ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Meningkatnya kebutuhan air bersih di Kota Tarakan mendorong masyarakat memanfaatkan air sumur bor sebagai sumber air alternatif. Namun, kualitas air sumur bor di Kelurahan Mamburungan belum memenuhi baku mutu air higiene sanitasi karena memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi, pH yang bersifat asam, kadar besi (Fe) yang tinggi, serta teridentifikasi berbau. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas fisik-kimia air sumur bor sebelum dan sesudah pengolahan serta menentukan efisiensi kombinasi kitosan dan media filter termodifikasi dalam meningkatkan kualitas air. Penelitian menggunakan metode eksperimen melalui proses koagulasi-flokulasi menggunakan kitosan yang dilanjutkan dengan filtrasi menggunakan media filter termodifikasi yang terdiri atas cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix), arang aktif, pasir silika, kerikil, dan busa filter. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, Total Dissolved Solids (TDS), kekeruhan, bau, pH, nitrat, nitrit, dan besi (Fe). Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) serta dihitung nilai efisiensi pengolahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu tidak mengalami perubahan yang signifikan (p-value = 1,000), sedangkan parameter TDS, kekeruhan, pH, nitrat, dan Fe mengalami perubahan yang signifikan setelah pengolahan (p-value 0,05). Pengolahan mampu menurunkan TDS dengan efisiensi 73,6%, kekeruhan 94,1%, nitrat 39,6%, dan Fe 91,2%, serta meningkatkan pH dari kondisi asam menjadi memenuhi baku mutu. Parameter bau berubah dari berbau menjadi tidak berbau, sedangkan nitrit tetap memenuhi baku mutu sebelum dan sesudah pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kitosan dan media filter termodifikasi efektif meningkatkan kualitas fisik-kimia air sumur bor sehingga berpotensi diterapkan sebagai alternatif pengolahan air skala rumah tangga di Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumur bor merupakan sumber utama air bersih bagi masyarakat Kelurahan Mamburungan RT 07 Kota Tarakan. Berdasarkan hasil pengujian, air sumur bor di lokasi penelitian mengandung kadar besi (Fe) sebesar 2,2 mg/L yang melebihi baku mutu air untuk keperluan higiene sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi koagulasi kitosan, filtrasi, dan kombinasi koagulasi-filtrasi dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan tiga perlakuan, yaitu koagulasi menggunakan kitosan, filtrasi menggunakan media cangkang kerang kapah, arang aktif, pasir silika, dan kerikil, serta kombinasi koagulasi-filtrasi. Pengujian kadar Fe dilakukan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) berdasarkan SNI 6989.4:2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar Fe setelah perlakuan koagulasi sebesar 0,827 ± 0,059 mg/L, filtrasi sebesar 0,350 ± 0,110 mg/L, dan kombinasi koagulasi-filtrasi sebesar 0,190 ± 0,105 mg/L. Efisiensi penurunan kadar Fe pada masing-masing perlakuan berturut-turut adalah 62,42%, 84,09%, dan 91,36%. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar Fe (Fhitung = 30,59 > Ftabel = 5,14). Perlakuan kombinasi koagulasi-filtrasi merupakan metode yang paling efektif dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Abstrak Sekitar 30 rumah tangga masyarakat Karungan Kelurahan Mamburungan Timur RT 8 dan RT 9 masih bergantung pada air sumur gali sebagai sumber air bersih. Namun, sumur yang berada di tepi jalan dan di tengah permukiman padat penduduk menjadikannya rentan terhadap berbagai sumber kontaminasi bakteri, seperti bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari septic tank, kandang ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan kitosan dan filter termodifikasi dalam menurunkan kandungan bakteri E. coli pada air sumur gali. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen mengunakan kitosan dan filter termodifikasi dengan bahan ijuk, pasir silika, cangkang kapah, arang aktif dan kerikil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah E. coli mengalami penurunan setelah proses sedimentasi, yaitu dari 100 CFU/100 mL menjadi 47 CFU/100 mL. Setelah melewati filtrasi didapatkan nilai rata-rata pada kandungan bakteri E. coli sekitar 74 CFU/100 mL. Filter termodifikasi belum efektif dalam menurunkan kandungan E.coli pada air sumur gali di Karungan RT 08, Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023.