ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SIZE COMPOSITION OF JANKI TOMPEL FISH (Lutjanus russellii) CAUGHT IN MODIFIED POLY VINLY CHLORIDE (PVC) TRAPS IN BUNYU WATER, NORTH KALIMANTAN Abstract Bunyu Island fisherman use fishing in the form of traps for generation because they have high economic value catcher. This study aimed to determine the composition of the size Jangki Tompel fish (Lutjanus russellii) caught by modified traps and to examine the effect of the cath on the parameters of water quality, temperature, brightness, salinity, and dissolved oxygen. This research was conducted from September to October 2020 in the waters of Bunyu Island. The research results showed that the composition of the size of tompel jangki fish (Lutjanus russellii) formed 6 size classes in the size of total length (PT), standard length (PS) and total weight (BT) with one size group. The results of testing water quality parameters of the number of catches showed a significance value > 0.05 meaning that the water quality parameters that were measured did not have a positive effect on the number of catches. Keywords: Modified Bubu, Bunyu Waters, Janki Tompel Fish, Water Quality Parameters
ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Telah dilakukan penelitian bioekologi kepiting batu (Menippe mercenaria) di perairan Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun perairan yaitu 1. Tanjung Pasir, 2. Pelabuhan Tengkayu 1 (SDF) dan 3. Muara Idec Mamburungan. Berdasarkan hasil penelitian di tiga perairan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengamatan pada saat pasang tertinggi lebih banyak populasi kepiting batu (Menippe mercenaria) dibandingkan pengamatan pada saat surut terendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfometrik dan meristik serta bioekologi kepiting (Menippe mercenaria) yaitu parameter kualitas air yang terdiri dari parameter fisik dan kimia
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Informasi parameter genetik merupakan aspek penting dalam program pemuliaan tanaman karena menjadi dasar dalam menentukan karakter seleksi yang efektif. Nilai duga parameter genetik meliputi keragaman genetik, heritabilitas, kemajuan genetik, dan korelasi antar karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai parameter genetik beberapa karakter pada 6 genotipe kailan serta mendapatkan karakter yang bisa digunakan sebagai kriteria seleksi dalam pemuliaan tanaman kailan. Penelitian menggunakan 6 genotipe kailan yaitu P1 (Winsa), P2 (Sakura F1), P3 (New Veg In), P4 (Full White), P5 (Nemo) dan P6 (Nita) dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter batang, luas daun, kehijauan daun, berat basah tanaman dan berat basah per ha. Hasil nilai duga parameter genetik menunjukkan karakter yang bisa dijadikan kriteria seleksi langsung karena memiliki nilai heritabilitas dan kemajuan genetik tinggi yaitu tinggi tanaman (h2 = 0,864 dan KG = 58,603), diameter batang (h2 = 0,744 dan KG = 23,400) dan berat basah tanaman (h2 = 0,537 dan KG = 18,869). Sedangkan karakter yang bisa digunakan sebagai kriteria seleksi tidak langsung karena memiliki nilai korelasi positif nyata dengan berat basah tanaman adalah tinggi tanaman (rG = 0,836**) dan diameter batang (rG = 0,943**).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketersediaan bahan bakar minyak semakin hari semakin terbatas. Sementara kebutuhan bahan bakar minyak terus meningkat sehingga cadangan minyak bumi semakin berkurang. Permasalahan lain yang saat ini dihadapi dunia adalah masalah pencemaran udara akibat penggunaan bahan bakar minyak dan krisis bahan bakar mineral (minyak bumi). Seperti diketahui, kemampuan negara-negara di dunia dalam menyediakan bahan bakar semakin lama semakin menurun karena hampir seluruh wilayahnya mengandung minyak. Salah satu bahan bakar alternatif yang berpotensi mengatasi permasalahan bahan bakar di Indonesia adalah biodiesel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi preparasi katalis, sintessis biodiesel dan karakterisasi biodiesel. Hasil biodiesel yang diperoleh dianalisis menggunakan parameter rendemen, uji densitas, bilangan asam dan bilangan penyabunan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas biodiesel yang diperoleh memiliki nilai rendemen 48,75-70,29%, nilai densitas 872-882 kg/m 3, bilangan asam 0,37-0,43 mg KOH/g dan bilangan penyabunan 40,6-68,6 mg KOH/g. Hasil yang diperoleh pada masing-masing parameter memenuhi syarat mutu dan SNI.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Rumput laut dari Kabupaten Nunukan merupakan salah satu komoditas ekonomi unggulan daerah. Namun dalam aktivitas budidaya rumput laut masih ditemukan beberapa permasalahan yang mengakibatkan menurunnya jumlah produksi. Salah satu faktor keberhasilan budidaya rumput laut adalah kesesuaian lahan yang mendukung produksi rumput laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kabupaten Nunukan, melalui parameter fisika kimia perairan. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2024. Setiap lokasi dilakukan sampling pada tiga titik sampling pada metode long line. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan cara survei pengamatan parameter perairan. Parameter pengamatan untuk analisis kesesuaian lahan yaitu pengukuran kualitas air selanjutnya dilakukan matching dan scoring. Parameter kualitas air yang diamati adalah parameter fisika dan kimia. Setelah diperoleh nilai skor dari setiap parameter pada setiap titik pengamatan, kemudian dilakukan penghitungan menggunakan program Microsoft Excel untuk menentukan penilaian sesuai (S1) dengan kisaran nilai 49-63, cukup sesuai (S2) dengan kisaran nilai 35-48 dan tidak sesuai (N) dengan kisaran nilai 28–47. Dari hasil analisis data diperoleh hasil bahwa Pancang kuning luar pada titik 1 masuk dalam kategori S1 (sesuai) sedangkan pada titik 2 dan titik 3 masuk dalam kategori S2 (cukup sesuai). Sedangkan, Pancang kuning dalam pada setiap titik masuk dalam kategori S2 (cukup sesuai) untuk dijadikan lahan budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan dan dikembangkan di Kota Tarakan yaitu rumput laut jenis (K. alvarezii). K. alvarezii merupakan rumput laut yang secara luas diperdagangkan, baik untuk keperluan bahan baku industri dalam negeri maupun untuk ekspor. Namun dalam pelaksanaanya masih ditemukan beberapa permasalahan yang mengakibatkan menurunnya jumlah produksi. Salah satu faktor keberhasilan budidaya rumput laut adalah penentuan lokasi dan kondisi perairan harus disesuaikan dengan metode budidaya yang akan digunakan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya rumput laut (K. alvarezii) di kawasan Amal Kota Tarakan, melalui pengukuran parameter kualitas air. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2024. Setiap lokasi dilakukan sampling pada dua titik sampling di lokasi budidaya rumput laut dengan metode long line. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan cara pengamatan parameter kualitas. Materi penelitian ini adalah analisis kesesuaian perairan dilakukan dengan pengukuran kualitas air dengan menggunakan metode matching dan scoring. Parameter kualitas air yang diamati antara lain suhu, kecerahan, salinitas, pH, kecepatan arus, oksigen terlarut, posfat, dan nitrat. Nilai skor dari setiap parameter pada setiap titik pengamatan dilakukan penghitungan menggunakan program Microsoft Excel untuk menentukan penilaian kesesuaian lahan dengan kriteria (S1) sesuai; (S2) cukup sesuai; dan (N) tidak sesuai. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil bahwa Amal Baru dan Amal Lama masuk dalam kategori S2 (cukup sesuai) dengan nilai masing-masing 47. Hal ini menunjukan Kawasan Amal Baru dan Amal Lama mempunyai pembatas (penghambat) yang cukup berarti sebagai lahan budidaya rumput laut (K. Alvarezii.).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pengolahan umbi kentang menjadi kentang goreng merupakan salah satu makanan siap saji yang populer di Indonesia saat ini. Tingginya kandungan karbohidrat menyebabkan kentang dikenal sebagai bahan pangan yang dapat menggantikan karbohidrat lain seperti beras, jagung dan gandum. Harga dari kentang olahan dengan kentang mentah memiliki perbedaan nilai yang cukup signifikan. Salah satu pengusaha skala rumah tangga di Kota Tarakan yang bernama Randi masih menggunakan alat manual untuk memotong kentang menjadi bentuk stik, hal inilah yang menjadi penyebab lamanya waktu yang dibutuhkan dalam proses produksinya dan membutuhkan tenaga yang cukup untuk memotong kentang secara manual setiap harinya. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dibuat mesin pemotong stik kentang yang sederhana, terjangkau dan ekonomis dibanding membeli mesin pemotong otomatis lantaran mesin tersebut masih dianggap mahal bagi usaha kecil. Salah satu tahapan dalam merancang mesin pemotong stik kentang adalah menghitung parameter mesin, diantaranya menghitung gaya pemotongan stik kentang, kinerja mesin, perencanaan poros, perencanaan puli, kapasitas mesin dan biaya penggunaan listrik yang dihasilkan mesin. Berdasarkan hasil perhitungan parameter mesin, motor listrik yang digunakan adalah motor gearbox AC 1 fasa dengan daya 0,18 kW dan putaran 41,7 rpm, sabuk v yang digunakan adalah tipe B dengan ukuran diameter puli kecil 152,4 mm dan diameter puli besar 203,2 mm. Putaran akhir dari sistem transmisi puli dan sabuk v adalah 32 rpm. Poros ini menggunakan bahan S45C dengan diameter 25 mm. Mesin ini memiliki kapasitas sebesar 192,17 kg/jam dengan biaya penggunaan listrik selama 1 jam/bulan adalah Rp. 187,84 atau dalam setahun nya sekitar Rp. 2.254,08.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Perairan Pulau Balikukup memiliki keragaman dan kepadatan lamun yang tinggi dengan substrat yang didominasi oleh pasir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis tekstur sedimen, tutupan, kerapatan lamun, dan hubungan keterkaitan antara sedimen dengan lamun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, sedimen menggunakan sedimen core sampler dan lamun menggunakan transek kuadrat. Gradistat untuk menentukan Jenis tekstur dan parameter sedimen yang dominasi oleh pasir dengan jenis tekstur sedimen pasir berkerikil (Gravelly Sand) dan Pasir sedikit berkerikil (slightly gravelly sand). Parameter sedimen yang digunakan yaitu, Mean size, Sorting, Skewness dan Kurtosis. Jenis lamun yang ditemukan di perairan Pulau Balikukup terdiri dari Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Syringodium isoetifolium, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis dan Halodule uninervis. Kerapatan rata-rata lamun dari 8 stasiun di perairan Pulau Balikukup yang tertinggi dari jenis Halophila ovalis sebanyak 225 tegakan/m2 dan yang terendah dari jenis Enhalus acoroides sebanyak 26 tegakan/m2. Keterkaitan tutupan dan kerapatan lamun dengan tekstur sedimen di temukan hubungan yang signifikan. Parameter kualitas air juga sangat mendukung pertumbuhan lamun, parameter yang di ukur yaitu, pH, Suhu, DO, salinitas, arah dan kecepatan arus. Distribusi tekstur sedimen dengan lamun sangat bergantung pada kondisi perairan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Sumur bor merupakan salah satu sarana penyedia air bersih yang umumnya digunakan masyarakat Kelurahan Pantai Amal untuk keperluan higiene sanitasi. Permasalahan yang sering terjadi pada sumur bor yaitu lokasinya yang berdekatan dengan sumber pencemaran bakteri. Penelitian bertujuan untuk menguji kandungan bakteri Escherichia coli dan total coliform pada air sumur bor di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan. Pelaksanaan penelitian pada bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Januari 2022 dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di Kelurahan Pantai Amal pada 3 titik lokasi dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata e-coli pada stasiun 1-3 secara berurutan sebesar 9,3; 0; dan 7,6, serta nilai rata-rata coliform 842,267; 0; dan 1600. Hasil pengukuran parameter kualitas air sebagai data pendukung diperoleh suhu berkisar 27-32 oC, kekeruhan 0,4-22,5 NTU, warna 0-50 TCU, TDS 53-151 mg/L, dan pH 5,86-8,57. Kualitas air bor yang memenuhi baku mutu Permenkes RI No 32 Tahun 2017 untuk kebutuhan higiene sanitasi adalah stasiun 2, sedangan kedua stasiun lainnya masih melebihi ambang batas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas perairan menjadi faktor yang sangat penting untuk budidaya rumput laut, sehingga diperlukan pemantauan terhadap kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kecamatan Tarakan Timur yang terkait dengan parameter fisika dan kimia perairan. Penelitian dilakukan di dua lokasi yaitu Tanjung Batu dan Pantai Amal Baru yang merupakan lokasi budidaya rumput laut. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan analisis statistik One-Way Anova. Tahap pengambilan sampel dilakukan pada saat hari ke 1, ke 21 dan ke 45. Hasil penelitian diperoleh data analisis kualitas air untuk budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) pada stasiun 1 (Tanjung Batu) dan stasiun 2 (Pantai Amal Baru) yaitu keseluruhan parameter masih sesuai dengan baku mutu kualitas air untuk budidaya rumput laut, kecuali fosfat pada stasiun 1 (Tanjung Batu) belum sesuai dengan baku mutu. Hasil perhitungan analisis One-Way Anova diperoleh bahwa untuk stasiun 1 (Tanjung Batu) dan stasiun 2 (Pantai Amal Baru) untuk keseluruhan parameter menunjukkan hasil tidak berbeda nyata, sedangkan untuk kandungan fosfat di kedua stasiun terlihat berbeda nyata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
ABSTRAK Mangrove merupakan tumbuhan berkayu yang hidup di bibir pantai dan memiliki peran penting bagi kehidupan biota laut salah satunya yaitu sebagai produsen utama bagi biota, maka dari itu pentingnya untuk selalu menjaga dan melestarikan mangrove. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil produksi mangrove jenis Avicennia lanata dan laju dekomposisi serasah mangrove di Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Februari 2022 di mangrove Juata Laut. Berdasarkan Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 3 stasiun dengan jarak minimal 50 meter per stasiun maka telah didapatkan jumlah produksi dari mulai daun serasah, buah, bunga dan ranting yang di pisahkan terlebih dahulu dan dilakukan proses penimbangan pada berat awal dan berat akhir dengan hasil penelitian telah didapatkan jumlah produksi terbanyak yaitu pada stasiun 2 dengan jumlah produksi 2,73 gram/m2/hari berat akhir. Selanjutnya hasil dari produksi digunakan untuk mendapatkan nilai laju dekomposisi daun serasah selama 56 hari dengan proses awal dilakukan penimbangan pada daun serasah secara rata yaitu seberat 20 gram. Hasil dekomposisi menunjukkan bahwa daun serasah mangrove yang telah di pasang tidak terurai secara sempurna.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumur bor di Kelurahan Pantai Amal merupakan salah satu sarana penyedia air bersih yang umumnya digunakan masyarakat guna keperluan higiene sanitasi. Permasalahan yang sering terjadi pada sumur bor yaitu secara fisik air sumur bor masih berwarna merah kecoklatan sehingga meninggalkan noda disekitar sumur dan menyebabkan korosi terhadap wadah penampung atau pipa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas air sumur bor di Kelurahan Pantai Amal untuk kebutuhan higiene sanitasi yang mengacu pada Permenkes RI No 32 Tahun 2017. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021 dengan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di Kelurahan Pantai Amal pada 5 titik stasiun dan dengan 3 kali pengambilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua stasiun sampling sumur bor untuk keperluan higiene sanitasi tidak memenuhi syarat berdasarkan Permenkes RI No 32 Tahun 2017. Parameter fisika yang tidak memenuhi standar baku mutu adalah warna, suhu, bau dan rasa, sedangkan parameter yang memenuhi stadar baku mutu adalah salinitas, kekeruhan dan TDS. Untuk parameter kimia yang tidak memenuhi standar baku mutu adalah parameter pH dengan nilai berkisar 5,01-6,15, dan logam Fe pada stasiun 1 dengan nilai berkisar 3,732 - 4,005 mg/L.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem radar multi-antena itu ada dua macam yaitu radar phased array (PA), dan radar MIMO (Multiple-input Multiple-Output). Kelebihan utama pada radar PA adalah memiliki coherent gain yang tinggi dimana dari semua elemen antena cuma dapat mengirim satu sinyal (waveform) saja, sedangkan kelebihan utama pada radar MIMO adalah memiliki waveform diversity yang tinggi dimana dari setiap elemen antena yang dipasang maka masing–masing elemen antena itu memiliki sinyal sendiri–sendiri. Parameter yang digunakan untuk menguji kinerja radar PA dan MIMO ada banyak sekali yang salah satunya adalah parameter yang berkaitan dengan jumlah target deteksi. Pada penelitian ini diusulkan perluasan pada pendekatan estimasi parameter yaitu amplitudo and phase estimation (APES) yang disebut forward-bacward APES (FBAPES). Formulasi dan evaluasi kinerjanya yang dilakukan berdasarkan faktor-faktor yaitu berbagai sudut kedatangan sinyal direction of arrival (DoA), variasi radar cross section (RCS), resolusi sudut antar dua target, akurasi deteksi amplitudo, dan jumlah elemen antena di Tx-Rx. Untuk melengkapi keefektifan dari kinerja metode ini dibandingkan dengan kinerja estimasi LS yang diterapkan pada radar PA dan MIMO, dimana kemampuan mendeteksi DoA untuk kedua metode APES lebih akurat dibanding dengan metode LS. Kemudian untuk resolusi sudut deteksi FBAPES lebih baik dari estimator LS, sebagai contoh untuk M = N = 8 maka diperoleh resolusi sudut 3o sedangkan estimator LS sebesar 5,8o.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
.Radar multi-antena umumnya ada dua macam yaitu radar Phased Array (PA) dan Multiple-input Multiple-Output (MIMO) yang masing-masing memiliki kelebihan utama berturut-turut yaitu gain koheren yang tinggi dan gain peragaman sinyal (waveform) yang tinggi. Tidak seperti radar PA dimana dari semua elemen antena hanya dapat mengirim satu waveform saja, maka pada radar MIMO semua elemen antena akan memiliki waveform yang unik, bersifat independen, dan ortogonal satu dengan lainnya. Salah satu parameter terpenting dari berbagai parameter kinerja radar adalah estimasi parameter karena hal ini terkait dengan penentuan jumlah target yang mampu diidentifikasi oleh radar. Penelitian ini mengusulkan estimasi parameter radar dengan metode Generalized-Likelihood Ratio Test (GLRT) untuk radar multi-antena tersebut. Formulasi dan evaluasi kinerja dari metode tersebut dilakukan berdasarkan beberapa faktor seperti variasi sudut kedatangan sinyal (direction of arrival, DoA), variasi radar cross section (RCS) dari target, resolusi sudut antar dua target, akurasi deteksi amplitudo, dan jumlah elemen antena Tx-Rx. Keefektifan dari kinerja metode GLRT ini dibandingkan dengan kinerja estimasi least squares (LS). Resolusi sudut deteksi yang diperoleh untuk estimator ini lebih baik dari estimator LS baik pada antenna PA dan MIMO, dimana untuk antena PA dengan K = L = 8 maka diperoleh resolusi sudut 3o sedangkan estimator LS sebesar 5,8o. Untuk antenna MIMO semua estimator, yaitu LS dan GLRT bekerja dengan baik jika di terapakan pada radar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Limbah cair yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit jika tidak dilakukan pengolahan akan menjadi masalah bagi lingkungan sekitarnya, karena limbah cair pabrik kelapa sawit mengandung bahan organik yang tinggi sehingga berpotensi mencemari air tanah dan badan air. Penanganan dan pengolahan limbah cair yang diterapkan di pabrik kelapa sawit menggunakan proses anaerob dan aerob. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses IPAL, karakteristik air limbah, serta efektifitas sistem IPAL pabrik kelapa sawit PT. Nunukan Sawit Mas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga April Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian untuk pengujian kualitas air limbah kelapa sawit diperoleh nilai parameter BOD 36,1 mg/l, COD 13760 mg/l, TSS 0,206 mg/l, Minyak dan Lemak 696 mg/l dan Nitrogen Total 0,23 mg/l. Efektifitas IPAL kelapa sawit berdasarkan nilai efektifitas diperoleh hasil penelitian untuk parameter COD, TSS, Minyak dan Lemak menunjukan hasil sangat efektif. Sedangkan untuk parameter BOD dan Nitrogen Total menunjukan tidak efektif untuk pengolahan air limbah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Radar multi-antena umumnya terdiri atas radar phased-array (PA) dan radar MIMO (Multiple-input Multiple-Output). Kelebihan utama dari radar PA adalah memiliki coherent gain yang tinggi sehingga bisa mendeteksi target yang memiliki sinyal echo lemah dan radar cross section (RCS) kecil, sedangkan kelebihan utama pada radar MIMO adalah memiliki waveform diversity yang tinggi sehingga mampu meningkatkan jumlah target terdeteksi. Salah satu yang terpenting dari parameter kinerja radar adalah estimasi parameter yaitu estimasi terhadap jumlah target terkait sudut kedatangan sinyal (direction of arrival, DoA) dan amplitudonya. Amplitudo sinyal echo tersebut proporsional dengan RCS dari target. Penelitian yang diusulkan ini merupakan perluasan pada pendekatan estimasi parameter radar multi-antena dengan metode Approximate Maximum Likelihood (AML). Metode ini menjanjikan adanya perbaikan resolusi terhadap estimasi parameter dari amplitudo dan DoA yang dipantulkan oleh target pada radar tersebut dibanding dengan metode estimasi konvensional seperti estimator least squares (LS). Formulasi dan evaluasi dari kinerja parameter yang dilaksanakan dengan memperhatikan faktor-faktor antara lain yaitu banyak DoA, besar RCS, resolusi sudut antar dua target, akurasi deteksi amplitudo, dan jumlah elemen antena di Tx-Rx. Keefektifan dari kinerja metode ini juga diterapkan baik pada radar PA dan MIMO sekaligus dibandingkan dengan kinerja estimator LS. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa resolusi sudut deteksi untuk estimator ini superior dibanding estimator yang sudah ada, untuk kondisi jumlah antena di pemancar-penerima yaitu K = L = 8 maka resolusi sudut diperoleh berturut-turut adalah 2o dan 5,8o.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem radar multi-antena umumnya berupa radar Phased Array (PA) dan Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) yang masing-masing memiliki kelebihan utama berturut-turut yaitu gain koheren yang tinggi dan gain peragaman sinyal (waveform) yang tinggi. Pada radar PA dimana dari semua elemen antena hanya dapat mengirim satu waveform saja sedangkan pada radar MIMO semua elemen antena akan memiliki waveform bersifat independen dan ortogonal satu dengan lainnya. Parameter terpenting dari berbagai parameter kinerja radar salah satu diantaranya adalah estimasi parameter dimana hal ini terkait dengan kemampuan dalam menentukan jumlah target oleh radar. Pada penelitian ini diusulkan suatu estimasi parameter untuk radar dengan metode Forward-Backward Capon (FBCapon) untuk radar multi-antena tersebut. Formulasi dan evaluasi kinerjanya dilakukan berdasarkan faktor-faktor yaitu berbagai sudut kedatangan sinyal (Direction of Arrival, DoA), variasi Radar Cross Section (RCS) dari target, resolusi sudut antar dua target, akurasi deteksi amplitudo, dan jumlah elemen antena Tx-Rx. Keefektifan dari kinerja metode ini dibandingkan dengan kinerja estimasi Least Square (LS) yang diterapkan pada radar PA dan MIMO, dimana kemampuan deteksi DoA kedua metode Capon lebih akurat dibanding metode LS. Estimator FBCapon memiliki nilai Root Mean Square Error (RMSE) pada estimasi akurasi deteksi amplitudo separuh lebih rendah dari yang diperoleh FCapon yaitu sebesar 6,2% berbanding 11,9%, sementara estimator LS memiliki RMSE sebesar 5,8%. Kemudian untuk resolusi sudut deteksinya FCapon lebih baik dari estimator LS, sebagai contoh untuk K = L = 8, maka diperoleh resolusi sudut sebesar 5o, sedangkan pada estimator LS sebesar 5,8o.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan parameter lingkungan terhadap indeks dominansi dan kemerataan belalang di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan dan Potensi implementasinya pada pembelajaran Biologi kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jenis belalang yang terdapat di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh spesies belalang yang didapatkan pada saat penelitian. Data yang dipeoleh kemudian di analisis mengunakan rumus dominansi, kemerataan dan uji korelasi sperman-rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 spesies belalang yaitu Acrida ungarica, Acrida ungarica, Acrida conica, Oxya chinensis, Oxya japonica, Caryanda spuria, Trilophidia annulata, valanga nigricornis, xenocatantops humilis, Phlaeoba fumosa, Traulacris sp., Pseudoxya diminuta, Traulia borneensis, Oxya Serville, Xenacatantops humilis nymph, Elimaea sp, Conocephalus fasciatus, Ceraeocercus fuscipennis, dan Conocephalus Maculatus dari 2 famili yaitu Acrididae dan Tettigonidae. Berdasarkan perhitungan indeks dominansi yang dilakukan, dominansi belalang pada kedua stasiun tergolong dalam kategori rendah dengan nilai D pada stasiun I berkisar sebesar 0,00-0,08 sedangkan pada stasiun II berkisar sebesar 0,00-0,02. Hasil perhitungan Indeks kemerataan pada kedua stasiun tergolong relatif merata/stabil dengan nilai E pada stasiun I sebesar 0,81 dan pada stasiun II sebesar 2,27. Hasil analisi hubungan parameter lingkungan terhadap dominansi pada kedua stasiun yaitu tidak terdapat hubungan antar parameter lingkungan terhadap dominansi di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan. Adapun hasil analis keterkaitan penelitian pada pembelajaran biologi yaitu pada materi keanekaragaman hayati kompetensi dasar 3.2 mengenai berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia, beserta ancaman dan pelestariannya dan kompetensi dasar 4.2 menyajikan hasil observasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia serta usulan upaya pelestariannya. This study aims to determine the relationship of environmental parameters to the dominance and evenity of grasshopper (ordo orthoptera) in the forests of Borneo Tarakan University and its potential of implementation in biology learning for class X SMA. This research was correlation research with a quantitative descriptive approach. The population were all types of grasshoppers found in the research Forest of Borneo Tarakan University. The sampel in this research were all species of grasshoppers obtained at the study time. The data obtained were then analyzed using the dominance, evenness and sperm-rho correlation test. The results showed 19 spesies of grasshoppers, namely Acrida hungarica, Acrida conica, Oxya chinensis, Oxya japonica, Caryanda spuria, Trilophidia annulata, Valanga nigricornis, Xencatantops humilis, Phlaeba fumosa, Traulacris sp, Serville, Xenacatantops humulis nymph, Elimaea sp, Conocephalus fasciatus, Ceraeocercus fuscipennis, and Conocephalus maculatus frm 2 families, namaly Acrididae and Tettigonidae. Based on the calculation of the dominance index, the dominance of grasshoppers at both stations was classified in the low category, with the value of D at the station I ranging from 0,00-0,08 while at station II was ranging from 0,00-0,02. The calculation results of the evenness index at both stations were relatively even/stable, with the value of E at the station I of 0,81 and station II of 2,27. The analysis of the relationship between environmental parameters and dominance at the two stations showed no association between ecological parameters and sovereignty in the Research Forest of Borneo Tarakan University. The results of the analysis of the linkage of research to biology learning, namaly on the subject of biodiversity, basic competence 3.2 regarding various levelsn of biodiversity in indonesia, along with threats and conservation, and basic competence 4.2 presenting the results of observations of different levels of biodiversity in indonesia and proposed conservation efforts.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.ABSTRAK Dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik yang ada di Kota Tarakan harus disertai dengan peningkatan kualitas penyaluran terhadap para pelanggan yakni mampu memberikan aliran energi listrik dengan daya yang mencukupi dan handal. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa keandalan sistem distribusi tenaga listrik berdasarkan SAIDI, SAIFI dan parameter keandalan di PT. PLN TARAKAN selama 2 Tahun dari 2018 - 2019. SAIDI Tahun 2018 tertinggi terdapat pada bulan Oktober yaitu sebesar 2,62 jam/plg/bln dan SAIDI terendah pada bulan Januari 0,07 jam/plg/bln. Sedangkan SAIFI pada Tahun 2018 nilai tertinggi pada bulan Februari sebesar 2,51 kali/plg/bln dan SAIFI terendah pada bulan Januari sebesar 0,11 kali/plg/bln. Pada Tahun 2019 SAIDI tertinggi pada bulan Maret yaitu sebesar 8,42 jam/plg/bln dan terendah pada bulan Februari sebesar 0,12 jam/plg/bln. Nilai SAIFI tertinggi juga terdapat pada bulan Maret yaitu sebesar 2,3 kali /plg/bln dan SAIFI terendah tpada bulan Februari sebesar 0,1 kali /plg/bln. Nilai SAIDI dan SAIFI pada Tahun 2018-2019 masih masuk dalam standar SPLN Tarakan Tahun 2018-2019 yaitu 10 jam/plg/bln dan 10 Kali/plg/bln. Tahun 2018 laju kegagalan tertinggi pada bulan Agustus sebesar 12,4 kegagalan dan nilai terendah pada bulan Januari sebanyak 4,1 kegagalan. Sedangkan Tahun 2019 laju kegagalan tertinggi pada bulan Mei sebanyak 10,2 kegagalan dan nilai terendah pada bulan Februari sebanyak 1,7 kegagalan. Laju perbaikan pertahun (U) Tahun 2018 nilai tertinggi pada bulan Agustus sebesar 4.268,80 jam/tahun dan nilai terendah pada bulan Januari sebanyak 412,5 jam/tahun. Sedangkan pada tahun 2019 laju perbaikan pertahun tertinggi pada bulan Maret sebanyak 4.804,90 jam/tahun dan terendah pada bulan Februari sebanyak 70,4 jam/tahun. Nilai laju perbaikan (r) Tahun 2018 tertinggi pada bulan Agustus sebesar 344,26 jam dan nilai terendah pada bulan Januari yaitu 100,61 jam. Sedangkan pada Tahun 2019 laju perbaikan (r) tertinggi pada bulan Maret yaitu 539,88 jam dan terendah pada bulan Februari yaitu 41,45 jam.