ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumur bor merupakan sumber utama air bersih bagi masyarakat Kelurahan Mamburungan RT 07 Kota Tarakan. Berdasarkan hasil pengujian, air sumur bor di lokasi penelitian mengandung kadar besi (Fe) sebesar 2,2 mg/L yang melebihi baku mutu air untuk keperluan higiene sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi koagulasi kitosan, filtrasi, dan kombinasi koagulasi-filtrasi dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan tiga perlakuan, yaitu koagulasi menggunakan kitosan, filtrasi menggunakan media cangkang kerang kapah, arang aktif, pasir silika, dan kerikil, serta kombinasi koagulasi-filtrasi. Pengujian kadar Fe dilakukan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) berdasarkan SNI 6989.4:2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar Fe setelah perlakuan koagulasi sebesar 0,827 ± 0,059 mg/L, filtrasi sebesar 0,350 ± 0,110 mg/L, dan kombinasi koagulasi-filtrasi sebesar 0,190 ± 0,105 mg/L. Efisiensi penurunan kadar Fe pada masing-masing perlakuan berturut-turut adalah 62,42%, 84,09%, dan 91,36%. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar Fe (Fhitung = 30,59 > Ftabel = 5,14). Perlakuan kombinasi koagulasi-filtrasi merupakan metode yang paling efektif dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kualitas tanah memegang peranan penting dalam sistem tambak tradisional udang windu. Kualitas tanah dapat menurun akibat kegiatan pasca panen dari sisa metabolisme udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kitosan cangkang kerang kapah (Meretrix sp) dalam perbaikan kualitas kima tanah tambak tradisional udang windu. Penelitian ini dimulai dengan mensintesis kitosan dari kitin cangkang kerang kapah (Meretrix sp). Kitosan di karakterisasi ukurannya menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Rancangan penelitian terdiri dari perlakuan kapur dan kitosan diaplikasikan pada tanah tambak dengan rasio 1:50, dibawah lampu visibel selama 8 jam penyinaran. Parameter kualitas tanah yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), potensial redoks (Eh), aluminium (Al), dan besi (Fe). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan berhasil disintesis dengan di tandai puncak bilangan gelombang 1082,76 cm⁻¹ nm. Nilai efektivitas kitosan memiliki nilai yang sama dengan kapur dolomit dalam meningkatkan pH tanah mencapai 16,67% (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan pH yang terjadi tidak berbeda nyata dibandingkan tanah alami, dan pada parameter potensial redoks (Eh) sebesar 81,52% (p 0,05), yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan penggunaan kapur dolomit (30,46%). Pada parameter Al, Semua perlakuan menunjukkan efektivitas sebesar 100%, sedangkan parameter besi (Fe) kitosan sebesar 97,23%. Berdasarkan hasil didapatkan kitosan efektif memperbaiki kualitas tanah parameter potensial redoks.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kualitas tanah memegang peranan penting dalam sistem tambak tradisional udang windu. Kualitas tanah dapat menurun akibat kegiatan pasca panen dari sisa metabolisme udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas tanah tambak udang windu (Penaeus monodon) menggunakan teknologi fotokatalis nanopartikel CaO yang disintesis dari limbah cangkang kerang kapah (Meretrix meretrix). Penelitian ini dimulai dengan mensintesis nanopartikel CaO menggunakan ekstrak daun ketapang. Nanopartikel CaO di karakterisasi ukurannya menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Rancangan penelitian terdiri dari perlakuan kapur dan nanopartikel CaO diaplikasikan pada tanah tambak dengan rasio 1:50, dibawah lampu visibel selama 8 jam penyinaran. Parameter kualitas tanah yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), potensial redoks (Eh), aluminium (Al), dan besi (Fe). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel berhasil disintesis dengan ukuran rata-rata 107,88 nm. Aplikasi nanopartikel CaO terhadap perbaikan kualitas tanah memberikan efektivitas terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Nilai efektivitas nanopartikel CaO dalam meningkatkan pH tanah mencapai 100% (p 0,05) dan pada parameter potensial redoks (Eh) sebesar 64,99% (p 0,05), yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan penggunaan kapur dolomit (30,46%). Pada parameter logam berat, nanopartikel CaO menunjukkan efektivitas penurunan aluminium (Al) yang konstan sebesar 100%, diikuti parameter besi (Fe) sebesar 62,6%. Pemanfaatan teknologi fotokatalis nanopartikel CaO berbasis limbah cangkang kerang kapah merupakan solusi inovatif dalam memperbaiki kualitas kimia tanah untuk mendukung keberlanjutan budidaya udang windu di wilayah Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PERTUMBUHAN ALLOMETRIK DAN INDEKS KONDISI KERANG KAPAH (Meretrix meretrix) YANG TERDAPAT DI PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pola pertumbuhan allometrik dan indeks kondisi kerang kapah (Meretrix meretrix) yang terdapat di perairan Pantai Amal Lama, Kota Tarakan. Sampel kerang di ambil secara langsung dari lokasi penelitian dan di analisis untuk memperoleh gambaran mengenai aspek pertumbuhan organisme laut tersebut. Analisis hubungan panjang-bobot diterapkan dengan menggunakan persamaan. Hasil perhitungan memberikan informasi mengenai pola pertumbuhan serta kondisi fisiologis kerang kapah yang hidup di kawasan penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketersediaan bahan bakar minyak semakin hari semakin terbatas. Sementara kebutuhan bahan bakar minyak terus meningkat sehingga cadangan minyak bumi semakin berkurang. Permasalahan lain yang saat ini dihadapi dunia adalah masalah pencemaran udara akibat penggunaan bahan bakar minyak dan krisis bahan bakar mineral (minyak bumi). Seperti diketahui, kemampuan negara-negara di dunia dalam menyediakan bahan bakar semakin lama semakin menurun karena hampir seluruh wilayahnya mengandung minyak. Salah satu bahan bakar alternatif yang berpotensi mengatasi permasalahan bahan bakar di Indonesia adalah biodiesel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi preparasi katalis, sintessis biodiesel dan karakterisasi biodiesel. Hasil biodiesel yang diperoleh dianalisis menggunakan parameter rendemen, uji densitas, bilangan asam dan bilangan penyabunan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas biodiesel yang diperoleh memiliki nilai rendemen 48,75-70,29%, nilai densitas 872-882 kg/m 3, bilangan asam 0,37-0,43 mg KOH/g dan bilangan penyabunan 40,6-68,6 mg KOH/g. Hasil yang diperoleh pada masing-masing parameter memenuhi syarat mutu dan SNI.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Limbah kerang merupakan sisa-sisa kerang yang tidak dapat dimakan karena sifatnya yang keras.Cangkang kerang kapah (Meretrix sp) mengandung sekitar 87% kalsium oksida (CaO) yang berpotensi sebagai bahan dasar ekstraksi kalsium karbonat (CaCO3). Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis pH, TSS, COD, dan amonia sebelum dan sesudah pemberian serbuk cangkang kerang kapah yang dikalsinasi pada suhu 500oc terhadap limbah cair industri perikanan. Penelitian ini dimulai dari pengambilan sampel, preparasi, pengujian senyawa aktif yang terdiri dari uji pH,COD,Amonia,TSS. Hasil analisis menunjukkan Pengukuran pH sebelum penambahan serbuk cangkang menunjukkan nilai tertinggi sebesar 8,81, sedangkan nilai terendah sebesar 8,66 setelah penambahan serbuk cangkang, pada pengujian parameter COD sebelum penambahan serbuk cangkang kerang kapah menunjukkan nilai tertinggi yaitu 272 mg/l. Namun setelah penambahan serbuk cangkang terlihat pengaruh yang signifikan dengan nilai terendah mencapai 16 mg/. hasil pengukuran kadar amonia pada limbah cair sebelum penambahan serbuk cangkang kerang kapah diperoleh nilai sebesar 30 mg/L. Dari hasil pengukuran kadar amonia setelah penambahan serbuk cangkang kerang kapah terlihat nilai tersebut mengalami penurunan, dengan nilai terendah mencapai 0,03 mg/L. Perlakuan dengan menggunakan serbuk cangkang kapah memberikan dampak terhadap total padatan tersuspensi (TSS) hal ini karena adanya partikel-partikel yang tidak larut dari serbuk cangkang kerang kapah baik yang kecil maupun yang besar dapat berdampak pada air karena partikel-partikel tersebut tidak larut dan tidak dapat mengendap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang Kerang Kapah (Meretrix sp). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan cangkang Kerang Kapah sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan tiga kali ulangan. Bahan yang digunakan adalah cangkang kerang kapah dengan level filter 30, 60 dan 100 Cm dengan kombinasi penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji adalah menurut peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, Fe dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas filter untuk masing-masing parameter berbeda-beda. Untuk parameter mangan efektif pada level filter 30 cm yaitu 36%. pH, TDS, dan Warna efekif pada level 60 cm dengan nilai berturut-turut 61, 42 dan 17%. Parameter nitrit, nitrat, TSS dan kekeruhan efektif pada level filter 100 cm yaitu, 95, 97, 84 dan 76%. Penggunaan kerang kapah sebagai filter air tanah efektif meningkatkan kualitas air baku terutama secara fisik dan memenuhi persyaratan sesuai baku mutu yang digunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cangkang Meretrix meretrix banyak ditemukan menjadi limbah yang sangat melimpah di Pantai Amal, kota Tarakan. Telah dilakukan penelitian tentang Meretrix meretrix sebagai adsorben logam berat timbal (Pb2+) dengan menggunakan adsorpsi metode Shacker melalui aktivasi fisika dengan menggunakan pemanasan suhu 400 oC, 500 oC dan 600 oC. Tahapan pertama yang dilakukan penelitian ini adalah karakteristik adsorben dengan mengukur kadar air dan kadar abu, hasil penelitian yang menunjukan bahwa arang aktif Meretrix meretrix sebelum aktivasi memiliki kadar air dan kadar abu yang lebih tinggi yaitu 20,48% dan 31,60% dibandingkan dengan arang aktif yang sudah diaktivasi yaitu 4.17% dan 21,26%. Hasil adsorpsi menunjukan bahwa Meretrix meretrix dengan aktivasi dalam isoterm Freundlich memiliki kemampuan menyerap Pb2+ sebesar 1,173 mg/g dibandingkan dengan tanpa aktivasi hanya 0,871 mg/g. Dapat disimpulkan bahwa limbah cangkang Meretrix meretrix dapat digunakan sebagai penyerap logam berat timbal (Pb2+).