Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: sumur bor
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIVITAS MEDIA FILTER TERMODIFIKASI KOMBINASI KITOSAN UNTUK MENINGKATAN pH AIR SUMUR BOR MASYARAKAT MAMBURUNGAN KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumur bor merupakan salah satu sumber air yang dimanfaatkan masyarakat di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan hasil pengamatan awal, air sumur bor memiliki nilai pH sebesar 5,5 yang menunjukkan kondisi asam sehingga diperlukan pengolahan untuk meningkatkan kualitas air, khususnya pada parameter pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media filter termodifikasi yang dikombinasikan dengan kitosan dalam meningkatkan pH air sumur bor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan tahapan koagulasi dan filtrasi. Kitosan digunakan sebagai bahan koagulan dengan variasi dosis 1 mL, 2 mL, dan 3 mL, sedangkan media filtrasi terdiri atas cangkang kerang kapah, arang aktif, pasir silika, dan kerikil. Pengukuran pH dilakukan sebelum perlakuan, setelah proses koagulasi, dan setelah proses filtrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pH awal pada perlakuan kontrol sebesar 5,53. Setelah proses koagulasi menggunakan kitosan, rata-rata pH meningkat menjadi 6,29 dengan efektivitas sebesar 51,51%. Setelah proses filtrasi menggunakan media filter termodifikasi, rata-rata pH meningkat menjadi 6,89 dengan efektivitas sebesar 92,42%. Perlakuan kontrol memiliki efektivitas sebesar 0% karena tidak diberikan proses pengolahan. Hasil uji ANOVA menunjukkan nilai F sebesar 5,918 dengan nilai signifikansi 0,038 (p 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antarperlakuan terhadap nilai pH air sumur bor. Berdasarkan hasil penelitian, filtrasi menunjukkan efektivitas lebih tinggi dibandingkan koagulasi dalam meningkatkan pH menuju target 7,0. Dengan demikian, kombinasi kitosan dan media filter termodifikasi berpotensi digunakan sebagai metode alternatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAU KUALITAS AIR DARI SUMUR BOR BERBASIS IOT UNTUK DETEKSI DINI KONTAMINASI LINGKUNGAN

2026•

Ketersediaan air bersih yang memenuhi standar kualitas merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kota Tarakan air sumur bor masih menjadi sumber utama bagi masyarakat yang belum terlayani oleh saluran air perpipaan. Namun, kualitas air sumur bor belum dipantau secara rutin, sehingga berpotensi mengalami kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pemantau kualitas air dari sumur bor berbasis internet of things untuk mendukung deteksi dini kontaminasi Lingkungan. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama yang terintegrasi dengan empat sensor, yaitu sensor pH (4502c), sensor kekeruhan (SEN0189) , sensor TDS (Total Dissolved Solids), dan sensor warna (TCS3200). Data hasil pengukuran dikirim ke Firebase Realtime Database dan ditampilkan melalui dashboard berbasis website untuk memudahkan pemantauan jarak jauh. Pengujian sistem meliputi kalibrasi sensor, pengujian performa komunikasi data, serta implementasi metode rule-based system yang mengacu pada standar baku mutu kualitas air bersih sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023. Hasil kalibrasi sensor menunjukkan bahwa sensor pH memiliki nilai rata-rata error sebesar 1,13%, TDS memiliki rata-rata error sebesar 2,02%, sensor kekeruhan dan warna (TCS3200) memiliki rata-rata error sebesar 0%. Berdasarkan 30 data hasil pengujian pada dua sumur bor, sistem mengidentifikasi bahwa kualitas air tidak memenuhi kriteria kelayakan sehingga diklasifikasikan sebagai “Tidak Layak” dikarenakan salah satu parameter pengukuran melebihi ambang batas yang ditetapkan pada rule-based system yaitu, pada nilai kekeruhan sebesar 147 NTU dan TDS sebesar 507 ppm. Pengujian performa komunikasi data menunjukkan nilai packet loss sebesar 0% dan rata-rata latency sebesar 2,078 ms, yang menujukkan bahwa seluruh data berhasil dikirim dan diterima tanpa kehilangan paket selama proses pengujian. Dengan demikian, sistem pemantau kualitas air dari sumur bor berbasis IoT yang dikembangkan mampu melakukan pengukuran secara akurat, mendukung proses pemantauan kualitas air secara real-time, serta membantu deteksi dini terhadap potensi kontaminasi lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI KANDUNGAN BAKTERI Escherichia coli DAN TOTAL Coliform PADA AIR SUMUR BOR DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

2023•

Sumur bor merupakan salah satu sarana penyedia air bersih yang umumnya digunakan masyarakat Kelurahan Pantai Amal untuk keperluan higiene sanitasi. Permasalahan yang sering terjadi pada sumur bor yaitu lokasinya yang berdekatan dengan sumber pencemaran bakteri. Penelitian bertujuan untuk menguji kandungan bakteri Escherichia coli dan total coliform pada air sumur bor di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan. Pelaksanaan penelitian pada bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Januari 2022 dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di Kelurahan Pantai Amal pada 3 titik lokasi dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata e-coli pada stasiun 1-3 secara berurutan sebesar 9,3; 0; dan 7,6, serta nilai rata-rata coliform 842,267; 0; dan 1600. Hasil pengukuran parameter kualitas air sebagai data pendukung diperoleh suhu berkisar 27-32 oC, kekeruhan 0,4-22,5 NTU, warna 0-50 TCU, TDS 53-151 mg/L, dan pH 5,86-8,57. Kualitas air bor yang memenuhi baku mutu Permenkes RI No 32 Tahun 2017 untuk kebutuhan higiene sanitasi adalah stasiun 2, sedangan kedua stasiun lainnya masih melebihi ambang batas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPOSIT KITOSAN-ZEOLIT DARI LIMBAH CANGKANG UDANG WINDU (Panaeus monodon) TERHADAP pH AIR SUMUR BOR KELURAHAN PANTAI AMAL

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air merupakan kebutuhan utama makhluk hidup untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Kebutuhan air bersih akan terus meningkat seiring meningkatnya aktivitas dan jumlah penduduk. Air untuk kebutuhan sehari-hari tentunya harus bebas dari segala macam bentuk polutan. Untuk keperluan hygiene sanitasi, air baku tentunya harus sesuai dengan standar mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah sehingga aman digunakan oleh manusia. Salah satu parameter yang harus dipenuhi untuk air bersih adalah parameter pH air. pH air yang rendah akan menyebabkan tingginya kelarutan logam pada air serta dapat menyebabkan sifat korosif. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan pengolahan pada air sumur bor yang memiliki nilai pH asam dengan menggunakan adsorben kitosan-zeolit yang dibuat dari limbah cangkang udang. Tahapan dari penelitian ini antara lain penyiapan sampel, isolasi kitosan dari cangkang kulit udang, sintesis komposit kitosan-zeolit, karakterisasi kitosan-zeolit dengan FT-IR, uji stabilitas kitosan-zeolit, dan aplikasi kitosan-zeolit sebagai adsorben pada air sumur bor dengan mengamati perubahan pH. Hasil penelitian untuk karakterisasi kitosan-zeolit dengan FTIR menunjukkan adanya serapan pada panjang gelombang 3467,04 cm-1 merupakan vibrasi OH dan N-H Primer. Terbentuknya vibrasi ulur N-H pada hasil sintesis kitosan. Pada bilangan gelombang 2348,38 cm-1 adalah rentangan N-H dari amina. Vibrasi dari NH amida primer muncul pada serapan 1638,06 cm-1 serta terdapat serapan pada bilangan gelombang 455,3 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus Si-O yang berasal dari zeolite. Aplikasi kitosan-zeolit sebagai adsorben untuk meningkatkan pH pada air sumur bor menunjukkan terjadinya perubahan pH dari 5 menjadi 6 pada rasio kitosan-zeolit 1:1,5.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR BOR UNTUK HIGIENE SANITASI DI KELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumur bor di Kelurahan Pantai Amal merupakan salah satu sarana penyedia air bersih yang umumnya digunakan masyarakat guna keperluan higiene sanitasi. Permasalahan yang sering terjadi pada sumur bor yaitu secara fisik air sumur bor masih berwarna merah kecoklatan sehingga meninggalkan noda disekitar sumur dan menyebabkan korosi terhadap wadah penampung atau pipa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas air sumur bor di Kelurahan Pantai Amal untuk kebutuhan higiene sanitasi yang mengacu pada Permenkes RI No 32 Tahun 2017. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021 dengan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penentuan lokasi sampling dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di Kelurahan Pantai Amal pada 5 titik stasiun dan dengan 3 kali pengambilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua stasiun sampling sumur bor untuk keperluan higiene sanitasi tidak memenuhi syarat berdasarkan Permenkes RI No 32 Tahun 2017. Parameter fisika yang tidak memenuhi standar baku mutu adalah warna, suhu, bau dan rasa, sedangkan parameter yang memenuhi stadar baku mutu adalah salinitas, kekeruhan dan TDS. Untuk parameter kimia yang tidak memenuhi standar baku mutu adalah parameter pH dengan nilai berkisar 5,01-6,15, dan logam Fe pada stasiun 1 dengan nilai berkisar 3,732 - 4,005 mg/L.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR GALI DAN BOR DI KAMPUNG BUGIS KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WATER QUALITY ANALYSIS OF DIG AND DRILL WELLS IN BUGIS VILLAGE, TARAKAN CITY Abstract Water plays an important role to meet human needs such as drinking, cooking, washing, and so on, so it must meet the requirements stipulated in the regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 32 of 2017 concerning Environmental Health Quality Standards and Water Health Requirements for sanitation hygiene purposes. This study aims to determine the value of the physical, chemical and biological parameters of dug and drilled well water in Karang Anyar Village, Bugis Village, Tarakan City. The research method used in this study is an analytical observational study using a descriptive approach, namely to describe the value of the physical, chemical, and biological parameters found in dug well water and drilled wells. The sample in this study was determined by purposive sampling with four stations. The first and second stations are dug well water, stations three and four are drilled well water. The results showed that the construction of 4 water wells, namely at station 1 and station 2 which were dug wells and stations 3 and 4 were drilled wells, met the requirements for sanitation hygiene purposes based on the Minister of Health Regulation No. 32 of 2017, when viewed from the physical and chemical parameters, namely temperature 28 -30 C, turbidity 01.3-37.2 NTU, TDS 37-106, color 5-5- TCU, pH 3.55-6.18, nitrate 0.07-1.13 mg/L, nitrite 0.07-0.13, Fe 0.003 total hardness 0.16-0.40 while for drinking water purposes it does not meet the requirements because the number of Escherichia coli bacteria exceeds the water quality standard based on biological parameters with a value of 23-50. Keywords: Sanitation Hygiene; Boreholes; Dug Well; Tarakan City

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

willingness to pay masyarakat terhadap konsumsi air bersih sumur bor di kelurahan juata permai

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecamatan Tarakan Utara Memiliki tiga kelurahan yaitu, Kelurahan Juata Permai,Kelurahan Juata Kerikil dan Kelurahan Juata Laut. Di kelurahan Juata Permai penggunaan air sumur bor cukup banyak. Faktor utama nya ialah kurangnya penyebaran air PDAM dan mahalnya biaya yang di keluarkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesediaan membayar masyarakat dalam menggunakan air bersih sumur bor. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Willingness To Pay dan menggunakan teknik sampling jenuh. Dalam hal ini jumlah populasi digunakan dalam penelitian ini.Populasi dalam penelitian ini berjumlah 35 responden dan keseluruhan menjadi sampel penelitian. Data yang digunakan adalah menggunakan data primer. Diartikan bahwa data yang digunakan berasal dari data langsung yang diolah kemudian mendapatkan hasil akhirnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesediaan membayar masyarakat dalam mengkonsumsi air bersih sumur bor sangat tinggi,sehingga biaya yang dikeluarkan tidak membebankan masyarakat. Dengan demikian total rata-rata dari kesediaan masyarakat untuk membayar air bersih sumur bor adalah Rp.23.923 perbulan.Artinya kesediaan membayar masyarakat dalam konsumsi air bersih sumur bor lebih efisien daripada air PDAM.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail