Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Perkecambahan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERENDAMAN AIR AKI TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH PADI (Oriza sativa L) LOKAL TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2022•

Abstrak Padi merupakan komoditas utama di Indonesia karena dijadikan makanan utama. Kendala pada biji yaitu terdapat kulit ari yang dapat menghambat proses perkecambahan. Salah satu cara untuk mempercepat perkecambahan yaitu dengan air aki. Air aki yang digunakan dengan konsentrasi paling tinggi 35%. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh perendaman air aki terhadap perkecambahan benih padi lokal asal Tarakan Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan rancangan acal Lengkap 1 faktor dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya yaitu P1 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 35%), P2 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 30%), P3 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 25%), P4 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 20%), P5 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 15%), P6 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 10%), P7 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 5%), dan P8 (padi IR 36 Konsentrasi air aki 0%). Parameter penelitian yaitu daya kecambah, laju perkecambahan, potensi tumbuh, kecepatan tumbuh, tinggi kecambah, panjang akar terpanjang dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan parameter daya kecambah, potensi tumbuh, laju perkecambahan dan kecepatan tumbuh tidak ada perbedaan pada semua perlakuan. Pengamatan tinggi kecambah perlakuan P1 dengan nilai 4,17 cm memiliki nilai tertinggi dan berbeda nyata terhadap semua pengamatan lainnnya. Pengamatan panjang akar terpanjang perlakuan P1 dengan nilai 2,77 cm memiliki nilai tertinggi dan berbeda nyata terhadap perlakuan P5, P6, P7 dan P8 tetapi tidak berbeda nyata terhadap perlakuan P2, P3 dan P4. Pengamatan jumlah akar perlakuan p1 dengan nilai 4,59 helai memiliki nilai tertinggi dan berbeda nyata terhadap semua pengamatan lainnnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERKECAMBAHAN BENIH TANAMAN TOMAT DALAM KONSENTRASI PERENDAMAN NATRIUM HIPOKLORI (NaOCl)

2022•

Rafika Febriana. 15201010022. “Pengaruh Perkecambahan Benih Tanaman Tomat Dalam Konsentrasi Perendaman Natrium Hipoklori (NaOCl)” Dibimbing oleh Dr. Mardhiana, S.Hut, MP. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tanaman tomat merupakan salah satu buah yang menghasilkan benih yang memiliki selaput daging/berlendir (pulp). Hal tersebut menyebabkan kendala dalam produksi benih. Adanya pulp dapat menyebabkan mudahnya cendawan tumbuh dan menghambat proses perkecambahan. Oleh karena itu untuk memisahkan pulp dari benih tomat dapat dilakukan dengan ekstraksi. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk ekstraksi adalah Natrium Hipoklorida (NaOCl).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perkecambahan benih tanaman tomat dalam konsentrasi perendaman natrium hiplokori( NaOCl) Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu perendaman dengan menggunakan larutan NaOCl dengan konsentrasi yang berbeda, diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 petak percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu K0 (0% atau tanpa NaOCl), K1 (Konsentrasi NaOCl 1%), K2 (Konsentrasi NaOCl 2%), K3 (Konsentrasi NaOCl 3%), K4(Konsentrasi NaOCl 4%), K5 (Konsentrasi NaOCl 5%). Parameter pengamatan penelitian ini meliputi daya kecambah, kecepatan tumbuh benih, dan potensi tumbuh maksimum Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter perlakuan konsentrasi NaOCl 3% (0.2875), memberikan rata-rata data yang cenderung lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya pada uji daya kecambah tanaman tomat. Pada parameter kecepatan tumbuh menunjukkan bahwa parameter dengan konsentrasi 1% (3.521), yang menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan tumbuh yang lebih tinggi dibanding lainnya dan berbeda nyata dengan perlakuan 5% (1.083), untuk pengamatan potensi tumbuh maksimum bahwa konsentrasi 1% (0.388) menunjukkan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan lainnya. Hasil analisis semua parameter menyatakan tidak ada perbedaan nyata dalam perlakuan perendaman benih tomat dengan konsentrasi NaOCl (Natrium Hipoklori).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Kemampuan Rhizobakteri Indigenous Dalam Memproduksi Hormon IAA dan Pengaruhnya Terhadap Perkecambahan Jagung (Zea Mays L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jagung merupakan salah satu komoditas yang berperan penting di Indonesia, namun produksi jagung masih belum dapat memenuhi kebutuhan jagung secara nasional. Maka dari itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi jagung di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan proses perkecambahan benih jagung. Perlakuan benih merupakan salah satu perlakuan yang bertujuan meningkatkan proses perkecambahan benih jagung di lapangan. PGPR yang mampu memproduksi hormon IAA merupakan salah satu bahan dalam perlakuan benih. Hormon IAA merupakan auksin yang berperan dalam merangsang imbibisi, mempercepat perkecambahan benih, meningkatkan aktivitas enzim, dan mendorong pemanjangan sel batang dan akar. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan memiliki 14 isolat rhizobakteri indigenous penambat nitrogen dan 2 pelarut fosfat, namun belum diketahui dalam menghasilkan hormon IAA. Tujuan penelitian untuk mendapatkan isolat penambat nitrogen dan pelarut fosfat yang mampu menghasilkan hormon IAA dan mengetahui pengaruhnya terhadap perkecambahan benih jagung. Penelitian dilakukan dua tahap, yaitu uji rhizobakteri penghasil hormon IAA dengan metode spektrofotometri dan uji kemampuan rhizobakteri terhadap perkecambahan jagung dengan metode perendaman benih. Analisis data uji rhizobakteri penghasil hormon IAA menggunakan metode deskriptif kuantitatif sedangkan uji perkecambahan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu : P0 (aquades), P1 (NB), P2 (B5(6)), P3 (B1(17)), P4 (B3(12)) dan P5 (B3(16)). Perlakuan P2, P3, P4 dan P5 benih direndam dengan kerapatan isolat rhizobakteri 108 cfu/ml. Parameter penelitian yaitu daya kecambah, laju perkecambahan, potensi tumbuh benih, kecepatan tumbuh benih, tinggi tanaman, panjang akar dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan isolat rhizobakteri penambat nitrogen dan pelarut fosfat mampu menghasilkan hormon IAA. Isolat B5(6) = 55,19 ppm, B1(17) = 31,99 ppm, B3(12) = 48,14 ppm dan B3(16) = 62,23 ppm. Hasil penelitian perlakuan isolat rhizobakteri terhadap perkecambahan jagung menunjukkan konsentrasi hormon IAA yang dihasilkan masih belum memenuhi kebutuhan jagung untuk meningkatkan proses perkecambahannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail