observation sheet. In this research, the collected data were analyzed using SPSS version 26, with a paired sample t-test used to compare the means of two measurements taken from the same group before and after ice breaking was applied. The results indicated that icebreaking was effective in increasing English learning motivation of seventh grade students of SMP Negeri 2 Tarakan. The result of paired sample t-test showed that the mean difference between pre-test and post-test was - 2.03448, with a standard deviation of 2.35255. This difference was within the 95% confidence interval, the significance level (2-tailed) was 0.000, smaller than 0.05.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Nur Hayati. 2024, Analisis Penggunaan Kohesi Gramatikal dan Leksikal pada Cerita Rakyat Aki Balak Kalimantan Utara Menggunakan Kajian Wacana Bahasa Indonesia Karya Dad Murniah. ( dibimbing oleh Siti Fathonah, M.Pd dan Achmad Dicky Romadhan, S.Pd., M.Hum) Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan atau adanya penggunaan kohesi gramatikal dan leksikal pada cerita Aki Balak melalui kajian wacana bahasa Indonesia, metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah berupa kalimat dan penggalan paragraf yang di dalamnya menggambarkan bentuk kohesi gramatikal dan leksikal pada buku cerita Aki Balak. Teknik yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, teknik simak, dan teknik menandai. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat penggunaan kohesi gramatikal dan leksikal yang terjalin sehingga makna yang di hasilkan dari perpaduan tersebut dapat dipahami oleh pembaca. Aspek gramatikal: referensi persona dengan kata ganti orang saya, beliau, nya, kita dan kami. Referensi demostrasi tempat yang ditunjukkan dengan frasa rumah, sungai dan gubuk sebagainya. Subtitusi baik subtitusi nomina frasa dan klausa yang di gantikan dengan kata mereka dan tetua. Pelepasan baik penghilangan dalam bentuk kata maupun frasa. Konjungsi dalam kalimat yang ditandai dengan penggunaan konjungsi setelah itu dan sebagainya. Sedangkan konjungsi antarkalimat di tandai dengan adanya penggunaan konjungsi akan tetapi dan lain sebagainya. Aspek gramatikal: repetisi baik pengulangan dalam bentuk kata maupun frasa dalam satu paragraf. Sinonim baik sinonim antarkata maupun frasa seperti bagus bersinonim dengan frasa cantik. Antonim penggunaan ditemukan adanya penggunaannya seperti besar yakni lawan kata kecil. Aspek gramatikal dan leksikal yang ditemukan dalam buku cerita Aki Balak terjalin dengan kohesif sehingga memiliki makna yang utuh dan padu. Kata Kunci : Wacana, Aki Balak, Kohesi Gramatikal dan Leksikal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Nur Hayati. 2024, Analisis Penggunaan Kohesi Gramatikal dan Leksikal pada Cerita Rakyat Aki Balak Kalimantan Utara Menggunakan Kajian Wacana Bahasa Indonesia Karya Dad Murniah. ( dibimbing oleh Siti Fathonah, M.Pd dan Achmad Dicky Romadhan, S.Pd., M.Hum) Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan atau adanya penggunaan kohesi gramatikal dan leksikal pada cerita Aki Balak melalui kajian wacana bahasa Indonesia, metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah berupa kalimat dan penggalan paragraf yang di dalamnya menggambarkan bentuk kohesi gramatikal dan leksikal pada buku cerita Aki Balak. Teknik yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, teknik simak, dan teknik menandai. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat penggunaan kohesi gramatikal dan leksikal yang terjalin sehingga makna yang di hasilkan dari perpaduan tersebut dapat dipahami oleh pembaca. Aspek gramatikal: referensi persona dengan kata ganti orang saya, beliau, nya, kita dan kami. Referensi demostrasi tempat yang ditunjukkan dengan frasa rumah, sungai dan gubuk sebagainya. Subtitusi baik subtitusi nomina frasa dan klausa yang di gantikan dengan kata mereka dan tetua. Pelepasan baik penghilangan dalam bentuk kata maupun frasa. Konjungsi dalam kalimat yang ditandai dengan penggunaan konjungsi setelah itu dan sebagainya. Sedangkan konjungsi antarkalimat di tandai dengan adanya penggunaan konjungsi akan tetapi dan lain sebagainya. Aspek gramatikal: repetisi baik pengulangan dalam bentuk kata maupun frasa dalam satu paragraf. Sinonim baik sinonim antarkata maupun frasa seperti bagus bersinonim dengan frasa cantik. Antonim penggunaan ditemukan adanya penggunaannya seperti besar yakni lawan kata kecil. Aspek gramatikal dan leksikal yang ditemukan dalam buku cerita Aki Balak terjalin dengan kohesif sehingga memiliki makna yang utuh dan padu. Kata Kunci : Wacana, Aki Balak, Kohesi Gramatikal dan Leksikal
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penggunaan terapi infus sebagian besar menggunakan akses vena perifer dan hampir semua pasien menerima terapi intravena selama dirawat di rumah sakit. Penyebab kejadian plebitis salah satunya adalah chemical plebitis yaitu plebitis kimia yang terjadi akibat cairan IV yang merusak tunika intima. Salah satu Upaya pencegahan yang dapat menurunkan kejadian plebitis di rumah sakit adalah dengan kepatuhan penerapan bundles plebitis yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan jenis cairan infus dan penggunaan Bundles plebitis terhadap kejadian plebitis. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian seluruh pasien anak rawat inap di anggrek B1 yang mendapatkan terapi infus. Teknik Nonprobablity sampling dan teknik concecutive sampling dengan responden 107 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan data jenis cairan dan kejadian plebitis dengan uji statistik Chi Square didapatkan nilai p0,05 hasil p=0,003 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jenis cairan dengan kejadian plebitis pada anak di RSUD dr.H.Jusuf SK, dan perhitungan data kepatuhan plebitis dengan kejadian plebitis dengan chi square test didapatkan nilai p=0,0010,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jenis cairan dengan kejadian plebitis pada anak di RSUD dr.H.Jusuf SK. Diharapkan dalam pemberian terapi infus sesuai dengan standart prosedur operasional yang sudah ditetapkan dan melakukan pengawasan dalam prosedur pemberian cairan infus dan obat-obatan terutama yang memiliki pH dan tonisitas lebih tinggi untuk mengurangi risiko plebitis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penggunaan terapi infus sebagian besar menggunakan akses vena perifer dan hampir semua pasien menerima terapi intravena selama dirawat di rumah sakit. Penyebab kejadian plebitis salah satunya adalah chemical plebitis yaitu plebitis kimia yang terjadi akibat cairan IV yang merusak tunika intima. Salah satu Upaya pencegahan yang dapat menurunkan kejadian plebitis di rumah sakit adalah dengan kepatuhan penerapan bundles plebitis yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan jenis cairan infus dan penggunaan Bundles plebitis terhadap kejadian plebitis. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian seluruh pasien anak rawat inap di anggrek B1 yang mendapatkan terapi infus. Teknik Nonprobablity sampling dan teknik concecutive sampling dengan responden 107 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan data jenis cairan dan kejadian plebitis dengan uji statistik Chi Square didapatkan nilai p0,05 hasil p=0,003 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jenis cairan dengan kejadian plebitis pada anak di RSUD dr.H.Jusuf SK, dan perhitungan data kepatuhan plebitis dengan kejadian plebitis dengan chi square test didapatkan nilai p=0,0010,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jenis cairan dengan kejadian plebitis pada anak di RSUD dr.H.Jusuf SK. Diharapkan dalam pemberian terapi infus sesuai dengan standart prosedur operasional yang sudah ditetapkan dan melakukan pengawasan dalam prosedur pemberian cairan infus dan obat-obatan terutama yang memiliki pH dan tonisitas lebih tinggi untuk mengurangi risiko plebitis.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA RUMAH MAKAN DI KOTA TARAKAN (Studi Kasus Rumah Makan Skala Menengah) Nurhayati Dr. Syaiful Anwar,S.E.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Pendapatan usaha Rumah Makan di Kota Tarakan. Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan alat analisis regresi linear berganda. Variabel modal secara parsial berpengaruh terhadap pendapatan rumah makan di kota Tarakan, Variabel tenaga kerja secara parsial berpengaruh terhadap pendapatan rumah makan di kota Tarakan, dan Variabel lama usaha secara parsial berpengaruh terhadap pendapatan rumah makan di kota Tarakan.Berdasarkan hasil uji f menunjukkan bahwa variabel modal, tenaga kerja, dan lama usaha secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan rumah makan di Kota Tarakan,dengan kata lain variabel-variabel independen mampu menjelaskan besarnya variabel dependen pendapatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa aplikasi TaKu (Tambah Kurang) yang ditinjau dari validitas media, materi, dan praktisi serta mengetahui ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran aplikasi TaKu (Tambah Kurang). Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research dan Development). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari sepuluh tahapan yaitu, potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk kelompok terbatas, revisi produk, uji coba produk kelompok luas, revisi produk akhir, desiminasi dan implementasi. Penilaian kelayakan media pembelajaran aplikasi TaKu (Tambah Kurang) terdiri dari ahli media, ahli materi dan ahli praktisi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 100%, ahli materi 90%, ahli praktisi 98%. Hasil validasi ahli media, materi dan praktisi menunjukkan bahwa media pembelajaran aplikasi TaKu (Tambah Kurang) sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil ketertarikan siswa pada uji coba kelompok terbatas sebesar 95% dan uji coba kelompok luas sebesar 92,5%. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba kelompok terbatas dan kelompok luas menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media pembelajaran aplikasi TaKu (Tambah Kurang).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA RUMAH MAKAN DI KOTA TARAKAN (Studi Kasus Rumah Makan Skala Menengah) Nurhayati Dr. Syaiful Anwar,S.E.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Pendapatan usaha Rumah Makan di Kota Tarakan. Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan alat analisis regresi linear berganda. Variabel modal secara parsial berpengaruh terhadap pendapatan rumah makan di kota Tarakan, Variabel tenaga kerja secara parsial berpengaruh terhadap pendapatan rumah makan di kota Tarakan, dan Variabel lama usaha secara parsial berpengaruh terhadap pendapatan rumah makan di kota Tarakan.Berdasarkan hasil uji f menunjukkan bahwa variabel modal, tenaga kerja, dan lama usaha secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan rumah makan di Kota Tarakan,dengan kata lain variabel-variabel independen mampu menjelaskan besarnya variabel dependen pendapatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Integrated fertilization is an alternative to increase soil and plant productivity on marginal lands. The integrated fertilization principle is to combine and apply inorganic and organic fertilizers simultaneously, aiming to add nutrients into the soil and improve soil propoerties. This study aimed to determine the composition of integrated organic and inorganic fertilizers for the best growth and yield of asparagus bean. This experimental research was carried out in the field using a randomized block design (RAK), consisting of the following seven treatments: T0 (Without fertilizer), T1 (Chicken manure fertilizer), T2 (Shrimp waste), T3 (Chicken manure+urea+TSP+KCL), T4 (Cicken manure+phonska), T5 (Shrimp waste fertilizer+Urea+TSP+KCL) and T6 (Shrimp waste fertilizer+phonska). The parameters observed were plant height, stem diameter, flowering age, pod length, and pod weight. The data obtained were analyzed using an F test, and for data influenced by the treatment were then tested at BNT level 5%. The results showed that the application of integrated organic and inorganic fertilizers treatment only affected plant height at 2 WAP and pod length, while no effect was found in any other parameters. Despite statistically no significant effect, in general, integrated inorganic and organic fertilization with shrimp waste+urea+TSP+KCL (T5) presented the best asparagus bean pod weight compared to the other treatments with a value of 143.7 gr. Keyword: integrated fertilization, phonska, shrimp waste