ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitiian inii bertujuian untiuk meneintukan tiniigkat kelaiyaikan miediia pembelajiiaran diiorama siiklus aiir berdasarikan peniilaian darii ahili maiteri dian aihli meiidia, serta unituk melihat bagaimana respon siswa terhadap daya tarik media yang telah dikembangkan pada mata pelajaran IPAS kelas V di SDN 023 Tarakan. penielitian iini menggiunakan metode penelitian dan pengembanigan (R&D), dengan menggunakan model Borig aind Gall, yang terdiri dari enam tahap: penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengambangan produk awal, uji coba lapangan awal, revisi produk, dan uji coba lapangan utama. Lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, dan angket respon siswa digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan kedua hasil validasi, dari ahli mediia sebesar 98,6%, ahli matieri 90,6% dengan kategori sangat layak. Sehingga diperoleh persentase Aspek kelayakan sebesar 94,6% dengan kategori Sangat layak. Pada uji coba lapangan awal dengan hasil angket respon siswa sebesar 89,17%, sementara itu, pada uji coba lapangan utama menunjukkan tingkat kemenarikan 86,15% dengan kategori sangat menarik. Sehingga diperoleh persentase Aspek kemenarikan 87,65% dengan kategori Sangat Menarik. Berdasarkan hasil validasi ahli dan respon siswa, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran diorama siklus air sangat layak dan menarik untuk digunakan dalam proses pembelajaran oleh di Kelas V SDN 023 Tarakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa media audio visual dengan kriteria kevalidan di tinjau dari ahli materi dan ahli media, ketertarikan ditinjau dari angket respon siswa yang dikumpulkan. Jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan Borg and Gall dalam (Sugiyono, 2015), dari sepuluh tahapan hanya menggunakan enam tahapan yaitu, Potensi Masalah, Pengumpulan Data, Desain Produk, Validasi Desain, Revisi Desain Dan Uji Coba Produk Terbatas. Penilaian kevalidan media pembelajaran audio visual terdiri dari ahli materi dan ahli media. Hasil yang diperoleh dari validasi materi sebesar 72,5%, ahli media 85,71%, serta uji coba produk terbatas 84,5%. Hasil validasi ahli materi dan ahli media menunjukkan media pembelajaran audio visual valid digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil angket respon siswa pada uji coba produk terbatas menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran audio visual berada pada menarik. Kriteria media pembelajaran audio visual dikatakan valid, layak dan menarik apabila media pembelajaran audio visual telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan pada penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa media lempar dadu yang ditinjau dari validitas media, dan materi serta mengetahui kemenarikan siswa terhadap media pembelajaran lempar dadu. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan Borg and Gall dalam Sugiyono yang terdiri dari sepuluh tahapan yaitu, potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan produk massal. Penilaian kelayakan media pembelajaran lempar dadu terdiri dari ahli media dan ahli materi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 90% ahli materi sebesar 92,5%. Hasil validasi ahli media dan ahli materi menunjukkan bahwa media pembelajaran lempar dadu sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil kemenarikan pada uji coba produk sebesar 89,28% dan uji coba pemakaian terbatas sebesar 85%. Hasil angket uji coba produk dan angket kemenarikan siswa pada uji coba pemakaian terbatas menunjukkan bahwa siswa tertarik terhadap media pembelajaran lempar dadu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengenghasilkan media pembelajaran berupa video animasi pada pembelajaran tematik tema pahlawanku yang ditinjau dari validasi ahli materi, ahli media dan ahli praktisi, serta mengetahui respon siswa terhadap media video animasi pada pembelajaran tematik tema pahlawanku. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Develoment (R&D). Prosedur penelitian dan pengembangan menggunakan model Borg and Gall yang terdiri dari 10 tahap yaitu, Potensi Masalah, Pengumpulan Data, Desain Produk, Validasi Desain, Revisi Desain, Uji Coba Produk, Revisi Produk, Uji Coba Pemakaian, Revisi Produk, dan Produksi Masal. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 78% dengan kategori layak, validasi ahli media sebesar 84% dan validasi ahli praktisi sebesar 88% dengan kategori sangat layak. Hasil yang diperoleh dari angket respon siswa uji coba terbatas sebesar 91,6%, dan pada angket respon siswa uji coba lapangan sebesar 91,7% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, ahli praktisi, angket respon siswa pada uji coba terbatas dan angket uji coba lapangan maka, pengembangan media video animasi pada pembelajaran tematik tema pahlawanku dinyatakan layak dan sangat baik untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa aplikasi TaKu (Tambah Kurang) yang ditinjau dari validitas media, materi, dan praktisi serta mengetahui ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran aplikasi TaKu (Tambah Kurang). Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research dan Development). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari sepuluh tahapan yaitu, potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk kelompok terbatas, revisi produk, uji coba produk kelompok luas, revisi produk akhir, desiminasi dan implementasi. Penilaian kelayakan media pembelajaran aplikasi TaKu (Tambah Kurang) terdiri dari ahli media, ahli materi dan ahli praktisi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 100%, ahli materi 90%, ahli praktisi 98%. Hasil validasi ahli media, materi dan praktisi menunjukkan bahwa media pembelajaran aplikasi TaKu (Tambah Kurang) sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil ketertarikan siswa pada uji coba kelompok terbatas sebesar 95% dan uji coba kelompok luas sebesar 92,5%. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba kelompok terbatas dan kelompok luas menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media pembelajaran aplikasi TaKu (Tambah Kurang).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa aplikasi Study Science berbasis android pada materi sistem pernapasan manusia yang berkualitas dilihat dari aspek kelayakan dan ketertarikan siswa. Media pembelajaran ini merupakan salah satu media yang dapat digunakan oleh guru sekolah dasar untuk melaksanakannya kedalam proses belajar dan mengajar, apalagi ditengah wabah Covid-19 saat ini yang dimana guru sangat membutuhkan media pembelajaran inovatif agar siswa tidak merasa bosan dan jenuh dalam mengikuti pembelajaran. Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi melalui tahapan (potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain dan uji coba produk). Penilaian prosedur dinilai oleh tiga ahli, yaitu ahli media, ahli materi dan ahli praktisi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Patra Dharma Tarakan dengan jumlah siswa sebanyak lima orang. Kriteria kualitas media pembelajaran yang baik memenuhi dua aspek, sebagai berikut: aspek kelayakan dan aspek ketertarikan. Kriteria kualitas media pembelajaran aplikasi Study Science berbasis android pada materi sistem pernapasan manusia dilihat dari aspek kelayakan memperoleh skor sebesar 82,78% yang dikategorikan layak jika mencapai persentase minimal 76%. Dari aspek ketertarikan sebesar 85,40% yang dikategorikan menarik jika mencapai persentase minimal 76%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran aplikasi Study Science layak digunakan dan menarik bagi siswa.