ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Desa Bandan Bikis, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, belum memperoleh pelayanan air bersih perpipaan sehingga masyarakat masih memanfaatkan air hujan, air kolam, dan air sumur bor. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan air bersih hingga tahun 2029 serta merencanakan jaringan distribusi air bersih menggunakan software EPANET 2.2 meliputi parameter tekanan, kecepatan aliran, dan kehilangan energi. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Proyeksi jumlah penduduk dihitung menggunakan metode aritmatika berdasarkan data tahun 2019–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk tahun 2029 diproyeksikan mencapai 912 jiwa. Kebutuhan air rata-rata harian sebesar 0,845 L/dtk, kebutuhan harian maksimum sebesar 0,971 L/dtk, dan kebutuhan jam puncak sebesar 1,478 L/dtk. Hasil simulasi EPANET 2.2 menunjukkan nilai tekanan berkisar 45,49–51,52 m, kecepatan aliran 0,16–0,71 m/dtk, dan headloss 1,18–11 m/km. Secara umum, jaringan yang direncanakan mampu mendistribusikan air ke seluruh wilayah pelayanan dengan tekanan yang memenuhi standar. Berdasarkan hasil penelitian, jaringan distribusi air bersih yang direncanakan layak diterapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun 2029. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji kualitas air dan biaya pembangunan jaringan secara lebih rinci.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Sumur gali yang berada di Karungan RT. 08 Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan adalah air baku yang digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Berdasarkan uji pendahuluan kandungan logam besi pada air sumur didapatkan hasil 1,2 mg/L artinya tidak memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kandungan logam besi pada air sumur gali setelah dilakukan pengolahan menggunakan adsorben kitosan dan filter termodifikasi. Filter termodifikasi merupakan kombinasi ijuk, pasir silika, cangkang kapah, kerikil dan arang aktif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen skala laboratorium. Tahapan pengolahan air sumur yaitu sedimentasi, adsorpsi dan filtrasi. Parameter yang diuji yaitu logam Fe dan parameter kualitas air lainnya. Hasil pengujian kandungan Fe setelah sedimentasi adalah 0,21 mg/L dan setelah filtrasi menggunakan filter termodifikasi yaitu 0,09 mg/L. Hasil pengujian parameter fisika untuk TDS awal yaitu 297 mg/L, nilai TDS setelah sedimentasi 262 mg/L dan nilai TDS setelah filtrasi 248 mg/L. Hasil pengukuran untuk parameter fisika kekeruhan air sumur 12,64 NTU, setelah sedimentasi 12,20 NTU, setelah filtrasi 12,25 NTU. Hasil pengukuran parameter warna air awal setelah sedimentasi dan setelah filtrasi yaitu 5 TCU. Nilai pH air awal setelah sedimentasi dan setelah filtrasi yaitu 5,2-5,8. Parameter kimia nitrat air sumur awal 0,100 mg/L, nilai nitrat setelah sedimentasi 0,098 mg/L dan nilai nitrat setelah filtrasi 0,084 mg/L. Nilai nitrit air sumur dan setelah sedimentasi 0,012 mg/L, nilai nitrit setelah filtrasi 0,012 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan air sumur setelah di filtrasi mengalami peningkatan kualitas air untuk parameter logam besi sehingga media tersebut efektif untuk pengolahan air baku. Namun secara keseluruhan parameter kualitas air sumur belum memenuhi baku mutu untuk keperluan higiene sanitasi berdasarkan Permenkes RI No. 02 Tahun 2023.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air merupakan kebutuhan utama makhluk hidup untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Kebutuhan air bersih akan terus meningkat seiring meningkatnya aktivitas dan jumlah penduduk. Air untuk kebutuhan sehari-hari tentunya harus bebas dari segala macam bentuk polutan. Untuk keperluan hygiene sanitasi, air baku tentunya harus sesuai dengan standar mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah sehingga aman digunakan oleh manusia. Salah satu parameter yang harus dipenuhi untuk air bersih adalah parameter pH air. pH air yang rendah akan menyebabkan tingginya kelarutan logam pada air serta dapat menyebabkan sifat korosif. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan pengolahan pada air sumur bor yang memiliki nilai pH asam dengan menggunakan adsorben kitosan-zeolit yang dibuat dari limbah cangkang udang. Tahapan dari penelitian ini antara lain penyiapan sampel, isolasi kitosan dari cangkang kulit udang, sintesis komposit kitosan-zeolit, karakterisasi kitosan-zeolit dengan FT-IR, uji stabilitas kitosan-zeolit, dan aplikasi kitosan-zeolit sebagai adsorben pada air sumur bor dengan mengamati perubahan pH. Hasil penelitian untuk karakterisasi kitosan-zeolit dengan FTIR menunjukkan adanya serapan pada panjang gelombang 3467,04 cm-1 merupakan vibrasi OH dan N-H Primer. Terbentuknya vibrasi ulur N-H pada hasil sintesis kitosan. Pada bilangan gelombang 2348,38 cm-1 adalah rentangan N-H dari amina. Vibrasi dari NH amida primer muncul pada serapan 1638,06 cm-1 serta terdapat serapan pada bilangan gelombang 455,3 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus Si-O yang berasal dari zeolite. Aplikasi kitosan-zeolit sebagai adsorben untuk meningkatkan pH pada air sumur bor menunjukkan terjadinya perubahan pH dari 5 menjadi 6 pada rasio kitosan-zeolit 1:1,5.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Rumah sakit sebagai suatu bentuk industri jasa yang memberikan pelayanan kesehatan terdiri dari berbagai unit operasional yang bekerja selama 24 jam perhari untuk memberikan pelayanan kesehatan meliputi pencegahan dan penyembuhan penyakit kepada masyarakat. Proses pengolahan air limbah di sistem IPAL Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Ilyas Tarakan dilakukan dengan cara fisika, kimia dan biologi. Tujuan dari penelitian ini, mengetahui sistem kerja dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL), mengetahui kualitas air limbah pada IPAL RS Ilyas Tarakan, dan juga untuk mengetahui tingkat efektifitas sistem IPAL Rumah Sakit Angkatan Laut Ilyas Tarakan. Tahap yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pengambilan sampel dan juga pengujian kualias air limbah. Parameter yang diuji pada penelitian meliputi parameter biologi, parameter kimia, dan parameter fisika. Dari hasil penelitian menunjukkan nilai dari beberapa parameter yang telah diukur, pH 7,19, BOD 1,1 mg/L, COD 32 mg/L, Minyak & Lemak 10 mg/L, Amoniak 0,856 mg/L, TSS 5 mg/L, dan E-Coli 1.600 mL, yang hasilnya sudah memenuhi standar baku mutu air limbah domestik berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 6 Tahun 2016. IPAL Rumah Sakit Angkatan Laut Ilyas Tarakan sudah efektif digunakan untuk pengolahan air limbah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Abstrak Padi merupakan komoditas utama di Indonesia karena dijadikan makanan utama. Kendala pada biji yaitu terdapat kulit ari yang dapat menghambat proses perkecambahan. Salah satu cara untuk mempercepat perkecambahan yaitu dengan air aki. Air aki yang digunakan dengan konsentrasi paling tinggi 35%. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh perendaman air aki terhadap perkecambahan benih padi lokal asal Tarakan Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan rancangan acal Lengkap 1 faktor dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya yaitu P1 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 35%), P2 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 30%), P3 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 25%), P4 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 20%), P5 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 15%), P6 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 10%), P7 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 5%), dan P8 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 0%). Parameter penelitian yaitu daya kecambah, laju perkecambahan, potensi tumbuh, kecepatan tumbuh, tinggi kecambah, panjang akar terpanjang dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan parameter daya kecambah, potensi tumbuh, laju perkecambahan dan kecepatan tumbuh tidak ada perbedaan pada semua perlakuan. Pengamatan tinggi kecambah perlakuan P1 dengan nilai 4,17 cm memiliki nilai tertinggi dan berbeda nyata terhadap semua pengamatan lainnnya. Pengamatan panjang akar terpanjang perlakuan P1 dengan nilai 2,77 cm memiliki nilai tertinggi dan berbeda nyata terhadap perlakuan P5, P6, P7 dan P8 tetapi tidak berbeda nyata terhadap perlakuan P2, P3 dan P4. Pengamatan jumlah akar perlakuan p1 dengan nilai 4,59 helai memiliki nilai tertinggi dan berbeda nyata terhadap semua pengamatan lainnnya.